
"Karin?" Ucap Devano, sehingga wanita tersebut pun langsung saja menatap ke arahnya.
"Devano, Kamu benar-benar Devano?" Tanya Karin ingin memastikan.
"Iya, aku Devano. Kamu Karin 'kan?" Tanya Devano lagi dan wanita itu pun menganggukkan kepalanya.
"Dev, aku benar-benar minta maaf ya, aku tidak sengaja," kata Karin yang langsung saja mengambil tisu di meja tidak jauh dari tempat mereka berdiri, lalu membersihkan kemeja yang dikenakan oleh Devano.
Akan tetapi di saat itu pun Devano langsung saja menangkap tangan Karina, "Tidak usah Karin, tapi kalau boleh aku ingin berbicara sebentar denganmu." Ucapnya.
Sehingga Karin pun mengiyakannya dan kini mereka berdua telah keluar dari klub tersebut.
"Kamu mau bicara apa Dev? Aku tidak banyak waktu karena aku sedang bekerja di sini," tanya Karin.
"Karin, kenapa setelah lama kita tidak bertemu, kamu malah bekerja di tempat seperti ini?" Tanya Devano.
"Lantas aku mau kerja apa Dev? Aku hanya tamat SMA, aku tidak kuliah, aku tidak mempunyai pendidikan tinggi, jadi aku tidak bisa bekerja kantoran. Sedangkan aku membutuhkan banyak uang, siang hari aku bekerja di toko dan malam hari aku bekerja di sini," ungkap Karin yang tak sadar telah menceritakan kehidupannya saat ini.
Devano terdiam karena telah mendengar langsung bagaimana kelamnya hidup wanita di masa lalunya itu.
Ya dulunya Devano dan Karin pernah mempunyai hubungan, tetapi Karin telah meninggalkan Devano dengan alasan tidak mencintainya, akan tetapi setelah lama pada akhirnya Devano tidak sengaja pernah bertemu dengan teman lama Karin dan mengatakan hal yang sebenarnya, bahwa Karin pergi karena dia merasa tidak pantas dengan Devano. Dia hanyalah seorang wanita yang mempunyai ayah yang begitu jahat dan selalu menyiksa keluarganya, hingga pada akhirnya ibu dan ayahnya itu pun berpisah. Saat ini ayah Karin pergi entah kemana, sedangkan ibunya sakit-sakitan dan Karina harus menghidupi orang tuanya itu. Untuk itu Devano tahu kenapa saat ini Karina bekerja mati-matian.
Meskipun awalnya Devano sangat marah terhadap Karin, bahkan ia sangat membenci wanita tersebut. Tetapi pada akhirnya Devano pun bisa melupakannya karena bertemu Kayla dan mencintai Kayla seutuhnya, akan tetapi lagi-lagi ia mengalami hal yang sama yaitu ditinggal oleh wanita yang dicintainya, bahkan saat ini lebih menyakitkan karena Kayla menikah dengan orang lain. Setelah mengetahui kehidupan Karin yang sebenarnya, membuat Devano pun merasa sangat iba.
"Karin, kamu harus keluar dari sini. Kamu tahu 'kan kerja di sini akan membahayakan untuk kamu, di sini banyak pria hidung belang dan nakal yang akan menggoda kamu. Aku bisa membantu kamu, aku akan memberikanmu pekerjaan yang layak," kata Devano sembari menatap dan memegang kedua pundak Karin, membuat wanita tersebut merasa sangat terkejut.
"Ya aku tahu, tapi aku tidak bisa Dev. Aku bekerja di sini sudah terikat kontrak, jika aku keluar begitu saja aku harus membayar sisa kontraknya 2 kali lipat," tolak Karin.
"Bahkan 5 kali lipat pun aku akan membayarnya," kata Devano.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mau menyusahkan kamu. Tolong jangan ikut campur dalam kehidupan aku Dev, kita hanyalah masa lalu. Biarkan aku bekerja dengan tenang. Lebih baik kamu lanjutkan saja apa yang kamu lakukan di sini atau kamu pergi. Aku akan melanjutkan pekerjaanku," kata Karin, lalu ia pun pergi meninggalkan Devano dan masuk ke dalam klub malam tersebut.
Baru saja Devano mengatakan jika tempat tersebut sangat berbahaya, di saat pula dengan mata kepalanya sendiri Devano melihat dua pria hidung belang yang saat itu sedang menggoda Karin. Terlihat juga Karin yang menolaknya, tetapi pria tersebut semakin kurang ajar dengan mencolek dagunya sehingga membuat Devano pun merasa emosi dan langsung saja mendekati dua pria tersebut, serta memukul wajah pria yang tadi telah bersikap kurang ajar terhadap Karin.
"Dev … apa yang kau lakukan!" Teriak Karin.
****
Setelah 2 hari berada di Surabaya, kini kedua orang tua Kayla dan kedua orang tua Aksa pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Karena ada pekerjaan yang harus ditangani oleh Raymond dan Alex di perusahaan. Sementara Kayla masih ingin tetap berada di sana untuk menemui adiknya itu, ia tidak bisa tenang sebelum memastikan siapa Santi sebenarnya.
Meskipun sebenarnya Axel juga mempunyai pekerjaan dan tanggung jawabnya di Jakarta, tetapi Alex pun mengizinkan Axel untuk tetap berada di Surabaya menemani Kayla beberapa hari kedepan dan pekerjaannya itu akan ditangani oleh Alex untuk sementara waktu. Hingga saat ini Kayla dan Axel masih berada di Surabaya.
"Mas, aku minta maaf ya. Karena aku kamu jadi harus meninggalkan pekerjaan kamu. sabar ya Mas, aku janji 1 atau 2 hari lagi kita akan kembali ke Jakarta, tapi hari ini kamu mau 'kan menemani aku menemui Santi di rumah sakit," kata Kayla.
"Ya tentu saja aku mau Sayang, tujuan aku ada di sini 'kan memang mau menemani kamu. Mudah-mudahan sekarang juga kita bisa membujuk Keisha untuk melakukan tes DNA, supaya semuanya jelas," kata Axel.
"Maksud kamu bagaimana Sayang?" Tanya Axel kebingungan.
"Sekarang ini 'kan kita sudah memiliki rambut Papa, nanti tinggal bagaimana caranya kita mengambil rambut wanita yang mengaku bernama Santi itu. Kalau kita berbicara dulu kepada Santi, aku takut dia akan menolak lagi Mas dan kalau memang Santi itu adalah Keisha, sudah pasti melalui rambut saja tes DNA-nya akan sangat cocok," ujar Kayla.
"Ya kamu nener juga, kenapa kita nggak kepikiran dari kemarin ya," kata Axel.
"Ya bagaimana mau memikirkan hal itu mas, sedangkan kita sendiri saja sangat bingung dan banyak sekali masalah yang kita hadapi. Jadi kamu setuju 'kan Mas?" Tanya Kayla.
"Ya, tentu saja aku setuju Sayang. Lebih cepat lebih baik," jawab Axel.
Hingga saat ini pun Axel dan Kayla langsung saja bersiap-siap dan Setelah itu mereka pergi ke rumah sakit untuk menemui Santi.
****
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit, Kayla dan Axel langsung saja menuju ke ruang rawat inap Santi dan seperti biasa Santi berada di dalam ruangan tersebut hanya ditemani oleh Nek Aminah saja. Karena Arya harus bekerja terlebih dulu dan malam harinya baru ia akan bergantian dengan neneknya untuk menjaga Santi. Akan tetapi, Nek Aminah juga tetap beristirahat di rumah sakit karena jarak rumah mereka yang cukup jauh.
"Selamat siang Nek, Santi," ucap Kayla Saat memasuki ruangan tersebut, lalu ia pun mendekati Nek Aminah dan menyalami tangannya, begitu juga dengan Axel.
"Santi, bagaimana kabar kamu?" Tanya Kayla yang bersikap seramah mungkin.
"Aku baik-baik saja. Kamu Kayla 'kan? Untuk apa lagi kamu datang ke sini?" Tanya Santi ketus.
"Iya, aku Kayla. Aku minta maaf ya karena waktu itu aku sudah memaksakan kehendakku dengan meminta kamu mengakui bahwa diri kamu adalah Keisha dan meminta kamu untuk menerima bahwa kami adalah keluarga kamu. Aku sadar mungkin sikap aku sangat keterlaluan, tapi kamu benar-benar mirip dengan adikku. Kamu mau lihat buktinya?" Ucap Kayla dan bertanya.
"Bukti apa?" Tanya Santi.
Lalu Kayla pun mengambil ponsel di dalam tasnya dan memperlihatkan sebuah foto kepada Santi. Santi cukup terkejut melihat foto tersebut karena memang benar-benar sangat mirip dengan dirinya. Begitu juga dengan Nek Aminah yang saat ini melihat foto tersebut juga.
"Santi, itu benar-benar kamu. Karena kamu sangat mirip sekali dengan wanita yang ada di foto itu," kata Nek Aminah.
"Ya memang mirip, tapi itu bukan aku Nek. Mungkin kebetulan saja wajah kami mirip," bantah Santi.
"Ya sudahlah jika kamu memang bukan Keisha. Kita berdua ke sini mau minta maaf saja sama kamu dan berpamitan karena besok kita juga akan kembali ke Jakarta. Tapi kamu tenang saja, biaya pengobatan kamu di sini semuanya akan tetap ditanggung oleh keluarga kami. Ya anggap saja sebagai kompensasi karena kami telah mengganggu kamu dan keluargamu," ucap Axel.
"Terima kasih banyak Nak Axel, Nak Kayla. Kalian berdua bagaikan malaikat yang tiba-tiba saja datang menolong kami. Kami tidak tahu bagaimana caranya mengobati Santi jika tidak dengan bantuan kalian. Arya hanyalah seorang buruh pabrik, sementara saya hanya penjual kue keliling," ucap Nek Aminah.
"Tidak usah sungkan seperti itu Nek, lagipula kami melakukan ini semua juga karena semata-mata ingin menolong Santi. Kami ikhlas dan anggap saja ini keberuntungan karena Santi sangat mirip dengan adikku," ucap Kayla.
Mendengar ucapan itu membuat Nek Aminah pun merasa hatinya begitu hangat. Ia sangat beruntung karena bisa mengenal Kayla, wanita yang begitu baik dan sangat peduli dengan siapapun.
Di saat Nek Aminah dan Santi tampak sibuk dengan Kayla, di saat itu pula Axel yang berada di sisi lain Santi mengambil kesempatan, secara diam-diam mengambil rambut Santi yang kebetulan di saat itu ia lihat berada di samping bantalnya. Karena tidak ada yang merasa curiga, maka dengan mudah Axel mengambilnya lalu menyimpan di dalam saku celananya itu.
Bersambung …
__ADS_1