
"Keisha? kamu benar-benar Keisha anak Mama? Alhamdulillah Nak, akhirnya kita bisa menemukan kamu juga," ucap Karina yang terlihat begitu antusias, ia pun langsung saja mendekati anak bungsunya itu serta memeluknya.
Sama halnya dengan sang ibu, Kayla juga merasa sangat senang karena ternyata firasatnya bahwa adiknya masih hidup benar adanya. Sehingga saat ini ia menepiskan rasa sakitnya itu dan segera saja beranjak dari kursi ingin mendekati adik dan ibunya.
"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Axel.
"Aku mau menghampiri Mama dan Keisha Mas," jawab Kayla.
Sehingga Axel pun membantu istrinya itu, sementara yang lainnya masih tampak bengong melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka saat ini.
"Keisha, kamu benar-benar Keisha? Tanya Kayla yang masih tak mempercayainya, bahkan terlihat buliran bening yang keluar dari sudut matanya karena merasa sangat terharu.
Setelah Karina meleraikan pelukan tersebut, kini giliran Kayla yang memeluk adiknya. Sementara itu wanita yang mereka peluk dan menganggapnya itu adalah Keisha, masih tampak diam mematung, tidak membalas apapun dan malah merasa kebingungan.
Hingga pada akhirnya pun ia menolak pelukan tersebut, yang membuat Kayla hampir saja terjatuh jika tidak disambut oleh Axel.
"Apa-apaan sih kamu, kenapa kamu mendorong istriku seperti itu!" bentak Axel emosi.
"Kalian yang apa-apaan? Kalian itu siapa? Kenapa tiba-tiba kalian memeluk Santi dan mengatakan bahwa dia adalah Keisha," kata Arya yang kini angkat bicara, ia pun menatap Axel dengan tak kalah tajamnya.
"Santi?" Tanya Raymond untuk memastikan bahwa nama yang ia dengar tidak salah.
"Iya benar dia adalah Santi. Kenapa kalian tiba-tiba datang dan menyebutnya Keisha, sementara Santi sendiri saja tidak mengenali kalian," kata Arya.
"Ini tidak mungkin. Kamu adalah Keisha, apa benar kamu tidak mengenali keluarga kamu sendiri? Ini Mama Nak, ini Papa kamu dan ini Kayla Kakak kamu," kata Karina yang mencoba mengingatkan anaknya itu.
Lalu Santi pun menggelengkan kepalanya, "Tidak, kalian bukan keluargaku. Keluargaku adalah Nenek Aminah dan Arya. Kalian siapa, kenapa tiba-tiba datang ke sini dan menyebut aku adalah Keisha? Aku adalah Santi, aku tidak kenal dengan kalian," kata Santi dan beranjak pergi meninggalkan keluarga Axel dan Kayla.
"Tunggu Mama Keisha!" Teriak Karina.
__ADS_1
Di saat mereka hendak menyusul Santi, tetapi dengan cepat Arya pun menghalanginya.
"Maaf lebih baik kalian pergi dari sini, saya tidak mau kalian mengganggu calon istri saya," ucap Arya.
Di saat itu pula Arya juga mengajak Nek Aminah untuk masuk ke dalam, lalu Mengunci pintu rumah.
Tok … tok … tok …
"Keisha, buka pintunya!" Teriak Kayla diiringi ketukan pintu.
Bukan hanya Kayla yang melakukan hal itu, tetapi juga Karina dan Raymond.
"Sayang, sudah ya. Sekarang kita pergi dulu. Mungkin Keisha masih syok bertemu dengan kita, karena setelah lama kita tidak mencarinya lagi. Tapi nanti kita akan datang ke sini lagi untuk memastikan wanita itu apa benar dia Santi atau memang dia adalah Keisha," ucap Axel.
Hingga pada akhirnya dengan rasa kecewa, kini keluarga Axel dan Kayla pun pergi meninggalkan kediaman Nek Aminah dan pulang ke hotel tempat mereka menginap.
****
"Iya, Mama juga yakin bahwa dia adalah Keisha. Saat memeluknya tadi, Mama merasa sangat dekat sekali, tapi kenapa ya Keisha tiba-tiba tidak mengingat kita," ucap Karina yang ikut merasa sedih dan kebingungan.
"Apa mungkin Keisha hilang ingatan? Bisa saja 'kan sewaktu hanyut di sungai, Keisha terbentur sesuatu, sehingga dia tidak mengenali kita semua, bahkan dia juga tidak mengenali Axel. Mommy bisa melihat tadi bagaimana tatapan Keisha ke Axel benar-benar kosong, dia benar-benar tidak mengenali Axel sama sekali. Padahal tadinya Keisha begitu ambisi ingin kembali lagi menjalin hubungan dengan Axel," ucap Rosline.
"Iya, Daddy juga bisa melihatnya," sambung Alex.
"Tapi Keisha itu 'kan anak kami. Sebagai orang tua tentunya kami bisa merasakan jika wanita tadi benar-benar anak kami atau bukan. Lagipula tidak ada di dunia ini manusia yang benar-benar sama persis, tidak ada bedanya sama sekali," kata Raymond.
"Entahlah, ini semua rahasia Tuhan. Kita sama sekali tidak ada yang mengetahuinya. Tetapi jika itu benar-benar Keisha, saya merasa sangat bersyukur karena ternyata anak kami masih hidup. Meskipun memang benar dalam keadaan hilang ingatan, tetap saja keisha selamat dan dia baik-baik saja. Sekarang kita tinggal pikirkan bagaimana caranya agar Keisha kembali lagi pada keluarga kita," kata Raymond.
"Tapi bagaimana jika nanti Keisha kembali berulah? Kalian tidak lupa 'kan jika Keisha hampir saja membunuh Kayla dan menyebabkan Kayla kehilangan anak di dalam kandungannya," kata Roseline mengingatkan.
__ADS_1
"Kita tidak ada yang pernah melupakan hal itu dan kita harus lebih mempertegas Keisha nantinya. Dia juga masih punya tanggung jawab 'kan, sampai sekarang Keisha juga berstatus buronan polisi. Yang penting sekarang kita pikirkan saja bagaimana caranya agar Keisha mau kembali lagi bersama dengan kita, bagaimana caranya kita membawa Keisha pulang ke Jakarta," ucap Karina.
"Jika memang benar itu adalah Keisha dan dia hilang ingatan, itu artinya Nenek dan juga pria tadi yang menemukan Keisha, tetapi sepertinya mereka sengaja ingin menyembunyikan identitas Keisha dan mengganti namanya menjadi nama Santi. Kita bisa saja menuntut mereka. Besok kita akan datang ke sana lagi untuk mencari tahu yang sebenarnya," kata Alex.
"Iya, saya setuju. Besok kita akan kembali lagi ke sana untuk memastikannya," sahut Raymond.
"Mbak, Mbak yang sabar ya. Mudah-mudahan jika itu benar-benar Keisha, dia mau pulang dan kembali ke keluarga," ucap Roseline yang mencoba menenangkan Karina.
"Iya Mbak, terimakasih ya," ucap Karina.
Setelah itu pun mereka kembali ke kamar masing-masing, meninggalkan Keisha dan Axel di kamar mereka.
****
Saat sedang tidur di malam hari, tiba-tiba saja Santi berteriak seperti ada yang mengganggu tidurnya. Sehingga membuat Nek Aminah dan juga Arya yang mendengarnya itu pun langsung saja menghampiri Santi di kamarnya.
"Tidak … aku tidak mau masuk penjara. Tolong jangan ganggu aku lagi, kalian pergi dari sini, jangan hampiri aku. Aku sudah bahagia, aku tidak mau masuk penjara. Tidak … aku tidak mau …!" Teriak Santi.
"Santi, Santi … bangun Santi. Kamu kenapa?" Tanya Arya yang terlihat begitu panik, sembari mengguncang pelan tubuh Santi.
"Santi bangun Nak!" Panggil Nek Aminah pula.
Sehingga membuat Santi pun tersadar dari mimpinya dan langsung memeluk Arya dengan spontan.
Deg …
Jantung Arya pun terasa berdetak lebih kencang dan tidak karuan saat diperlakukan seperti itu oleh wanita yang dicintainya.
Bersambung …
__ADS_1