Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Rencana Liburan


__ADS_3

Akan tetapi Keisha juga tidak mungkin menolak begitu saja, ia tidak mau sampai memancing emosi Justin jika mengingat apa yang telah ia ketahui saat ini. Bahkan Justin dulu juga pernah bersikap kasar jika ia berani bermacam-macam dengan pria tersebut. Sehingga membuat Keisha pun memutar otaknya, memikirkan suatu cara agar bisa menghindar dari Justin saat ini tetapi tidak dengan membuat suaminya itu merasa curiga.


"Sayang, bukannya aku tidak mau. Aku juga merindukanmu, tapi aku minta maaf karena sepertinya tidak bisa malam ini. Nggak mungkin 'kan tiba-tiba saja aku izin ke Mama dan Papa mau menginap di rumah teman, itu terlalu mendadak dan pastinya akan membuat kedua orang tuaku merasa curiga. Seharusnya berapa hari sebelumnya, aku harus izin dulu kepada mereka dengan alasan yang tepat. Aku janji hari ini aku akan bicara dan aku akan bilang kalau aku mau keluar kota untuk beberapa hari karena ada pekerjaan, jadi di saat itu nanti aku akan berada di rumah kamu. Bukankah kamu lebih senang jika aku bisa berlama-lama berada bersama kamu," kata Keisha yang merayu suaminya itu sembari memegang tangannya.


Tentu saja hal tersebut membuat Justin pun merasa sangat senang, bahkan jantungnya terasa berdebar tak karuan karena ulah istrinya itu. Sehingga ia pun membalas menggenggam tangan Keisha seraya mengangguk dan tersenyum menyetujuinya.


Setelah makanan yang dipesan oleh mereka tiba, kini keduanya pun menikmati makanan dan minuman tersebut.


****


Kayla tampak sedang mengemasi pakaian dan memasukkan ke dalam koper, karena besok Axel ada tugas di luar kota sehingga mengajak istrinya itu untuk ikut pergi bersamanya. Hanya selama 2 hari saja ia ada urusan pekerjaan di sana, tetapi Axel pun berniat sekaligus mengajak istrinya itu untuk liburan. Jadi mereka akan berada di sana kurang lebih selama 1 minggu.


"Sudah selesai Sayang kemas bajunya? Mau aku bantu nggak?" Tanya Axel yang baru saja selesai mengerjakan pekerjaan kantor yang tadi ia bawa pulang ke rumah, sekaligus materi meeting di Surabaya lusa.


"Sudah selesai semua kok Mas. Mas, nanti selama kita pergi ke Surabaya, Bi Lasmi bagaimana ya? Apa tetap berada di apartemen? Kasihan dong Mas sendirian," kata Kayla.


"Lantas kamu maunya bagaimana? Kamu mau kita mengajak Bi Lasmi juga?" Tanya Axel.


"Ya nggak gitu juga lah Mas. Kalau kita suruh Bi Lasmi ke rumah saudaranya saja bagaimana? Tapi kalau Bi Lasmi mau sendirian di sini juga nggak masalah sih, kalau nggak bosan," kata Kayla.


"Hm … ya itu terserah Bi Lasmi saja nanti. Kalau Bi Lasmi mau ditinggal sendiri ya tidak masalah, atau Bi Lasmi mau ke rumah saudaranya juga fine saja. Tapi Sayang, setahu aku Bi Lasmi itu tidak mempunyai saudara di sini, saudaranya di Jogja semua. 'Kan kamu tahu sendiri waktu itu aku ketemu sama Bi Lasmi ya karena Bi Lasmi memang tinggal Jogja, aku ketemu sewaktu aku ada meeting di sana," terang Axel.


"Oh iya ya Mas. Atau sebelum kita pergi bagaimana kalau kita antar Bi Lasmi dulu ke Jogja," usul Kayla.


"Ya nggak sempat dong Sayang. 'Kan besok jam 10 Pagi kita juga sudah berangkat," ujar Axel.

__ADS_1


"Oh iya juga ya, ya sudah nanti kita coba bicara saja ya dengan Bi Lasmi," kata Kayla.


"Bagaimana kalau sekarang sebelum Bi Lasmi istirahat. Aku yakin sebentar lagi Bi Lasmi pasti sudah masuk ke kamarnya," kata Axel.


"Iya kamu benar. Ya sudah yuk sekarang kita turun," ajak Kayla lalu keduanya pun turun ke lantai bawah dan melihat Bi Lasmi yang di saat itu sedang mengemasi dapur sehabis makan malam mereka seperti biasa.


"Bi, sudah selesai?" Tanya Kayla yang menghampiri sang bibi.


"Ini sedikit lagi Nyonya," jawab bi Lasmi. "Ada yang bisa saya bantu Nyonya?" Tanyanya.


"Nggak ada kok Bi. Tapi kalau sudah selesai duduk sini sebentar ya Bi, ada yang mau kita berdua bicarakan," kata Kayla.


"Baik Nyonya," jawab Bi Lasmi.


Dan setelah selesai pun langsung saja Bi Lasmi menghampiri tuan rumahnya itu yang sedang berada di ruang televisi, akan tetapi bi Lasmi memilih untuk duduk di bawah, karena merasa tidak sopan jika harus duduk sejajar dengan pemilik rumah.


"Saya tidak enak Nyonya, saya ini hanya seorang pembantu," kata Bi Lasmi.


"Bibi, Bibi lupa ya apa kata aku. Bibi itu orang tua, jadi tidak masalah mau Bibi itu pembantu atau Bibi itu siapa pun. Duduk saja di atas!" Titah Kayla, sehingga Bi Lasmi yang sebenarnya sangat segan itu pun menuruti saja keinginan nyonya-nya itu.


"Nah begitu dong Bi," kata Axel.


"Terimakasih Nyonya, Tuan," ucap Bi Lasmi.


"Iya Bi, Bibi nggak perlu mengucapkan terimakasih seperti itu terus dong. Oh ya seperti yang Bibi tahu besok aku dan Mas Axel 'kan mau ke Surabaya, Mas Axel ada pekerjaan di sana sekaligus kita ada rencana liburan. Jadi Bibi maunya bagaimana, mau tetap berada di apartemen saja, mau ke rumah saudara Bibi yang ada di Jakarta atau Bibi mau pulang ke Jogja. Karena kita akan seminggu berada di sana nanti," kata Kayla.

__ADS_1


"Seandainya saya tetap berada di sini, apakah Nyonya dan Tuan percaya dengan saya?" Tanya bi Lasmi pula.


"Kayla mengernyitkan dahinya, "Kenapa Bibi bicara seperti itu? Ya tentu saja kita percaya. Bibi itu sudah sebulan bekerja dengan kita dan aku sangat percaya dengan Bibi," kata Kayla.


"Benar apa kata istri saya, bahkan semenjak pertama kali bertemu dengan Bi Lasmi, saya sudah percaya. Untuk itu saya meminta Bibi untuk langsung datang ke apartemen dan langsung memperkerjakan Bibi," kata Axel pula, yang membuat Bi Lasmi lagi-lagi merasa terharu dengan perlakuan dari tuan rumahnya itu.


"Tapi Bibi pasti bosan nantinya kalau ada di apartemen. Memangnya Bibi nggak mau pulang ke Jogja, nggak merindukan kampung halaman atau saudara Bibi?" Tanya Kayla.


"Sejujurnya Bibi rindu," ucap Bi Lasmi lirih.


"Ya sudah Bibi pulang saja ya. Nggak akan mengganggu uang gaji Bibi bulan ini kok, untuk ongkos Bibi ke Jogja biar aku yang tanggung sekaligus sama bonus untuk beli oleh-oleh Bibi pulang ke Jogja," kata Kayla. Mengingat Bi Lasmi pernah mengatakan sedang mengumpulkan uang karena ingin berangkat haji, membuat Kayla pun sangat mengerti jika saat ini ART-nya itu memilih untuk tidak bepergian.


"Jangan Nyonya, tidak usah. Gaji saya saja sudah cukup, saya di sini sudah digaji dengan cukup besar, jadi itu tidak perlu. Saya tidak mau merepotkan Nyonya dan Tuan terus," tolak Bi Lasmi.


"Nggak apa-apa Bi, ini Bibi terima ya untuk beli tiket sama oleh-oleh besok. Maaf karena aku nggak bisa beliin oleh-olehnya atau antar Bibi ke Jogja," ucap Kayla menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang.


"Tidak usah Nyonya, saya benar-benar tidak enak menerima ini," tolak Bi Lasmi.


"Bi kalau Bibi tidak mau dipecat, terima saja uang itu!" Ancam Axel.


"Jangan seperti itu Tuan, saya hanya merasa tidak enak," jelas bi Lasmi.


"Jangan menolak rezeki Bi, Bibi terima atau mau saya pecat nih," kata Axel lagi, sehingga bi Lasmi pun langsung saja menerima amplop tersebut meskipun terlihat ragu.


Kayla tersenyum, ia tahu suaminya itu hanya bercanda dan untuk kebaikan.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2