Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Bertemu Sang Adik


__ADS_3

"Kei aku mohon kamu pulang Kei, keluarga sangat merindukan kamu. Semua orang cemas mencari keberadaan kamu. Kamu ikut aku pulang ya," ajak Kayla yang terus saja memohon kepada sang adik.


Tetapi bukan mengikuti kakaknya itu, Keisha malah terlihat semakin menjauh.


"Tolong jangan ganggu aku Kak, aku nggak mau pulang. Walaupun nanti ada saatnya aku pulang, tapi aku pastikan kalian semua akan menyesal karena telah membiarkan aku pergi. Kalian sama sekali tidak ada yang perduli denganku, kalian menganggap aku telah pergi selama-lamanya, padahal aku masih hidup. Jadi aku juga tidak perduli lagi dengan kalian, karena selama ini kalian sama sekali tidak ada yang menganggapku, pasti memang ini 'kan yang kalian inginkan, kalian ingin aku pergi selamanya dari hidup kalian," ucap Keisha yang terlihat murka.


"Enggak Kei, kamu salah paham. Semua orang mencari keberadaan kamu, semua perduli sama kamu Kei. Bahkan kita tidak pernah menyerah untuk mencari kamu," ucap Kayla dengan menatap sendu.


"Bohong, aku sama sekali tidak percaya dengan kalian semua. Sudahlah, jangan pernah memperdulikan aku lagi, jangan pernah mencari aku lagi karena semua sudah terlambat," ucap Keisha, lalu ia pun membalikkan tubuhnya berjalan menjauhi Kayla.


"Keisha … aku mohon Kei jangan pergi, jangan tinggalkan aku!" Panggil Kayla.


Akan tetapi di saat ia hendak mengejar sang adik, entah kenapa langkah kakinya seakan terasa kaku dan berat sehingga tidak bisa melakukan hal itu.


"Kei, aku mohon tunggu!" Kayla terus berteriak diiringi tangisannya.


Hingga di saat itu pun Keisha semakin menjauh dan sudah tak terlihat lagi dari pandangan matanya.


"Kei Keisha … !" Kayla terus berteriak dan di saat ia sudah bisa berjalan dan mencari di sekitar, tetapi tidak menemui adiknya itu.


"Kei … Keisha … !"


"Sayang, bangun sayang!" Panggil Axel sembari mengguncang pelan tubuh Kayla. Ia juga terbangun karena mendengar suara teriakan sang istri secara tiba-tiba.


Hingga akhirnya Kayla pun terbangun dan tersadar bahwa semua hanyalah mimpi.


"Mas," ucap Kayla dengan tatapan sendu dan langsung saja terduduk.


Axel pun mengusap pelan pundak sang istri mencoba menenangkan hatinya, lalu ia memberikan minuman yang sudah biasa disediakan di atas nakas dan segera saja diseruput habis oleh Kayla. Sepertinya Kayla sangat lelah karena sedari tadi berteriak memanggil adiknya itu.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu memimpikan Keisha?" Tanya Axel.


"Iya Mas, tadi aku mimpi aku bertemu Keisha di suatu tempat. Tapi aku ajak Keisha pulang dia nggak mau. Kata Keisha kita sama sekali sudah tidak ada yang perduli lagi dengannya," terang Kayla.

__ADS_1


"Sayang, aku yakin itu pasti karena Keisha benar-benar sudah tidak ada lagi di dunia ini, untuk itu dia nggak mau lagi kamu ajak pulang ke sini. Dan itu artinya Keisha mengingatkan kamu untuk tidak lagi memikirkan atau mencari keberadaannya," ujar Alex.


"Enggak Mas, kalau menurut aku itu bukan karena hal tersebut. Tapi aku yakin jika Keisha sebenarnya masih hidup, tetapi kita sama sekali tidak ada lagi yang perduli untuk mencarinya. Bahkan kita menganggapnya sudah pergi selama-lamanya, sehingga membuat Keisha pun begitu kecewa saat ini terhadap kita," ujar Kayla yang membuat Axel terdiam.


Menurut Axel, apa yang diucapkan oleh istrinya itu ada benarnya dan masuk akal. Akan tetapi ia tidak mau membuat suasana semakin runyam, sehingga Axel pun memilih untuk diam saja.


Sedangkan Kayla tampak merasa khawatir karena bermimpi bertemu sang adik yang terasa seperti kenyataan.


****


Keesokan harinya Kayla dan Axel berkunjung ke kediaman orang tua Kayla. Karena kebetulan hari ini adalah hari libur, sehingga Fernando dan Axel sama-sama tidak pergi ke perusahaan.


Di saat itu pun Kayla bercerita kepada kedua orang tuanya tentang mimpinya bertemu sang adik tadi malam.


"Sayang, Papa harap kamu jangan terlalu memikirkannya ya, Papa yakin kalau itu hanya bunga tidur. Kamu tahu sendiri 'kan jika kita selama ini kita sudah berjuang untuk mencari Keisha, tetapi sekali kita tidak menemukannya. Bahkan sampai sudah diinformasikan ke seluruh warga Surabaya jika menemukan Adik kamu, mereka pasti akan menghubungi kita, begitu juga di seluruh perkampungan perairan sungai tersebut. Tetapi sampai sekarang sama sekali tidak ada kabarnya, itu artinya Keisha memang sudah tidak ada. Dan polisi juga mengatakan jika memang Casey masih berada di sungai itu, dia tidak akan selamat karena aliran sungainya begitu deras," ucap Raymond.


"Iya Pa, tadinya aku juga mau mengikhlaskan saja seperti apa yang polisi katakan. Tetapi aku nggak tahu pa, semenjak aku bermimpi tadi malam, rasanya seperti nyata. Aku seperti merasa jika Keisha benar-benar masih hidup, toh kita juga belum menemukan jasad Keisha kan Pa. Jadi kemungkinan untuk Keisha selamat, Keisha hidup itu masih ada. Tapi kita sudah menghentikan pencarian Keisha, sehingga di dalam mimpi itu Keisha juga mengatakan bahwa dia merasa kecewa karena kita tidak lagi memperdulikannya, kita sama sekali tidak ada lagi yang mau melakukan pencarian itu Pa," ucap Kayla dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku mau kita ke Surabaya dan kita kembali mencari Keisha," ucap Kayla.


"Sayang, itu nggak mungkin lah. 'Kan polisi di sana juga masih mencari tahu informasinya, meskipun tidak langsung turun ke lokasi. Lagipula kalau kamu mau mencari Keisha, biar aku perintahkan anak buah aku yang ada di sana untuk mencari Keisha ya, kita tidak perlu ke sana," bantah Axel.


"Apa bedanya kalau polisi atau anak buah kamu yang mencarinya Mas. Aku mau mencari langsung, aku ingin membuktikan kalau Keisha benar-benar sudah tidak ada lagi di sana," kata Kayla.


"Bagaimana caranya Sayang?" Tanya Axel.


"Bagaimanapun caranya, pokoknya aku mau ke Surabaya. Jika kalian tidak mau ikut, aku akan pergi sendirian," kata Kayla.


Sehingga Axel, Karina dan Raymond tidak bisa lagi membantah apa yang menjadi keinginan Kayla. Mereka pun menyetujuinya untuk pergi ke Surabaya mencari ke keberadaan Keisha, hanya tinggal mengatur waktunya kapan mereka bisa berangkat ke sana secepatnya.


****


Sore pun telah menjelang, seperti biasa sepulang dari kerja Arya selalu saja mampir ke sebuah warung, membelikan sesuatu untuk Santi. Semenjak Santi sudah bangun dari komanya, rasanya Arya benar-benar sudah merasakan mencintai wanita tersebut meskipun ia tidak tahu dari mana asal-usul Santi dan siapa dia sebenarnya. Bisa saja jika Santi adalah seorang wanita yang sudah bersuami dan memiliki anak, tetapi sama sekali tak membuat Arya goyah sebelum mendapatkan buktinya. Bahkan saat ini ia juga sudah mengusulkan pinjaman di tempat kerjanya karena akan membawa Santi ke rumah sakit yang ada di kota. Ia ingin melihat Santi sehat, tetapi bukan berarti berharap jika ingatannya itu kembali. Ia hanya ingin melihat kondisi Santi menjadi lebih baik, mengingat Santi yang selalu mengeluh jika kepala dan tubuhnya itu sering sakit.

__ADS_1


Akan tetapi setibanya di rumah, Arya tidak menemukan keberadaan Santi yang biasanya selalu saja berbaring di dalam kamar, karena kondisinya yang masih lemah. Sehingga ia pun menjadi khawatir menelusuri seluruh penjuru rumah untuk menjadi keberadaannya, tetapi juga tidak menemukan wanita tersebut. Dan 1 lagi, Arya juga tidak menemukan di mana keberadaan sang Nenek.


Di saat Arya keluar dari rumah ingin mencari keberadaan mereka di sana, ia pun melihat nek Aminah bersama Santi yang baru saja pulang entah dari mana


"Ya ampun Nek, Nenek dari mana saja sih? Aku sampai panik cari kalian berdua. Lalu kenapa Nenek bawa Santi keluar? Santi ini 'kan baru seminggu Nek bangun dari komanya," kata Arya.


"Maaf Cu, tadi Nenek hanya keluar sebentar dengan Santi. Nenek tidak tahu jika kamu sudah pulang secepat ini," ucap nek Aminah.


"Seharusnya jangan diajak keluar dulu dong Nek Santinya," ucap Arya.


"Arya, kamu tidak perlu merasa khawatir atau memarahi Nenek. Aku tadi yang ajak Nenek jalan-jalan, karena aku bosan, jadi aku hanya ingin jalan-jalan melihat sekeliling kampung saja," ucap Santi.


"Tapi kamu itu harus istirahat dulu di rumah San, kamu ingat 'kan pesan Pak mantri," ucap Arya cemas.


"Iya aku ingat, aku minta maaf ya. Tapi kamu juga harus minta maaf sama Nenek, karena kamu tadi sudah marah-marah," ucap Santi dan Arya pun menganggukkan kepala menyetujuinya.


"Nek, aku minta maaf ya karena tadi aku sudah berbicara dengan nada tinggi ke Nenek. Tapi itu hanya karena aku merasa khawatir dengan Santi Nek, aku tidak bermaksud apa-apa," ucap Arya.


"Iya tidak apa-apa, Nenek paham kenapa kamu bersikap seperti itu. Ya sudah kalian lanjutkan saja mengobrol, Nenek mau menyiapkan makan malam dulu ya," kata nek Aminah, lalu segera saja meninggalkan Arya dan Santi


"Tapi kamu baik-baik saja 'kan San? Kamu tidak kecapean?" Tanya Arya yang terlihat begitu khawatir dan juga perhatian.


"Iya, aku baik-baik saja kok Ar," jawab Santi, meskipun di saat itu jalannya terlihat masih sedikit goyang.


Lalu segera saja Arya menuntun Santi dan membawanya duduk di kursi depan.


"Oh iya Santi, aku punya kabar bahagia untuk kamu," kata Arya.


"Oh ya? Memang kabar apa?" Tanya Santi penasaran.


"Aku sudah mengajukan pinjaman dana di tempat kerjaku. Jadi nantinya jika pinjaman itu disetujui dan aku sudah menerima uangnya, aku akan segera membawa kamu ke rumah sakit di kota ya. Aku ingin memastikan bahwa keadaan kamu baik-baik saja," ucap Arya yang membuat Santi pun merasa sangat terkejut. Rasanya ia sangat tidak ingin pergi ke kota, meskipun alasannya untuk kesehatannya.


bersambung …

__ADS_1


__ADS_2