Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Bertemu Orang Tua


__ADS_3

Justin seakan menulikan telinganya, ia tak peduli jika di saat ini Keisha menolak untuk bertemu dengan orang tuanya, karena niatnya sudah bulat ingin mempertemukan Keisha dengan kedua orang tuanya itu, sesuai janjinya.


"Justin, kau benar-benar akan membawaku menemui kedua orang tuamu?" Tanya Keisha untuk memastikannya lagi.


"Apa kau pikir aku main-main Keisha. Kau tahu kan dari dulu aku sangat mencintaimu, bahkan kau masih berhubungan dengan kekasihmu pun aku bersedia untuk menunggumu. Hingga pada akhirnya kita menikah dan aku rela menjauh dari keluargaku demi kau. Dan sekarang apa kau pikir itu semua main-main, tidak Keisha. Aku tidak akan membiarkanmu lari lagi dariku," kata Justin dengan sangat yakin, hingga membuat Keisha pun terdiam. Untuk memberontak pun saat ini tak ada gunanya, terlebih lagi Keisha berada di dalam mobil Justin.


Tidak berapa lama kemudian, mereka pun telah tiba di kediaman orang tua Justin. Ukuran rumah yang begitu besar di kalangan pengusaha dengan 3 lantai, halamannya juga cukup luas. Karena memang orang tua Justin juga bukanlah orang yang sembarangan, sama halnya dengan orang tua Keisha. Hanya saja kedua tua Kayla sudah sangat menyukai Axel waktu itu dan berharap Keisha akan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius dengan Axel, sehingga mana mungkin mereka merestui Keisha berhubungan dengan pria lain.


Terlebih lagi usut punya usut, ternyata perusahaan keluarga Justin adalah saingan bisnis perusahaan keluarga Keisha, sehingga sangat pantang untuk keduanya seandainya anak mereka mempunyai hubungan. Akan tetapi bukan hanya itu penyebabnya, kedua orang tua Justin tidak menyetujui Justin berhubungan dengan Keisha karena mereka menganggap jika Keisha itu adalah wanita yang kurang sopan, saat ibu Justin pernah tidak sengaja bertemu dengannya waktu itu. Terlebih lagi Justin sudah dijodohkan dengan wanita lain, hanya saja Justin menolaknya karena ia hanya mau Keisha lah yang menjadi istrinya.


"Ayo masuk, kenapa kau diam di saja?" Ajak Justin yang melihat Keisha masih tampak bengong dan ragu untuk turun.


Padahal di saat itu pun pintu mobil sudah terbuka lebar dan Justin lah yang membukanya.


"Aku takut Justin," ucap Keisha lirih.


"Kenapa kau harus takut? Kau takut kedua orang tuaku akan menelanmu, iya? Tenang saja Keisha, di sini ada aku. Aku ini suamimu, apa kau tidak yakin jika aku bisa melindungimu," kata Justin meyakinkan. Sehingga Kayla pun langsung saja turun dari mobil.


Dengan sangat lembut Justin menggandeng tangan istrinya itu, lalu membawanya masuk ke dalam rumah.


"Ma, Pa … !" Panggil Justin, hingga di saat itu kedua orang tuanya pun muncul yang entah dari mana.


"Justin, kamu sudah pulang?" Tanya Belinda, ibunya Justin.


"Jadi ini istri kamu?" Tanya Orlando, ayahnya Justin yang terlihat tidak suka.


"Iya Ma, Pa, aku sudah pulang dan ini istri aku yang sudah aku ceritakan," jawab Justin.


"Ya Mama sudah pernah bertemu dengannya kemarin," ucap Belinda yang mencoba untuk menerimanya.


"Siang Om, Tante," ucap Keisha lalu menyalami kedua mertuanya itu.

__ADS_1


"Keisha, bukankah kamu ini istrinya Justin?" Tanya Belinda.


"Iya, benar Tante," jawab Keisha yang terlihat sangat gugup, bahkan tubuhnya itu bergetar saat menghadapi kedua orang tua Justin.


"Jika kamu memang istrinya Justin, seharusnya kamu memanggil kami dengan sebutan Mama dan Papa. Bukan malah memanggil kami dengan sebutan Om dan Tante," hardik Belinda yang membuat Keisha pun merasa terkejut. Ia pikir ibunya Justin akan memarahinya, tapi nyatanya tidak, dia malah bersikap baik padanya.


"Iya Ma, Pa," jawab Keisha.


"Keisha, kamu tidak perlu gugup seperti itu. Ya sudah sekarang kita masuk saja ya," ajak Belinda.


"Iya benar, kita harus membahas hal ini lebih lanjut di dalam," ucap Orlando.


Lalu mereka berempat pun segera saja menuju ke ruang keluarga.


****


Kayla merebahkan tubuhnya di atas kasur, karena terasa sangat lelah setelah membereskan apartemen. Di saat itu terdengar suara ponsel Kayla yang berdering, sehingga segera saja ia meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas dan ternyata ada panggilan masuk dari ibunya.


"Halo Ma," ucap Kayla menjawab telepon tersebut.


"Aku lagi ada di kamar Ma, lagi baring-baring aja. Capek habis bersih-bersih tadi. Ada apa Ma?" Jawab Kayla dan bertanya balik.


"Ini Sayang, apa Keisha ada mengunjungi apartemen kamu?" Tanya Karina.


"Nggak ada Ma, memangnya Keisha tidak ada di rumah ya Ma," kata Kayla.


"Tidak ada Sayang, sudah dua hari ini Keisha selalu saja keluar dijemput oleh seorang pria yang bernama Justin. Kemarin keluar dari siang sampai malam dan tadi keluar dari pagi sampai siang ini belum juga pulang. Mama mencoba menghubunginya, tetapi sama sekali tidak dijawab," terang Karina.


"Oh … begitu. Memangnya Kayla tidak mengatakan pergi kemana Ma?" Tanya Kayla penasaran.


"Kayla dan Justin hanya berpamitan ingin berjalan-jalan saja Kay," jawab Karina.

__ADS_1


"Ya sudah Ma, kalau memang seperti itu kenapa Mama harus khawatir sih. Keisha itu sudah dewasa Ma, lagipula Mama kan yang mengizinkan mereka pergi. Tapi aku baru tahu dan baru dengar nama pria itu Ma," kata Kayla.


"Mama juga baru kenal kemarin dengan Justin. Tapi yang Mama lihat dia baik sih, ya mudah-mudahan sajalah Keisha benar-benar sudah move on dari Axel dan membuka hatinya untuk pria itu. Semua juga demi kebaikan hubungan kamu dan Axel 'kan," kata Karina.


"Iya Ma, terimakasih ya Ma karena sudah memikirkan kebahagiaan aku," ucap Kayla.


"Sayang, kamu bicara apa sih. Tentu saja Mama memikirkan kebahagiaan anak-anak Mama. Meskipun Keisha yang sering berbuat ulah, tetapi tetap saja Mama memikirkan kebahagiaannya juga," ucap Karina yang begitu bijak dan menyayangi anak-anaknya.


"Iya Ma. Mama jangan khawatir lagi ya, aku yakin kok nanti Keisha pasti akan pulang," ucap Kayla.


"Iya Sayang, terimakasih juga ya, karena ucapan kamu itu sudah membuat Mama lebih tenang. Ya sudah kamu lanjutkan saja istirahatnya, jaga kandungan kamu baik-baik ya Sayang. Bye … ," ucap Karina.


"Bye Ma … ," balas Kayla mengakhiri telepon tersebut.


"Justin? Siapa Justin? Yang aku tahu Keisha tidak bisa semudah itu dekat dengan pria. Apa Justin itu teman lamanya Keisha? Ah biarkan sajalah, kenapa juga aku harus memikirkannya. Bukannya bagus jika Keisha sudah move on, jadi dia tidak akan mengganggu Mas Axel lagi," gumam Kayla.


****


Kayla mengerjap-ngerjapkan matanya dan merasa ada sesuatu yang berat menindih perutnya itu. Di saat itu pun Kayla langsung saja menoleh dan melihat sosok pria tampan yang di saat itu sedang tertidur pulas sembari memeluknya, siapa lagi kalau bukan Axel, suaminya itu. Membuat Kayla tersadar jika tidurnya sudah sangat lama, karena yang ia tahu ia tadi tidur di siang hari, tetapi kenapa saat ini sudah ada Axel di sampingnya? Lalu dengan perlahan pun Kayla menyingkirkan tangan suaminya itu, tetapi karena sangat berat sehingga disaat Kayla berhasil memindahkannya, Axel malah terbangun karena merasa terusik.


"Maaf ya Sayang, tangan aku menyakiti anak kita ya," ucap Axel yang membuka matanya itu.


"Nggak kok Mas. Mas ini jam berapa? Kok kamu sudah tidur di samping aku?" Tanya Kayla.


"Masih siang kok, aku juga baru terlelap tapi kamu sudah mengganggu tidurku," protes Axel.


"Aku minta maaf ya Mas, aku pikir sudah malam karena kamu juga sudah tidur," ujar Kayla.


Lalu ia pun meraih ponselnya untuk melihat jam dan di saat itu ia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 16.00.


"Mas ini sudah sore. Tapi kok kamu pulang cepat?" Tanya Kayla.

__ADS_1


"Pekerjaan aku sudah selesai, ya jadinya aku memilih pulang cepat untuk bertemu dengan kamu, aku merindukan kamu Sayang," ucap Axel yang menatap wajah istrinya itu, membuat Kayla pun merasa deg-degan dengan tatapan maut dari sang suami.


Bersambung …


__ADS_2