
Agar Kayla merasa lebih tenang, pada akhirnya Roseline dan Alex pun mengajak anak mereka untuk keluar terlebih dulu. Sedangkan Kayla berada di dalam ruang rawat ditemani oleh kedua orang tuanya.
"Axel, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Kayla terlihat sangat marah seperti itu. Sebenarnya ini ada apa?" Tanya Roseline kepada sang anak.
"Mom Ini hanya salah paham, Kayla saja yang tidak mau mendengarkan penjelasanku dulu," kata Axel.
"Kamu jangan bohong Axel. Kamu pikir kami tidak mengenal Kayla, kami semua tidak tahu bagaimana sikap Kayla. Tidak mungkin Kayla tidak mau mendengar penjelasan kamu, sudah pasti memang ada sesuatu yang sudah kamu lakukan, yang sudah menyakiti hati istri kamu itu 'kan?" Ujar Alex.
"Daddy benar, Mommy juga yakin seperti itu. Jadi cepat kamu katakan kepada Mommy dan Daddy apa masalahnya, kenapa Kayla begitu marah terhadap kamu?" Tanya Roseline.
"Kenapa kalian malah tidak percaya dengan anak sendiri sih. Sudah aku katakan ini hanya kesalahpahaman. Jadi Kayla itu cemburu karena Keisha datang ke apartemen mencariku, lalu Kayla menyerang Keisha begitu saja hingga Keisha celaka dan masuk rumah sakit. Ya aku tidak bermaksud untuk menyalahkan Kayla Mom, Dad, tapi aku hanya ingin mengetahui saja apa alasannya dan di saat itu Kayla malah marah. Kayla malah menganggap aku telah membela wanita lain, padahal sama sekali bukan itu maksudnya. Sehingga kita berdua bertengkar dan tidak sengaja Kayla terjatuh," terang Axel.
"Ya ampun Axel, kamu ini benar-benar keterlaluan ya. Mommy tidak habis pikir, apa sih yang ada di dalam pikiran kamu. Kamu itu tidak capek ya, tidak puas setelah apa yang telah Keisha lakukan terhadap kamu. Lagipula wanita itu benar-benar tidak tahu malu ya, sudah tahu suami Kakaknya sendiri masih saja dikejar, masih saja dicari. Kalau menurut Mommy wajar kalau Kayla marah, dia tidak suka suaminya diganggu oleh orang lain dan itu karena Kayla mencintai kamu, Axel. Seharusnya kamu mengerti akan hal itu. Tapi Mommy yakin, Kayla tidak mungkin sengaja menyakiti adiknya sendiri, bahkan untuk menyakiti nyamuk saja dia tidak tega, karena sikap lembutnya itu," ucap Roseline yang tak habis pikir dengan anaknya itu. Bahkan ia pun memegangi kepalanya sendiri karena merasa sangat pusing memikirkan kelakuan anak satu-satunya.
"Mom sudah Mom," kata Alex menenangkan istrinya.
"Anak ini benar-benar keterlaluan Dad, buat malu saja. Sudah diberi istri sebaik Kayla, istri yang begitu sempurna, tetapi dia masih saja mengharapkan wanita yang sudah jelas-jelas menyakitinya. Apa yang ada di dalam pikiran anak ini Mommy benar-benar tidak mengerti," kata Roseline dengan emosi.
Axel hanya terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa. Tetapi ia juga berpikir tentang perkataan ibunya tadi.
"Apa mungkin Kayla benar-benar sudah mencintaiku?" Axel bertanya di dalam hatinya.
****
Meskipun Axel telah mengarang bebas menceritakan masalahnya kepada kedua orang tuanya, berbeda dengan Kayla yang tidak menceritakan secara detail masalah yang terjadi kepada kedua orang tuanya. Karena ia tidak mau mereka ikut merasakan sedih ataupun kecewa, ia hanya mengatakan jika saat ini memang sedang ada sedikit masalah antara dirinya dengan sang suami.
__ADS_1
"Ya sudah kalau memang tidak ada masalah yang serius. Tapi sebaiknya kamu berbaikan ya dengan Axel, tidak baik Kalau kamu mengabaikan suami kamu seperti itu terus Sayang," kata Karina.
"Maaf Ma, tapi untuk saat ini aku belum bisa. Masih terasa sangat sulit untuk berbicara dengan Axel. Aku masih ingin menyendiri, boleh ya. Oh ya Ma, Pa, setelah aku diperbolehkan pulang, aku mau pulang ke rumah Mama dan Papa, aku hanya ingin menyendiri dulu, boleh 'kan?" Tanya Kayla.
Meskipun ia tahu di sana nanti akan ada Keisha, tetapi itu lebih baik daripada ia harus terus bertemu dengan Axel. Mungkin saja Axel akan memarahi dan menyiksanya lagi, sehingga membuatnya pun terus merasa tertekan dan berakibat tidak baik untuk kandungannya. Jadi lebih baik menghindar daripada hal itu terjadi lagi.
"Ya sudah itu terserah kamu saja, nanti biar Papa yang berbicara dengan Axel," ucap Raymond.
"Iya kalau memang itu pilihan kamu, Mama dan Papa tidak keberatan. Rumah Mama dan Papa itu juga rumah kamu," kata Karina.
"Terimakasih ya Ma, Pa," ucap Kayla.
Meskipun terasa sangat berat, Kayla sudah sangat yakin dengan keputusannya itu. Ia sudah mencoba untuk bertahan selama ini, tetapi rasanya sudah tidak sanggup lagi karena perasaannya yang akhir-akhir ini begitu sensitif untuk terus disakiti oleh suaminya sendiri. Sehingga Kayla pun memilih menghindar, berharap Axel juga dapat merenungi semua kesalahannya.
****
"Kak Kayla, Kakak kenapa? Kok Kakak ke sini?" Tanya Keisha yang melihat kedua orang tuanya bersama dengan kakaknya itu.
"Jadi tadi malam Kakak kamu masuk rumah sakit dan hari ini Kayla memutuskan untuk pulang ke sini dulu, karena dia sedang apa masalah kecil juga dengan suaminya," jelas Karina.
"Oh jadi setelah Kak Kayla mencelakai aku, terus sekarang dia pulang ke sini karena ada masalah dengan suaminya. Pasti suaminya itu tidak terima kan karena dia telah menyakitiku, secara Axel 'kan masih mencintaiku," sindir Keisha.
Kayla hanya terlihat diam saja, sangat enggan meladeni adiknya untuk saat ini.
"Jaga bicara kamu Keisha, memangnya kenapa jika Kayla ke sini? Ini juga rumah Kayla. Kamu saja yang sudah memutuskan untuk kabur dari rumah dan mempermalukan keluarga, tapi dengan seenaknya kamu juga kembali lagi ke sini. Kamu yang sebenarnya sudah tidak pantas lagi untuk pulang ke rumah," kata Raymond yang terlihat sangat marah.
__ADS_1
"Pa, sudah Pa. Jangan diungkit lagi. Ayo Sayang, Mama antar kamu ke kamar," ucap Karina, lalu ia bersama suaminya itu pun kembali menuntun Kayla hendak mengantarnya ke kamar tanpa mempedulikan Keisha.
"Ih … awas aja ya Kayla. Kamu sudah merebut Axel dan sekarang kamu malah merebut perhatian Mama dan Papa sepenuhnya. Oke, kalau kamu berada di sini, itu artinya Axel hanya di apartemen sendiri. Berarti ini adalah kesempatan aku untuk berdua dengan Axel. Dan aku juga tidak akan membiarkan kamu untuk hidup tenang di dalam rumah ini. Oh Iya, sepertinya aku harus menyambut kamu dengan kejutan kecil terlebih dulu," batin Keisha yang tadinya merasa sangat kesal mendadak tersenyum karena mendapatkan suatu ide, lalu ia pun menelepon seseorang melalui telepon WhatsApp.
****
Ting … tung …
Tidak lama kemudian terdengar suara bel pintu kediaman Askara. Keisha yang sedari tadi duduk di ruang depan sangat semangat membukakan pintu tersebut. Karena ia sangat yakin jika tamu yang datang adalah seseorang yang sudah dari tadi ia tunggu. Benar saja ternyata memang dialah orangnya, sehingga Kayla mempersilahkannya masuk lalu pergi memanggil kakaknya yang berada di kamar.
"Ada apa sih Kei, kamu itu tidak bisa ya melihat aku istirahat," protes Kayla karena terus saja dipaksa oleh adiknya untuk menemui seseorang yang datang.
Sementara di saat ini Raymond sudah kembali ke perusahaan untuk bekerja dan Karina sedang ada ada keperluan mendadak sehingga ia keluar sebentar.
"Ayolah Kak, sebentar saja. Kasihan tamunya sudah menunggu kamu dari tadi. Lebih baik kamu itu turun dulu, aku yakin kok Kak kalau Kakak pasti akan senang melihat tamu itu," kata Keisha.
Entah kenapa pikiran Kayla malah tertuju pada sosok Axel. Tetapi jika memang itu adalah Axel, kenapa Keisha begitu semangat ingin mempertemukannya dengan pria itu? Bukankah Keisha sangat tidak menyukai Kayla berhubungan dengan pria yang masih dianggap sebagai kekasihnya.
Karena ia sebenarnya juga penasaran, pada akhirnya Kayla pun menuruti saja apa yang menjadi keinginan Keisha. Hingga saat ini Kayla dan Keisha sudah berada di ruang depan dan menemui tamu yang dimaksud oleh Keisha.
"Nah ini dia tamunya Kak," ucap Keisha menunjuk seorang pria yang saat itu tersenyum menatap ke arah Kayla.
Akan tetapi malah membuat Kayla merasa sangat terkejut dan membelalakkan matanya itu dengan bulat sempurna.
Bersambung …
__ADS_1