Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Hidup Seperti Mati


__ADS_3

Setelah 2 hari melakukan pencarian, akan tetapi Keisha belum juga bisa ditemukan keberadaannya. Pada akhirnya polisi pun menyatakan bahwa Keisha memang telah menghilang atau bahkan mungkin ia sudah tiada. Sehingga mau tak mau Raymond pun mengatakan hal tersebut kepada Kayla dan Karina.


Tampak di saat ini keduanya sedang menangis histeris karena tidak menyangka akan kehilangan Keisha dalam waktu secepat ini, mereka seakan tak percaya jika kisah benar-benar telah menghilang dari sisi mereka.


"Kei, aku mohon kamu kembali Kei. Apapun kesalahan yang pernah kamu lakukan terhadapku, kamu tetap adikku. Aku menyayangi kamu Kei," ucap Kayla di dalam tangisannya.


"Keisha, Mama sangat menyayangi kamu, Mama ingin kamu kembali, Mama ingin berkumpul bersama kamu lagi. Mama hanya ingin kamu menjadi orang baik bukan ingin kamu pergi meninggalkan kami Nak," ucap Karina pula.


Saat ini mereka semua sedang berada di tepi sungai, tempat dimana Keisha dinyatakan hilang. Tentunya didampingi juga oleh para polisi dan tim SAR.


Meskipun saat ini Axel sudah tak memiliki perasaan apapun lagi terhadap Keisha, bahkan ia sangat kecewa dan bisa dibilang membenci wanita itu, tetapi bagaimanapun juga Keisha tetaplah pernah menjadi bagian dalam hidupnya. Axel juga pernah bahagia bersamanya, jadi tidak dipungkiri jika ia juga merasa sedih karena Keisha harus pergi dengan cara seperti itu. Akan tetapi ia tak mau menampakkannya, ia hanya mencoba menenangkan hati istrinya saat ini.


Begitu juga dengan Raymond yang juga menenangkan hati sang istri karena sedari tadi terlihat sangat histeris, tak bisa menerima kepergian anak bungsu mereka.


Sedangkan Roseline, meskipun ia sangat tidak menyukai Keisha, tetapi bagaimanapun juga ia pernah mengenal Keisha dan ikut sedih atas apa yang terjadi kepadanya saat ini.


"Sayang, sudah ya Sayang. Aku mohon kamu jangan seperti ini terus. Ini semua sudah jalannya," ucap Axel sembari membelai lembut rambut sang istri.


"Tapi aku nggak percaya Mas kalau Keisha pergi menghilang begitu saja. Atau jangan-jangan Keisha selamat, ia sudah ditemukan oleh warga," ujar Kayla yang berpikiran seperti di dunia sinetron.


"Maaf Nyonya, tapi kami sudah mencari di perkampungan dimana air sungai ini mengalir, tetapi mereka sama sekali tidak ada yang menemukan Keisha. Untuk itulah kami menyatakan bahwa Keisha memang menghilang dan kami tidak bisa melanjutkan pencarian ini," ucap salah satu polisi di sana.


Setelah seminggu mereka berada di kota Surabaya karena mengurusi masalah penculikan Kayla yang belum selesai. Berikut mencari keberadaan Keisha yang juga tak kunjung bertemu dan saat ini masih dalam keadaan berduka, mereka pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta keesokan harinya.


****


Hari-hari pun telah berlalu, tidak terasa sudah 2 bulan lamanya Keisha dinyatakan hilang. Sejak hari itu, keluarga sudah tampak ikhlas tetapi terkadang jika mengingatnya keluarga masih merasa tidak percaya dan berharap jika suatu saat nanti Keisha akan kembali. Bahkan sampai saat ini pun mereka tidak pernah menganggap jika Keisha telah meninggal dunia, karena mereka memang sama sekali tidak menemui dimana jasad Keisha. Sehingga keluarga Keisha saat ini sedang pergi atau bisa dikatakan kabur seperti saat dia pernah kabur dari rumah waktu itu.

__ADS_1


Sedangkan Justin dan anak buahnya yang terlibat penculikan Kayla saat ini pun sudah dijatuhkan hukuman penjara, dengan masa hukuman yang berbeda antara Justin dan anak buahnya itu.


Saat ini Orlando, ayah Justin itu sedang berada di sel tahanan dimana tempat anaknya dikurung.


"Bagaimana Justin, apakah selama 2 bulan kamu berada di sini, kamu baik-baik saja?" Tanya Orlando.


"Papa masih bertanya bagaimana keadaanku sekarang? Seperti yang Papa lihat jika kondisi fisikku ya baik-baik saja, tapi batinku sangat tersiksa Pa. Kapan aku akan keluar dari sini Pa, japan aku akan bebas?" Tanya Justin.


"Kamu sabar dulu, Papa akan berusaha keras agar kamu bisa secepatnya keluar dari sini dan setelah itu kamu harus ikuti permainan Papa," kata Orlando.


Justin mengerutkan dahinya, "Permainan, permainan apa?" Tanyanya.


"Apa kamu lupa, jika bukan karena bantuan Papa yang sudah membantu kamu, kamu tidak mungkin mendekam di sini hanya selama 2 tahun saja, pasti akan bertahun-tahun sama seperti anak buahmu. Ini semua karena Raymond, dia dari dulu memang tidak pernah berubah, selalu saja sombong. Papa tidak bisa menerimanya, kita harus memberi perhitungan kepada mereka. Bukan hanya keluarga Raymond, tapi juga keluarga Alex," ucap Orlando menatap tajam penuh kebencian.


Orlando memang sudah lama mengenal Raymond dan Alex sebagai saingannya di zaman kuliah dan sekarang menjadi saingan bisnis.


"Nanti saja kita bicarakan, yang terpenting kamu harus baik-baik dulu berada di sini. Nanti setelah kamu keluar dari sini, baru akan Papa katakan apa yang akan kita lakukan untuk membalas mereka. Saat ini kamu tidak perlu lagi membela mereka, wanita yang kamu cintai sudah tidak ada. Bahkan mereka sama sekali sudah tidak perduli lagi dengan anaknya sendiri, mereka sudah menganggap jika Keisha benar-benar sudah meninggal seperti apa yang dikatakan oleh polisi," ucap Orlando.


Justin mengepal erat kedua tangannya, menahan emosi karena mendengar ucapan ayahnya itu.


"Tapi aku yakin Keisha masih hidup Pa, entah kenapa hati aku mengatakan seperti itu," ucap Justin.


"Ya sudah, kamu tenang saja Papa akan terus mengerahkan anak buah Papa untuk mencari dimana keberadaan istrimu," kata Orlando.


"Terimakasih banyak Pa," ucap Justin lalu keduanya pun berpelukan sejenak.


Karena jam besuk telah berakhir, kini Orlando pun pergi meninggalkan sel tahanan di Kota Surabaya.

__ADS_1


****


Di sebuah perkampungan yang masih termasuk di dalam kota Surabaya, terdapat seorang nenek tua yang hanya tinggal dengan cucu laki-lakinya karena suami beserta anak dan menantunya telah meninggal dunia. Ia hanya bekerja menjual kue keliling, sedangkan cucunya bekerja sebagai buruh di pabrik.


Saat ini mereka sedang kebingungan karena tidak sengaja sang cucu menemukan seorang wanita di tepi sungai, saat ia baru saja pulang bekerja, sehingga ia pun membawanya pulang ke rumah. Akan tetapi karena keterbatasan biaya, mereka pun tidak dapat membawa wanita tersebut ke rumah sakit, hanya diobatkan saja di rumah oleh mantri dan diberikan obat-obat tradisional sehingga wanita itu masih dapat bertahan hidup meskipun dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Malam hari, saat sang nenek yang baru saja selesai memasak, ia pun menghampiri dan berniat mengajak cucunya untuk menyantap makan malam bersama. Dilihatnya sang cucu yang masih tampak menemani wanita yang ditemuinya itu di dalam kamarnya.


"Cu, ayo kita makan malam dulu," ajak nenek yang akrab disapa nek Aminah.


"Iya Nek. Nek kapan ya wanita ini akan bangun? Sudah 2 bulan lamanya, tetapi wanita Ini masih saja koma. Apa ada harapan untuk dia bangun Nek?" Tanya Arya, sang cucu yang terlihat begitu sedih.


"Arya, kamu tidak mengenali dia, kamu hanya menemukannya saja dan membawanya pulang. Tapi kenapa kamu terlihat seperti sangat sedih, kamu seperti sangat takut jika wanita ini tidak bangun," kata nek Aminah.


"iya Nek, mmang aku hanya menemukannya saja, aku tidak mengenalinya. Tetapi Seiring berjalannya waktu karena aku merawatnya, aku selalu dekat dengannya, aku merasakan jatuh cinta dengan wanita ini dan aku ingin wanita ini segera bangun," ucap Arya


"Ya sudah, kita doakan saja semoga wanita ini akan segera bangun dan kamu bisa menyatakan cinta untuknya. Lebih baik sekarang kita makan saja dulu ya," kata nek Aminah yang merasa kasihan terhadap cucunya.


Selama ini Arya hanya sibuk bekerja sampai-sampai tidak mau mengenal dan mendekati wanita dan sekarang malah jatuh cinta terhadap wanita yang hidup tapi seperti mati. Saat ini hanya karena keajaiban saja lah wanita itu masih bisa bertahan, meskipun tanpa peralatan medis dari rumah sakit.


Lalu nek Aminah dan Arya pun hendak pergi meninggalkannya dan menuju ke dapur, akan tetapi tiba-tiba saja …


"Tidak … aku tidak salah. Aku tidak mau dipenjara, Aku tidak mau."


Langkah kaki nek Aminah dan Arya terhenti karena mendengar suara tersebut dari wanita itu.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2