Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Hanya Sandiwara


__ADS_3

Tok … tok … tok


Suara ketukan pintu yang terdengar sangat keras, membuat Kayla terbangun dari tidurnya. Di saat itu ia menyadari ada sesuatu yang berat menimpa perutnya, seketika Kayla tersenyum karena ternyata itu adalah tangan kekar suaminya yang masih tertidur pulas di sampingnya. Secara perlahan Kayla pun hendak melepaskan tangannya itu, tetapi Axel malah menarik kembali tubuh sang istri ke dalam dekapannya.


"Sayang, kamu mau kemana?" Kamu di sini dulu ya, temani aku. Aku masih ngantuk," ucap Axel.


Lagi-lagi Kayla merasakan begitu bahagia karena mendengar Axel memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Keisha, aku masih merindukan kamu. Kita tidur dulu sebentar lagi ya, setelah itu baru kita bangun," ucap Axel.


Seketika rasa bahagia itu pun berubah menjadi rasa kesal yang amat mendalam. Dengan sangat marah, Kayla pun menepis tangan Axel secara kasar dan beranjak dari tempat tidurnya. Akan tetapi hal tersebut malah membuat Axel terusik dan terbangun dari tidurnya.


"Apa-apaan sih kamu. Kenapa kamu menepis tanganku dengan kasar seperti itu?" Protes Axel.


Kayla tak menggubrisnya, ia tetap melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu. Kayla merasa semakin kesal, karena di saat itu ia melihat Keisha telah berdiri di hadapannya saat ini.


"Mau apa kamu? Bisa tidak pagi-pagi tidak mengganggu orang lain," hardik Kayla.


"Tenang saja, aku tidak mau mengganggumu kok Kak. Aku hanya mau menemui kekasihku, dimana dia?" Tanya Keisha yang tidak tahu malu.


"Kekasih? Sepertinya kamu salah alamat. Di sini tidak ada kekasihmu, yang ada hanya suamiku," kata Kayla, ia sudah tidak mau lagi terus mengalah kepada adiknya itu. Apalagi setelah ia melewati malam bersama suaminya, meskipun tadi malam tidak terjadi apapun dengan mereka.


"Kayla, Keisha ada apa? Keisha, kamu kenapa pagi-pagi ada di depan kamar Kakak kamu?" Tanya Karina.


"Oh ini Ma, aku hanya mau membangunkan Kak Kayla aja, mau mengajaknya sarapan. Biasanya pagi-pagi seperti ini Mama sudah menyiapkan sarapannya kan," ucap Keisha mencari alasan.


"Oh iya benar, ini Mama ke atas juga mau membangunkan kalian. Ternyata kalian semua sudah bangun. Kayla, suami kamu juga sudah bangun 'kan?" Tanya Karina.


"Pagi Ma. Iya aku sudah bangun kok," ucap Axel yang tiba-tiba saja muncul dan merangkul mesra tubuh istrinya itu. Membuat Keisha pun semakin panas melihatnya.

__ADS_1


"Pagi Axel. Ya sudah karena kalian semua sudah bangun, sekarang kita ke bawah ya. Keisha, kamu ikut Mama turun ke bawah dulu, nanti biar Kakak kamu dan suaminya menyusul saja," ajak Karina.


"Tapi Ma, aku mau bareng Kakak aja. Oke," ucap Kayla.


"Ya jangan dong, biar mereka berdua saja. Mereka 'kan pasangan suami istri," ucap Karina.


Dengan sangat terpaksa dan merasa kesal, Keisha pun mengikuti ibunya itu meninggalkan Kayla dan suaminya.


"Lepaskan!" Ucap Kayla sembari menepis tangan yang masih merangkul di bahunya itu. Lalu Axel pun segera melepaskannya.


"Kamu tidak usah ke GR-an Kayla. Aku merangkulmu hanya karena berpura-pura saja di depan orang tuamu," hardik Axel.


"Yah aku tahu. Terbukti kok karena tadi Saat bangun tidur pun kamu malah menyebut nama Keisha," ucap Kayla dengan kesal, lalu segera saja ia pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. "Apa yang kamu pikirkan Kayla? Kamu menganggap Axel serius melakukan hal tersebut, sudah jelas-jelas dia hanya bersandiwara, bukan serius," batin Kayla dalam kesedihannya.


Sedangkan Axel tampak termenung dan berdiri mematung memikirkan ucapan istrinya tadi.


Selesai Kayla membersihkan dirinya, kini saatnya Axel yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya pula. Setelah itu pun mereka berdua sama-sama menuju ke ruang makan dan ternyata di sana sudah ada keluarga yang menunggu untuk menikmati sarapan bersama.


****


Ting …


Sebuah pesan masuk pada ponsel Axel. Segera saja ia membacanya yang ternyata pesan tersebut dikirim oleh Keisha.


"Temui aku sekarang di balkon lantai atas. Aku ingin berbicara serius denganmu."


Axel yang melihat Keisha di saat itu tampak asik memainkan ponselnya dan duduk di atas ranjang tanpa menggubrisnya yang sedang duduk di sofa, ia pun segera saja beranjak dari tempat duduk untuk menemui Keisha.


Meskipun Kayla tampak cuek, tetapi melihat gerak gerik Axel yang mencurigakan, secara diam-diam ia mengikuti suaminya itu.

__ADS_1


"Keisha!" Panggil Axel saat ia sudah berada di atas balkon.


Keisha yang mendengar suara itu pun langsung saja menoleh, lalu mendekati serta menghamburkan pelukan pada tubuh kekar suami kakaknya itu.


"Keisha, kamu kenapa?" Tanya Axel yang terkejut mendapatkan perlakuan itu, akan tetapi ia pun membalasnya meskipun tampak ragu.


"Kamu masih bertanya aku kenapa setelah apa yang kamu lakukan terhadapku? Kamu sengaja yang memanas-manasi aku, kamu sengaja mau membuat aku cemburu bermesra-mesraan dengan Kayla di depan aku. Iya 'kan?" Tanya Keisha.


"Iya, aku minta maaf ya. Aku memang hanya bersandiwara saja, aku hanya berpura-pura di depan kedua orang tua kamu. Aku tidak mau mereka curiga," ucap Axel.


"Jadi pembelaan untuk Kayla waktu itu juga hanya berpura-pura? Kamu tidak serius 'kan membelanya?" Tanya Keisha.


Axel bingung dengan perasaannya sendiri, tetapi ia juga tidak tega jika menyakiti wanita yang saat ini berada di hadapannya. Karena bagaimanapun juga perasaannya untuk wanita itu tetap masih ada.


"Iya Kei, aku hanya berpura-pura saja," ucap Axel.


"Ternyata benar kamu pergi menemui Keisha dan semua yang kamu lakukan untukku hanya sandiwara, bukan serius," batin Kayla bukan hanya menangis di luar saja, tetapi hatinya juga menangis karena terasa sangat perih saat ini.


Karena tidak mau terus merasa sakit hati, segera saja Kayla membalikkan tubuhnya dan hendak pergi dari tempat saat ini ia berada. Akan tetapi karena ia tergesa-gesa, di saat itu tiba-tiba saja kakinya tergelincir hingga tubuhnya pun terhuyung dan terjatuh di tangga.


"Akh … !" Teriak Kayla, lalu tubuhnya itu pun berguling-guling menuruni tangga sampai ke lantai bawah.


Mendengar teriakan Kayla, tentu saja membuat Axel dan Keisha pun sama-sama terkejut dan mereka pun segera saja melepaskan pelukan itu lalu berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Kayla … !" Teriak Axel yang membelalakkan matanya, ia yang begitu panik dan sangat khawatir itu pun segera saja berlari menuruni tangga untuk menghampiri istrinya itu.


Sama halnya dengan Axel, Keisha juga merasa sangat terkejut melihat kakaknya yang saat itu sudah tergeletak di bawah tangga. Ia yakin jika tadi pasti Kayla mendengar ucapan mereka saat di balkon. Lalu Keisha pun menyusul Axel, ia menuruni tangga dengan perlahan untuk menghampiri mereka.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2