Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Ada Pengkhianat


__ADS_3

Setibanya di perusahaan, tampak Alex yang disaat itu sedang pusing memijat-mijat kepalanya, membuat Axel pun merasa kebingungan dan mendekati ayahnya itu.


"Daddy, ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Axel.


"Axel akhirnya kamu datang juga. Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan perusahaan kita. Kamu lihat ini," ucap Alex yang langsung saja menyerahkan sebuah berkas kepada anaknya.


Axel menerima berkas tersebut, lalu segera saja membacanya dan ternyata adalah laporan perusahaan yang telah mengalami kerugian besar karena ada yang bertindak curang.


"Ini maksudnya apa Dad? Lalu ini ulah siapa?" Tanya Axel.


"Entahlah, Daddy juga tidak tahu Axel. Yang jelas sudah pasti ada orang dalam yang mencuri data perusahaan kita dan memberitahu kepada perusahaan lain. Ini terjadi di saat kita sedang sibuk berada di Surabaya. Daddy benar-benar tidak menyangka jika akan ada pengkhianat di dalam perusahaan ini," kata Alex menatap tajam.


"Brengsek! Benar-benar keterlaluan. Siapapun orangnya kita harus menemukannya dan jangan memberinya ampun Dad," kata Axel dengan emosi.


"Itu pasti. Tapi sekarang cepat kamu hubungi Pak Raymond dan beritahu soal ini, karena ini adalah kerjasama kita dengan perusahaan beliau!" Titah Alex.


"Baik Dad, aku akan segera menghubungi Papa sekarang juga," jawab Axel, lalu menghubungi ayah mertuanya itu.


Setelah mendapat kabar dari Axel, Raymond langsung saja mengajak sang asisten menuju ke perusahaan Alex dengan perasaan yang penuh amarah.


****


Kayla mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur, setelah tadi melakukan perjalanan dari Surabaya menuju ke Jakarta, tentunya sangat melelahkan baginya. Ditambah lagi dengan kondisinya yang saat ini sedang hamil muda, membuat Kayla pun semakin lelah. Lalu ia memejamkan matanya, hingga tanpa sadar ia terlelap meskipun hari sudah sore, bahkan Kayla belum sempat untuk mandi.


Pukul 19.00, Axel baru saja tiba di rumah. Ia yang begitu sangat lelah langsung saja menuju ke kamar dan melihat istrinya yang saat itu sedang tertidur pulas, seketika membuat rasa lelah Axel pun mereda. Lalu ia mendekati istrinya itu dan mengusap lembut rambutnya, serta menciumnya dengan mesra, hingga membuat sang istri pun terbangun dari tidurnya.


"Mas, kamu sudah pulang?" Tanya Kayla saat membuka mata dan melihat suaminya.


"Sayang, maaf ya aku ganggu tidur kamu. Aku nggak bermaksud," ucap Axel.


"Nggak apa-apa kok Mas. Aku yang seharusnya minta maaf karena aku sudah ketiduran tanpa menunggu kamu. Sekarang jam berapa Mas?" Ucap Kayla dan bertanya.


"Ini baru jam 07.00 kok Sayang," jawab Axel.


"Hah, jam 07.00? Ternyata aku sudah lama juga tidurnya ya Mas. Tadi aku hanya baring-baring saja dan masih jam 04.00 sore, eh nggak tahunya malah bangun sudah jam 07.00 malam," kata Kayla yang terlihat sangat terkejut.


"Nggak usah terkejut begitu dong Sayang, nggak apa-apa kok. Kamu pasti capek banget 'kan dari Surabaya, apalagi dalam keadaan kamu yang saat ini sedang mengandung," ucap Axel sembari mengusap lembut perut sang istri.


"Iya capek banget Mas, maka dari itu aku ketiduran. Tapi kamu pasti juga kecapean 'kan Mas, baru sampai ke apartemen langsung pergi ke perusahaan. Lalu bagaimana Mas, apa masalahnya sudah selesai?" Tanya Kayla.

__ADS_1


"Belum selesai Sayang, masih diselidiki. Tapi kamu tenang saja ya, semuanya pasti akan baik-baik saja," ucap Axel yang tak mau membuat istrinya itu merasa khawatir.


"Memang ada masalah apa Mas?" Tanya Kayla.


Lalu Axel pun menceritakan kepada istrinya itu tentang apa yang sedang terjadi di perusahaan, bahkan melibatkan perusahaan ayah Kayla juga.


"Ya ampun itu orang benar-benar keterlaluan ya. Mudah-mudahan pengkhianatnya cepat ketemu ya Mas, supaya semuanya bisa segera ditindaklanjuti. Aku nggak mau jika nantinya malah merugikan perusahaan kamu dan perusahaan Papa. Nanti malah kalian yang terkena imbasnya 'kan. Pasti nantinya juya tidak akan ada lagi para investor yang percaya dan mau bekerja sama dengan perusahaan orang tua aku dan orang tua kamu Mas," ucap Kayla.


"Aamiin, Iya Sayang. Anggap saja ini cobaan dan setiap cobaan itu pasti akan ada jalan keluarnya. Yang penting kita selalu sabar untuk melewatinya," ucap Axel.


"Iya Mas kamu benar," jawab Kayla tersenyum.


Kayla benar-benar tidak menyangka jika suami yang saat pertama kali dikenalnya sebagai suami yang begitu arogan, yang selalu menyiksanya dan selalu menyakiti hatinya, akan tetapi sekarang benar-benar berubah drastis menjadi suami yang sangat baik dan pengertian. Sehingga membuatnya benar-benar nyaman dan semakin jatuh cinta kepada suaminya itu. Wajar saja jika adiknya, Keisha sangat mencintai Axel bahkan sangat sulit untuk melupakannya. Mungkin perselingkuhan yang dilakukan Keisha adalah sebuah kesalahan yang dia lakukan karena Axel terbilang sangat sibuk dengan pekerjaannya.


****


Hari-hari pun telah berlalu, karena masalah perusahaan yang saat ini sedang dihadapi, sehingga membuat Axel pun terlihat lebih sibuk dari biasanya. Pagi-pagi sekali Axel sudah pergi ke perusahaan dan akan kembali lagi ke apartemen pada malam hari, bahkan kadang sampai larut malam di saat Kayla sudah tidur.


Akan tetapi tak mengapa bagi Kayla, karena ia di rumah sudah ditemani oleh ART-nya. Terkadang ibu atau ibu mertuanya juga datang untuk menemaninya di apartemen, sehingga Kayla pun tidak pernah merasa kesepian. Bukan hanya itu saja, bahkan terkadang Axel tidak sempat untuk sarapan di rumah atau menikmati makan malam bersama sang istri.


Akan tetapi pagi hari ini, Axel merasa jika waktunya sudah sedikit luang, sehingga ia pun memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di rumah bersama istri tercintanya.


"Kamu tenang saja Sayang, pengkhianat di kantor sudah ditemukan kok. Hanya saja saat ini dia melarikan diri, tapi kamu tidak perlu khawatir, orang itu tidak akan mungkin bisa lolos karena anak buah suruhan aku sudah mengejarnya ke sana. Jangankan keluar kota, ke luar negeri, bahkan ke lobang semut pun pengkhianat itu pasti akan segera ditangkap," kata Axel.


"Oh begitu, syukurlah Mas. Memangnya kalau sampai orang itu tidak tertangkap, kalian nggak bisa ya menindaklanjuti perusahaan yang terbukti sudah membuat kecurangan?" Tanya Kayla.


"Nggak bisa Sayang, karena kita harus memiliki saksi," jawab Axel.


"Oh … begitu. Iya Mas aku doakan mudah-mudahan pengkhianat itu cepat tertangkap ya," ucap Kayla.


"Iya Sayang, aamiin. Maka dari itu karena hari ini waktu sedikit longgar, jadi aku sempatkan untuk sarapan bersama kamu. Aku minta maaf ya karena beberapa hari ini aku benar-benar sibuk, sampai terlihat mengabaikan kamu," ucap Axel yang merasa sangat bersalah.


Akan tetapi ia juga tidak dapat berbuat apapun, karena saat ini perusahaan benar-benar sedang mempunyai masalah dan merupakan tanggung jawabnya juga.


"Sayang, Kamu jangan berbicara seperti itu dong. Nggak apa-apa kok Mas, aku nggak pernah beranggapan seperti itu. Aku mengerti dengan kesibukan kamu saat ini, karena kamu juga mempunyai tanggung jawab di perusahaan," ucap Kayla yang membuat Axel begitu senang.


Lagi-lagi Axel merasa sangat bersyukur dan beruntung karena memiliki istri seperti Kayla. Tuhan begitu baik karena telah memberikan istri yang begitu sempurna untuknya, ia sendiri merasa memiliki banyak kekurangan dan terkadang merasa bahwa ia tidak pantas untuk menjadi pendamping hidup Kayla. Tapi itulah jodoh, semuanya sudah ditentukan. Sehingga Axel pun telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah melakukan kesalahan yang dulu pernah ia lakukan dan berjanji akan terus berusaha untuk membahagiakan istrinya itu.


****

__ADS_1


Saat sedang menikmati sarapan bersama, di saat itu pula terdengar suara ponsel Axel berdering dan ternyata ada panggilan masuk dari nomor yang tak dikenal.


"Mas, kenapa nggak dijawab teleponnya?" Tanya Kayla.


"Malas ah, nomor-nomor nggak jelas seperti itu. Aku nggak kenal itu nomor siapa Sayang," jawab Axel.


"Jangan berbicara seperti itu dong Mas. Siapa tahu penting, lebih baik kamu jawab saja teleponnya," kata Kayla.


"Aku yakin itu hanya orang iseng Sayang," ujar Axel.


Lalu Kayla pun melihat nomor ponsel yang tertera pada layar ponsel suaminya itu.


"Mas, kamu liat deh, sepertinya ini kode nomor telepon Surabaya. Bisa saja ini dari rumah sakit Mas," ucap Kayla, membuat Axel ikut melihat kembali nomor telepon tersebut dan mengiyakan jika ucapan istrinya itu benar.


Sehingga Axel pun segera saja menjawab telepon tersebut.


"Halo, apa benar ini dengan Tuan Axel?" Tanya seseorang dari seberang telepon.


"Iya benar, ini dengan saya sendiri. Boleh saya tahu Anda siapa?" Jawab Axel dan bertanya balik.


"Saya Dokter Harry. Dokter yang menangani tes DNA yang Tuan Axel pinta," jawab Dokter Harry.


"Oh iya Dokter. Jadi bagaimana Dokter hasilnya, apakah hasilnya itu sudah keluar?" Tanya Axel.


"Mas, loudspeaker dong," pinta Kayla, lalu Axel pun menloudspeaker ponselnya itu karena Kayla sangat ingin mendengar apa yang dikatakan oleh dokter.


"Memang benar Tuan jika hasil tes DNA itu sudah keluar. Tapi maaf, untuk hasilnya lebih baik Tuan melihatnya secara langsung. Apakah Tuan bisa datang ke sini atau saya kirimkan saja hasilnya ke alamat Tuan di Jakarta," ucap Dokter Harry.


Kayla dan Axel saling berpandangan sejenak. Lalu Kayla pun menganggukkan kepalanya karena ia sangat mengerti dengan kondisi suaminya saat ini.


"Maaf Dokter, kebetulan akhir-akhir ini saya memang sedang sibuk. Jadi saya tidak akan bisa ke pergi Surabaya. Bagaimana jika saya minta tolong kepada Dokter Harry untuk mengirimkan saja dokumen itu, pilih ekspedisi ekspress yang langsung cepat sampai. Saya mohon Dokter, nanti biayanya pasti akan saya tanggung semua," ucap Axel.


"Baik Tuan. Saya akan segera mengirimkannya hari ini juga," Jawab Dokter Harry menyetujui.


"Terima kasih banyak Dokter," ucap Axel.


"Iya sama-sama Tuan," jawab Dokter Harry, lalu panggilan telepon pun berakhir.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2