Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Isi Hati Roseline


__ADS_3

Keisha dan Axel tampak gugup karena saat ini mereka benar-benar dipandang oleh seorang ibu paruh baya dengan tatapan tajam, seperti harimau lapar yang ingin menerkam mangsanya. Bahkan Axel tidak tahu harus menjawab apa jika Roseline, ibunya itu bertanya sesuatu kepadanya.


"Tante," ucap Keisha gugup.


Akan tetapi Roseline tidak memperdulikannya, ia langsung saja masuk dan menghampiri anak laki-lakinya itu.


"Saya permisi Nyonya, Tuan," ucap David, karena ia merasa akan ada peperangan dunia ketiga di dalam ruangan tersebut.


"Tidak, kamu tidak perlu keluar, David! Kamu di sini saja," ucap Roseline sehingga David pun kembali duduk di sofa.


"Jelaskan kepada Mommy kenapa wanita ini bisa ada di dalam ruangan kamu?" Tanya Roseline kepada Axel yang masih tampak terdiam.


"Kenapa kamu diam Axel? Jawab pertanyaan Mommy, kenapa wanita ini bisa ada di sini? Kamu masih berhubungan dengan wanita tidak tahu diri ini?" Tanya Roseline dengan amarah tanpa menyebut nama wanita yang sangat dibencinya itu.


"Tante, aku bisa menjelaskan. Aku-" ucapan Keisha terhenti.


"Oh itu Mom, tadi Keisha datang ke sini hanya mau menyampaikan pesan dari Kayla." Axel memotong pembicaraan Keisha begitu saja, karena ia tidak mau jika Keisha akan mengatakan hal yang bukan-bukan kepada ibunya.


"Menyampaikan apa? Kamu pikir Mommy bodoh. Keisha itu tidak tinggal bersama kalian, mana mungkin Kayla menitip pesan kepada Keisha. Memang ini zaman apa Axel, ada handphone yang memudahkan Kayla untuk menghubungi kamu, kenapa harus lewat adiknya yang capek-capek datang ke sini. Kamu jangan bohong kepada Mommy, kamu pikir Mommy anak kecil," kata Roseline.


"Tante, aku datang ke sini karena aku ingin menemui Axel. Aku masih mencintai Axel Tante. Karena yang seharusnya menikah dengan Axel adalah aku, bukan Kayla. Tapi Kayla sudah merebut segalanya, dia sudah mengambil Axel dariku dan aku harus mengambil hak ku kembali," kata Keisha dengan pede-nya yang membuat Roseline dan Axel pun sangat terkejut mendengarnya.


Lalu Roseline mendekati Keisha yang masih menatapnya dengan tajam sehingga membuat Keisha pun bergidik.


"Kamu bicara apa? Omong kosong apa yang kamu ucapkan itu! Setelah apa yang kamu lakukan, kamu mempermalukan keluarga saya, lalu Kakak kamu sudah berkorban demi keluarga karena kelakuan kamu yang tidak bermoral, sekarang dengan seenaknya kamu mengatakan hal itu. Wanita tidak tahu di untung kamu!" Tukas Roseline.

__ADS_1


"Itu bukan salahku Tante, tapi Kayla yang menyebabkan aku pergi. Wanita murahan itu yang sengaja ingin merebut Axel dariku!" Bantah Kayla yang tak mau disalahkan.


Plak …


Sebuah tamparan pun langsung mendarat di pipi mulus Keisha. Roseline yang sangat geram mendengarnya itu pun dengan refleks melayangkan tangannya, berharap agar wanita itu tidak lagi berbicara sembarangan seperti itu.


Axel dan David sangat terkejut melihat perlakuan Roseline terhadap Keisha, akan tetapi saat ini Axel tidak dapat berbuat apapun untuk membela kekasihnya itu.


Sedangkan Keisha tampak memegangi pipinya yang terasa pedas karena tamparan dari ibu kekasihnya itu.


"Tante, kenapa Tante menamparku? Apa salahku Tante?" Tanya Keisha yang pura-pura tak mengerti.


"Kamu masih bertanya apa kesalahanmu? Tidak tahu diri sekali ya kamu. Kamu tahu kan saat ini Axel sudah menikah dengan Kayla, Kakak kamu sendiri. Kamu itu tidak punya hati sedikitpun ya, kamu tega mau menghancurkan rumah tangga Kakak kamu sendiri, bahkan saat ini Kakak kamu itu sedang mengandung. Perlu kamu tahu ya Keisha, saya tidak akan pernah sudi menerima kamu menjadi menantu saya, karena saya sudah sangat menyayangi Kayla. Kayla adalah menantu terbaik saya. Saya bersyukur karena waktu itu kamu pergi meninggalkan Axel, sehingga anak saya bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari kamu. Karena perlu kamu tahu juga Keisha, bahwa dari awal sebenarnya saya tidak terlalu menyukai kamu berhubungan dengan anak saya, kamu terlalu banyak membawa pengaruh buruk untuk Axel. Tetapi sayangnya anak saya terlalu mencintai kamu, terlalu dibutakan oleh cinta kamu, sehingga dia pun membantah dan tidak pernah mendengar apa yang saya katakan." Roseline tampak menenangkan perasaannya sejenak sebelum ia melanjutkan ucapannya.


"Mom, sudah Mom. Tidak perlu dilanjutkan lagi," pinta Axel yang mulai kasihan melihat Keisha dimarahi habis-habisan oleh ibunya.


"Cukup Tante, cukup! Sudah cukup Tante membanding-bandingkan aku dengan Kayla. Sudah jelas aku yang lebih baik daripada Kayla di mata anak Tante. Aku adalah wanita yang dicintai Axel, bukan Kayla. Dengan atau tanpa persetujuan Tante, aku pasti akan menikah dengan Axel. Suatu saat nanti, aku pasti akan menghancurkan hubungan rumah tangga Kayla dan Axel," ancam Keisha dengan penuh amarah.


Lalu Keisha pun segera saja pergi meninggalkan ruangan Axel dengan membawa luka yang begitu mendalam.


Sedangkan Roseline langsung saja duduk di sofa, ia tampak menghirup nafas secara perlahan lalu menghembuskannya lagi secara perlahan juga. Roseline juga mengelus dadanya, mencoba untuk menetralisir perasaannya kembali setelah tadi memarahi mantan kekasih anaknya itu dengan penuh emosi. Saat ini Roseline menjadi lebih lega, karena setelah sekian lama akhirnya ia bisa mengungkapkan isi hatinya tentang unek-uneknya terhadap Keisha.


"Mommy tidak apa-apa?" Tanya Axel.


"Mantan pacar kamu itu ya, benar-benar sangat keterlaluan. Mommy tidak mau lihat dia ada di kantor ini lagi. Apalagi jika Mommy tahu kamu masih berhubungan dengannya, Mommy tidak akan segan-segan membuat kamu menjadi gembel di jalanan!" Ancam Roseline.

__ADS_1


"Tidak Mom, aku tidak mempunyai hubungan apapun lagi dengan Keisha. Aku 'kan sudah memiliki istri dan sebentar lagi kami juga akan memiliki anak," ucap Axel sehingga Roseline pun menjadi sedikit lebih tenang.


****


"Kayla, keluar kamu Kayla!"


Tok … tok … tok …


"Jangan sembunyi kamu Kayla, cepat keluar!"


Tok … tok … tok …


"Kayla!"


Keisha terus berteriak sembari menggedor-gedor pintu apartemen Kayla. Ia yang sangat marah setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Roseline tadi, menganggap bahwa semuanya adalah salah Kayla. Sehingga ia pun begitu sangat dendam dan ingin membalasnya langsung kepada kakaknya itu.


Kayla yang di saat itu sedang bersantai di dalam kamarnya pun segera saja keluar dan membukakan pintu apartemen. Saat pintu terbuka, Keisha langsung saja masuk dan menyerang Kayla.


"Dasar wanita sialan! Ini semua gara-gara kau. Kau sudah menghancurkan impianku untuk hidup bersama dengan Axel, bahkan kau juga sudah merebut perhatian Tante Rosline. Aku tidak terima Kayla!" Ucap Keisha sembari menjambak rambut Kayla dan mendorongnya hingga menyentuh ke dinding.


"Awh, sakit Keisha. Kamu ini kenapa? Apa salahku, aku tidak mengerti," ucap Kayla.


"Kau jangan berpura-pura tidak mengerti. Kau sama sekali tidak pantas untuk disebut kakak, memangnya kakak macam apa yang tega merusak kebahagiaan adiknya sendiri," kata Keisha yang semakin menekan tubuh Kayla ke dinding, bahkan saat ini ia juga menekan perut Kayla dengan tubuhnya itu.


Karena tidak mau terjadi sesuatu dengan kandungannya, dengan sekuat tenaga Kayla melawan Keisha dan memutar tubuhnya, hingga tidak sengaja ia malah mendorong Keisha yang menyebabkan kepala adiknya itu terbentur ke dinding dan pingsan begitu saja.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2