
Apa kamu sudah gila ingin melakukan hal itu?" Tanya Justin yang tak mempercayai rencana jahat istrinya itu.
"Ya aku memang gila. Tapi ini semua aku lakukan agar mereka berdua tidak lagi bermain-main denganku, agar mereka berdua tahu siapa aku sebenarnya," kata Keisha.
"Tapi tidak dengan cara seperti itu Kei, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kandungan Kayla nanti?" Tanya Justin yang terlihat khawatir.
"Memangnya kenapa? Aku tidak peduli. Justru aku memang ingin terjadi sesuatu dengan kandungannya, supaya mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan," kata Keisha yang benar-benar sangat jahat.
"Oke, aku akan membantumu. Tapi dengan 1 syarat," kata Justin.
"Syarat? Syarat apa?" Tanya Keisha.
"Sebenarnya lebih ke permintaan. Tapi aku akan mengatakannya nanti di saat semuanya sudah berhasil, disaat aku sudah melakukannya," kata Justin.
"Oke, apapun itu pasti akan aku turuti. Asalkan kamu benar-benar berhasil," ucap Keisha menyetujui.
"Deal. Lalu kamu sedang apa di sini? Tanya Justin.
"Aku sedang duduk-duduk saja," jawab Kayla.
"Bohong pasti kamu sedang menunggu Axel dan Kayla 'kan?" Justin menebaknya.
"Dari mana kamu tahu?" Tanya Kayla.
"Kamu tidak perlu tahu Keisha, tapi aku tahu saat ini Axel dan Kayla tidak ada di kamarnya sehingga kamu sangat risau menunggu mereka untuk menjalani rencana kamu itu 'kan," ujar Justin.
"Ya kamu benar, karena aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat Kayla celaka," jawab Keisha.
"Tunggu saja, sebentar lagi mereka juga akan kembali," kata Justin.
****
__ADS_1
Tidak terasa waktu pun sudah siang, kini Axel dan Kayla akan kembali ke penginapan mereka semula. Karena Axel hanya menyewa hotel yang sekarang selama 1 hari saja terhitung dari kemarin di saat pelayan hotel tersebut menyiapkan kamar romantis untuk mereka berdua, tentunya dengan desain yang telah dipilih khusus oleh Axel. Akan tetapi di saat itu, Axel melihat Kayla yang tampak terdiam dan masih merebahkan dirinya di atas kasur. Seperti tidak rela meninggalkan kamar tersebut.
"Sayang kamu sudah siap? Kenapa sepertinya kamu tidak bersemangat untuk kembali ke hotel tempat Kita menginap?" Tanya Axel.
"Aku malas rasanya Mas, karena kita pasti akan bertemu dengan Keisha lagi. Aku nggak tahu deh apalagi rencana yang akan dia perbuat untuk mengganggu kita," kata Kayla yang membuat Axel tersenyum. "Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? Kamu pasti senang 'kan karena kamu akan bertemu dengan mantan kekasihmu itu," ucapnya yang memasang wajah bete.
"Ya ampun Sayang, kamu jangan cemburu gitu lah. 'Kan sudah aku katakan bahwa aku hanya mencintai kamu, aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi terhadap Keisha," ungkap Axel.
"Kamu yakin Mas?" Tanya Kayla.
"Iya aku yakin. Lagipula untuk apa juga aku mengganggu istri orang lain, sementara aku sendiri sudah mempunyai istri," jawab Axel.
"Hah?" Ucap Keisha yang sangat terkejut mendengarnya.
Sementara di saat itu, Axel juga terkejut dengan ucapannya sendiri yang keceplosan mengatakan hal tersebut kepada istrinya.
"Mas, jelaskan ke aku apa maksud ucapan kamu tadi?" Tanya Kayla.
"Oh itu Sayang, aku hanya salah sebut saja tadi. Maksud aku pacar orang. Bukankah waktu itu Mama mengatakan jika Keisha sudah dekat dengan pria lain, aku yakin jika pria itu adalah kekasih Keisha," ucap Axel.
"Jadi kamu maunya bagaimana? Kamu mau kita pindah ke hotel ini saja?" Tanya Axel.
"Eh jangan dong Mas. 'Kan kamu sudah booking hotelnya selama 1 minggu dan sudah kamu bayar full juga 'kan? Kalau kita cancel uangnya juga nggak akan kembali, sayang dong buang-buang uang," tolak Kayla.
"Ya tidak apa-apa lah. Uang itu sama sekali bukan masalah untuk aku, yang terpenting itu kenyamanan kamu," kata Axel.
"Nggak apa-apa deh Mas kita di sana aja. Lagipula sejujurnya aku lebih suka hotel di sana. Ya kalau Keisha berani macam-macam, aku pasti akan melawan dia kok," kata Kayla.
"Ya sudah Sayang, aku janji di saat kita pulang ke hotel sana nanti, Keisha tidak akan mengganggu kita, aku akan selalu menjaga kamu dan hubungan kita," ucap Axel.
Lalu Axel dan Kayla pun pergi menuju ke sebuah restoran terlebih dulu untuk menikmati makan siang, setelah itu baru mereka kembali ke hotel tempat dimana pertama kali mereka menginap. Karena benar kata Kayla bahwa suaminya itu sudah menyewa kamar tersebut selama satu minggu, serta membayarnya penuh berikut dengan tip-nya.
__ADS_1
****
Akan tetapi pada kenyataannya di saat Kayla dan Axel sudah berada di hotel tempat dimana mereka menginap sebelumnya, di sana mereka tidak menemui tanda-tanda kemunculan Keisha. Sehingga membuat Kayla pun kebingungan, karena ia juga sudah sangat berhati-hati.
"Mas, tadi benar-benar nggak ada Kayla di luar maupun di depan kamarnya, kita tidak melihat Keisha sama kali. Dia kemana ya?" Tanya Kayla.
"Mungkin sedang pergi, ada urusan atau sedang berjalan-jalan. Bukankah kata Mama dia datang ke sini karena ada urusan bisnis, tapi Mama tidak tahu saja kalau tujuan dia sebenarnya ingin mengganggu kita," kata Axel.
"Oh iya kamu benar juga ya Mas, mungkin dia sedang bertemu dengan teman bisnisnya kali ya. Tapi bagus deh kalau begitu, tadinya aku sudah khawatir kalau kita akan bertemu dengan Keisha, terus menghadapi sikap dan mulutnya yang selalu menyebalkan itu. Bukan aku takut Mas, tapi rasanya males saja. Mungkin karena bawaan hamil juga yang membuat aku malas untuk meladeni Keisha," kata Kayla sembari mengusap perutnya dan mengucap kata amit-amit.
Lalu segera saja Axel dan Kayla pun masuk ke dalam kamar mereka.
Tidak lama kemudian …
Ting …
Sebuah pesan WhatsApp masuk pada ponsel Kayla dan segera saja ia membaca pesan tersebut.
"Datang ke alamat ini sekarang jika kau masih mau melihat adikmu hidup."
Pesan dari nomor yang tak dikenal itu membuat Kayla tampak cuek. Iya yakin jika itu hanyalah Keisha yang ingin mengerjainya. Akan tetapi di saat itu si pengirim pesan mengirim sebuah video dimana terlihat Keisha yang saat itu sedang dipukuli oleh preman, sehingga membuat Kayla pun merasa ketakutan. Bagaimanapun juga Keisha adalah adiknya. Jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat menyayangi Keisha meskipun adiknya itu selalu saja mencari masalah dengannya.
"Datang ke sini tanpa memberitahu suamimu atau adikmu akan mati!"
Pesan ancaman tersebut pun membuat Kayla tak berpikir panjang lagi, ia segera saja keluar dari kamar dan hendak menuju ke lokasi yang sudah dikirimkan oleh si pengirim pesan tanpa sepengetahuan Axel yang di saat itu sedang berada di kamar mandi.
****
Kini Kayla telah tiba di sebuah bangunan tua yang sepertinya sudah lama tidak digunakan. Terlihat dari bentuknya yang sudah usang dan juga tempatnya yang sangat kotor dengan bungkus makanan, minuman, puntung rokok berserakan di atas lantai, yang pastinya digunakan oleh anak-anak jalanan atau para preman di sana.
Akan tetapi saat ini sama sekali tidak ada orang di sana, membuat Kayla pun merasa kebingungan. Ia merasa jika lokasi yang ia datangi tidak salah, sesuai dengan yang dikirim oleh si pengirim pesan tadi. Kayla mencoba menghubungi nomor tersebut akan tetapi tidak bisa dihubungi. Karena Kayla sangat takut terjadi sesuatu dengan Keisha, akhirnya ia mencoba beberapa kali untuk menghubungi nomor adiknya tetapi sama sekali tidak ada jawabannya meskipun nomor tersebut aktif.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya Kayla pun berniat hendak pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia merasa dimainkan oleh seseorang yang ia yakini orang tersebut adalah Keisha yang memang sengaja ingin mengerjainya. Tetapi di saat Kayla hendak membalikkan tubuhnya dan pergi dari tempat tersebut, tiba-tiba saja ada yang memukulnya dengan keras dari belakang sehingga Kayla pun jatuh terkapar di atas lantai dan tidak sadarkan diri.
Bersambung …