Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Memberi Kejutan


__ADS_3

Kayla tampak terkejut mendapatkan perlakuan tersebut dari suaminya, sedangkan Alex hanya tersenyum saja melihat akan hal itu. Alex merasa sangat senang karena ternyata anaknya memang sangat mencintai istrinya, sama seperti ia yang sangat mencintai istrinya juga.


"Ehem, sudah dong berpelukannya. Daddy 'kan sudah lapar." Alex berdehem, sehingga keduanya pun melepaskan pelukan tersebut.


"Daddy syirik saja sih. Mentang-mentang tidak ada Mommy di sini," sindir Axel.


"Memang benar di sini tidak ada Mommy, tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya perut Daddy sudah keroncongan, sudah tidak sabar mau mencicipi masakan menantu Daddy," ucap Alex.


"Sayang, memangnya kamu bawa makanannya untuk Daddy juga?" Tanya Axel.


"Iya, aku bawa banyak dan memang untuk Daddy juga," jawab Kayla.


"Oh … begitu. Tapi kok kamu nggak bilang-bilang sih mau datang ke sini? 'Kan tadi aku bisa jemput kamu di bawah atau jemput kamu di rumah," kata Axel.


"Mau menjemput di rumah bagaimana, kamu itu kalau tidak disuruh berhenti bekerja saja tidak berhenti kerjanya," sindir Alex.


"Ya kalau untuk istri aku, pasti berhentilah Dad," jawab Axel.


"Sudah Mas, aku 'kan bisa datang ke sini sendiri. Nggak perlu dijemput kok. Lagipula aku nggak memberi kabar ke kamu ya karena mau memberi kejutan aja untuk kamu Mas," kata Kayla.


"Terimakasih ya Sayang, ya sudah yuk kita masuk," ajak Axel.


Kini mereka bertiga pun sudah berada di ruangan Axel dan tampak menikmati masakan yang telah dimasak dan dibawakan oleh Kayla.


"Sayang, kamu nggak makan?" Tanya Axel karena melihat Kayla hanya mengambilkan makanan untuknya dan juga ayahnya itu.


"Enggak ah, kamu dan Daddy aja. Karena aku sudah kenyang, tadi di rumah aku sudah makan sedikit kok," jawab Kayla.


"Sedikit? Ya nggak bisa begitu dong Sayang. 'Kan di dalam sini ada anak kita," ucap Axel sembari memegang perut istrinya. "Seharusnya kamu itu makannya double, aku suap ya."


"Nggak usah Mas, aku benar-benar sudah kenyang kok," tolak Kayla.


"Makan sedikit aja ya," titah Axel, lalu ia pun menyuapi istrinya itu.


Kayla pun hanya bisa menuruti saja dengan membuka mulutnya dan menerima suapan tersebut.


Lagi-lagi Alex merasa sangat bahagia melihat pemandangan di depan matanya sembari menikmati makanannya. Lalu di saat itu ia pun merogoh ponsel di dalam sakunya dan menghubungi seseorang melalui video call.

__ADS_1


"Halo Papi, tumben telepon Mommy pakai video call. Ada apa?"


Suara seseorang terdengar sangat tidak asing ditelinga, sehingga membuat Kayla dan Axel pun melihat ke arah sumber suara tersebut. Karena di saat itu Axel juga mengarahkan kamera ponselnya kepada Axel dan Kayla juga.


"Hai Mom," sapa Axel melambaikan tangannya. Sedangkan Kayla hanya tersenyum saja kepada ibu mertuanya itu.


"Sayang, lihat 'kan ini anak dan menantu kita sedang makan bersama, suap-suapan, mesra-mesraan, Daddy dikacangin sendirian. Jadi Daddy telepon Mommy lah," kata Alex.


"Oh jadi karena Daddy dicuekin nih jadi Daddy menghubungi Mommy," hardik Roseline dengan mode ngambek.


"Ya bukan begitu juga Sayang. Jangan ngambek dong. Sebenarnya Daddy telepon Mommy ya mau mengabarkan jika Daddy sudah makan, ini Daddy makan sama anak dan menantu kita. Bukannya Mommy tadi mengingatkan Daddy jangan lupa makan siang? Dan sekarang ini pasti makan siang Daddy akan lebih menyenangkan jika ada Mommy di sini," kata Alex.


"Daddy ingat umur, sudah tua masa tidak mau kalah sih sama anak dan menantunya yang masih muda," sindir Axel.


"Apaan sih kamu, memang Daddy ini sudah tua, tapi semangat Daddy masih seperti anak muda, kamu saja kalah," hardik Alex.


"Sudah-sudah. Sayang, nanti lain kali biar Mommy dan Kayla janjian ke sananya ya," ucap Roseline. "Kayla, lain kali kalau kamu mau ke kantor lagi, kabar-kabari Mommy ya. Biar kita bisa sama-sama ke kantor," ucap Rosline yang kini beralih berbicara kepada sang menantu.


"Iya Mom, tadi aku datang ke sini juga mendadak, mau kasih kejutan untuk Mas Axel. Tapi Mommy tenang aja, aku bawa makanannya juga buat Daddy kok, nggak hanya buat Mas Axel aja," kata Kayla.


"Iya Sayang, terimakasih ya karena kamu juga sudah memperhatikan Daddy. Mommy jadi merasa tidak enak sama kamu," ucap Roseline.


"Iya Sayang, tapi kamu kamu sudah makan 'kan?" Tanya Roseline.


"Sudah Mom. Ini aku makan sama Mas Axel dan Daddy, Mommy juga sudah makan 'kan?" Kayla balik bertanya.


"Sudah, Mommy juga baru saja selesai makan," jawab Roselin. "Ya sudah kalau begitu kalian lanjutkan saja dulu makannya. Daddy nanti kerjanya yang semangat ya, 'kan sudah dibawakan makanan sama menantu kesayangannya," ucap Roseline.


"Iya Mom, apalagi sudah dapat semangat dari istri tercinta, pasti Daddy akan lebih semangat," ungkap Axel.


"Ya sudah kalau begitu, bye … semuanya," ucap Roseline.


"Bye Mom … ," ucap Axel dan Kayla.


"Bye Sayang … ," ucap Alex pula dan mengakhiri telepon tersebut.


****

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kau inginkan dengan menyusulku datang ke sini. 'Kan sudah aku katakan kalau aku pulang ke rumah orang tuaku itu karena mau meminta uang kepada mereka, untuk hidup kita di sana nanti. Kenapa kau tiba-tiba saja muncul, tidak memberitahuku dulu yang akan membuat rencanaku berantakan," ucap Keisha dengan sangat kesal.


Saat ini mereka berdua sedang berada di dalam mobil saat tadi selesai makan siang bersama di sebuah restoran.


"Aku sengaja tidak memberitahumu karena aku mau memberi kejutan untukmu Keisha. Apa kau pikir aku ini bodoh, aku tahu kalau kau kembali ke sini karena kau sedang mengejar-ngejar mantan kekasihmu itu lagi 'kan. Kau berusaha untuk merusak hubungan Kayla dan suaminya, karena kau ingin mendapatkannya lagi. Jangan kau pikir setelah sebulan ini kau meninggalkanku, aku tidak mencari tahu tentang kau Keisha. Jangan kau pikir aku sebodoh itu. Selama ini aku bertahan hidup miskin di sana bersamamu juga demi kau, kau lihat setelah aku kembali, aku bisa mendapatkan fasilitasku lagi, aku bisa mendapatkan mobilku kembali, kau lihat 'kan ini?" Ucap Justin yang sebenarnya memang membuat Kayla cukup penasaran, karena yang ia tahu Justin adalah seorang pengangguran, bahkan hartanya semua telah habis untuk menghidupi mereka saat itu.


"Jadi kau juga kembali ke rumah ke orang tuamu?" Tanya Keisha.


"Ya aku kembali kepada orang tuaku dan aku juga sudah mengatakan kalau aku sudah menikahimu," kata Justin dengan santai.


"Tapi bukankah orang tuamu juga tidak menyetujui hubungan kita?" Tanya Kayla keheranan.


"Aku sudah menjelaskannya dan semua juga sudah terlanjur 'kan? Jadi mereka mencoba untuk menerimanya dan ingin Aku membawa kau ke rumah menemui kedua orang tuaku," kata Justin yang membuat Kayla cukup terkejut dan membelalakkan matanya.


"Tidak, aku tidak mau," tolak Kayla spontan, sehingga memancing amarah suaminya itu.


"Kenapa? Kau jangan bermain-main denganku ya Kei," kata Justin yang mencengkram dagu Keisha dengan erat.


"Akh, sakit Justin, " ucap Keisha yang menepis tangan Justin dengan kasar.


"Ini belum apa-apa Keisha, kau tahu 'kan bahkan aku bisa menyakitimu lebih kalau kau berani macam-macam denganku. Kau lupa aku ini masih sah menjadi suamimu, kalau kau memang tidak ingin orang tuamu tahu tentang pernikahan kita sekarang, tapi kau harus ikut aku pulang ke rumah. Karena orang tuaku sudah tahu dan ingin bertemu denganmu, aku sudah terlanjur mengatakannya Keisha," kata Justin. Lalu ia pun melirik perut Keisha dan baru menyadari jika perut istrinya itu telah rata.


"Dimana anak kita?" Tanya Justin menatap tajam. "Jawab aku Keisha, dimana anak kita?" Justin mengulangi pertanyaan itu lagi, karena melihat Keisha hanya terdiam dan merasa gugup, tak tahu harus menjawab apa.


"A-anak, anak … ," ucap Keisha terbata-bata.


"Jangan katakan kalau kau telah menggugurkan kandunganmu, karena kau tidak mau mantan kekasihmu itu dan juga keluargamu tahu bahwa kau sedang mengandung. Oh iya sudah pasti itu kan' alasannya, karena kau saja tidak ingin mengetahui jika kau sudah menikah denganku, pastinya kau telah menghilangkan nyawa bayi itu. Iya 'kan? Jawab!" Bentak Justin sehingga membuat Keisha pun ketakutan.


"Maafkan aku Justin, tapi aku tidak sengaja membuat anak kita keguguran. Kemarin aku jalan terburu-buru hingga tidak sengaja aku terjatuh dan keguguran," terang Keisha mencoba mencari alasan.


"Kau yakin sedang tidak membohongiku?" Tanya Justin yang tak bisa mempercayainya begitu saja.


"Tidak Justin, aku serius. Aku memang keguguran, bahkan aku saja merasa syok karena kehilangan anak aku. Kamu pikir aku ini tidak punya hati yang tega dengan sengaja menghilangkan nyawa bayi yang tidak berdosa," kata Keisha yang kini wajahnya pun terlihat sedih, sehingga membuat Justin mencoba untuk mempercayainya.


"Ya sudah, aku minta maaf sudah menuduhmu yang bukan-bukan. Sekarang kita ke rumah orang tuaku," kata Justin.


"Sekarang?" Keisha membulatkan matanya dengan sempurna.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2