
Pagi menyingsing dengan cepat, di saat itu Kayla pun terbangun meskipun waktu masih menunjukkan pukul 06.00. Dan meskipun semua telah siap, tetapi Kayla yang begitu antusias ingin pergi liburan pun bergegas mandi dan langsung saja turun ke bawah menuju ke dapur. Di saat itu ia melihat bi Lasmi yang sudah bangun terlebih dulu dan sedang menyiapkan sarapan seperti biasa.
"Bibi sudah bangun?" Tanya Kayla yang menghampiri ART-nya itu.
"Sudah Nyonya. 'Kan sebentar lagi saya akan pergi, jadi saya mau menyiapkan sarapan dulu untuk Nyonya dan Tuan," jawab bi Lasmi.
"Ya ampun Bi, seharusnya tidak perlu, karena Bibi juga mau pergi. Nanti aku dan Mas Axel juga bisa kok sarapan di luar sebelum pergi," kata Kayla.
"Tidak apa-apa Nyonya, saya juga perginya jam 08.00 dan ini masih kam 06.00. Nyonya kenapa pagi sekali bangunnya?" Tanya bi Lasmi pula.
"Iya Bi aku terlalu bersemangat ingin pergi ke Surabaya, maka itu jam segini aku sudah bangun. Oh iya nanti biar aku dan Mas Axel ya yang antar Bibi ke stasiun," kata Kayla.
"Tidak usah Nyonya, biar saya cari taksi saja nanti di depan," tolak bi Lasmi berkali-kali dengan alasan yang sama, karena tidak mau terus merepotkan tuan rumahnya.
"Nggak apa-apa Bi, biar sekalian jalan," kata Kayla.
"Tidak usah Nyonya, bukankah Nyonya dan Tuan akan berangkat jam 10.00? Jadi lebih baik saya naik taksi saja Nyonya," kata bi Lasmi.
"Oke kalau memang seperti itu maunya Bibi. Tapi biar aku ya yang pesan taksi online ya, jadi Bibi tidak perlu lagi menunggu di depan sana dan kali ini Bibi tidak boleh menolak," kata Kayla.
"Baik Nyonya." Bi Lasmi pun menuruti saja, karena memang nyonya kecilnya itu sangat sulit untuk dibantah.
****
Tepat pukul jam 10.00, kini Axel dan Kayla sudah berada di dalam perjalanan menuju ke bandara dengan menggunakan taksi online. Setelah tiba di Surabaya nanti, segala fasilitas untuk mereka baik penginapan maupun kendaraan juga sudah ditangani oleh Axel.
Tidak Berapa lama kemudian, keduanya pun telah sampai di bandara dan hanya tinggal menunggu 15 menit lagi pesawat akan take-off menuju ke Surabaya.
"Sayang, kamu haus nggak? Mau minum dulu?" Tanya Axel yang melihat Kayla tampak kelelahan. Maklum saja karena istrinya saat ini sedang berbadan dua.
"Boleh, tapi aku maunya air mineral aja ya Mas," jawab Kayla.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu tunggu sebentar ya Sayang," ucap Axel dan segera saja ia membeli air mineral yang tidak jauh dari sana.
Hingga tidak lama kemudian, ia pun telah kembali lagi dengan membawa sebotol air mineral untuk istrinya itu. Dan berapa menit kemudian, sudah waktunya pesawat take off menuju ke Surabaya.
****
Tidak terasa setelah menghabiskan waktu di dalam perjalanan selama 1 jam 30 menit dari Jakarta, kini pesawat yang ditumpangi oleh Axel dan Kayla sudah tiba di Juanda Surabaya. Keduanya pun langsung saja disambut oleh supir taksi yang sudah dipesan oleh Axel saat mereka masih berada di kota Jakarta.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Axel, Mari saya bantu membawa kopernya," tawar sang supir yang sudah melihat wajah Axel dan Kayla sebelumnya dari foto yang dikirim oleh Axel.
"Siang Pak, Anda Pak Rahman?" Tanya Axel untuk memastikan.
"Iya, benar Tuan. Saya Rahman. Supir taksi yang dipesan oleh Tuan beberapa hari yang lalu untuk membantu Tuan selama berada di Kota Surabaya," jawab Rahman.
Lalu segera saja Axel pun menyerahkan koper yang berisi pakaian mereka kepada Rahman, karena memang di saat itu Axel hendak menuntun istrinya yang merasa mual karena mabuk perjalanan. Rahman pun langsung saja membawa mereka ke mobil yang berada di parkiran depan bandara. Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, sang supir pun segera saja melajukan mobil menuju ke hotel yang sudah di pesan oleh Axel juga.
Axel memang sudah mengatur semuanya, agar saat mereka di Surabaya sama sekali tidak lagi merasa kesusahan. Karena ia juga tidak mau membuat istrinya itu kelelahan.
"Iya dong, aku nggak mau membuat kamu dan calon anak kita nantinya kecapean. Untuk itu aku sudah mengatur ini semua," ungkap Axel tersenyum menatap wajah istrinya itu.
"Terimakasih ya Mas," ucap Kayla yang menyandarkan kepalanya itu di bahu sang suami.
"Iya sama-sama Sayang," jawab Axel sembari mengelus lembut rambut istrinya itu.
Hingga tidak berapa lama kemudian, mereka pun telah tiba di salah satu hotel bintang 5 dan langsung menuju loby untuk mengambil kunci kamar mereka. Setelah mengantar barang bawaan Axel dan Kayla sampai di depan kamar, Rahman pun langsung saja berpamitan pergi dari sana. Tetapi ia akan siap 24 jam di saat Axel nanti membutuhkannya.
Lalu Axel dan Kayla segera saja masuk ke dalam kamar. Kayla cukup terkejut karena Axel telah memesan kamar yang begitu luas dan tempatnya terasa nyaman, sehingga membuat Kayla pun sudah tidak sabar lagi ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Axel yang melihat Kayla mendekati tempat tidur.
"Ya mau baring lah Mas, aku tuh sudah capek banget rasanya, sudah ingin istirahat," jawab Kayla. "Nggak boleh ya?" Tanyanya.
__ADS_1
"Iya, boleh. Tapi kamu harus cuci kaki, cuci tangan dan cuci muka dulu dong Sayang. Setelah itu baru istirahat," kata Axel.
"Oh iya, aku lupa Mas," kata Kayla dan bergegas menuju ke kamar mandi.
Setelah keduanya membersihkan diri, kini mereka pun merebahkan diri di atas kasur untuk beristirahat. Karena memang jadwal rapat Axel masih besok pagi, jadi hari ini mereka masih bisa untuk beristirahat di penginapan.
****
Karena merasa bosan seharian berada di rumah, Keisha pun bermaksud ingin pergi mengunjungi kakaknya di apartemen, untung-untung ia dapat bertemu dengan Axel untuk melepaskan rasa rindunya. Memang sudah beberapa hari ini ia tidak mengganggu Axel dan Kayla karena masih memikirkan cara bagaimana untuk memisahkan keduanya. Keisha masih tetap tak bisa terima jika Axel benar-benar sudah berpaling darinya dan memilih kakaknya itu.
Hingga disaat Keisha telah rapi, ia pun turun ke lantai bawah dan saat itu bertemu dengan ibunya.
"Keisha, kamu sudah rapi mau kemana lagi? Kamu itu tidak bisa ya 1 hari saja berada di rumah," omel Karina.
"Ah Mama, seperti nggak pernah muda aja. Lagipula aku itu keluar rumah karena sedang sibuk untuk membahas serta mempersiapkan kerja sama Ma. Mama 'kan tahu kalau aku saat ini mau memulai bisnis dengan teman aku," terang Keisha beralasan.
"Kamu serius mau membahas kerja sama? Memangnya mau mau memulai bisnis dalam bidang apa?" Tanya Karina yang tak bisa mempercayai Keisha begitu saja.
"Ya itu surprise dong Ma. Nanti kalau semuanya sudah berjalan dengan lancar, aku pasti akan memberitahu Mama dan Papa kok. Untuk sekarang rahasia dulu ya," kata Keisha.
"Oh … seperti itu. Ya sudah kamu boleh pergi, tapi hati-hati ya dan jangan pulang larut malam," pesan Karina.
"Iya Ma. Oh ya tapi sebelum bertemu dengan teman aku, rencananya aku mau mampir dulu ke apartemen Kak Kayla, aku mau tahu keadaannya. Barangkali Mama ada mau titip pesan," kata Keisha.
"Kamu mau ke apartemen Kayla? Memangnya kamu tidak tahu jika Axel dan Kayla itu sedang berada di Surabaya," ungkap Karina yang membuat Keisha pun terkejut mendengarnya.
"Mama serius? Memangnya kapan Ma, lalu mau apa? Kok aku nggak diberitahu," tanya Kayla yang tak mempercayainya.
"Iya, benar. Ya untuk apa juga mereka memberitahu kamu, itu 'kan urusan mereka. Yang Mama tahu sih Axel ada urusan pekerjaan di sana, sekaligus mengajak Kayla untuk liburan," jawab Karina apa adanya.
"Apa? Kayla dan Axel ke Surabaya untuk liburan? Enggak, aku nggak akan membiarkan mereka berdua di sana, aku harus menyusul mereka," batin Keisha yang terlihat sudah mempunyai rencana.
__ADS_1
Bersambung …