Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Merasa Curiga


__ADS_3

"Halo Pa, Papa kenapa diam. Aku mohon Pa jujur sama aku, sekarang Papa ada dimana? Apa benar sekarang Papa berada di rumah sakit?" Tanya Kayla.


Mendengar kata itu pun membuat Axel, Karina dan Roseline juga ikut merasa khawatir.


"Kenapa Sayang? Ada apa dengan Papa kamu?" Tanya Karina.


"Aku tidak tahu Ma, aku juga sedang bertanya tapi Papa hanya diam saja," kata Kayla.


Lalu Kayla pun menloudspeaker ponselnya itu agar suami, ibu dan ibu mertuanya dapat mendengar percakapannya dengan sang ayah lewat telepon.


"Papa dimana? Di rumah sakit 'kan?" Kayla mengulangi pertanyaannya karena memang sedari tadi belum mendapatkan jawaban apapun.


"Kayla, iya Papa sekarang berada di rumah sakit. Tadi tiba-tiba saja Keisha, maksud Papa Santi merasakan sakit kepala dan dia pingsan. Jadi sekarang kami membawanya ke rumah sakit," jelas Raymond.


"Apa? Di rumah sakit mana Pa? Aku mau ke sana sekarang," tanya Kayla.


"Jangan Kay, Papa mohon kamu tetap berada di hotel ya. Biar Papa dan Pak Alex yang akan menanganinya, kamu tetap berada di sana ya," sergah Raymond.


"Nggak Pa, aku nggak tenang kalau tetap berada di hotel. Aku akan mengajak Mas Axel saat ini juga ke rumah sakit," ucap Kayla. "Kamu mau 'kan Mas?" Tanyanya kepada sang suami dan ditanggapi anggukkan kepala oleh suaminya.


"Pa, Papa tenang saja ya. Aku akan selalu menjaga Kayla. Aku yang akan membawa Kayla ke sana sekarang. Papa kirimkan saja dimana alamatnya, aku, Kayla, Mama dan Mommy akan segera ke sana. Papa tahu sendiri 'kan, Kayla ini sama sekali tidak bisa dicegah. Aku malah takut jika nanti terjadi sesuatu dengan Kayla jika dia terus memikirkan keadaan di sana," kata Axel.


"Ya sudah Papa akan mengirimkan alamatnya sekarang," ucap Raymond.


Setelah mendapatkan alamat dari Raymond, kini mereka berempat pun segera saja pergi menuju ke rumah sakit tempat dimana Santi berada.


****


Setelah telepon berakhir, Raymond pun langsung saja mendekati Alex ya saat itu masih tampak menunggu di depan ruang pemeriksaan. Sedangkan Arya dan Nek Aminah masuk ke dalam ruang pemeriksaan tersebut.

__ADS_1


"Pak Alex, ada apa?" Tanya Raymond.


"Tadi Dokter hanya mengabarkan jika pasien saat ini sudah siuman dan hendak bertemu dengan Arya dan Nek Aminah saja, sehingga mereka berdua pun saat ini sedang masuk ke dalam," jawab Alex.


"Lalu bagaimana keadaan Santi sekarang?" Tanya Raymond.


"Saya juga belum dengar pasti, kita tunggu saja di sini sampai nanti mereka keluar dan memberi kabar kepada kita," ucap Alex. "Lalu bagaimana, apakah Kayla sudah mengetahuinya?" tanyanya pula.


"Oh iya Pak, Kayla, Alex beserta istri kita sudah mengetahuinya dan saat ini sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit ini," jawab Raymond.


"Ya sudah lebih baik kita menunggu mereka saja di sini. Kita juga tidak bisa membiarkan Arya lepas dari pengawasan kita, takutnya mereka akan melarikan diri sebelum kita bertanya tentang kejelasannya bagaimana. Saya masih penasaran karena seperti yang Pak Raymond katakan, mana mungkin di dunia ini ada dua orang yang benar-benar mirip, sama sekali tidak ada bedanya, bahkan saudara kembar pun masih dapat dibedakan," kata Alex.


"Ya benar Pak, syukurlah Pak Alex masih sepemikiran dengan saya. Kita harus benar-benar membuat mereka buka mulut tentang identitas Santi yang sebenarnya," ucap Raymond.


****


Tidak berapa lama kemudian, terlihat dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Sehingga Alex dan Raymond pun langsung saja mendekati dokter tersebut untuk mencari informasi.


"Nona Santi pingsan karena merasakan kepalanya sakit, itu akibat dari benturan yang terjadi pada kepalanya. Saya dengar pasien tersebut sempat terombang-ambing di sungai, saya yakin pasti itu penyebabnya dan saat ini saya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pasien. Karena selama ini Nona Keisha hanya dirawat di rumah, tidak pernah dibawa ke rumah sakit," jelas dokter.


"Terombang-ambing di sungai? Lalu apa benar jika pasien tersebut mengalami amnesia, Dokter?" Tanya Alex ingin memastikan.


"Iya benar, pasien mengalami amnesia. Bahkan pasien sempat mengalami koma selama 2 bulan. Jadi saat ini Nona Santi harus dirawat di rumah sakit sampai nanti keadaannya semakin membaik," jawab dokter.


"Apakah ada harapan untuknya kembali mengingat masa lalu Dok?" Tanya Raymond pula.


"Semua itu tidak ada yang tidak mungkin Tuan. Yang penting kita semua harus berusaha," jawab dokter.


"Lantas apakah kami sekarang boleh menbesuknya juga Dokter?" Tanya Alex.

__ADS_1


"Sebentar lagi pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat inap, jadi siapapun boleh membesuknya. Yang penting tetap mengikuti prosedur rumah sakit," jawab dokter. "Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, masih ada pasien lain yang harus saya tangani," ucapnya lalu segera saja pergi meninggalkan Raymond dan Axel.


Di saat itu pula Kayla, Axel, Roseline dan juga Karina baru saja tiba di rumah sakit.


"Pa, Dad, bagaimana keadaan Keisha, dimana Keisha sekarang?" Tanya Kayla.


Lalu Raymond pun menceritakan kepada mereka apa yang baru saja tadi dokter katakan.


"Jadi benar wanita itu hilang ingatan dan dia pernah terombang-ambing di sungai sehingga membuatnya koma? Berarti memang benar 'kan Pa kalau Santi itu benar-benar Keisha. Lagipula aku bisa merasakan bahwa dia itu memang Keisha, adik aku," ucap Kayla.


"Apalagi Mama, Mama adalah ibunya, jadi Mama bisa merasakan jika Santi itu memang benar-benar Keisha, anak Mama," sambung Karina.


"Ya sudah kita tunggu saja bagaimana nanti. Sekarang ini Keisha masih di dalam ruang pemeriksaan, tapi sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruang rawat inap, Keisha harus dirawat hingga keadaannya benar-benar pulih. Jadi kita bisa melihatnya dan pria itu beserta neneknya sama sekali tidak bisa melarang kita, karena Pak Alex sudah mengatakan akan menuntut jika mereka berani melakukan hal itu," kata Raymond.


"Iya Pa," jawab Kayla.


Sehingga mereka pun sabar menanti sampai Santi alias Keisha dipindahkan ke ruang rawat inap.


****


Saat ini mereka semua telah berada di ruang rawat inap Santi. Meskipun pada awalnya Arya sempat melarang mereka, tetapi mereka sama sekali tak menggubrisnya. Bahkan Alex kembali mengandalkan ancamannya akan melaporkan mereka ke polisi karena telah menyembunyikan identitas asli tentang Santi.


"Nak, Mama yakin kamu adalah Keisha dan kamu adalah anak Mama. Hanya saja saat ini kamu sedang amnesia jadi kamu belum mengingat mama. Tapi Mama yakin jika nanti kamu sudah pulih, kamu pasti akan mengingat semuanya bahwa kami ini adalah keluarga kamu," ucap Karina.


"Sudah aku katakan aku tidak kenal dengan kalian. Kenapa kalian begitu memaksa," kata Santi.


"Kei, kita sama sekali tidak ada yang memaksa. Tapi itulah kenyataannya, kita ini keluarga. Kamu harus tahu bahwa aku ini Kakak kamu, aku Kakak kamu satu-satunya. Kita sayang sama kamu Kei. Kita selama ini mencari kamu dan setelah kita menemukan kamu, kenapa kamu menghindar? Kenapa kamu tidak mau mengakui bahwa kita adalah keluarga kamu," kata Kayla yang terlihat begitu emosi.


"Sayang, sabar Sayang. Saat ini Keisha sedang hilang ingatan, jadi wajar saja jika dia seperti itu," ucap Axel berusaha menenangkan sang istri.

__ADS_1


"Tapi bisa 'kan jika Keisha belajar untuk menerima kenyataan. Seharusnya dia senang dong, dia itu 'kan amnesia lalu dia bisa bertemu dengan keluarga aslinya. Tetapi kenapa seolah-olah Keisha menolak, tidak mau menerima jika aku, Mama dan Papa adalah keluarganya. Sangat terlihat jika Keisha tidak mau menerima kenyataan atau memang sengaja menghindar dari kita," kata Kayla, sehingga membuat keluarga Kayla dan Axel pun berpikir bahwa apa yang dikatakan Kayla ada benarnya dan membuat mereka merasa curiga dengan Santi.


Bersambung …


__ADS_2