Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Mimpi Buruk


__ADS_3

Di saat itu pun Justin segera saja melepaskan lukisan yang ada di belakang pintu kamarnya itu. Memang niat awalnya adalah ingin membalas dendam atas sikap Keisha yang dulu pernah menyakiti hatinya, tetapi semakin lama ia merasakan bahwa cinta yang dulu untuk Keisha semakin tumbuh sehingga ia pun tidak mau melepaskan wanita tersebut. Entah apa tujuan sebenarnya, yang jelas ia tidak mau kehilangan Keisha, sehingga ia pun menuruti apapun keinginan Keisha untuk saat ini. Tetapi pembalasan dendam itu bukan berarti tidak mungkin, jika Keisha berani berbuat macam-macam dengannya.


Tak mau mengambil resiko, Justin menyimpan lukisan tersebut di suatu tempat yang lebih aman. Ia lupa bahwa saat ini hubungannya dengan Keisha telah direstui oleh kedua orang tuanya meskipun dengan maksud tertentu, hingga pastinya Keisha pasti akan datang ke kamar ini, mengingat bagaimana pesan dari orang tuanya waktu itu yang meminta Keisha sesekali menginap datang ke sini. Lalu ia pun merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya dan menghubungi Keisha melalui telepon WhatsApp.


Tut … tut … tut … tut …


Beberapa kali telepon tersambung, akan tetapi Keisha tak juga menjawab telepon tersebut. Sehingga Justin pun mengirimkan pesan untuknya.


"Maaf Sayang, aku baru saja pulang dari kantor. Tadi kata Bi Sumi kamu mampir ke rumah ya?"


Setelah mengirimkan pesan tersebut, Justin meletakkan ponselnya di atas nakas. Lalu ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah lelah dan berkeringat seharian bekerja.


*****


Selesai menikmati makan malam bersama, Kayla dan Axel pun memutuskan untuk menonton televisi terlebih dulu sebelum mereka masuk ke dalam kamar. Sedangkan Bi Lasmi sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Ting … tung …


Terdengar suara bel apartemen yang membuat Kayla dan Axel pun saling bertatapan.


"Siapa ya Sayang? Ada yang janjian sama kamu mau datang ke rumah ya?" Tanya Kayla.


"Nggak kok Sayang. Kamu sendiri bagaimana, ada yang mengabari kamu kalau mau datang ke rumah nggak?" Axel membalikkan pertanyaan itu.


"Nggak juga," jawab Kayla diiringi gelengan kepalanya.


"Siapa sih malam-malam seperti ini, mengganggu waktu kita berdua saja," gerutu Axel yang memasang wajah bete.


"Kamu nggak boleh berbicara seperti itu dong Mas. Bagaimana kalau orang itu datang ingin menyampaikan sesuatu yang penting atau bisa saja itu Mama, Papa, Mommy atau Daddy," kata Kayla.


"Ya kalau mereka sih nggak masalah ya. Tapi Bagaimana kalau benar-benar orang yang tidak penting," ujar Axel yang sangat enggan membuka pintu.


"Ya sudah coba kamu lihat saja dulu siapa yang datang, setelah kamu tahu baru kamu buka pintunya," usul Kayla.


"Benar juga ya Sayang, kamu itu benar-benar pintar. Membuat aku semakin cinta sama kamu," ucap Axel tersenyum, lalu ia mencium sekilas bibir sang istri dan setelah itu beranjak dari tempat duduknya, berjalan menuju ke pintu utama.

__ADS_1


Kayla tersenyum bahagia atas perlakuan suaminya itu, ditambah lagi dengan ungkapan cinta yang sering Axel ucapkan kemungkinan tanpa sadar. Sehingga membuat Kayla pun yakin jika saat ini Axel benar-benar telah mencintainya.


Sebelum membuka pintunya, Axel pun melihat dari door viewer untuk memastikan siapa yang datang ke kediaman mereka di malam hari seperti ini meskipun waktu masih menunjukkan pukul 20.00. Axel begitu terkejut karena melihat sosok yang sama sekali tidak diinginkannya.


"Siapa Mas? Kenapa nggak langsung dibuka pintunya?" Bisik Kayla yang saat itu mendekati suaminya.


"Kamu lihat saja sendiri," Tanya Axel yang terlihat sangat kesal.


Kayla mengernyitkan dahinya, lalu ia pun segera mendekati pintu dan ikut mengintip dari door viewer untuk melihat siapa yang dimaksud oleh suaminya itu.


*****


Meskipun Devano terlihat tidak peduli dengan ucapan Keisha, akan tetapi bukan berarti ia hanya diam saja tidak memikirkan hal itu. Seperti saat ini ia pun masih mengingat jelas perkataan adik mantan kekasihnya yang mengatakan bahwa Kayla menderita karena selalu disiksa oleh suaminya. Tentu saja Devano juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi terus-menerus, ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri bahkan sudah mengatakan di depan Kayla dan juga Axel, bahwa ia akan merebut Kayla kembali dari tangan Axel jika pria itu berani menyakiti wanita yang sangat dicintainya itu.


"Aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan membuat perhitungan kepada pria brengsek itu jika dia berani menyakiti Kayla lagi. Tapi aku harus mencari tahu dulu kebenarannya, bisa saja Keisha hanya mencoba untuk mengelabuiku karena sampai sekarang dia belum bisa terima dengan pernikahan Axel dan Kayla.


Karena memikirkan hal itu, membuat Devano pun sedari tadi sangat sulit untuk memejamkan matanya. Hingga entah jam berapa ia baru bisa terlelap.


"Kayla, apa kamu sudah merasa sangat bahagia saat ini dengan pernikahanmu itu?" Tanya Devano yang menemui Kayla di sebuah taman.


"Apa kamu benar-benar yakin? Tapi yang aku lihat hubungan kalian baik-baik saja," kata Devano ingin memastikan.


"Itu semua hanyalah sandiwara Axel Dev. Axel ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa hubungan kami baik-baik saja, tapi sebenarnya itu nggak. Aku sangat tersiksa, aku minta tolong sama kamu, bantu aku untuk lepas dari Axel. Hanya kamu satu-satunya orang yang bisa menolong aku Dev, aku hanya bisa meminta pertolongan kamu," ucap Kayla dengan air matanya yang bercucuran.


Membuat Devano sangat tidak tega dan ikut sakit melihat keadaan Kayla saat ini. Lalu ia meraih tubuh Kalau ke dalam dekapannya.


Akan tetapi, di saat itu tiba-tiba saja muncul sosok Axel yang menghampiri mereka, lalu dengan kasar melerai pelukan keduanya.


"Berani sekali kau menyentuh istriku! Sekali lagi kau berani mengganggu Kayla, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu!" Ancam Axel yang menatap tajam.


Belum sempat Devano mengatakan apapun, Axel sudah menarik Kayla dengan sangat kasar. Terlihat di saat itu Kayla merasa kesakitan dan sangat tersiksa oleh perlakuan suaminya.


"Tolong aku Dev." Kayla terus saja memohon kepada Devano.


"Kayla … Axel, lepaskan Kayla!" Teriak Devano

__ADS_1


Akan tetapi entah kenapa rasanya begitu sulit untuknya mengejar Kayla saat itu, hingga Kayla dan Axel menghilang begitu saja dari pandangan.


"Kayla … !" Teriak Devano yang seketika membuka matanya.


Padahal ia baru saja terlelap sebentar, tetapi sudah terbangun gara-gara mimpi buruk yang baru saja ia alami, yang membuat Devano juga mengeluarkan keringat dingin dan merasa sangat ketakutan. Karena terus saja memikirkan ucapan Keisha itu lah yang sudah membuatnya terpikir hingga terbawa ke alam mimpi.


*****


Seperti biasa, meskipun saat ini sudah ada bi Lasmi yang membantu menyiapkan semua kebutuhan mereka, tetapi tak jarang jika Kayla ingin membuatkan sarapan sendiri untuk suami tercintanya itu. Seperti saat ini, tampak Kayla yang sedang sibuk di dapur dengan rambut yang dikuncir seadanya tetapi sama sekali tak mengurangi kecantikannya itu.


Axel tiba-tiba saja datang menghampiri dan memeluknya dari belakang, serta mengendus-ngendus seperti kucing di leher jenjang milik Kayla, yang membuat istrinya itu pun merasa kegelian.


"Mas aku sedang membuat sarapan untuk kamu loh, jangan seperti ini dong. Nggak enak juga nanti kalau Bi Lasmi melihat kita," kata Kayla.


"Memangnya kenapa? Bi Lasmi pasti nggak masalah kok. Kamu sih pagi-pagi sudah menghilang meninggalkan aku sendiri, padahal 'kan aku masih merindukan kamu," ucap Axel yang akhir-akhir ini mendadak bucin.


"Ya ampun lebay banget sih Mas, aku 'kan hanya ke dapur membuatkan sarapan untuk suamiku tercinta ini. Aku tidak kemana-mana kok," kata Kayla.


"Biarkan saja lebay, lebay dengan istri sendiri apa salahnya, ya daripada aku lebay dengan wanita lain," gerutu Axel yang membuat Kayla tersenyum kecil.


"Ya sudah, kamu duduk dulu gih. Aku mau menyiapkan sarapan dulu. Kalau kamu seperti ini terus, bagaimana aku mau selesai buat sarapannya," ucap Kayla, sehingga Axel pun menuruti saja.


"Kan sudah ada Bi Lasmi, kok kamu sih yang membuat sarapan?" Tanya Axel saat ia sudah berada di meja makan.


"Bi Lasmi ada, sedang mencuci pakaian. Karena memang aku yang mau membuatkan sarapan pagi ini, aku ingin membuatkan sarapan spesial untuk suami aku. Memangnya ada yang salah?" Jawab Kayla dan bertanya.


"Ya nggak ada yang salah sih, malah aku lebih lahap kalau kamu yang membuat sarapannya. Tapi jangan setiap hari ya, 'kan sudah ada Bibi, kamu itu harus istirahat," ucap Axel.


"Iya, iya, nggak setiap hari kok Mas," kata Kayla yang kini telah selesai membuatkan sarapan untuk suaminya lalu menyajikan di atas meja.


Tok … tok … tok …


Mendengar suara ketukan pintu itu pun membuat Kayla bergegas melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu tanpa melihat dulu siapa yang datang. Dan di saat itu ia sangat terkejut melihat seseorang yang ada di hadapannya saat ini. Setelah tadi malam mereka memutuskan untuk tidak membukakan pintu, ternyata tak membuat orang tersebut menyerah hingga mengulanginya lagi dengan datang kembali.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2