
Benar saja ternyata yang dimaksud oleh Kayla itu benar-benar Keisha, sehingga mereka melangkahkan kaki mendekati wanita tersebut. Akan tetapi, karena menyadari jika saat ini ia sedang didekati oleh dua keluarga itu, membuat Keisha pun sangat ketakutan dan ia mencoba untuk melarikan diri dan menghindar.
"Kei tunggu Kei, kamu jangan lari!" Teriak Kayla.
"Keisha, tunggu Mama Keisha! Kamu jangan kabur dari kami. Kami sama sekali tidak bermaksud untuk menyakitimu," ucap Karina.
Saat ini pun mereka ikut berlari mengejar Keisha yang terlihat semakin menjauh.
"Stop!" Teriak Axel, sehingga langkah kaki Kayla dan juga kedua orang tua mereka terhenti.
Tiba-tiba ia teringat jika saat ini Kayla sedang hamil, sehingga ia tidak mau membuat istrinya itu kecapean karena berlarian.
"Sayang, kamu jalan pelan-pelan saja ya, atau tunggu di sini sama Mommy dan Mama. Biar aku, Papa dan Daddy yang akan mengejar Keisha," ucap Axel.
Kayla yang mengerti itu pun menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan ibu dan ibu mertuanya. Lalu Axel beserta ayah dan ayah mertuanya itu pun kembali mengejar Keisha.
"Nggak, aku nggak boleh tertangkap oleh mereka, aku harus pergi sejauh mungkin," gumam Keisha yang terus berlari sekuat mungkin.
Akan tetapi, tanpa Keisha sadari tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan. Keisha terlalu fokus untuk berlari serta melihat ke arah belakang, takut ia akan terkejar, sehingga tidak memperhatikan akan hal itu.
"Keisha … awas Kei, ada mobil!" Teriak Raymond yang merasa sangat takut.
Keisha yang mendengar teriakan tersebut pun langsung saja melihat ke arah mobil yang dimaksud oleh ayahnya, akan tetapi kakinya seakan kaku seketika, sehingga ia pun tidak bisa lari dari sana.
"Akh … !" Teriak Keisha.
__ADS_1
Dengan sekuat tenaga, Raymond berlari menghampiri anaknya itu. Hingga sebelum mobil itu lewat, Raymond berhasil untuk membawa Keisha ke tepi jalan. Meskipun mereka berdua jatuh tergeletak di tepi jalan, tetapi untungnya tidak ada yang mengalami luka serius, hanya terdapat luka kecil pada siku Raymond dan juga lutut Keisha.
Di saat itu pun Keisha hendak bangun dan melarikan diri kembali, akan tetapi tiba-tiba ia merasakan kakinya terkilir sehingga sangat sulit untuk bergerak.
"Keisha, kamu mau kemana lagi?" Tanya Raymond yang menarik tangan sang anak.
"Lepas, lepaskan aku!" Teriak Keisha.
Hingga kini Axel, Alex, Kayla, Karina dan Roseline sudah berada di dekat mereka.
"Keisha, apa kamu baik-baik saja Nak? Kamu kenapa menghindar Keisha, kami ini keluarga kamu. Kami ada bukti, dari hasil tes DNA yang diambil dari sampel rambut kamu dan Papa, terbukti bahwa kamu itu benar-benar anak Mama dan Papa, kamu adalah adik Kak Kayla. Kamu harus terima kenyataan ini Sayang," ucap Karina.
"Iya Kei, kita ini keluarga. Seharusnya kamu tidak menghindar dari kami, kami adalah keluarga kamu yang sangat peduli dengan kamu," ucap Kayla pula.
"Keluarga macam apa yang tega mau menjebloskan keluarganya sendiri ke dalam penjara. Aku tidak mau di penjara, aku tidak mau kembali dengan kalian," ucap Keisha, membuat semua orang yang ada di sana pun merasa terkejut. Bahkan Kayla sendiri juga terkejut dengan ucapannya tadi yang tidak sengaja ia lontarkan.
"Kemarin aku benar-benar hilang ingatan, tapi sekarang aku sudah ingat semuanya dan aku tahu siapa kalian semua. Aku tidak mau kembali kepada kalian, kalian itu jahat, kalian tega mau memenjarakan aku. Aku tahu kalau aku pernah melakukan kesalahan, tapi demi membela Kayla kalian semua menghakimiku. Ini tidak adil," kata Keisha.
"Kamu jangan berbicara sembarangan Keisha. Itu semua karena kesalahan kamu sendiri," kata Axel emosi.
"Axel, kamu yang sabar. Biarkan saja mereka berbicara dulu baik-baik antar keluarga inti," kata Alex, hingga Axel pun mencoba untuk menenangkan hatinya.
"Keisha, kamu jangan berbicara seperti itu. Kami ini keluarga kamu, kami semua sayang dengan kamu. Kami sama sekali tidak bermaksud untuk bersikap seperti itu terhadap kamu atau memenjarakan kamu, tapi itu semua karena kesalahan kamu sendiri. Kamu sudah tega untuk menyakiti Kakak kamu sendiri, bahkan kamu sudah mencelakai anak di dalam kandungannya, kami hanya ingin memberikan kamu pelajaran agar kamu Jera," ucap Raymond yang mengingatkan akan hal itu.
"Itu karena Kayla sudah mengambil Axel dariku," tuding Keisha.
__ADS_1
"Stop untuk menyalakan Kayla! Kamu pikir kita semua tidak tahu kelakuan kamu selama ini? Kamu juga sudah memiliki suami dan suami kamu saat ini ada di penjara. Sekali lagi aku tegaskan, Kayla tidak pernah merebut aku dari kamu atau siapapun. Tapi kamulah yang pergi meninggalkan aku waktu itu dan Kayla sudah berbaik hati menjadi mempelai pengganti kamu
Tetapi aku bersyukur karena ternyata Tuhan telah memberikan aku wanita yang baik, Tuhan telah memberikan aku jodoh yang terbaik hingga saat ini aku benar-benar sudah mencintai Kayla. Jadi aku harap kamu jangan pernah berpikiran buruk seperti itu lagi tentang istriku atau mengharap aku akan kembali padamu, karena itu tidak akan pernah terjadi," ucap Axel dangan menatap tajam.
Axel yang tadinya berniat akan diam saja, pada kenyataannya ia tidak bisa diam sehingga membuat Keisha yang saat ini terdiam.
"Keisha, kamu harus kembali kepada keluarga kamu. Lagipula tidak ada yang mau memasukkan kamu ke dalam penjara," kata Roseline, membuat Keisha pun terkejut mendengarnya.
"Ma, Pa, apa benar yang dikatakan Tante Roseline?" Tanya Keisha.
"Iya Sayang, kami tidak akan memasukkan kamu ke penjara asal kamu berjanji tidak akan pernah melakukan kesalahan yang akan merugikan orang lain, apalagi mengganggu Kakak kamu," jawab Karina.
"Iya Ma, aku janji tidak akan menyakiti Kakak lagi. Aku menyesal, maafkan aku ya Kak," ucap Keisha dan ditanggapi anggukkan kepala oleh kakaknya itu. Lalu mereka berdua pun berpelukan erat.
Tidak tahu jika saat ini Keisha benar-benar tulus atau tidak, yang pasti pemandangan yang ada di depan mata mereka saat ini benar-benar sangat mengharukan.
Setelah itu pun mereka kembali menuju kediaman Nek Aminah untuk mengucapkan terima kasih dan berpamitan untuk membawa Keisha pulang ke Jakarta.
****
Setelah bertemu dengan mantan kekasihnya di waktu itu, membuat Devano pun selalu terbayang-bayang wajahnya, bahkan saat ini Devano merasa jika ia sudah bisa melupakan Kayla.
Hingga sejak saat itu pun Devano selalu mencari tahu informasi tentang Karin dan di saat ia sudah menemukan dimana alamat rumah Karin, Devano langsung saja bergegas ke sana untuk menemui wanita tersebut.
"Devano? Untuk apa kamu ada di sini dan dari mana kamu tahu tempat tinggal aku?" Tanya Karin yang begitu terkejut melihat keberadaan Devano di depan rumahnya.
__ADS_1
Bersambung …