
Selesai makan malam bersama keluarganya, Keisha tampak sedang meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke Surabaya esok hari.
"Papa tidak mengizinkanmu pergi. Papa yakin kamu pasti mendadak mau pergi ke Surabaya karena ingin mengganggu liburan kakakmu dan suaminya itu 'kan?" Tuding Raymond begitu saja.
Sebenarnya apa yang dikawatirkan oleh Raymond juga sama halnya dengan yang dirasakan oleh Karina. Akan tetapi karena sebelumnya Keisha sudah menjelaskan terlebih dahulu bahwa ia akan bertemu dengan temannya di sana dan membahas kerjasama, sehingga membuat Karina pun mencoba untuk mempercayainya.
"Pa, aku tidak mau mengganggu Kak Kayla dan Axel, aku benar-benar ada urusan pekerjaan di sana. Ada teman aku yang bersedia bekerja sama tetapi dia tidak ada waktu untuk datang ke sini, sehingga meminta aku untuk pergi ke sana. Ya mana aku tahu sih kalau waktunya bertepatan dengan keberadaan Kayla dan Axel. Ini hanya kebetulan Pa," terang Keisha yang tak mau menyerah.
"Kenapa bisa kebetulan seperti itu? Rasanya sangat sulit sekali untuk Papa mempercayai kamu lagi Keisha," kata Raymond.
"Pa, sudahlah Pa. Biarkan saja Keisha pergi, coba percaya dengan Keisha. Lagipula ini bukan pertama kalinya Keisha pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Keisha juga tidak pergi sendiri kok, tadi teman Kesya yang bernama Laura itu menghubungi Mama, dia yang akan pergi bersama Keisha," kata Karina mencoba memberi pengertian kepada sang suami.
Memang sebelumnya Keisha sudah meminta tolong temannya itu untuk menghubungi sang ibu agar menyempurnakan rencananya, dan ternyata dengan sangat mudah Karina mempercayai hal itu.
"Sebenarnya bisnis apa sih yang kamu jalani Keisha? Papa punya perusahaan, kamu bisa bekerja di perusahaan Papa jika kamu benar-benar ingin bekerja," kata Raymond.
"Aku tidak mau menyusahkan keluarga lagi setelah apa yang sudah aku lakukan. Aku sadar sudah banyak menyusahkan keluarga, jadi tolong percaya padaku. Aku benar-benar ingin merintis usahaku sendiri. Di saat nanti semuanya sudah berjalan dengan baik, dengan normal, Papa dan Mama pasti akan tahu. Aku ingin membuat kalian berdua bangga," ucap Keisha mencoba meyakinkan kedua orang tuanya itu.
Hingga pada akhirnya Raymond pun luluh dan memberikan izin. Tentu saja hal tersebut membuat Keisha merasa sangat senang dan memeluk kedua orang tuanya itu sebagai tanda terimakasih.
****
"Sayang, kamu yakin nggak mau ikut denganku meeting?" Tanya Axel saat Kayla sedang membantunya memasangkan dasi.
"Aku yakin Sayang. Aku ingin istirahat saja di rumah, kasihan juga 'kan anak kita kalau aku harus berpergian terus. Lagipula walaupun aku ikut kamu, nanti aku akan dicuekin dong, karena nantinya kamu juga akan sibuk meeting bersama klien kamu," kata Kayla.
"Hm … kamu benar juga. Tapi kamu janji ya jangan kemana-mana, kamu harus tetap berada di hotel. Nanti aku akan meminta pelayan hotel mengantarkan cemilan untuk kamu, jadi kamu bisa menonton televisi sambil menikmati cemilan seperti biasa," kata Axel yang mengingat kebiasaan istrinya akhir-akhir ini.
Ya Kayla memang tampak sedang menyukai cemilan di saat kehamilannya yang memasuki usia 5 bulan.
"Iya, terimakasih ya Sayang," ucap Kayla tersenyum kecil.
__ADS_1
Axel pun membalas senyuman itu, lalu mencium mesra kening sang istri. Dan setelah itu ia pun beralih menundukkan diri, lalu menempelkan telinganya itu pada perut sang istri.
"Sayang, kok aku tidak mendengar apa-apa ya di dalam sini? Apa anak kita masih tidur?" Tanya Axel yang membuat Kayla merasa sangat gemas dengan kelakuan suaminya, meskipun selalu dia lakukan.
Kayla juga mengelus-elus rambut Axel layaknya seperti anak kecil, tetapi membuat Axel begitu senang dengan perlakuan istrinya itu. Ia merasa sangat dimanjakan dan membuatnya selalu ingin diperlakukan seperti itu.
"Iya Mas, mungkin memang anak kita masih tidur," jawab Kayla.
"Sayang, kamu tidak boleh merepotkan Mama ya kalau Papa tidak ada di samping Mama. Tapi kalau Papa ada di samping kalian, kamu boleh kok mau minta apapun karena Papa bisa menuruti keinginan kamu dan Mama. Kamu harus jaga Mama ya, Papa pergi meeting sebentar nanti Papa akan pulang dan mengajak kalian jalan-jalan. Doakan meeting Papa berjalan lancar dan Papa berhasil memenangkan tender ya," ucap Axel seolah berbicara kepada anak yang berada di dalam perut istrinya.
"Iya Papa, aku tunggu ya. Semoga Papa berhasil memenangkan tender," ucap Kayla seolah menjadi anaknya.
Lalu Axel pun berdiri dan kembali mencium mesra kening istrinya itu, setelah itu segera saja ia pergi ke lokasi rapat, sedangkan Kayla menunggu di hotel seperti permintaan Axel.
Tidak berapa lama kemudian sarapan dan juga cemilan yang telah dipesan Axel telah tiba di depan kamar, sehingga langsung saja Kayla mengambilnya dan karena sudah merasakan lapar ia langsung menyantapnya sembari menonton televisi. Sedangkan Axel sarapan bersama kliennya sembari mereka membahas kerja sama.
****
Sementara itu, Keisha dan Justin saat ini sedang di dalam penerbangan menuju ke Surabaya. Keisha yang sudah berniat akan menyusul ke Surabaya, benar-benar pergi dengan suaminya itu. Justin saat ini tampak memejamkan matanya dengan bersandar di bahu sang istri. Meskipun sebenarnya Keisha merasa sangat risih, akan tetapi ini semua demi tujuannya. Terlebih lagi nanti ia dan Justin juga akan menginap di kamar yang sama, karena bagaimanapun juga mereka adalah sepasang suami istri.
Hingga tidak berapa lama kemudian, mereka pun telah tiba Juanda Surabaya. Keduanya langsung saja mencari taksi untuk menuju ke sebuah hotel.
"Jadi kita akan menginap dimana?" Tanya Justin, mengingat istrinya mengatakan jika dia sudah memesan penginapan saat mereka masih berada di Jakarta.
"Tenang saja, kamu tinggal ikuti saja. Aku sudah mengatur semuanya, sudah beres," jawab Keisha.
Tentu saja Keisha memilih penginapan dimana tempat Kayla dan Axel menginap, ia sudah mendapatkan informasi tersebut saat tidak sengaja mendengar ibunya berbicara dengan sang ayah tadi malam.
Setelah mendapatkan taksi, Keisha dan Justin pun langsung melakukan perjalanan menuju ke penginapan.
"Kayla, Axel, aku datang. Kalian tidak akan mungkin bisa tenang dengan keberadaanku yang menyusul kalian ke sini," batin Keisha tersenyum smirk.
__ADS_1
Setibanya di depan hotel yang dimaksud oleh Keisha, segera saja mereka turun dari taksi online dan langsung memasuki hotel tersebut, menuju ke loby untuk mengambil kunci kamar sesuai pesanan Keisha melalui aplikasi.
****
Selesai rapat dengan klien, sesuai janjinya Axel pun langsung saja pulang ke hotel tempat dimana ia menginap dengan sang istri. Axel sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Kayla dan mengabarkan berita bahagia yang ia punya kepada istri tercintanya itu.
Sebelum pulang ke hotel Axel pun meminta sang supir untuk mampir sebentar ke toko bunga, ia membelikan bunga lili putih kesukaan Kayla sebagai ungkapan rasa cintanya yang tidak langsung kepada wanita tersebut. Setelah itu pun, ia kembali melanjutkan perjalanan menuju ke hotel.
Beberapa saat kemudian, Axel telah tiba di hotel dan langsung saja menuju ke kamarnya.
Tok … tok … tok …
Kayla yang di saat itu sedang mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur, segera saja beranjak dari tempat ternyaman itu bermaksud hendak membukakan pintu tersebut. Akan tetapi sebelumnya tidak lupa ia mengintip dari door viewer untuk melihat siapa yang datang. Saat mengetahui jika itu adalah suaminya, dengan sangat cepat Kayla membuka pintunya dan langsung menyambut Axel dengan pelukan, sehingga membuat pria itu pun merasa kebingungan.
"Sayang, ada apa?" Tanya Axel, lalu keduanya masuk ke dalam dan tidak lupa mengunci pintu.
"Nggak ada apa-apa sih, aku hanya merindukanmu saja," jawab Kayla.
"Oh ya? Padahal aku baru saja pergi sebentar tapi kamu sudah merindukanku?" Tanya Axel ingin memastikan.
"Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Kayla sembari melepaskan pelukannya.
"Tentu saja tidak, aku juga merindukanmu dan aku mempunyai kabar bahagia untukmu," ucap Axel.
"Kabar bahagia? Kabar Bahagia apa?" Tanya Kayla penasaran.
"Kabar bahagianya adalah-"
Ting … tung …
Belum sempat Axel mengatakan hal itu, terdengar suara bel apartemen yang membuat Axel pun menghentikan ucapannya, lalu beranjak dari tempat duduk hendak membukakan pintu, diikuti oleh sang istri.
__ADS_1
Saat pintu terbuka, keduanya sama-sama terkejut melihat sosok yang tidak disangka saat ini berada di hadapan mereka.
Bersambung …