Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Janji Axel


__ADS_3

"Jangan menatapku seperti itu Mas," pinta Kayla dan memalingkan wajahnya menghadap ke arah lain.


"Kenapa kamu membuang muka?" Memangnya aku salah jika memandang wajah istriku seperti itu?" Tanya Axel.


"Kamu tidak salah Mas, hanya saja aku yang tidak kuat melihat tatapanmu itu." Kayla mengatakan hal yang sebenarnya. Lalu ia pun beranjak dari tempat tidurnya dan hendak pergi.


"Kamu mau kemana?" Tanya Axel.


"Aku mau bangun aja Mas. Ini 'kan sudah sore, aku mau mandi lalu masak makan malam untuk kita," jawab Kayla.


"Tidak usah Sayang!" Sergah Axel.


"Loh kenapa nggak usah Mas? Kita mau makan malam apa kalau aku nggak masak?" Tanya Kayla.


"Aku tahu, kamu tadi bisa tidur nyenyak seperti itu karena kamu kelelahan 'kan setelah membersihkan apartemen. Aku 'kan sudah bilang Sayang, kita hanya tinggal di apartemen ini berdua. Tidak ada yang mengotori apartemen ini, jadi kamu tidak perlu terlalu rajin seperti itu. Kamu selalu saja mengulangi pekerjaan yang sudah kamu kerjakan. Soal makan malam gampang lah, aku bisa pesan kok nanti. Bisa 'kan kamu tidak usah memasak terus setiap hari, sekali-sekali bolehlah kalau kita pesan makan di luar aja," kata Axel yang tak ingin membuat istrinya itu terus merasa kelelahan.


Kayla tersenyum mendapat perhatian tersebut dari suaminya, "Aku nggak capek kok Mas. Aku suka melakukan hal ini, aku tahu kok kalau apartemen ini memang tidak kotor, karena hanya kita berdua yang tinggal di sini. Tetapi aku hanya suka aja bersih-bersih, memang sudah menjadi kebiasaan aku karena aku bosan kalau di rumah tidak melakukan apapun," ucap Kayla.


Axel menarik tangan istrinya itu hingga kini Kayla duduk di atas pangkuannya.


"Sayang, aku tidak memintamu untuk mengerjakan ini semua. Ya mungkin dulu aku pernah menyiksamu dengan memintamu mengerjakan hal ini, aku masih ingat betul. Tapi sekarang aku pastikan kalau kamu tidak akan pernah mendapatkan perlakuan itu dariku lagi, aku janji akan selalu memperlakukan dan menjaga kamu juga dengan baik. Aku benar-benar menyesal Sayang. Dan kali ini aku mohon, kamu menurut ya apa kataku, ini semua demi kebaikan kamu dan anak kita juga," kata Axel yang mengusap lembut perut istrinya itu.


"Aku mengerti Mas, tapi aku janji sama kamu kalau aku nggak akan kecapean," ucap Kayla.


"Aku nggak percaya. Kamu dengar ya, aku akan segera mencari Asisten Rumah Tangga untuk membantu kamu di sini. Jadi kamu tidak perlu lagi mengerjakan ini semua," kata Axel.


"Tapi Mas-" ucapan Kayla terhenti.

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian. Aku yakin Mommy dan Mama juga akan setuju jika aku mengatakannya kepada mereka," kata Axel dengan yakin, bahkan Kayla sendiri pun tidak dapat membantah akan hal itu.


"Ya sudah terserah kamu saja Mas. Jadi sekarang aku juga nggak boleh Masak nih, terus aku harus berbuat apa Mas?" Tanya Kayla kebingungan, ia benar-benar tak bisa membuat hidupnya santai, tanpa melakukan pekerjaan apapun.


"Sekarang kita mandi saja," jawab Axel singkat tetapi penuh makna.


"Kita?" Tanya Kayla ingin memastikan.


"Iya, kita. Memangnya kamu mau menolak mandi bersama suami kamu?" Tanya Axel.


"Tapi kenapa harus mandi berdua Mas?" Tanya Kayla kebingungan.


"Ya tentu saja selain mandi, kita akan melakukan aktivitas lain di dalam sana," kata Axel yang mengerlingkan matanya menggoda sang istri.


Akan tetapi, Kayla tak menggugubris ucapan suaminya itu, ia segera saja berjalan dan menuju ke kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi tersebut.


Tok … tok … tok …


"Gantian ya setelah aku selesai!" Teriak Kayla dan tersenyum, lalu bergegas mandi.


Sedangkan Axel di saat itu juga tersenyum sekaligus berasa bete karena tidak diizinkan mandi bersama dengan istrinya itu.


****


"Aku nggak bisa membiarkan Justin terus menerus ada di sini, bisa gagal semua rencana aku. Aku harus bisa membuat Justin pergi dari sini, apalagi Justin juga akan mengungkapkan fakta yang sebenarnya kepada Mama dan Papa. Ditambah lagi orang tuanya yang sudah mendukung hubungan kita, Duh … bisa gawat, ini semua benar-benar akan berantakan," gumam Keisha di dalam kepanikannya.


Ia terlihat mondar-mandir di dalam kamar memikirkan hal itu. Kehadiran Justin benar-benar di luar dugaannya, sehingga membuatnya sekarang pun merasa kebingungan. Karena menurutnya rencananya itu sama sekali belum berhasil. Mengingat akhir-akhir ini hubungan Kayla dan Axel terlihat begitu romantis, sudah pasti membuat Keisha merasa semakin sulit untuk mendekati mantan kekasihnya yang saat ini sudah menjadi kakak iparnya itu.

__ADS_1


"wait, kenapa ya kedua orang tua Axel mendukung aku tidak mengatakan tentang pernikahan aku dan Justin kepada Mama dan Papa?" Gumam Keisha yang tiba-tiba teringat saat pertemuannya dengan orang tua Justin waktu itu.


Flashback on …


Singkat cerita setelah mereka mengobrol satu sama lain, pada akhirnya Orlando mengungkapkan hal yang paling penting di dalam percakapan mereka.


"Keisha, menurut Papa jika kamu tidak mau mengungkapkan tentang pernikahan kamu dengan Justin untuk saat ini, itu tidak masalah. Papa mendukung, mungkin kamu belum siap. Yang penting kamu jangan pernah lupa tugas kamu sebagai seorang istri. Ya meskipun kamu tidak bisa tinggal bersama Justin, minimal kalian harus bertemulah setiap hari, kamu juga bisa sesekali menginap di luar bersama suami kamu atau di sini dengan alasan apapun ya terserah kamu. Kasihan 'kan Justin sebagai suami kamu, tapi terus saja jauh dari istrinya," ujar Orlando.


"Iya, Mama juga setuju seperti itu. Karena kamu harus menjalankan kewajiban kamu juga sebagai istri. Nanti di saat kedua orang tua kamu sudah mengetahui tentang hubungan kalian, kalian harus segera meresmikan hubungan, kalian tidak boleh hanya menikah siri, pernikahan kalian harus sah di mata negara juga. Kalian mengerti 'kan Keisha, Justin," kata Belinda.


"Iya Ma, aku mengerti kok," jawab Justin diiringi anggukan kepalanya.


"Iya Ma, aku juga mengerti. Terimakasih ya Ma, Pa, sudah mengerti keadaan aku saat ini. Aku benar-benar belum siap jika harus mengatakan hal ini sekarang kepada kedua orang tuaku, karena pastinya mereka akan sangat marah," ucap Keisha.


Flashback off.


"Kalau aku pikir-pikir lagi, sepertinya Papa Orlando mempunyai rencana lain. Apalagi perusahaannya itu 'kan saingan bisnis perusahaan Papa. Nggak, aku nggak bisa membiarkan kalau Papa Orlando mempunyai niat yang tidak baik terhadap perusahaan Papa. Oke aku akan ikuti dulu permainannya, sembari aku mencari tahu apa sebenarnya yang sedang Papa Orlando rencanakan," ucap Keisha yang terus saja bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tok … tok … tok …


Hingga di saat itu terdengar suara pintu, yang membuat Keisha pun segera saja mengatur nafasnya dan juga menetralisir perasaannya itu sebelumnya membuka pintu. Ia tidak mau jika seseorang di sana akan mengetahui kebimbangannya saat ini.


"Mama? Ada apa Ma?" Tanya Keisha setelah membuka pintu tersebut. Ia melihat wajah sang ibu yang terlihat menyeramkan serta menatapnya begitu tajam seakan ingin menerkamnya, sehingga membuat Kayla pun bertanya-tanya.


"Jelaskan ke Mama ini apa Keisha?" Tanya Karina sembari menunjukkan selembar kertas yang tidak sengaja ia temukan di atas lantai dan sudah jelas itu adalah kepunyaan Keisha, karena di situ tertulis nama Keisha Andira Askara.


Keisha yang awalnya tidak mengerti, segera saja meraih kertas tersebut dari tangan ibunya dan melihatnya. Lalu ia pun membelalakkan matanya karena sangat terkejut setelah mengetahui apa isi dari kertas tersebut.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2