Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Pengakuan Justin


__ADS_3

Melihat sang istri yang begitu histeris, Axel pun langsung saja memeluk istrinya itu. Tetapi Kayla memberontak karena tetap tak bisa menerimanya, seolah menyalahkan bahwa ini semua adalah salah Axel, Axel yang membiarkan dokter untuk mengeluarkan anak mereka dari dalam perutnya.


"Lepaskan aku Mas! Tolong katakan bahwa itu bohong 'kan, pasti anak aku baik-baik aja 'kan? Dimana anak kita Mas?" Tanya Kayla.


"Sayang, kamu yang tenang. Kamu harus sabar dan ikhlas menerimanya. Aku tahu bagaimana perasaan kamu, tapi Tuhan lebih sayang dengan anak kita. Mungkin saat ini kita memang belum diberi kepercayaan untuk menjaga seorang anak, kamu harus kuat Sayang," kata Axel.


Akan tetapi Kayla terus saja memukul-mukul dada Axel, lalu dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh suaminya itu hingga Axel pun melepaskannya.


"Enak banget ya Mas kamu berbicara seperti itu. Kamu tidak merasakannya, aku yang sudah mengandung, jadi aku yang tahu bagaimana rasanya sakit kehilangan anak dan sekarang dengan mudahnya kamu minta aku ikhlas untuk menerimanya, iya? Aku nggak bisa seperti itu Mas," kata Kayla yang membuat semua yang ada di sana pun terkejut mendengarnya.


Akan tetapi mereka juga memaklumi karena di saat ini tentunya Kayla lah yang paling terpuruk dalam keadaan ini.


"Kayla, kamu yang sabar Nak. Kamu jangan marah-marah seperti itu dengan suami kamu, apa yang kamu rasakan sama juga dengan yang Axel rasakan," kata Karina yang kini pun beralih mendekati anaknya.


"Nggak Ma, nggak ada satupun orang yang mengerti rasanya jadi aku sekarang. Ma, mana anak aku Ma? Nggak mungkin 'kan anak aku pergi," kata Kayla yang kini pun berada di dekapan ibunya.


Sedangkan Axel di saat itu segera saja menjauh dan memilih keluar dari ruangan tersebut. Ia duduk di depan ruang rawat inap sembari merenungi apa yang sedang terjadi saat ini.


"Kenapa? Kenapa aku harus kehilangan anak yang bahkan belum lahir ke dunia. Kenapa Tuhan? Apakah ini balasan untukku, apakah ini karma karena dari awal aku tidak pernah memperlakukan Kayla dengan baik? Sehingga Engkau mengambil anak kami karena tidak percaya jika aku akan menjaganya dengan baik, apa Engkau takut aku akan memperlakukan anak itu sama seperti aku memperlakukan ibunya dulu. Seandainya memang ini adalah yang terbaik, aku mohon kuatkanlah hatiku dan istriku. Aku tidak sanggup melihat Kayla seperti itu terus. Aku sadar bahwa aku sangat mencintainya dan aku ingin yang terbaik untuknya. Aku ingin dia bahagia," ucap Axel di dalam doanya, diiringi air matanya yang terus saja mengalir tanpa henti.


"Aamiin."


Terdengar suara Alex yang di saat itu pun datang mendekati anak laki-lakinya itu.

__ADS_1


"Axel, kamu yang sabar ya. Memang saat ini kamu harus bisa ekstra sabar untuk menghadapi istri kamu. Kamu harus mengerti bagaimana perasaannya, sebagai wanita yang begitu sensitif pastinya juga karena dialah yang telah mengandung anak kalian. Pasti sangat sulit untuk Kayla menerima kenyataan ini," ucap Alex


"Iya Dad, tapi aku juga merasa kehilangan di sini, bukan hanya Kayla yang merasakan hal itu. Itu juga anak aku Dad," kata Axel.


"Iya Daddy mengerti bagaimana perasaan kamu saat ini. Tetapi bagaimanapun juga wanita itu lebih lemah daripada kita, jadi kamu harus kuat, kamu harus bisa meyakinkan istri kamu, kamu harus bisa membuat istri kamu juga kuat Xel, itu adalah tugas kamu," ucap Alex sembari menepuk pelan pundak sang anak. Yang membuat Axel mengerti dan merasa sedikit lebih tenang karena ayahnya itu.


"Iya Dad, terimakasih," ucap Axel.


"Iya sama-sama, lebih baik sekarang kamu hubungi anak buah kamu. Tanyakan sampai dimana perkembangannya," ucap Axel.


"Oh iya Dad, aku sampai melupakannya," ucap Axel dan langsung merogoh ponsel di dalam saku celananya.


****


Seorang wanita tampak berlarian menelusuri hutan hingga ia pun tersesat dan tidak tahu lagi kemana arah jalan tersebut. Akan tetapi ia tak peduli, yang terpenting ia harus bisa menghindar dari kejaran polisi yang saat ini sedang mengejarnya. Wanita tersebut adalah Keisha, ia yang berniat untuk kabur dari polisi, pada kenyataannya polisi sama sekali tidak melepaskannya sampai sampai saat ini.


"Aku harus kemana sekarang, aku nggak boleh tertangkap. Aku nggak mau masuk penjara. Ini bukan salahku, ini salah Kayla. Kayla sendiri lah yang sudah merebut Axel dariku, jadi jangan salahkan aku karena aku sudah berbuat seperti itu padanya. Pokoknya aku nggak mau masuk penjara," ucap Keisha di dalam kepanikannya.


Karena tidak melihat di sekitar, Keisha yang dari tadi berjalan mundur karena pandangannya itu menatap ke arah polisi yang terlihat dari jarak jauh, sehingga membuatnya tidak sengaja terpeleset.


"Akh … !" Teriak Keisha, hingga akhirnya ia terjebur di dalam sungai tersebut.


"Pak itu terdengar suara teriakan wanita dan orang menyubur ke sungai," kata polisi 1.

__ADS_1


"Iya, saya juga mendengarnya. Ayo kita ke sana sekarang," kata polisi 2.


Tetapi di saat kedua polisi itu telah tiba di tepi sungai, mereka tidak melihat siapapun karena di saat itu Keisha sudah hanyut entah kemana. Sehingga polisi itu pun langsung saja menghubungi komandan mereka dan keduanya diperintahkan untuk mencari Keisha terlebih dahulu.


Sedangkan sang Komandan Polisi dan polisi lainnya sudah membawa Justin beserta anak buahnya terlebih dulu ke kantor polisi. Dan tak lupa pula pihak kepolisian segera menghubungi Axel untuk segera datang ke kantor polisi.


Tidak membuang-buang waktu, Axel, Raymond dan Alex langsung saja pergi ke kantor polisi. Sementara Kayla masih berada di rumah sakit ditemani oleh ibu dan ibu mertuanya.


****


Tidak berapa lama kemudian, Axel beserta ayah dan ayah mertuanya itu pun telah tiba di kantor polisi dan saat ini mereka sudah berhadapan dengan Justin.


"Apa benar kamu adalah suami Keisha?" Tanya Raymond yang membuka pembicaraan.


"Iya benar, saya adalah suami Keisha. Waktu itu Keisha pergi meninggalkan Axel karena dia mau menikah denganku, bahkan di saat itu pun kondisi Keisha sedang hamil anakku," ungkap Justin apa adanya.


Axel yang mendengar pengakuan Justin itu pun terlihat sangat marah, ia tak menyangka jika selama ini Keisha telah mengkhianatinya, padahal ia begitu tulus mencintai wanita tersebut. Tapi Axel juga sangat bersyukur, ternyata menikah dengan Kayla adalah keputusan yang tepat. Karena ia telah diberikan wanita yang baik dan benar-benar tulus mencintainya, yaitu Kayla bukan Keisha.


"Lalu kemana anak kalian? Kenapa Keisha sekarang terlihat sedang tidak hamil?" Tanya Raymond lagi.


"Aku juga tidak tahu pasti, waktu itu tiba-tiba Keisha pergi meninggalkanku karena kondisi keuangan kami memburuk. Karena aku tidak lagi bekerja dan aku juga baru tahu dari orang suruhanku bahwa Keisha sudah kembali ke rumah orang tuanya. Dan saat aku bertemunya lagi dengannya, Keisha mengatakan jika dia mengalami keguguran. Hanya saja aku tidak yakin akan hal itu, aku curiga jika Keisha memang menggugurkannya karena dia berniat akan mengejar cinta Axel kembali," jawab Justin.


Lagi-lagi mendengar pengakuan Justin membuat Axel pun terlihat begitu marah sekaligus merasa lega, karena pada akhirnya ia bisa mendapatkan jawabannya. Setelah Keisha pernah memfitnahnya di depan Kayla dan ibunya waktu itu bahwa ia pernah mengandung anak Axel, akan tetapi pada kenyataannya Justin lah ayah dari anak yang dikandung oleh Keisha. Untungnya saat itu Kayla tidak mempermasalahkan hal itu lagi, karena ia menganggap itu hanyalah masa lalu Axel dan Keisha. Hingga pada akhirnya Axel pun memerintahkan orang untuk menyelidiki Keisha dan mengetahui jika mantan kekasihnya itu telah menikah, tetapi tidak tahu jika Keisha pernah mengandung anaknya.

__ADS_1


Sedangkan Raymond begitu syok dan tubuhnya seakan bergetar hebat. Ia benar-benar tidak menyangka jika anak bungsunya itu benar-benar sudah melakukan kesalahan yang begitu fatal. Selain mempunyai pergaulan yang begitu bebas dan sikapnya yang begitu buruk, dia juga sudah memfitnah kakaknya, bahkan saat ini sudah mencelakai saudaranya sendiri.


Bersambung …


__ADS_2