Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Apakah Ini Termasuk Hukuman?


__ADS_3

keduanya saling bertatapan, meskipun orang yang berada di luar itu tersenyum kepada Kayla, tetapi Kayla sama sekali enggan meladeninya. Hingga di saat itu pun Axel datang menghampiri istrinya yang tampak bengong.


"Sayang, si-" Axel menghentikan ucapannya saat ia melihat siapa yang saat ini ada di hadapan mereka. "Kau! Berani sekali kau datang ke sini. Untuk apa Hah?" Tanya Axel yang langsung saja menyerang dengan menarik kerah bajunya itu karena emosi.


"Mas, lepaskan! Kamu tenang dulu. Kita tanya dulu apa maunya Devano datang ke sini," ucap Kayla, sehingga Axel pun melepaskan cengkeramannya itu dengan sangat kasar.


"Sepertinya aku melihat hubungan mereka berdua baik-baik saja. Tapi kenapa Keisha mengatakan seperti itu, lalu kenapa juga aku harus memimpikan hal buruk tentang Kayla. Ini benar-benar memalukan," batin Devano.


Ya Devano memang nekat untuk datang ke kediaman Axel dan Kayla karena ingin memastikan bahwa keadaan Kayla baik-baik saja, setelah ia mendengar berita buruk dari Keisha dan juga tentang mimpi buruknya tadi malam. Padahal tadi malam Devano sudah sempat datang meskipun sama sekali tidak dibukakan pintu oleh tuan rumah, akan tetapi hal tersebut sama sekali tak membuatnya menyerah untuk datang kembali pagi ini. Tetapi karena semua kondisinya baik-baik saja, sehingga membuat Devano pun menjadi lebih tenang.


"Maaf Kayla, Axel, aku tidak bermaksud untuk mengganggu kalian. Aku hanya ingin memastikan bagaimana keadaan Kayla," ucap Devano apa adanya.


"Apa? Kau sudah gila ya. Untuk apa kau memastikan keadaan istri orang lain, di sini ada aku suaminya. Kau itu hanya masa lalunya dan sama sekali sudah tidak ada artinya lagi. Kau tahu 'kan apa itu mantan, mantan itu sama saja seperti sampah dan seharusnya berada di tong sampah, bukannya malah berada di sini untuk mengganggu kehidupan masa lalunya lagi. Karena masa lalumu sudah mempunyai masa depan, yaitu aku," kata Axel dengan tatapan tajam.


Kayla cukup terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut suaminya itu, tetapi sekaligus merasa sangat senang. Namun tak dipungkiri bahwa ia juga merasa sedikit kasihan terhadap Devano, karena bagaimanapun juga tidak sepenuhnya Devano bersalah.


Sementara Devano tampak berusaha untuk tetap tenang. Karena ia merasa sangat bersalah harus ikut campur urusan rumah tangga mantan kekasihnya, sehingga ia pun sangat enggan meladeni Axel, meskipun rasanya sangat geram sekali dengan pria tersebut.


"Oke Axel, aku minta maaf. Kayla, aku juga minta maaf. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi," ucap Devano dan segera beranjak pergi.


"Heh, apa kau pikir semudah itu untuk datang dan pergi dari sini!" Teriak Axel.


"Sudahlah Mas, bukankah Devano sudah mengatakan tujuannya. Dia juga sudah minta maaf dan sekarang dia sudah pergi, kamu mau apa lagi Mas?" Kata Kayla yang menarik tangan suaminya itu agar tidak pergi menyusul Devano.


*****

__ADS_1


Axel yang tadinya berniat akan pergi bekerja, pada akhirnya memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini. Padahal ada rapat di pagi hari, tetapi dengan mudahnya ia menyerahkan rapat tersebut kepada asisten. Axel yang saat ini sedang berada di ruang televisi tampak memasang wajah bete dan terlihat sangat cuek dengan istrinya. Akan tetapi tadi ia sudah sempat menikmati sarapan yang telah dibuat oleh istrinya tanpa mengucap kata apapun, seperti pujian yang biasa ia lontarkan.


"Mas, aku mau tanya deh. Kenapa kamu tidak jadi pergi ke kantor dan sekarang kamu malah cuek seperti ini ke aku. Kamu masih marah karena tadi aku melarang kamu untuk menghajar dan mengejar Devano?" Kayla memberikan beberapa pertanyaan kepada suaminya itu.


Akan tetapi Axel masih tampak cuek, ia pun mengganti-ganti channel TV untuk melampiaskan rasa kekesalannya itu.


Kayla hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan suaminya itu, seperti anak kecil yang tidak diberi uang jajan oleh ibunya.


Lalu Kayla pun menghampiri Axel dan merampas remote TV dari tangannya. Akan tetapi Axel tetap tak menggubrisnya, ia melipat kedua tangannya dan meletakkan di atas dada, lalu pandangannya lurus ke depan menatap televisi.


"Oke, kalau kamu memang nggak mau bicara dengan aku sekarang. Lebih baik aku pergi saja," kata Kayla lalu hendak pergi meninggalkan suaminya itu.


Akan tetapi, dengan cepat Axel pun menarik tangannya. Kayla yang di saat itu sedang tidak memandang sang suami pun tersenyum, karena merasa jika rencananya berhasil. Akan tetapi ia juga pura-pura jutek terhadap suaminya itu.


"Lepaskan! Untuk apa juga kamu mencegahku. Dari tadi aku berada di sini dan mengajakmu bicara, tetapi kamu sama sekali tidak mau meladeniku. Ya sudah lebih aku pergi saja," kata Kayla ketus


"Aku tidak mau," tolak Kayla.


Axel menarik tangan Kayla, membuat istrinya itu terjatuh tepat di atas pangkuannya. Hingga mata keduanya saling bertemu dan bertatapan.


Tanpa berbasa-basi Axel pun langsung saja melahap bibirmu istrinya itu dan melum*tnya dengan penuh gairah. Kayla membelalakkan matanya karena terkejut dengan perlakuan suaminya itu, akan tetapi semakin lama karena Axel menyentuhnya dengan penuh kelembutan, sehingga membuat Kayla pun terbawa suasana lalu membalas ciuman tersebut dengan tak kalah gairahnya.


Saat ini mereka lupa bahwa sekarang mereka tidak hanya tinggal berdua di apartemen, tetapi ada sang bibi yang tidak sengaja melihat apa yang mereka lakukan. Akan tetapi Bibi hanya diam saja, bahkan karena tidak mau mengganggu pasangan suami istri itu, Bi Lasmi pun memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Aku mau melanjutkan di kamar," pinta Axel.

__ADS_1


Kayla tersenyum dan hanya menganggukkan kepalanya saja. Sehingga Axel pun dengan sangat senang membopong tubuh istrinya itu dan membawanya ke lantai atas meskipun terasa agak berat, mengingat kandungan Kayla yang saat ini sudah memasuki usia 4 bulan.


Saat mereka sudah berada di dalam kamar, tak membuang waktu lama segera saja Axel melepaskan pakaiannya dan juga pakaian sang istri, lalu melakukan penyatuan hingga terjadilah pergelutan di atas ranjang, hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan.


"Mas apakah ini termasuk hukuman?" Tanya Kayla tersenyum.


"Tentu saja. Jika kau berani membela laki-laki itu lagi, maka aku akan memberikanmu hukuman yang lebih," kata Axel.


Akan tetapi hukumannya kali ini membuat Kayla merasa sangat bahagia karena Axel melakukanya dengan penuh kelembutan dan cinta.


Lalu Axel pun meraih tubuh istrinya itu ke dalam dekapannya, sedangkan Kayla membenamkan kepalanya di dada bidang milik sang suami serta membalas pelukannya itu dengan erat. Rasanya begitu sangat bahagia, terasa dunia milik mereka berdua.


****


"Aku minta maaf ya karena waktu itu sudah sempat naik ke lantai atas menuju ke kamarmu. Meskipun Bibi mengatakan ruangan itu sangat privasi dan tidak boleh ada yang ke sana kecuali dengan izin darimu," ucap Keisha saat ia bertemu dengan Justin di sebuah restoran.


"Tidak masalah, lagipula kamu itu 'kan istriku. Jadi benar apa kata Bi Sumi bahwa kamu berhak untuk masuk ke sana. Tapi apa benar kata Bibi kamu tidak sempat masuk ke kamarku?" Tanya Justin untuk memastikannya lagi.


"I-iya, aku memang belum sempat masuk ke kamarmu karena waktu itu Mama tiba-tiba saja menelpon. Tapi aku sudah sempat menikmati duduk di ruang depan kamar yang rasanya begitu nyaman. Kamu benar-benar mengubah lantai 3 seperti apartemen, hanya kurang tempat memasak saja di sana," kata Keisha yang memuji suaminya itu, bagaimanapun juga ia harus bersikap baik terhadap Justin agar pria tersebut tidak akan pernah mengingat masa lalunya bersama Keisha yang begitu kelam.


"Oh ya? Lalu apakah kamu ingin tinggal di sana? Nanti aku bisa menambah dapur di sana jika kamu mau," kata Justin.


"Tentu saja aku sangat mau, tapi aku minta maaf karena untuk sekarang belum bisa. Kamu tahu sendiri 'kan bagaimana keadaannya," ucap Kayla yang mendadak memasang wajah sedih.


"Sayang, tidak masalah untuk sekarang. Yang terpenting kedua orang tuaku sudah merestui hubungan kita dan aku mau malam ini kamu menginap di rumahku, kamu bisa 'kan? Aku sudah sangat merindukan kamu," kata Justin penuh harap.

__ADS_1


Sehingga membuat Keisha membelalakkan matanya merasa sangat terkejut. Rasanya ia sudah sangat enggan untuk tidur bersama dengan suaminya itu, rasa cintanya seakan memudar karena di saat ini ia sedang sibuk mengejar cintanya lagi bersama Axel.


Bersambung …


__ADS_2