Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Mengungkapkan Cinta


__ADS_3

Kayla masih tampak bengong, ia menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangan karena merasa tak percaya dengan apa yang saat ini ia lihat. Ia merasakan begitu bahagia di saat Axel mengatakan jika ini adalah kejutan kedua untuknya.


"Mas, ini maksudnya apa? Kenapa kamu memberikan aku kejutan lagi?" Tanya Kayla.


"Ya aku hanya ingin memberikan kejutan-kejutan kecil untuk istriku agar istriku merasa senang," jawab Axel.


"Mas ini bukan kejutan kecil," ungkap Kayla.


Axel tersenyum bahagia melihat istrinya yang begitu takjub dengan kejutan yang ia berikan.


"Yuk kita masuk sekarang," ajak Axel lalu keduanya pun masuk ke dalam kamar tersebut.


Di dalam sana juga terpampang jelas tulisan I love you yang dihiasi dengan lampu warna-warni.


"Ini apa Mas?" Kayla menunjuk tulisan tersebut.


"Oh itu, jadi itu adalah ungkapan perasaan aku ke kamu," jawab Axel apa adanya.


"Perasaan? Jadi kamu hanya mengungkapkan perasaan itu lewat tulisan ini saja," cibir Kayla.


Axel tersenyum, ia paham betul apa maksud istrinya dan apa yang diinginkannya saat ini. Lalu ia pun mendekati istrinya yang saat itu duduk di sudut ranjang. Ia menundukkan dirinya, lalu menggenggam erat kedua tangan sang istri.


"Sayang aku tidak tahu sejak kapan aku mulai mencintai kamu, tapi yang jelas semenjak aku takut kamu pergi meninggalkanku, aku tahu bahwa rasa cinta itu telah tumbuh. Aku sadar bagaimana sikap aku dulu terhadap kamu, aku sudah menyakiti kamu, aku sudah selalu membuat kamu sedih. Tapi sekarang aku janji, aku tidak akan pernah lagi melakukan hal itu seperti janjiku sebelumnya, karena aku mencintai kamu Kayla, I love you."


Setelah sekian lama Axel merasakan jatuh cinta terhadap Kayla, baru sekarang ia sempat menyatakan cinta itu untuk sang istri secara langsung.


"Mas, kamu sedang menyatakan cinta ke aku?" Tanya Kayla.

__ADS_1


"Iya, memang ada yang salah menyatakan cinta untuk istri sendiri? Seperti yang kamu tahu kita menikah itu karena terpaksa, bahkan aku sudah tidak percaya denganmu sebelumnya dan malah menuduhmu yang bukan-bukan. Tapi aku sadar bahwa Tuhan ternyata memang telah memberikan jodoh yang terbaik untuk aku, yaitu kamu. Aku janji mulai hari ini aku akan selalu membahagiakan kamu, aku tidak akan pernah lagi mengecewakan kamu kecuali dalam ketidaksengajaan. Dan jika memang nantinya aku menyakiti kamu karena aku tidak menyadarinya, aku mohon kamu langsung tegur aku ya," ucap Axel yang membuat hati Kayla begitu tersentuh, rasanya juga sangat bahagia seperti ingin terbang melayang ke udara.


"Mas, terimakasih ya karena kamu sudah mencintai aku. Karena aku juga mencintai kamu Mas, i love u too. Aku rasa tanpa aku mengungkapkannya pun kamu pasti sudah tahu 'kan? Bahkan sebelum kamu mencintaiku, aku sudah merasakan hal itu terlebih dulu Mas. Tetapi karena kamu sama sekali tidak menggubrisnya, aku berusaha untuk melupakan kamu dan nyatanya perasaan itu semakin lama semakin tumbuh, meskipun kamu tidak pernah bersikap baik terhadapku," ungkap Kayla yang mendadak membuat Axel pun merasakan sedih dan perih di dada saat mengingat bagaimana perlakuan buruknya dulu terhadap sang istri.


"Apakah kamu mau mempercayaiku sepenuhnya? Aku tidak akan pernah melakukan hal itu lagi, bahkan jika ada satu orang pun yang menyakiti kamu, aku pasti tidak akan tinggal diam, aku pasti akan membuat perhitungan kepada mereka," ucap Axel menatap serius.


Kayla tersenyum lalu menganggukkan pelan kepalanya, pertanda bahwa ia menyetujuinya.


Axel begitu senang, ia langsung saja bangkit dari duduknya lalu memeluk erat sang istri.


"Terimakasih ya Sayang," ucap Axel.


"Iya sama-sama Mas," jawab Kayla.


Tentu saja Axel tidak mungkin menyiapkan kamar seromantis itu untuk sang istri jika tidak ada maksud yang lain lagi. Setelah menikmati candle light dinner di dalam kamar tersebut yang memang sudah disiapkan, Axel pun langsung saja meminta haknya sebagai seorang suami kepada istrinya itu, dengan senang hati Kayla pun menyetujuinya. Sehingga mereka pun menghabiskan waktu dengan bertukar peluh di dalam kamar romantis tersebut.


****


"Sayang, kamu kenapa masih di situ, ayo dong ke sini. Aku 'kan mau melepaskan rindu denganmu," ucap Justin yang tidak sabar lagi ingin melakukan adegan dewasa bersama sang istri.


"Iya sebentar lagi ya, aku mau ke toilet dulu sebentar," kata Keisha gugup, entah kenapa rasanya sangat enggan sekali hendak melakukan hubungan bersama suaminya sendiri, apalagi ini juga bukan pertama kalinya.


"Oh begitu, ya sudah kamu ke toilet saja dulu. Aku tunggu di sini ya," kata Justin.


Keisha menganggukkan kepalanya, lalu ia pun segera saja pergi ke toilet.


"Duh itu cowok kenapa nggak tidur-tidur sih. Padahal 'kan aku sudah menemani dia jalan-jalan, makan malam, tapi tetap saja dia nggak capek, tetap saja matanya masih membulat sempurna seperti itu. Sepertinya obat tidur yang aku letakkan diminumnya juga sama sekali nggak berpengaruh. Duh … bagaimana ini, Justin juga minta jatahnya lagi," gerutu Keisha di dalam hatinya.

__ADS_1


"Aku harus cari cara untuk menghindar dari Justin, aku ada ide," gumam Keisha lalu ia keluar dari toilet, berjalan perlahan dengan wajahnya yang ditekuk. Sehingga membuat Justin pun merasa keheranan.


"Sayang, kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya Justin.


"Aku minta maaf ya karena aku nggak bisa menjadi istri yang sempurna buat kamu," kata Keisha yang mendadak sedih, bahkan sebisa mungkin ia hendak mengeluarkan bulir bening dari sudut matanya, tetapi nyatanya sangat sulit.


Kendati demikian tetap saja Justin ikut merasa cemas karena sikap istrinya itu.


"Kenapa tiba-tiba kamu berbicara seperti itu?" Tanya Justin meminta penjelasan.


"Tamu aku datang," kata Kayla lirih.


"Tamu? Memang siapa yang datang bertamu malam-malam ke sini? Oh pasti teman kamu yang mengajak bekerja sama itu ya, yang tadi tidak jadi bertemu dengan kita. Ya sudah tidak apa-apa, kita temani saja dulu teman kamu itu, setelah itu baru kita tidur," kata Justin.


"Bukan, bukan itu Sayang," kata Keisha.


"Lalu apa?" Tanya Justin kebingungan.


"Masa kamu lupa sih kalau tamu yang aku maksud itu adalah datang bulan," terang Keisha.


Sehingga di saat itu pun langsung terlihat kekecewaan dari wajah Justin, akan tetapi mau bagaimana lagi, karena itu sudah takdir Keisha sebagai seorang wanita. Sehingga Justin pun tersenyum kepada istrinya itu.


"Ya ampun Sayang, aku pikir ada apa. Ya sudah tidak masalah. Meskipun kita tidak bisa melakukannya malam ini, yang penting aku bisa tidur bersama kamu, bisa berada di samping kamu, memeluk kamu, aku sudah merasakan sangat bahagia," kata Justin.


Membuat Kayla pun ikut tersenyum, akan tetapi bukan karena perkataan suaminya itu, melainkan karena rencananya untuk mengelabui Justin telah berhasil.


"Ya sudah sini. Kamu tidur samping aku," titah Justin memberi ruang di sebelahnya untuk sang istri.

__ADS_1


Lalu Keisha pun segera saja merebahkan dirinya di samping suaminya itu, setelah itu pun Justin memeluk erat tubuh sang istri dengan posisi mereka yang saling berhadapan, lalu memejamkan matanya hingga Justin pun terlelap dengan sangat nyaman.


Bersambung …


__ADS_2