Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Tak Bisa Terima


__ADS_3

"Keisha? Maksud kamu Keisha siapa Xel? Apa Keisha mantan kekasihmu itu, adiknya Kayla?" Tanya Roseline yang tampak bingung, karena menurutnya apa iya ada adik yang sejahat itu dengan kakaknya sendiri?


"Axel, apa benar itu Keisha anak Mama?" Tanya Karina yang tak bisa berterima dan mempercayainya begitu saja.


"Papa mohon jelaskan kepada kita semua, apa benar yang kamu ucapkan tadi Xel?" Tanya Raymond pula.


"Ya benar, ini semua memang ulah Keisha. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana Keisha tadi hampir membunuh Kayla dengan menyodorkan pisau di lehernya. Kalau kalian semua tidak percaya, nanti kalian bisa lihat ada bekas goresan pisau di leher istriku. Dan Keisha melakukan ini semua karena ambisinya ingin mendapatkanku lagi setelah apa yang dilakukannya padaku. Dia menyesal karena waktu itu telah meninggalkanku dan menikah dengan laki-laki lain, karena pada kenyataannya laki-laki itu tidak bisa menjadi pria yang diinginkannya. Keisha memintaku untuk mendatangani surat perjanjian bahwa aku harus meninggalkan Kayla, bahkan surat perceraianku dan Kayla juga telah dipersiapkan dengan matang oleh Keisha, itu adalah syarat kalau aku mau Kayla dilepaskan. Tapi saat aku baru saja mau menandatangani surat itu karena aku tidak ada pilihan lain, aku sudah sangat kasihan dan tidak rela melihat kondisi Kayla yang lemah dengan darah yang terus mengalir dari selangkangannya, tetapi aku tidak tahu kenapa Keisha sama sekali tak punya hati bahkan binatang saja masih peduli dengan sejenisnya, tiba-tiba saja suami Keisha sendiri yang juga ikut andil dalam penculikan ini membantu kami sehingga Kayla dapat terlepas dari Keisha dan dalam kondisi seperti sekarang ini," terang Axel dengan air matanya yang bercucuran.


Mendengar akan hal itu lagi-lagi membuat kedua orang tuanya dan juga kedua mertuanya itu pun merasa sangat terkejut dan tak habis pikir dengan sikap Keisha. Meskipun sangat sulit untuk dipercaya, tetapi mereka bisa melihat jika Axel benar-benar serius mengatakan hal itu.


Akan tetapi ada satu hal yang begitu mengganjal di hati Raymond, sehingga ia pun bertanya kepada menantunya itu, "Apa yang kamu maksud dengan suami? Tidak bahagia? Setahu Papa Kayla belum menikah."


"Ya itu setahu kita Pa, tapi pada kenyataannya itulah yang aku ketahui setelah aku menyelidikinya. Bahkan Keisha juga sudah mengakuinya langsung, ada Kayla juga yang mendengar semua itu," kata Axel.


Sedangkan Karina dan Roseline saat itu tidak dapat berbicara apapun lagi, bahkan Karina pun nyaris pingsan karena mendengar berita yang begitu mengejutkan di dalam dirinya.


Raymond pun tampak mendekati sang istri dan langsung meraih tubuh Karina ke dalam dekapannya, serta menenangkannya. Roseline juga ikut menenangkan hati besannya itu dengan mengusap pelan pundaknya.


Jika memang benar ini semua ulah Keisha, kita tidak boleh diam saja Pak. Saya tahu jika Keisha itu juga anak Kalian, tapi dia baru saja mencelakai anak kalian juga, menantu kami. Kita harus memberi keadilan untuk Kayla. Kita tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di saat nanti Kayla bangun, bagaimana kondisinya. Yang jelas dia tidak mungkin baik-baik saja," kata Alex.


"Iya Pak, saya tidak mungkin tinggal diam. Saya pasti akan berlaku adil dan menindaklanjuti masalah ini ke jalur hukum, Keisha harus dibuat jera," jawab Raymond.


"Aku sendiri yang akan menjebloskan Kayla dan suaminya itu ke dalam penjara," ucap Axel dengan tatapan murka, perasaan cinta yang dulu pernah ia miliki untuk Keisha benar-benar telah sirna yang berganti dengan rasa kebencian yang amat mendalam.


"Lalu dimana Keisha sekarang?" Tanya Raymond.

__ADS_1


"Tadi mereka semua masih berada di rumah tua dimana tempat dia menyekap Kayla. Tetapi anak buahku masih berada di sana untuk membereskannya dan juga memanggil polisi. Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang, kita tunggu saja mereka memberi kabar," jawab Axel.


****


Saat ini Keisha telah disekap oleh Justin di sebuah kamar yang tadinya dipakai untuk menyekap Kayla. Akan tetapi kondisi Keisha berbeda, karena ia diikat ke kursi oleh Justin untuk menghindari Keisha yang akan melarikan diri.


Di saat kamar itu terlihat kosong, Keisha pun mencari cara agar ia bisa lepas dari tawanan Justin. Sehingga ia melihat di tepi ranjang, tepatnya di atas nakas ada sebuah botol kaca yang bisa ia gunakan. Dengan sekuat tenaga Keisha mencoba untuk menggeser-geserkan kursi, hingga pada akhirnya pun ia berhasil menggapai botol tersebut lalu menjatuhkannya hingga berserakan di atas lantai. Langkah selanjutnya, Keisha menjatuhkan dirinya dengan kursi tersebut untuk menggapai pecahan kaca itu.


Karena di saat itu Justin tampak sibuk mengurusi anak buahnya di luar sana, ia juga sudah berniat akan menyerahkan diri karena tahu jika polisi akan datang, membuat anak buah Axel tidak ada lagi yang menyakitinya. Mereka bisa melihat keseriusan Justin karena telah membantu mengikat tangan anak buahnya sendiri, agar tidak kabur.


Sayangnya karena kesibukan itu, membuat mereka tidak ada yang tahu dengan apa yang sedang Keisha lakukan di dalam sana.


Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara sirine polisi yang membuat Keisha pun merasa sangat ketakutan. Ia tidak mau tertangkap, tetapi di saat ini ia masih terus berusaha untuk membuka ikatan tali di tangannya itu dengan potongan kaca yang tadi telah ia ambil, bahkan jarinya juga sudah terlihat berdarah-darah akibat tergores kaca tersebut.


"Nggak, aku nggak mau menghabiskan waktuku di dalam penjara. Aku harus segera bebas dari sini," batin Keisha, sedangkan mulutnya masih tertutup dengan selotip.


Polisi pun langsung saja turun dari mobil, lalu menghampiri mereka dan langsung saja menangkap semua anak buah Justin yang terlibat. Kini tinggal giliran Justin yang akan ditangkap sesuai informasi dari anak buah Axel.


"Tunggu Pak, saya akan menyerahkan diri saya karena saya memang bersalah. Tapi ada satu orang lagi yang lebih bersalah, karena dia adalah dalang dari semua ini," kata Justin.


"Cepat katakan dimana dia sekarang!" Titah polisi.


Lalu Justin pun mengantar polisi menuju ke kamar dimana tempat Keisha di sekap. Akan tetapi di saat pintu kamar itu terbuka, Justin sangat terkejut karena tidak melihat keberadaan Keisha di sana, hanya ada tali sehabis disayat, kursi dan juga kaca yang berserakan di atas di atas lantai. Justin yakin jika Keisha telah kabur.


"Siapa yang Anda maksud? Tolong jangan bermain-main dengan pihak kepolisian," kata polisi dengan tegas.

__ADS_1


"Maaf Pak saya sama sekali tidak bermaksud seperti itu, wanita itu tadi saya ikat di sini. Saya yakin dia pasti kabur lewat jendela," kata Justin sembari menunjuk ke arah jendela kamar yang terbuka lebar.


Kalau memang seperti itu, artinya beliau belum jauh. Cepat kalian cari dan kejar wanita itu!" Titah komandan polisi terhadap anak buahnya.


****


Setelah operasi berjalan dengan lancar, kini Kayla pun telah dipindahkan ke dalam ruang rawat inap. Dan saat Kayla membuka matanya, ia tersenyum karena melihat orang-orang yang disayanginya itu telah berada di sekelilingnya.


"Sayang, kamu sudah sadar?" Tanya Axel yang begitu terharu, karena sudah beberapa jam Kayla tidak sadarkan diri.


"Iya Mas," jawab Kayla. "Mama, Papa, Mommy, Daddy, kalian semua kok ada di sini? Kalian yang ke Surabaya atau aku yang sudah pulang ke Jakarta." Kayla merasa bingung.


"Iya sayang Mama ada di sini karena merasa sangat khawatir dengan kamu. Bagaimana kondisi kamu sekarang?" Tanya Karina.


"Sayang, Mommy, Daddy, Mama dan Papa kamu langsung terbang ke sini setelah mengetahui bagaimana kondisi kamu dari Axel dan Axel juga sudah menceritakan semuanya," kata Roseline yang juga tak kalah khawatirnya.


Tiba-tiba membuat Kayla langsung saja teringat apa yang baru saja menimpa dirinya. Lalu ia memegang perutnya yang terasa begitu datar.


"Mas, kenapa perutku kosong? Dimana anak kita Mas? Ma, Mom dimana anak aku?" Tanya Kayla yang terlihat begitu syok.


"Sayang, kamu yang sabar Sayang, ada aku di sini," ucap Axel diiringi air matanya yang mengalir.


"Sabar? Kenapa aku harus sabar dan kamu kenapa menangis Mas? Jawab aku dimana anak kita?" Kayla terus mengulangi pertanyaannya, karena ia memang belum mendapatkan jawaban apapun. Sedangkan Axel tak sanggup untuk menjelaskannya.


"Kayla, kamu yang tenang ya Sayang. Biar Papa saja yang menjelaskan. Kamu baru saja melakukan operasi untuk mengeluarkan janin kamu karena janin kamu sudah lemah dan tidak bisa diselamatkan lagi. Ini semua juga demi kebaikan kamu Nak," kata Raymond yang membuat Kayla syok.

__ADS_1


"Tidak … Itu tidak mungkin! Anak aku pasti baik-baik saja," teriak Kayla yang begitu histeris dan tak bisa terima dengan kondisi saat ini.


Bersambung …


__ADS_2