
Setelah berhasil mengambil rambut tersebut, Axel pun menganggukkan kepalanya mengahadapi istrinya sembari tersenyum, sebagai kode bahwa ia telah berhasil.
"Nek Aminah, Santi, terimakasih ya karena kalian sudah menerima kami di sini. Sekarang kami pamit dulu ya, karena masih ada urusan lain. Kemungkinan kalau nggak besok, lusa kami akan kembali ke Jakarta. Tapi boleh 'kan kalau suatu saat nanti kami datang lagi untuk menemui kalian," ucap Kayla.
"Iya sama-sama Nak Kayla, tentu saja kalian boleh menemui kami kapanpun," jawab Nek Aminah.
"Sama-sama Mbak Kayla. Saya juga mau mengucapkan terimakasih banyak karena keluarga Mbak Kayla dan Mas Axel sudah membantu pengobatan saya. Mudah-mudahan suatu saat nanti saya bisa membalas kebaikan Mbak Kayla, Mas Axel juga keluarga kalian," ucap Santi.
"Iya sama-sama Santi, kamu nggak usah sungkan," ucap Kayla tersenyum.
"Sayang, ayo kita pulang. Aku nggak mau kamu kecapean, apalagi terjadi sesuatu dengan kandungan kamu," ucap Axel.
"Oh jadi Nak Kayla ini sedang hamil?" Tanya Nek Aminah.
"Iya Nek, alhamdulillah ini kehamilan aku yang kedua dan saat ini usia kandungan aku memasuki usia 4 minggu, masih seumur jagung," ucap Kayla.
"Alhamdulillah, jadi sebelumnya kamu sudah pernah hamil, lalu dimana anak pertama kalian? Dari kemarin Nenek tidak pernah melihat anak kecil," tanya Nek Aminah.
"Anak pertama kami belum sempat lahir Nek. 2 bulan yang lalu aku mengalami kecelakaan sehingga mengalami pendarahan hebat di saat usia kandungnya sudah memasuki 4 bulan, sehingga bayiku terpaksa harus dikeluarkan karena dia juga tidak akan bisa bertahan," jelas Kayla yang terlihat sedih jika mengingat tentang hal itu lagi.
"Maafkan Nenek ya, Nenek tidak bermaksud untuk membuat kamu sedih. Kalau memang seperti itu lebih baik sekarang kalian pulang saja, kamu istirahat Nak. Apalagi besok kalian mau melakukan perjalanan pulang ke Jakarta. Kamu harus menjaga kandungan kamu yang kedua ini dengan baik, karena Tuhan masih sangat baik memberikan kepercayaan untuk kalian dalam waktu dekat," ucap Aminah.
"Iya Nek, terimakasih ya nasehatnya. Kalau begitu kami pamit dulu ya," ucap Kayla.
"Nek, kami pulang dulu ya," pamit Axel.
Lalu mereka pun juga berpamitan dengan Santi, setelah itu segera saja keduanya keluar dari ruang rawat inap tersebut. Akan tetapi bukannya langsung kembali ke hotel, tetapi Axel dan Kayla pun langsung saja mencari dokter untuk meminta melakukan tes DNA melalui rambut Raymond dan juga Santi yang baru saja tadi mereka ambil.
"Saya mohon Dok, tolong lakukan tes DNA yang hasilnya bisa diketahui secepatnya. Berapapun biayanya akan saya bayar," pinta Axel.
"Maaf Tuan, tetapi dalam tes DNA ini, untuk mengetahui hasilnya memerlukan waktu paling cepat selama 1 sampai dengan 2 minggu. Mudah-mudahan dalam 1 minggu saja hasilnya sudah terbaca," ucap dokter.
Terlihat di saat itu wajah Kayla yang terlihat sangat kecewa, karena ia sangat ingin segera mengetahui hasil tes DNA tersebut.
"Sayang, tidak apa-apa ya. Seminggu lagi di saat nanti dokter mengabarkan tes DNA-nya sudah diketahui, kita akan datang ke sini lagi, bagaimana?" Ucap Axel yang ditanggapi anggukkan kepala oleh sang istri tanda menyetujuinya.
"Baiklah Dokter, terimakasih banyak. Jangan lupa tolong kabari saya jika hasil itu telah keluar," ucap Axel.
__ADS_1
"Iya Dokter, saya mohon tolong beritahu kami secepatnya," ucap Kayla pula.
"Iya, baik Tuan, Nyonya. Secepatnya saya pasti akan mengabari kalian," jawab dokter.
Setelah itu pun Axel dan Kayla segera saja pergi meninggalkan rumah sakit dan kembali ke hotel.
****
Keesokan harinya, Kayla dan Axel pun langsung saja kembali ke Jakarta. Seperti biasa tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit saja, mereka pun sudah tiba di bandara Jakarta. Di saat itu juga telah terlihat supir mereka yang telah menunggu, lalu membawakan barang-barang mereka menuju ke mobil.
"Terimakasih ya Pak," ucap Kayla kepada sang supir.
"Iya sama-sama Nyonya," jawab supir.
Lalu ia pun membuka pintu mobil untuk kedua tuannya itu dan setelah memastikan mereka masuk ke dalam mobil, segera saja supir melajukan mobil menuju ke apartemen Kayla dan Axel.
"Selamat datang Tuan, Nyonya," ucap Bi Lasmi yang tersenyum kepada kedua tuannya itu.
"Terima ya kasih Bi, nggak perlu disambut seperti ini lah Bi," ucap Kayla.
"Pasti Bibi sudah merindukan aku 'kan?" Tanya Kayla.
"Tentu saja, Bibi sangat merindukan Nyonya," ungkap Bi Lasmi.
Kayla tersenyum, "Aku juga merindukan Bibi," ucapnya lalu memeluk ART-nya itu.
"Terimakasih Nyonya. Nyonya, Tuan, Bibi juga sudah siapkan makan siang. Karena sekarang sudah siang, lebih baik Nyonya dan Tuan langsung makan saja," ucap Bi Lasmi.
"Terimakasih banyak ya Bi. Bibi tahu saja, kebetulan aku memang lapar," ucap Axel.
"Aku juga sudah lapar," sambung Kayla sembari mengelus perutnya yang rata, lalu segera saja Axel dan Kayla menuju ke meja makan untuk menikmati makan siang bersama.
"Pak kita makan sama-sama yuk," ajak Kayla yang teringat akan sang supir yang saat itu membawakan barang mereka.
"Tidak usah Nyonya, saya langsung keluar saja," tolak supir yang merasa tidak enak.
"Jangan dong Pak, kita makan sama-sama dulu ya. Pasti Bibi juga belum makan 'kan?" Tanya Kayla.
__ADS_1
"Iya Nyonya, saya memang belum makan. Tetapi saya makan seperti biasa saja," jawab Bi Lasmi.
"Tolong ya Pak, Bi, kalian jangan menolak. Aku mohon kali ini saja kalian temani kita makan bersama di sini," pinta Kayla.
"Iya Pak, Bi, lebih baik turuti saja ya. Apalagi ini permintaan ibu hamil. Kalau kalian tidak mau, aku akan memecat kalian berdua," ucap Axel antara bercanda tapi juga serius.
Sehingga ART dan supirnya itu pun menuruti saja. Meskipun mereka terlihat sangat segan, tetapi karena sikap Kayla dan Axel yang terlihat begitu santai, membuat mereka pun dapat menelan makanannya dengan baik.
****
Saat sedang menikmati makan siang bersama, di saat itu pula ada telepon masuk dari Alex sehingga Axel pun segera saja menjawab telepon tersebut. Karena kalau sudah sang ayah yang menelpon, sudah pasti ada sesuatu yang sangat penting.
"Halo Dad, ada apa?"
"Iya Dad, aku sekarang sudah ada di apartemen. Baru saja sampai dan saat ini kita sedang akan siang."
"Apa? Baik Dad, aku akan segera ke sana."
Melihat Axel yang begitu terkejut, membuat istri, ART dan supirnya itu pun menjadi khawatir.
"Ada apa Mas?" Tanya Kayla.
"Ada sedikit masalah di kantor, aku harus segera ke sana sekarang" jawab Axel.
"Tuan, biar saya saja yang antar Tuan," ucap supir.
"Tapi Bapak 'kan belum selesai makan. Lebih baik selesaikan saja dulu, biar saya bawa mobil sendiri saja," tolak Axel.
"Saya sudah selesai Tuan makannya," jawab supir yang langsung saja beranjak dari tempat duduknya, sehingga membuat Axel pun menyetujui.
"Sayang, maaf ya aku belum bisa cerita sekarang. Kamu doakan saja mudah-mudahan masalah ini cepat selesai, nanti pulang dari kantor aku akan cerita semuanya. Aku pergi dulu ya," ucap Axel, lalu mencium mesra kening sang istri.
"Iya Mas, aku pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Yang penting kamu hati-hati ya Mas," ucap Kayla lalu menyalami serta mencium punggung telapak tangan suaminya itu.
Lalu Axel pun segera saja keluar dari apartemen dan menuju ke perusahaan, diantar oleh sang supir.
Bersambung …
__ADS_1