
Prang …
Tiba-tiba saja gelas yang sedang dipegang oleh Kayla itu pun terjatuh dan hancur berkeping-keping berserakan di lantai.
Sepasang sejoli yang di saat itu sedang bercumbu mesra tepat di depan matanya itupun merasa sangat terkejut dan langsung melihat ke arah Kayla.
"Kayla?" Ucap Axel dan dan Keisha secara bersamaan.
Kayla menangis, tetapi ia tak dapat mengucap kata apapun seakan bibirnya di saat ini terkunci. Ia pun memilih untuk menundukkan tubuhnya ini memunguti pecahan gelas tersebut, akan tetapi tiba-tiba saja …
"Akh," rintih Kayla karena pecahan tersebut menusuk ke jarinya sehingga mengeluarkan darah segar.
Akan tetapi tak mengapa bagi Kayla, karena rasa sakitnya itu tidak seperti rasa sakit hatinya karena melihat pengkhianatan di depan mata yang ia lihat untuk kedua kalinya. Bagaimana bisa Axel bercumbu mesra dengan adiknya itu di kediaman keluarganya sendiri. Untung saja Kayla yang melihatnya langsung, bagaimana jika kedua orang tuanya? Sudah pasti hal ini akan membuat masalah dalam keluarga mereka.
Di saat itu juga Axel yang merasa mendadak merasa khawatir langsung saja mendekati istrinya dan reflek meraih jari Kayla serta menghisap darahnya. Sedangkan Keisha yang merasa sangat kesal melihat pemandangan yang terlihat romantis itu pun segera saja meninggalkan mereka berdua.
Ternyata kedua orang tua Kayla juga mendengar akan hal itu dan langsung saja berlari ke dapur untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana.
"Kayla, kamu kenapa Sayang?" Tanya Karina yang terlihat panik karena melihat pecahan kaca di lantai.
Kayla yang di saat itu tampak melamun karena perlakuan Axel terhadapnya itu pun segera saja menarik jarinya dari mulut Axel.
"Apa yang terjadi Axel, Kayla?" Tanya Raymond pula.
"Ini Ma, Pa, tadi gelas yang Kayla bawa terlepas dari tangannya. Lalu Kayla langsung memunguti pecahannya tersebut dan tidak sengaja jarinya tertusuk. Baru saja aku hisap darahnya," ucap Axel.
"Ya ampun Sayang, kamu itu hati-hati dong. Lagipula kenapa kamu yang memungutnya langsung dengan tangan kamu sih, kenapa tidak pakai sapu atau biarkan saja Bibi yang membersihkannya. Untung aja ada suami kamu yang sangat pengertian. Jadi sekarang bagaimana, masih sakit tidak?" Tanya Karina yang langsung mendekati anaknya itu.
Sedangkan Kayla masih tampak terdiam, tidak tahu harus mengucapkan kata apa saat ini. Yang jelas ia bisa melihat dari raut wajah Axel yang melarangnya untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Sehingga Kayla pun hanya dapat menahan perih di dadanya saat ini.
__ADS_1
"Sudah Mama, Axel, ayo bawa saja Kayla ke depan. Ini nanti biar Bibi yang urus," ucap Raymond.
****
Axel tampak telaten mengobati luka sang istri, memberinya obat luka pada jarinya itu lalu menutupnya dengan plester. Tidak tahu ia benar-benar tulus atau hanya berakting saja di depan kedua orang tua Kayla. Tetapi Kayla sendiri jika bukan karena saat ini sedang berada di depan orang tuanya, sudah pasti ia tidak akan mau mendapatkan perlakuan itu dari Axel setelah apa yang terjadi.
"Kayla, Axel, kalian menginap di sini ya malam ini. Hanya sekali-sekali saja, Mama sangat merindukan Kayla, ingin ada waktu lebih lama bersama Kayla," ucap Karina.
"Oh itu terserah Kayla saja Ma. Kalau Kayla memang mau menginap di sini, aku setuju," jawab Axel.
"Pasti karena ada Keisha di sini, maka itu kamu langsung setuju. Biasanya kamu selalu menolak jika aku mengajak untuk menginap di sini," batin Kayla.
"Kayla, bagaimana Sayang? Apa kamu mau, suami kamu saja setuju menginap di sini. Lagipula besok juga kan hari libur. Masa iya sih kalian tidak mau menginap di sini sekali-sekali. Selama kalian menikah, kalau tidak salah baru 2 atau 3 kali kalian menginap di rumah. Terus bukankah kamu sudah berjanji akan menginap di sini jika Axel libur kerja," ucap Karina.
Kayla merasa kasihan karena ini merupakan keinginan mamanya, lagipula ia juga sangat merindukan ibunya itu sehingga ia pun dengan senang hati menyetujuinya. Tak peduli apapun yang akan dilakukan oleh Axel saat esok mereka kembali ke apartemen, yang penting malam ini Kayla benar-benar ingin tenang berada di rumah orang tuanya.
"Iya Ma aku mau kok menginap di sini," jawab Kayla yang sedari tadi tampak diam.
"Iya Ma," jawab Kayla.
"Oh iya Keisha mana Ma? Apa dia tidak tahu jika sekarang ini ada Kakak dan Kakak iparnya datang ke rumah?" Tanya Raymond. "Benar-benar anak yang tidak punya sopan santun."
"Papa jangan berbicara seperti itu dong. Mama juga tidak tahu, tapi memang Mama belum ada memberitahu Keisha sama sekali," kata Karina.
"Tapi masa iya dia tidak mendengar keributan di luar sama sekali. Memangnya dia sedang apa di kamar," kata Raymond.
"Mungkin Keisha sedang istirahat setelah tadi Papa hukum untuk bersih-bersih kolam renang," ucap Karina.
"Apa? Papa memberi Keisha hukuman membersihkan kolam renang?" Tanya Axel tak mempercayainya.
__ADS_1
Karena yang Axel tahu Keisha adalah wanita yang sangat manja dan malas untuk mengerjakan pekerjaan rumah, apalagi membersihkan kolam renang, Pastinya ia akan memberikan banyak alasan untuk tidak mengerjakan hal tersebut, salah satunya adalah banyak kuman yang akan membawa banyak penyakit. Berbeda dengan Kayla yang begitu rajin, bahkan apartemen saja selalu bersih ditanganinya sendiri. Sedangkan Keisha sudah merencanakan akan memperkerjakan ART jika sudah menikah dengannya.
****
Karena Axel memang sudah meninggalkan beberapa pakaian di kediaman orang tua Kayla, begitu juga dengan pakaian Kayla yang memang sengaja ia tinggal, sehingga di saat memutuskan untuk menginap pun mereka sama sekali tidak keberatan dan mempermudah mereka yang tidak perlu repot-repot untuk membawa pakaian lagi dari rumah.
Hingga saat ini Kayla dan Axel pun sedang berada di kamar setelah tadi sehabis mandi sore. Axel tampak merasa bersalah karena setelah apa yang terjadi membuat Kayla sedari tadi hanya diam saja. Kayla tampak tak peduli, meskipun Axel tahu jika di saat ini ia sedang marah.
"Kayla, apa kau marah padaku?" Tanya Axel tetapi sama sekali tak digubris oleh istrinya itu.
Kayla malah terlihat sibuk dengan aktivitasnya sendiri yang tengah asik memasang sprei, karena setelah 1 bulan tidak ditempati membuat Kayla merasa risih berbaring di sana. Jika tidak mendadak, pastinya sudah diganti terlebih dahulu oleh ART.
Melihat Kayla yang tampak kesusahan, Axel pun berniat untuk membantunya dengan menarik sprei yang berlawanan arah dengan Kayla. Kayla hanya diam saja, hingga di saat itu pun sprei dan juga sarung bantal sudah terpasang semua dan tertata rapi dengan cepat karena dikerjakan secara bersama.
"Terimakasih, aku mau ke bawah dulu bantu Mama masak untuk makan malam," ucap Kayla dan segera saja pergi.
Axel hanya diam saja, ia tak dapat melarangnya dan memaksa Kayla untuk berbicara, mungkin di saat ini Kayla benar-benar marah. Tapi kenapa Kayla harus marah? Bukankah Kayla juga tidak mencintainya atau jangan-jangan Kayla memang sudah mencintainya sehingga tidak mau ini semua terjadi.
Di saat Axel sedang merenungi itu semua, tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka pintu kamar tersebut.
"Kenapa kau-" ucapan Axel terhenti karena ternyata orang yang ia lihat itu bukanlah istrinya yang ia kira kembali lagi ke dalam kamar.
"Keisha? Kamu sudah gila ya. Kenapa kamu masuk ke kamar ini?" Tanya Axel yang begitu terkejut.
"Ya memang aku sudah gila. Aku tidak terima melihat perlakuan kamu tadi terhadap Kak Kayla. Di depan aku saja kamu bisa peduli dengan Kayla, apalagi di belakang aku. Padahal kamu bilang kamu sama sekali tidak mencintainya, tapi aku bisa melihat rasa khawatir kamu terhadap Kayla itu karena kamu mencintainya Axel," ucap Keisha.
"Kamu itu ngomong apa sih Kei. Kayla itu kan istriku, sudah jelas aku harus memperhatikannya, apalagi di depan kedua orang tua kalian," ucap Axel.
"Tapi tadi tidak ada orang tuaku di sana Axel," bantah Keisha yang menampakkan rasa cemburunya.
__ADS_1
Di saat mereka berdua tengah berdebat, di saat itu pun terdengar langkah seseorang dan hendak membuka pintu kamar Kayla. Sehingga membuat Axel dan Keisha membelalakkan mata, saling bertatapan dan nampak ketakutan karena takut ketahuan jika mereka berdua sedang berada di kamar yang sama.
Bersambung …