Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Diculik


__ADS_3

"Sayang, nanti malam kamu mau makan apa?" Tanya Axel yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Akan tetapi ia sangat terkejut karena baru menyadari jika istrinya saat ini sedang tidak ada di kamar. Sehingga ia pun mencoba mencari di sekitarnya, juga di balkon kamar tersebut.


"Sayang … Sayang … !" Panggil Axel tetapi sama sekali tidak ada jawabannya dan ia tidak menemukan sang istri.


Kini Axel beberapa kali mencoba menghubungi Kayla lewat telepon, tetapi juga tidak dijawab. Sehingga membuatnya pun merasa khawatir, takut terjadi sesuatu dengan istrinya, apalagi mengingat jika kondisi Kayla saat ini sedang hamil.


Setelah memakai pakaian, segera saja Axel berlari keluar dari kamar dan mencari keberadaan istrinya. Pertama-tama ia pun menuju loby.


"Nona, apa kau melihat istri saya keluar dari sini?" Tanya Axel.


"Maksud Tuan, Nyonya Tasya?" Tanya resepsionis.


"Ya benar. Apa kau melihatnya?" Axel mengulangi pertanyaannya itu.


"Oh iya Tuan, tadi saya melihat Nyonya Tasya keluar dengan terburu-buru," ungkap resepsionis.


Tanpa mengucap kata apapun lagi, Axel pun langsung saja keluar dari hotel dan akan pergi mencari keberadaan sang istri. Ia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya.


Di saat itu Axel teringat jika ia memasang GPS yang terhubung ke ponsel istrinya, karena takut nantinya akan terjadi sesuatu seperti saat ini. Lalu segera saja Axel melacak keberadaan Kayla dan ia menemukan istrinya itu berada diperjalanan, jauh dari alamat hotel. Tepatnya di jalanan yang sangat sepi dan penuh pepohonan.


Karena di saat ini Axel tidak mungkin lagi sempat untuk memanggil supir sewaannya, sehingga ia pun langsung saja memberhentikan taksi yang lewat dan menyewanya dengan bayaran yang mahal untuk mengantarnya kemanapun ia pergi mencari keberadaan istrinya saat ini. Setelah masuk ke dalam taksi tersebut, segera saja Axel memerintahkan supir untuk segera melaju menuju ke alamat yang ia perintahkan.


Saat di dalam perjalanan, Axel tetap terus mencoba untuk menghubungi Kayla, meskipun hasilnya sama, tetap tidak ada jawaban dari istrinya itu. Sehingga membuatnya semakin cemas.


****


"Bos, ponsel wanita ini berdering terus. Ada panggilan masuk dari Mas Axel, pasti ini suaminya Bos," kata salah satu preman kepada Bos preman yang sedang menyetir.


"Bodoh sekali kau, memang itu suaminya wanita ini. 'Kan Bos besar sudah mengatakannya," kata preman 2.


"Diam kau! Jadi bagaimana ini Bos?" Tanya preman 1 lagi.


"Cek apakah GPS-nya terhubung dengan ponsel suaminya itu!" Titah bos preman.


Lalu anak buahnya itu pun segera saja memeriksanya.


"Iya, benar Bos. Ternyata GPS-nya terhubung," jawab preman 1.

__ADS_1


"Buang saja ponselnya!" Titah bos preman.


"Tapi Sayang Bos, HP-nya HP mahal," kata preman 1.


"Cepat buang atau kau yang akan aku buang keluar!" Bentak bos preman sehingga membuat 2 anak buahnya itupun bungkam.


Lalu preman 1 segera menuruti perintah bos-nya dengan mencampakkan ponsel Tasya begitu saja di jalanan.


Kini ketiga preman yang membawa Kayla telah tiba di suatu bangunan tua di tengah hutan. Kayla yang di saat itu masih belum sadar karena pukulan tadi, segera saja dibopong oleh salah 1 preman dan membawanya ke dalam rumah tua tersebut.


Dan ternyata di dalam sana sudah ada bos besar yang memerintahkan melakukan ini semua, menunggu kehadiran mereka.


"Pekerjaan bagus," puji bos besar dari ketiga preman tersebut.


"Pasti dong Bos. 'Kan sudah aku katakan jika masalah seperti ini hanya soal kecil, apalagi hanya mengikuti seorang wanita seperti ini. Sekarang kita harus meletakkannya dimana Bos? Karena wanita ini sedang hamil. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kandungannya?" Ujar bos preman.


"Ternyata meskipun preman kau masih memikirkan kandungan wanita juga," hardik bos besar.


"Tentu saja Bos, karena saya juga memiliki istri. Saat itu istri saya juga pernah mengandung," jawab bos preman, sehingga membuat Bos mereka itu pun tampak terdiam dan berpikir.


Karena dulunya istrinya juga pernah hamil dan mengalami keguguran. Siapa lagi bos mereka itu kalau bukan Justin. Ya Justin melakukan ini semua demi Keisha, Keisha lah yang memintanya untuk menculik Kayla agar Axel merasakan bagaimana kehilangan. Terlebih lagi jika bisa tidak sengaja membuat Kayla kehilangan bayinya, tentu saja Axel akan semakin menderita karena merasakan kehilangan dua-duanya. Karena cintanya terhadap Keisha yang sadari dulu membuat Justin buta. Meskipun ia sudah diperlakukan tidak baik oleh Keisha, bahkan saat ini ia pun hanya dimanfaatkan saja, tetapi Justin sama sekali tak menyadari akan hal itu.


"Apakah benar di sini alamatnya?" Tanya Axel di saat supir taksi memberhentikan taksinya sesuai alamat yang Axel berikan.


"Iya, benar Tuan di sini alamatnya. Di sinilah GPS berhenti," jawab supir.


"Tapi di sini tidak ada apa-apa. Dimana istriku? Bahkan kendaraan yang lewat saja tidak ada," ujar Axel.


"Memang jalanan ini sepi Tuan, hanya untuk menuju ke tempat-tempat tertentu saja yang melewati jalanan ini," terang supir.


Karena memang Axel bukanlah asli orang Surabaya, sehingga ia tidak terlalu mengetahui seluk beluk di jalanan di kota tersebut. Lalu Axel turun saja dari taksi, siapa tahu ia menemukan petunjuk dimana keberadaan istrinya. Akan tetapi Axel tidak menemukan apapun. Axel berjalan sampai ke tepi hutan, tetapi karena tidak menemukan petunjuk lain, segera saja ia pun kembali ke taksi, berniat akan mencari Kayla di tempat lain.


Akan tetapi di saat Axel hendak kembali ke dalam taksi, tiba-tiba saja kakinya itu menginjak sesuatu di bawah sana.


Sehingga Axel pun melihat dan ternyata ponsel istrinya itulah yang ia pijak.


"Ini, ini 'kan HP Kayla," ucap Axel dan memungut ponsel sang istri.


"Kayla, dimana kamu sebenarnya," ucap Axel di dalam kepanikannya.

__ADS_1


Bahkan saat ini Axel terlihat semakin panik saat ia yakin jika istrinya sedang diculik, sehingga dibawa melewati jalanan sepi seperti ini.


"Cepat jalan Pak, kita harus mencari petunjuk dimana keberadaan istri saya," kata Axel.


"Baik Tuan," jawab supir dan segera melajukan mobilnya kembali.


****


Kayla mengerjap-ngerjapkan matanya saat ia baru saja terbangun dan merasakan badannya sakit setelah apa yang terjadi pada dirinya tadi.


Setelah matanya itu terbuka lebar, Kayla begitu terkejut melihat tempat yang begitu asing baginya.


"Aku ada dimana ini?" Kayla bertanya-tanya.


Saat ini ia berada di sebuah kamar yang ukurannya lumayan besar, tetapi seperti sudah lama tidak ada yang menempatinya. Bahkan kamarnya terlihat kosong, hanya ada tempat tidur dan nakas. Tempatnya juga tidak terlalu bersih, seperti di bersihkan apa adanya karena untuknya.


Kayla pun beranjak dari tempat tidur dan menuju ke pintu. Di saat Kayla hendak membuka pintu, ternyata tidak bisa karena dikunci. Lalu tiba-tiba saja Kayla teringat jika tadi ada yang memukulnya hingga pingsan, hingga pada akhirnya ia berada di sini.


"Siapa yang sebenarnya telah berbuat jahat padaku, apa ini kerjaannya Keisha. Apa mungkin dia sengaja membuat video rekayasa penculikan, padahal sebenarnya ia ingin mencelakai aku. Jika saat ini Keisha baik-baik saja, itu artinya memang dia yang melakukannya," tebak Kayla ya tidak pernah meleset.


Di saat itu pun Kayla mendengar suara langkah kaki yang mendekati pintu kamar tersebut, lalu segera saja ia Kembali ke tempat tidur dan berpura-pura untuk memejamkan mata.


Krek …


Pintu terbuka, terdengar langkah kaki seseorang yang masuk dan mendekatinya.


"Kayla … Kayla, makanya jangan pernah bermacam-macam denganku. Dasar bodoh, mudah sekali kau mempercayai video seperti itu. Ternyata pukulan tadi benar-benar membuatmu tidur panjang ya. Apa kau tahu Kayla, dengan kau berada di sini maka akulah yang akan mengambil posisiku kembali untuk bersama Axel. Karena Axel itu hanya milikku, bukan milikku," bisik Keisha, tetapi sangat terdengar jelas di telinga Kayla.


"Jadi benar ini semua adalah ulah Keisha. Benar-benar keterlaluan kamu, lihat saja aku pasti akan membuatmu menyesal dengan perbuatanmu ini!" Batin Kayla.


Lalu di saat itu pun terdengar lagi suara langkah kaki lain yang masuk ke dalam kamar menghampiri Keisha.


"Sayang, bagaimana? Apakah para preman yang aku perintahkan bekerja dengan baik?" Tanya Justin.


"Tentu saja Sayang. Aku sangat beruntung memiliki suami yang bisa diandalkan sepertimu," ucap Keisha.


Ungkapan yang keluar dari mulut Keisha itu benar-benar membuat Kayla syok tak mempercayainya


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2