
Tok … tok … tok …
Saat mendengar suara ketukan pintu, Kayla pun hendak beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu tersebut.
"Kamu di sini saja, biar aku yang membuka pintu!" Sergah Axel dan bergegas pergi.
Kayla mengernyitkan dahinya, ia benar-benar masih bingung dengan sikap suaminya itu. Akan tetapi Kayla mencoba untuk cuek dengan apa tujuan Axel sebenarnya dan mencoba untuk menikmati saja apa yang dilakukan Axel padanya saat ini. Karena memang sifat suaminya itu terkadang suka susah untuk ditebak. Namun bagaimanapun sikap Axel saat ini, Kayla yakin jika mereka sudah kembali ke apartemen nanti, pasti semuanya akan berubah seperti semula.
"Mama," ucap Axel saat melihat Karina ada di hadapannya saat ini.
"Axel, bagaimana keadaan Kayla?" Tanya Karina.
"Keadaannya sudah cukup membaik kok Ma, baru saja minum vitamin," jawab Axel. "Masuk saja Ma."
"Oh, iya. Terimakasih ya Axel," ucap Karina lalu ia pun masuk ke dalam kamar anaknya itu.
Kayla menatap dan tersenyum ke arah sang ibu yang saat ini sedang berjalan mendekatinya.
"Sayang keadaan kamu sekarang sudah baik-baik saja kan. Makanannya habis?" Tanya Karina ingin memastikan lagi.
"Iya Ma, aku baik-baik saja kok. Makanannya sedikit lagi habis, tapi aku sudah keburu kenyang," jawab Kayla.
"Oh … tidak apa-apa, yang penting kamu jangan sampai tidak makan ya. Ingat, sekarang di dalam perut kamu sudah ada nyawa lain, jadi kamu harus memaksa walaupun tiba-tiba selera makan kamu hilang. Itu wajar saja terjadi pada ibu hamil di usia kehamilan awal," ucap Karina memperingatkan.
"Iya Ma," jawab Kayla.
"Dan kamu Axel, jika istri kamu ingin makan sesuatu, kamu harus siap siaga, kamu harus langsung membelikannya. Yang penting istri kamu ini harus makan, karena kalau tidak kasihan anak kalian," ucap Karina.
"Iya Ma, siap. Aku akan menjadi suami siaga selama 24 jam untuk istri aku," ucap Axel sembari mengusap lembut rambut sang istri.
Karina sangat senang melihat menantunya itu begitu perhatian terhadap anaknya. Tetapi berbeda dengan Kayla, ia memaksa untuk tersenyum karena Kayla menganggap itu semua hanyalah sandiwara.
__ADS_1
Akan tetapi Axel mengucapkan kata itu spontan dari mulutnya dan benar-benar tulus. Bahkan Axel sendiri bingung kenapa ia bisa mengucapkan kata tersebut dengan sangat lancar.
****
Satu minggu kemudian …
Meskipun saat ini Kayla dan Axel sudah kembali ke apartemen, tetapi sikap Axel benar-benar sedikit berubah lebih baik. Ia yang biasanya selalu bersikap kasar terhadap Kayla, saat ini terlihat cuek dengan apapun yang akan dilakukan oleh istrinya itu. Bahkan ia terkadang suka memberikan perhatian-perhatian kecil tanpa disadarinya. Axel juga melarang istrinya itu untuk melakukan aktivitas terlalu berat, hanya sewajarnya saja, dengan alasan semua demi kandungannya itu. Karena ia tidak mau jika terjadi sesuatu nanti, maka kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Kayla akan menyalahkannya.
Saat ini Axel sedang berada di perusahaan, melakukan aktivitas seperti biasanya. Saat baru saja selesai rapat, ia dikejutkan dengan kehadiran Keisha yang ada di dalam ruangannya dan langsung saja menghamburkan pelukan pada tubuh kekarnya itu.
"Keisha, kamu apa-apaan sih. Ini kantor," ucap Axel yang melepaskan pelukan tersebut.
"Apa-apaan bagaimana? Kamu yang apa-apaan, kamu tiba-tiba saja cuek ke aku. Apa karena sekarang ini istri kamu sedang mengandung? Iya? Kamu sudah janji Axel, kalau kamu akan kembali lagi padaku, kamu akan menceraikan Kayla. Tapi kenapa sekarang kamu malah berubah terhadapku? Sepertinya kamu malah lebih memperhatikan Kayla," ucap Keisha dengan mode ngambek.
"Siapa yang mengatakan hal seperti itu?" Kamu jangan bicara sembarangan. Aku hanya memperhatikannya demi anak di dalam kandungannya itu. Aku tidak mau jika terjadi sesuatu dengan Kayla dan kandungannya, karena sudah pasti nanti orang tuamu akan menyalahkanku. Kamu tahu itu 'kan? Terlebih lagi saat ini Mommy dan Daddy juga sangat senang atas kehamilan Kayla, mereka sangat berharap jika Kayla dapat melahirkan anak itu dengan selamat," ucap Axel.
"Lalu bagaimana denganku Axel? Mau sampai kapan kamu menggantung hubungan kita terus seperti ini? Kalau begitu lebih baik kita berpisah saja, daripada aku hanya menjadi selingkuhan kamu terus seperti ini. Kamu itu kekasihku, tapi kenapa aku yang menjadi wanita simpanan kamu," protes Keisha.
"Benarkah?" Tanya Keisha sembari mendekatkan wajahnya itu ke wajah Axel, sehingga dengan spontan Axel sedikit menjauh.
"Tentu saja benar," jawab Axel gugup.
"Kalau begitu aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku," ucap Keisha.
"Melakukan apa?" Tanya Axel kebingungan.
Kayla tak menjawab, tetapi ia langsung saja menunjukkan benda kenyal yang ada di bawah hidungnya itu. Entah kenapa melihat akan hal. itu malah membuat Axel terlihat ragu untuk melakukannya. Padahal biasanya ia akan melakukannya dengan senang hati tanpa Keisha memintanya.
"Kenapa kamu bengong? Kamu sudah tidak mau melakukan hal ini lagi padaku?" Tanya Keisha.
"Bukan, bukan seperti itu. Tapi-"
__ADS_1
Tok … tok … Tok …
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dan seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Maaf Tuan, ini saya mengantarkan berkas yang Anda minta tadi," ucap David, asisten Axel.
"Oh iya David, terimakasih. Oh ya bukankah tadi kau mengatakan mau membahas tentang berkas ini langsung, karena proyek ini harus segera kita tangani," kata Axel sembari memberi kode kepada asistennya itu.
Meskipun awalnya David merasa bingung, tetapi pada akhirnya ia mengerti karena di saat itu ada Keisha yang setahu David adalah mantan kekasih dari bos-nya itu, David beranggapan sudah pasti Axel mau menghindarinya karena sudah memiliki istri.
"Oh iya Tuan, Anda benar. Kalau begitu kita bahas sekarang ya Tuan," kata David.
"Oh iya David, kau silakan duduk dulu di sana. Aku ingin berbicara sebentar dengan Keisha," ucap Axel.
Lalu David pun segera saja duduk di tempat yang diperintahkan oleh Axel
"Kei, kamu lihat 'kan sekarang ini aku sedang banyak pekerjaan. Jadi aku mohon sekarang kamu tinggalkan perusahaan ini dulu ya. Nanti setelah aku ada waktu luang, aku janji akan menghubungi kamu dan kita akan bertemu," ucap Axel.
"Kamu janji?" Tanya Keisha.
"Ya aku janji," jawab Axel.
"Bagaimana kalau kamu mengingkarinya?" Tanya Keisha.
"Terserah apa saja yang mau kamu lakukan padaku, apapun yang kamu minta, pasti akan aku turuti," Ucap Axel.
"Baiklah! Kalau begitu aku pergi dulu ya honey," ucap Keisha lalu mencium Pipi Axel begitu saja.
David yang melihat akan hal itu berpura-pura tidak tahu saja dan menundukkan wajahnya. Sedangkan Axel sangat terkejut dan tidak membalasnya sama sekali.
Lalu segera saja Keisha melangkahkan kakinya itu menuju ke pintu. Akan tetapi di saat pintu telah terbuka, bukan hanya Keisha saja, tetapi Axel dan David pun membelalakkan mata dengan bulat sempurna, karena sangat terkejut melihat seseorang yang saat ini sudah berdiri di depan pintu dan menatap tajam ke mereka secara bergantian.
__ADS_1
Bersambung …