Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Hasil tes DNA


__ADS_3

"Mas, jadi hasilnya sudah keluar ya?" Tanya Kayla.


"Iya Sayang alhamdulillah, seperti apa yang kamu dengar tadi. Aku minta maaf ya Sayang, karena sekarang aku sedang banyak urusan di kantor, jadi kita tidak bisa langsung ke Surabaya. Tapi kamu tenang saja, hari ini juga Dokter Harry akan mengirimkan langsung hasil tes DNA itu. Jadi kamu cukup duduk tenang di rumah dan menunggu sampai dokumen itu sampai ke tangan kamu," kata Axel.


"Iya Mas, aku sudah nggak sabar mau melihat apa hasilnya. Mudah-mudahan benar ya Mas kalau Santi itu adalah Keisha, dengan bukti itu mereka tidak akan bisa mengelak lagi," kata Kayla.


"Aamiin. Iya sayang, mudah-mudahan hasilnya itu memang sesuai harapan kita ya. Kamu yang sabar ya Sayang, kalau nggak hari ini pasti besok sudah sampai ke sini," ucap Axel.


"Iya Mas, mudah-mudahan saja hari ini ya. supaya kita bisa langsung melihat hasilnya," ucap Kayla.


Lalu seperti biasa Axel pun selalu mencium kening istrinya sebelum pergi beraktivitas, begitu juga dengan Kayla yang tak pernah lupa untuk menyalami serta mencium tangan suaminya itu.


****


Saat sedang bersantai-santai menonton televisi sambil menikmati cemilan di ruang depan, di saat itu pula Kayla mendengar suara bel apartemen. Bi Lasmi yang kebetulan di saat itu sedang membersihkan lantai pun menghentikan aktivitasnya, lalu segera saja ia membukakan pintu tersebut.


"Selamat siang Ibu, apa benar ini dengan kediaman Tuan Axel?" Tanya seorang kurir yang saat ini berdiri di depan pintu.


"Selamat sore juga Mas, oh iya benar ini dengan kediaman Pak Axel dan saya pembantu di sini Mas," jawab Bi Lasmi.


"Siapa Bi?" Tanya Kayla yang mendengar Bi Lasmi sedang berbicara dengan seseorang di sana.


"Ini Nyonya, ada Mas kurir," jawab Bi Lasmi.


Mendengar nama kurir, membuat Kayla pun beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri kurir dan Bi Lasmi.


"Mas, Mas kurir mau antar dokumen ya?" Tanya Kayla yang begitu antusias.


"Iya, benar Nyonya. Apa Nyonya istri dari Tuan Axel?" Tanya kurir.


"Iya benar saya istrinya. Biar saya saja yang menerima dokumen itu Mas, karena suami saya sedang bekerja," kata Kayla.


"Iya boleh Nyonya, karena dokumen ini sangat penting dan di sini tertulis jika harus Tuan Axel atau istrinya yang menerima," ucap kurir.


"Iya Mas dan kebetulan memang saya istrinya Axel," jawab Kayla.


Lalu segera saja kurir memberikan dokumen tersebut kepada Kayla dan Kayla pun menandatangani surat tanda terima.


Setelah itu, kurir langsung pergi meninggalkan apartemen Axel. Sedangkan Kayla menutup pintu apartemen dan membawa dokumen tersebut ke dalam kamarnya, yang sudah jelas jika itu adalah hasil tes DNA yang ia tunggu-tunggu selama kurang lebih satu minggu ini.


Kayla duduk di tepi ranjang, dengan perasaan yang begitu dag dig dug, ia pun membuka amplop berwarna coklat dan hendak mengeluarkan kertas putih untuk melihat tes DNA itu. Akan tetapi di saat itu pun ia teringat akan suaminya.

__ADS_1


"Nggak, aku nggak boleh buka dokumen ini sendiri. Bagaimanapun juga aku harus menghargai Mas Axel sebagai suami aku. Aku harus melihatnya bersama Mas Axel nanti. Lebih baik sekarang aku kabari saja dulu Mas Axel," gumam Kayla.


Lalu ia pun mencoba untuk menghubungi suaminya itu beberapa kali, akan tetapi sama sekali tidak ada jawabannya.


"Pasti Mas Axel sedang sibuk, maka itu telepon aku nggak dijawab. Duh … aku harus bagaimana ya," gumam Kayla di dalam kebingungan.


Di satu sisi, ia sudah tidak sabar lagi ingin melihat akan hasil tes DNA yang sudah ada di depan matanya, akan tetapi di sisi lain ia juga tidak mau melakukan hal itu sendiri tanpa suaminya.


Hingga pada akhirnya Kayla pun menyimpan amplop coklat tersebut ke dalam laci nakas di samping tempat tidur. Ia berniat akan membukanya nanti di saat Axel sudah pulang ke rumah.


****


Saat ini Nek Aminah dan Arya tampak sedang mengemasi barang-barang milik Santi. Santi yang merasa jika dirinya saat ini sudah lebih baik, memutuskan untuk pulang. Sehingga Arya dan neneknya akan segera membawa Santi pulang ke rumah hari ini juga.


Di saat itu, terlihat dokter yang menangani Santi masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Apakah Nona Santi yakin akan pulang hari ini?" Tanya Dokter.


"Iya dokter, saya yakin," jawab Santi .


"Santi merasa jika kondisinya saat ini sudah lebih baik. Jadi tidak masalah 'kan Dokter jika kami membawa Santi pulang?" Tanya Arya.


"Baik Dokter, terimakasih banyak," ucap Arya.


"Terimakasih banyak ya Dokter dan apa saya boleh meminta tolong, jika nanti keluarga yang telah membayar seluruh biaya pengobatan saya itu menghubungi Dokter atau datang ke sini untuk mencari saya, katakan saja saya sudah kembali dan saya tidak mau mereka mengganggu saya lagi," pinta Santi.


"Tapi kenapa Nona? Bukankah mereka sudah sangat baik menolong Nona. Sangat jarang sekali ada orang yang seperti itu," ujar dokter.


"Maaf Dokter, saya rasa ini urusan pribadi saya dan Dokter tidak perlu tahu," ucap Santi, sehingga membuat dokter pun hanya mengiyakan saja permintaan pasiennya tersebut.


Setelah semua barang bawaan Santi sudah selesai dikemas, kini Mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit dan pulang ke kampung.


****


Perjalanan dari kota menuju ke perkampungan tempat tinggal Nek Aminah dan Arya kira-kira memakan waktu sekitar 2 jam, sehingga saat tiba di rumah mereka pun terasa begitu lelah. Hingga Santi segera saja beristirahat di kamar seperti biasa. Sedangkan Arya mengambilkan minuman terlebih dahulu untuk Santi dan membawa ke kamarnya.


"San, ini kamu minum dulu," kata Arya.


"Terimakasih ya Ar," ucap Santi menerima minuman tersebut, lalu meneguknya.


"Ya sudah kamu istirahat saja lagi. Kondisi kamu 'kan belum terlalu pulih," kata Arya.

__ADS_1


"Iya Ar. Arya, apa boleh aku meminta sesuatu hal?" Tanya Kayla.


"Boleh, apapun yang kamu pinta, pasti akan aku turuti. Jadi kamu mau minta apa?" Tanya Arya.


"Maaf kalau aku lancang, tapi apa boleh kita pindah dari sini atau kamu tolong carikan aku tempat tinggal yang lain saja. Aku tidak mau tinggal di sini lagi," kata Santi yang membuat Arya terkejut dan kebingungan.


"Tapi kenapa San? Apa kamu sudah merasa tidak nyaman tinggal di sini? Apa karena rumah ini terlalu kecil untuk kamu? Aku yakin kamu pasti dulunya orang kaya 'kan sehingga kamu merasa tidak betah tinggal di sini, pasti ingatan kamu sudah mulai kembali, iya 'kan?" Arya melontarkan beberapa pertanyaan.


"Bukan Ar, bukan karena itu. Tapi aku tidak mau jika keluarga itu nanti akan datang kembali ke sini dan mereka mengatakan bahwa aku adalah anak mereka. Aku hanya ingin hidup tentang, aku sudah bahagia hidup bersama Nek Aminah dan kamu di sini," kata Santi dengan tatapan sendu.


****


Hingga malam hari Kayla menunggu kepulangan suaminya itu, tetapi belum ada tanda-tanda jika Axel sudah pulang. Bahkan Kayla beberapa kali mengintip dari jendela kamarnya untuk melihat mobil suaminya, tetapi belum terlihat juga. Padahal tadi sore saat Kayla meneleponnya, Axel mengatakan jika hari ini ia akan pulang cepat dan akan melihat hasil tes DNA itu secara bersamaan.


Pada akhirnya Kayla pun memutuskan untuk menunggu suaminya di ruang depan. Kayla merasa benar-benar mengantuk karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Bi Lasmi yang melihat nyonya-nya itu masih berada di ruang depan pun menjadi merasa kasihan.


"Nyonya, lebih baik Nyonya tunggu Tuan di dalam saja," ucap Bi Lasmi.


"Tidak Bi, aku mau menunggu Mas Axel di sini saja. Kalau menunggu di dalam kamar, pasti aku akan ketiduran. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini," kata Kayla.


"Nanti jika Tuan sudah pulang, Tuan pasti akan membangunkan Nyonya, jadi Nyonya tidak akan melewatkan kesempatan sedikitpun," ujar Bi Lasmi yang sudah mengetahui penyebab kegelisahan nyonya-nya saat ini.


Di saat itu tiba-tiba saja ada yang membuka pintu dan langsung masuk dalam apartemen, siapa lagi kalau bukan Axel. Sehingga membuat Kayla dan ART-nya itu pun melihat ke arah pria tampan tersebut.


"Tuh kan Bi, Mas Axel sudah pulang," kata Kayla yang terlihat begitu senang.


"Iya Nyonya, kalau begitu saya permisi dulu ya Nyonya, Tuan," ucap Bi Lasmi yang segera saja pergi meninggalkan tuan rumahnya.


"Sayang, kamu kok ada di sini?" Tanya Axel.


"Ya aku menunggu kamu pulang lah Mas. Aku 'kan mau melihat hasil tes DNA itu sama kamu," jawab Kayla.


"Ya ampun Sayang, tapi kamu nggak harus duduk di sini juga. Kamu boleh tidur dulu, nanti 'kan aku bisa membangunkan kamu atau kita lihat besok pagi," kata Axel.


"Enggak Mas, aku mau lihat sekarang. Ayo sekarang kita ke kamar," ajak Kayla sembari menarik tangan suaminya itu, hingga mereka tiba di kamar


Tanpa menunggu Axel untuk mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu, Kayla pun langsung saja mengambil dokumen yang tadi ia simpan di laci nakas. Setelah itu segera saja ia membukanya dan membaca hasil tes DNA tersebut bersama suaminya.


Keduanya sama-sama terkejut, karena tidak percaya dengan hasil tes DNA yang tertulis di atas kertas tersebut.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2