
Beberapa menit kemudian, Keisha pun melepaskan pelukan Justin dari tubuhnya. Ia yakin jika di saat ini suaminya itu benar-benar sudah terlelap. Karena efek obat tidur yang tadi ia berikan bekerja sangat lambat, sehingga membuat Keisha pun baru bisa lepas dari pria tersebut di tengah malam seperti ini.
"Akhirnya tidur juga, sangat merepotkan," gerutu Keisha. Lalu ia pun keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Axel dan Kayla.
Tok … tok … tok …
Beberapa kali Keisha mengetuk pintu dan menekan bel kamar tersebut, akan tetapi tidak ada tanda-tanda akan ada orang yang membukakan pintu untuknya. Hingga di saat itu bukanlah kamar tersebut yang terbuka, melainkan pintu kamar sebelah.
"Eh wanita gila, Anda itu tidak ada sopan santun ya bertamu di kamar orang tengah malam seperti ini. Ini jam 12.00 malam," kata seorang ibu paruh baya yang menatapnya dengan tajam.
"Apa ya urusannya dengan Anda? Ya suka-suka saya dong mau jam berapa pun datang ke sini. Lagipula ini tuh kamar Kakak saya, memangnya ada yang salah," Kata Kayla yang tak terima.
Kalau Anda benar-benar adiknya, seharusnya Anda tahu jika kamar ini kosong. Pasangan suami istri ini sudah keluar dari tadi," kata ibu tersebut yang membuat Keisha merasa terkejut dan tak mempercayainya.
"Anda jangan mengada-ngada ya. Masa iya mereka keluar sampai larut malam seperti ini tapi belum pulang juga," kata Keisha.
"Itu bukan urusan saya. Yang saya mau Anda jangan pernah berisik lagi karena sangat mengganggu ketenangan kami di sini. Saya dan suami saya mau istirahat, karena besok ada urusan di pagi hari. Jika Anda berani membuat keributan lagi, lihat saja apa akibatnya!" Ancam ibu tersebut, lalu menutup pintu kamarnya kembali dengan kasar.
Sedangkan Keisha masih terlihat sangat kesal, bagaimana bisa ia kecolongan, tidak mengetahui jika Axel dan Kayla keluar dari tadi.
"Apa iya Kayla dan Axel keluar setelah tadi aku dan Justin juga keluar? Tapi kemana mereka? kenapa sampai sekarang mereka belum juga pulang ke sini," batin Keisha kebingungan.
Karena tidak membuahkan hasil apapun di sana, akhirnya Keisha pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan kembali merebahkan tubuhnya di samping Justin. Toh Justin tidak akan melakukan apapun terhadapnya setelah tadi mengetahui jika dirinya saat ini sedang kedatangan tamu, walaupun itu semua hanyalah tipuan belaka Keisha terhadap suaminya.
****
Tidak seperti biasanya jika Kayla yang selalu bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk sang suami. Kini terlihat Axel yang terlebih dulu bangun dan menyiapkan sarapan pagi untuk istrinya itu.
__ADS_1
Hingga disaat Kayla baru saja terbangun dari tidurnya, ia tidak menemukan keberadaan sang suami di sampingnya. Lalu melihatnya sedang berada di meja yang tadi malam untuk makan malam mereka dan kini sudah berganti dengan menu sarapan.
"Mas itu kejutan apa lagi?" Tanya Kayla yang kini pun tampak terduduk.
"Pagi Sayang, kamu sudah bangun? Bagaimana tidurnya, nyenyak nggak?" Tanya Axel yang menghampiri istrinya itu.
"Iya Mas, aku baru saja bangun. Maaf ya aku kesiangan, aku capek banget. Aku sampai nggak sadar loh kamu tadi malam entah berapa kali melakukannya, aku benar-benar nggak sanggup melayani kamu lagi sampai aku ketiduran," ucap Keisha berterus terang, yang membuat Axel pun tersenyum gemas mendengarnya.
Padahal saat ini Tasya sedang mengandung, tetapi sama sekali tak membuat Axel terpengaruh jika Keisha sudah memberikannya kesempatan.
"Iya, iya aku minta maaf ya. Aku terlalu bersemangat Sayang kalau sudah melakukannya bersamamu. Aku seperti tidak ingin menyudahinya," ucap Axel.
"Tapi nggak bisa setiap hari ya Mas, karena di dalam sini ada anak kita, kasihan nanti kalau anak kita kelelahan," ujar Kayla.
"Iya, aku mengerti kok. Maafkan aku ya Sayang," ucap Axel.
"Iya Mas, nggak apa-apa kok. Terus itu apa, kamu sedang menyiapkan sarapan ya?" Tanya Kayla yang menunjuk ke arah meja yang sudah dipenuhi makanan.
"Oh ya? Kebetulan aku lapar Mas," kata Kayla.
"Iya aku juga tahu kok, bangun tidur pasti kamu lapar. Apalagi setelah tadi malam kita berolahraga, iya 'kan?" Kata Axel sembari mengerlingkan matanya, sehingga membuat Kayla pun tersenyum.
Lalu Kayla beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu ia bersama suaminya itu menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh Axel tadi.
****
Sementara itu Keisha masih tampak mondar-mandir di depan loby karena sampai saat ini ia belum juga melihat kemunculan Axel dan Kayla. Ia pun menjadi bertanya-tanya kemana keduanya sampai belum kembali juga ke hotel, sedangkan saat Keisha bertanya kepada resepsionis, resepsionis mengatakan jika keduanya masih menginap di hotel tersebut.
__ADS_1
"Mbak yakin kalau yang menginap di kamar 005 A masih berada di sana, belum check out?" Tanya Keisha ingin memastikannya lagi.
"Iya benar sekali Nyonya, mereka memang masih ada di kamar tersebut, belum melakukan check out," jawab resepsionis.
"Ya sudah terima kasih Mbak," ucap Keisha lalu kembali duduk.
Di saat itu terlihat Justin yang datang menghampiri istrinya tersebut dengan membawakan minuman.
"Sayang, sebenarnya kita datang ke sini mau apa sih? Apa kamu mempunyai tujuan lain selain mau bekerja sama dengan teman kamu, karena sampai saat ini kita belum juga bertemu teman kamu," tanya Justin yang sebenarnya sudah curiga terhadap istrinya itu.
"Lebih baik aku katakan saja sekarang kepada Justin, siapa tahu dia bisa membantuku," batin Keisha. "Sayang, jadi aku datang ke sini sebenarnya memang ada tujuan lain selain mau bekerja sama dengan temanku," kata Keisha.
"Oh ya?" Memang ada apa?" Tanya Justin.
"Tapi kamu jangan marah ya dan aku sangat berharap kamu bisa membantuku," kata Keisha
Justin mengernyitkan dahinya, ia semakin tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh istrinya itu.
"Jadi seperti ini, aku datang ke sini sengaja ingin menyusul Kayla dan Axel yang saat ini berada di kota ini. Bahkan mereka ada di hotel ini juga. Kamu jangan salah paham, aku hanya ingin membalas dendamku terhadap mereka karena Kayla sudah merebut perhatian Mama dan Papa. Aku tidak terima, jadi aku tidak mau membiarkannya bahagia bersama Axel. Aku ingin Kayla merasakan penderitaan yang aku rasakan," ucap Keisha menatap Justin, berharap suaminya itu akan mengerti.
"Kamu yakin ingin membalas dendam kepada Kayla karena orang tuamu? Atau jangan-jangan karena Axel? Ya bisa saja 'kan kamu memang tidak terima karena saat ini Kayla sudah berbahagia bersama mantan pacar kamu itu," ujar Justin langsung menyerang Keisha.
"Aku sudah yakin, jika aku mengatakan hal yang sebenarnya pasti kamu akan beranggapan seperti ini. Percuma aku mengajak kamu ke sini, memang lebih baik aku pergi sendiri. Padahal aku berharap dengan aku mengajak kamu, kamu bisa membantuku. Kalau tujuanku ingin menghancurkan kebahagian mereka karena aku ingin mendapatkan Axel kembali, untuk apa aku mengajak kamu, lebih baik aku sendiri karena akan lebih mudah untuk menggoda Axel. Tapi pada kenyataannya tidak. Lagipula aku juga sudah sangat muak dengan sikap Axel yang terkesan sombong memamerkan kebahagiaannya bersama Kayla," ucap Keisha yang mencoba mempengaruhi pikiran Justin.
Terlihat di saat itu Justin pun terdiam dan tampak berpikir. Ia juga membenarkan ucapan istrinya itu.
"Lalu apa yang mau kamu lakukan, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Justin, sehingga membuat Keisha pun tersenyum.
__ADS_1
Lalu Keisha mendekati wajah Justin dan membisikkan sesuatu di telinganya.
Bersambung …