
"Nek, wanita itu bersuara Nek, ucap Arya yg begitu senang.
"Iya Cu, Nenek juga mendengarnya," ucap Nek Aminah.
Lalu keduanya pun membalikkan badan dan menghampiri wanita tersebut.
Arya mendekati wanita tersebut, lalu dilihatnya wanita itu masih dalam keadaan mata terpejam, tetapi mulutnya terus saja meracau.
"Tidak … aku mohon jangan tangkap aku, aku tidak mau masuk penjara!" Teriak wanita itu lagi sembari menangis histeris.
"Mbak, bangun Mbak!" Panggil Arya sembari mengguncang pelan tubuh wanita itu.
Awalnya wanita itu sama sekali tak menanggapinya. Akan tetapi semakin lama Arya mencoba untuk menyadarkannya, pada akhirnya ia pun dapat membuka mata secara perlahan hingga matanya telah terbuka lebar. Membuat Arya dan Aminah merasa sangat bersyukur.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu bangun juga Nak," ucap nek Aminah.
"Syukurlah, setelah lama akhirnya kamu bangun juga," ucap Arya pula.
Terlihat wanita itu seperti kebingungan menatap nenek dan cucunya itu, "Kalian siapa?" tanyanya.
"Maaf Mbak, jadi saya Arya dan ini Nenek saya, Nenek Aminah," jawab Arya memperkenalkan diri.
"Lalu saya kenapa dan kenapa saya bisa ada di sini?" Tanya wanita itu lagi.
"Apa Mbak tidak ingat apa-apa? Saya menemukan Mbak di tepi sungai 2 bulan yang lalu dan selama itu juga Mbak koma, tidak sadarkan diri," terang Arya.
"2 bulan yang lalu? Jadi saya sudah tidak sadar selama 2 bulan?" Tanya wanita itu ingin memastikannya lagi.
"Iya Mbak, Mbak sudah 2 bulan tidak sadarkan diri. Tapi kami minta maaf, karena keterbatasan biaya kami tidak bisa membawa kamu ke rumah sakit dan kami juga tidak tahu harus mencari keluarga kamu dimana. Jadi kami hanya merawat Mbak di rumah dengan obat-obatan tradisional, sehingga Mbak masih bisa bertahan dan sekarang alhamdulillah ternyata Mbak bisa sadar," jelas Arya.
Wanita itu merasa sangat terkejut dan tidak percaya mendengar apa yang telah terjadi pada dirinya. Di saat itu ia mencoba untuk bangun tetapi tubuhnya terasa kaku seperti orang lumpuh, mungkin karena sudah 2 bulan ia hanya terbaring saja di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Mbak mau bangun? Biar saya bantu ya Mbak," ucap Arya yang melihatnya.
Sehingga wanita itu tidak menolak, lalu secara perlahan Arya membantunya untuk duduk dan bersandar.
"Mbak bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Arya.
"Otot-otot saya semua rasanya kaku Mas, seperti mati, sangat sulit untuk digerakkan," jawab wanita tersebut.
"Mungkin efek dari lamanya Mbak tidak sadarkan diri. Ya sudah Mbak tunggu sebentar ya, saya akan menelpon Mantri dulu," kata Arya.
****
Tidak berapa lama kemudian, mantri yang dihubungi oleh Arya datang ke rumah nek Aminah dan memeriksa wanita tersebut.
"Alhamdulillah, ini benar-benar keajaiban dari Tuhan karena Mbak akhirnya bisa sadar. Apa Mbak ingat siapa nama Mbak dan dimana Anda tinggal?" Tanya mantri.
"Tidak Pak. Saya sama sekali tidak ingat siapa saya," jawab wanita tersebut diiringi gelengan kepalanya.
"Baik Pak, secepatnya saya akan membawa Mbak ini ke rumah sakit di kota," jawab Arya.
Setelah memeriksa keadaan wanita tersebut, mantri pun pergi meninggalkan kediaman nek Aminah.
"Cu, apa kamu benar-benar tidak ingat siapa kamu dan dimana tempat tinggal kamu?" Tanya nek Aminah untuk memastikan.
"Tidak Nek, saya tidak ingat siapa saya. Apa Saya boleh tetap berada di sini sampai nanti ingatan saya kembali?" Pinta wanita itu.
"Tentu saja boleh Nak. Selama ini juga kamu sudah dirawat sepenuh hati dengan cucu saya, jadi mana mungkin kami menolaknya. Tapi karena kamu tidak mengetahui siapa namamu, bagaimana jika Nenek yang memberikanmu nama sementara," ucap nek Aminah.
"Nama? Siapa Nek?" Tanya wanita itu.
"Bagaimana jika Santi," ucap nek Aminah.
__ADS_1
Wanita itu tidak banyak bertanya dan juga tak membantah, ia pun menyetujui saja. Hingga mulai saat itu wanita tersebut memakai nama yang diberikan oleh nek Aminah.
"Pria yang menolongku ini ternyata sangat tampan dan tentunya dia sangat baik," batin Santi.
****
Di saat Kayla baru saja selesai menggunakan serangkaian skin care malam dan sedang menyisir rambutnya di depan cermin sembari berdiri. Di saat itu tiba-tiba saja ada sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggangnya, sehingga membuat Kayla pun tersenyum, karena suaminya lah yang melakukan hal tersebut.
"Mas," ucap Kayla dengan lembut.
"Sayang kamu kok wangi banget sih," ucap Alex sembari mengendus-ngendus di leher jenjang milik sang istri, mirip seperti kucing yang sedang mencari mangsanya.
"Masa sih?" Tanya Kayla.
"Iya Sayang, kamu sedang apa?" Tanya Axel.
"Aku tadi habis pakai skin care aja, dan sekarang aku sedang merapikan rambut aku Mas," kata Kayla.
"Kamu mau tidur aja wangi seperti ini, gimana coba aku tidak tergoda dengan kamu," ucap Axel yang menggoda istrinya itu.
Lalu ia pun membalikkan tubuh sang istri hingga kini mereka saling berhadapan. Axel mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri, sehingga terdengar nafas memburu diantara keduanya. Hati Kayla juga terasa berdebar tak karuan meskipun ia berada di dekat suaminya sendiri, begitu juga dengan Axel yang merasa jika saat ini cintanya untuk Kayla semakin besar.
"Sayang aku mau ya malam ini," pinta Axel yang berbisik di telinga Kayla, sehingga membuat istrinya itu pun tersenyum geli.
Meskipun tak mendapat jawaban apapun, akan tetapi dari senyumannya itu Axel tahu jika Kayla menyetujuinya. Hingga ia pun langsung saja membopong tubuh sang istri ala bridal menuju ke tempat tidur, lalu meletakkannya secara perlahan di sana.
Tak mau menundanya lagi, Axel langsung saja ******* bibir ranum milik sang istri yang selalu membuatnya candu. Kayla melingkarkan kedua tangannya pada leher Axel, sehingga ciuman itu terasa semakin dalam dan memanas. Lalu segera saja Axel melepaskan piyama yang dikenakan Kayla tanpa melepaskan pagutan mereka, begitu juga dengan Kayla yang bergantian membuka piyama Axel, hingga keduanya kini telah sama-sama polos, tanpa sehelai benang pun.
Selanjutnya Axel melakukan sentuhan demi sentuhan untuk memberikan kenikmatan yang luar biasa, hingga suara des*han terdengar dari keduanya yang memenuhi ruangan kamar tersebut. Setelah melakukan pemanasan Axel pun langsung saja memasukkan senjatanya yang sudah cukup mengeras ke dalam lembah kenikmatan milik sang istri. Beberapa kali ia menaik turunkan pinggulnya itu, sehingga tidak berapa lama kemudian cairan hangat telah menyembur ke dalam rahim milik Kayla, pertanda keduanya telah sampai pada puncak kenikmatan.
Karena sudah terasa sangat lelah, Axel dan Kayla pun langsung saja berbaring di atas kasur dalam posisi mereka yang belum menggunakan apapun, hanya ditutupi selimut tebal. Axel meraih tubuh Kayla ke dalam dekapannya, sedangkan Kayla membenamkan kepalanya itu di dada bidang milik sang suami. Lalu keduanya memejamkan mata hingga terlelap.
__ADS_1
Bersambung …