Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Kejutan Kedua


__ADS_3

Axel dan Kayla masih tak menyangka dengan keberadaan wanita yang sama sekali tak diinginkan oleh mereka, kini hadir di hadapan mereka saat ini.


"Kau? Kenapa kau bisa ada di sini? Bagaimana kau bisa tahu keberadaan kami?" Tanya Axel yang menatap Keisha tidak suka.


"Keisha, kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Kayla pula.


"Hai Axel, Kayla, kalian tidak perlu terkejut seperti itu melihatku. Bukankah ini tempat umum? Wajar 'kan kalau aku ada di sini," kata Keisha dengan santainya.


"Sama sekali tidak wajar, kau pasti sengaja 'kan ingin mengikuti kami. Kau pasti sengaja ingin mengganggu liburan kami," tuding Axel.


"Axel, kenapa kau berbicara seperti itu sih. Sikapmu benar-benar berubah, mana sikapmu yang dulu begitu manis untukku," kata Keisha.


"Ck, kau bukan siapa-siapaku lagi. Jadi aku tidak perlu bersikap manis lagi kepadamu," cibir Axel.


"Oke, kalau memang seperti itu. Aku datang ke sini hanya ingin mengunjungi kalian saja dan sekedar informasi aku menginap di kamar nomor 003 A. Siapa tahu kau merindukanku, kau bisa menghampiriku Axel," kata Keisha yang tak tahu malu menggoda suami kakaknya itu.


"Stop Keisha! Aku benar-benar tidak mau tahu apa urusanmu datang ke sini, tapi yang jelas kehadiranmu sama sekali tidak diinginkan di sini. Jadi kalau kamu memang berniat hanya ingin melihat Kami, sekarang bukankah sudah tidak ada urusan lagi? Jadi lebih baik sekarang kamu pergi, karena kita berdua masih punya urusan lain, kata Kayla yang benar-benar sangat muak melihat tingkah adiknya itu, sehingga ia tidak mau lagi mengalah seperti yang biasa ia lakukan.


Sedangkan Axel sendiri juga sangat senang melihat sikap istrinya itu yang berani bersikap tegas terhadap Keisha.


"Oke, oke. Sekarang aku akan pergi, tapi nanti aku pasti akan menghampiri kalian lagi. Bye … bye … ," ucap Keisha lalu pergi meninggalkan mereka.


Sedangkan Kayla masih tanpa mematung, menatap punggung adiknya itu sampai lenyap dari pandangan matanya.


"Sayang, ayo kita masuk!" Ajak Axel yang merangkul tubuh istrinya itu dan menuntunnya masuk ke dalam kamar.


"Aku benar-benar kesal, kenapa sih Keisha bisa ada di sini. Atau jangan-jangan kamu ya yang memberitahu Keisha tentang keberadaan kita," tuding Kayla.


"Sayang, kenapa kamu menuduhku seperti itu? Aku sama sekali tidak memberitahu Keisha. Ya mana aku tahu dia bisa ada di sini," bantah Axel karena tak merasa melakukan hal itu.


"Awas ya kalau sampai aku tahu kamu yang memberitahu Keisha tentang keberadaan kita, Aku tidak akan memaafkan kamu," kata Kayla yang membuat Axel pun merasa ngeri melihat sikap istrinya yang begitu sensitif, entah karena bawaan kehamilannya atau memang Karena rasa cintanya itu terhadap Axel.


"Sudah, sudah kamu jangan marah-marah ya. Sekarang kita makan, lalu istirahat. Nanti malam aku mau ajak kamu ke suatu tempat," kata Axel.


"Mau ajak aku kemana?" Tanya Kayla.


"Ada deh, nanti kamu juga akan tahu kok," ucap Alex.


"Kamu mau kasih aku kejutan lagi ya?" Ucap Kayla menebak.


"Ada deh, yang pasti kamu pasti akan tahu kok. Sudahlah tidak usah banyak tanya dan tidak usah dipikirkan. Sekarang kita makan ya, pasti kamu dan anak kita sudah lapar 'kan," kata Axel.


"Iya dong, apalagi tadi habis menghadapi tamu tidak diundang. Bawaannya jadi semakin lapar," ungkap Kayla yang terlihat geram.

__ADS_1


"Sudah, sudah, sabar," kata Axel yang tersenyum gemas melihat istrinya itu.


****


Malam yang dinanti pun telah tiba, saat ini Axel dan Kayla sedang bersiap-siap akan pergi ke suatu tempat yang dimaksud oleh Axel tadi.


"Mas, menurut kamu aku lucu nggak sih pakai gaun ini?" Tanya Kayla sembari menunjukkan perut buncitnya itu.


"Bagus dong, kamu terlihat seksi," jawab Axel.


"Serius kamu?" Tapi aku kok merasa nggak PD ya pakai baju yang ngepas di perut seperti ini," kata Kayla.


"PD saja dong Sayang, 'kan memang sekarang. kamu sedang hamil, karena di dalamnya ada anak kita," kata Axel sembari mengelus lembut perut sang istri.


"Iya sih, tapi benar-benar bagus 'kan Mas?" Tanya Kayla yang terlihat tidak percaya diri.


"Iya bagus. Kamu itu terlihat sangat cantik mau kamu memakai baju apapun. Mau kamu sedang hamil atau tidak, kamu tetap cantik," puji Axel.


"Kamu serius? Kamu nggak lagi mencoba mengambil hati aku 'kan Mas?" Tanya Kayla menatap curiga.


"Apaan sih kamu, sekarang kamu kok bawaannya jadi sensitif begitu, curiga terus sama aku," ujar Axel.


"Memangnya kenapa, kamu nggak suka aku seperti ini?" Tanya Kayla dengan mode ngambek.


"Iya, iya, aku suka Sayang. Sudah ya jangan marah-marah terus, nanti kamu cepat tua kalau marah-marah seperti itu," pinta Axel.


"Aku salah lagi? Ya Sudah lebih baik sekarang kita pergi saja kalau sudah selesai. Percaya denganku kalau kamu itu cantik, perfect," ucap Axel sehingga Kayla pun tersenyum.


"Nah begitu dong, kalau senyum seperti itu 'kan kamu semakin cantik," kata Axel yang menekan ujung kalimatnya itu, agar sang istri tidak lagi salah paham.


Lalu keduanya pun segera saja menuju ke pintu dan hendak keluar dari kamar.


"Mas, tunggu!" Ucap Kayla sehingga langkah kaki keduanya terhenti.


"Kenapa Sayang?" Tanya Axel.


"Mas Aku nggak mau kalau sampai Keisha mengetahui kita pergi, pasti nanti dia akan mengikuti kita dan akan merusak semua rencana kamu," ucap Kayla sehingga membuat Axel pun berpikir sejenak dan ia membenarkan ucapan istrinya itu.


"Ya sudah kamu tunggu sebentar ya, aku punya ide," kata Axel.


"Apa Mas?" Tanya Kayla.


"Tunggu sebentar ya," kata Axel, lalu di saat itu ia kembali mencari-cari sesuatu di dalam koper.

__ADS_1


Hingga tidak berapa lama kemudian, Axel kembali menemui sang istri.


"Kamu pakai ini!" Titah Axel memberikan topi, kaca mata dan juga masker kepada istrinya itu, ia juga memakaikan jaket ke tubuh sang istri.


"Kita mau menyamar ya Mas?" Tanya Kayla.


"Ya tentu saja, aku memberikan kamu ini untuk menyempurnakan penyamaran kita. Aku yakin Keisha tidak akan mengetahui walaupun nantinya dia melihat kita di dalam hotel ini," kata Axel.


"Suami aku pintar banget sih," Puji Kayla yang membuat Axel pun tersenyum dan sangat senang mendengarnya.


Lalu keduanya segera saja memakai atribut untuk penyamaran mereka. Setelah semuanya selesai dan dirasa tidak akan ada yang mengenali mereka, segera saja Axel dan Kayla keluar dari kamar.


Benar saja di saat mereka berjalan hendak menuju loby, di sana terlihat Keisha yang sedang duduk tampak sedang menunggu seseorang. Entah siapa yang ditunggu yang jelas Axel dan Kayla tidak mau Keisha melihat mereka.


Lalu keduanya pun berpura-pura sedang berbincang-bincang sembari berjalan dan tidak melihat ke arah Keisha yang di saat itu tampak memperhatikan mereka. Sehingga sepasang suami istri itu dapat dengan aman melewati Keisha dan segera masuk ke dalam mobil yang kebetulan di saat itu sang supir sudah menjemput mereka dan menunggu di depan hotel.


****


Karena sebelumnya Axel sudah memberitahu kepada Rahman kemana tujuan mereka, sehingga Rahman pun tak perlu lagi banyak bertanya dan segera saja melaju ke tempat tujuan.


Hingga di saat itu Rahman pun memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah hotel mewah, bahkan lebih mewah dari tempat mereka menginap saat ini.


"Loh Mas, kok kita ke hotel? Memangnya kita mau pindah hotel?" Tanya Kayla.


"Kenapa tidak? Lagipula aku tidak mau Keisha mengganggu kita. Seperti yang kamu tahu Keisha seperti sedang berusaha untuk mengganggu kita. Kamu juga tidak mau 'kan Keisha mengganggu kita," kata Axel.


"Oh iya, kamu benar juga. Jadi kamu diam-diam menyiapkan ini, memesan hotel lain untuk kita pindah?" Tanya Kayla.


"Iya dong, aku ingin selalu menyiapkan tempat ternyaman untuk istri aku," jawab Axel. "Ya sudah kalau begitu kita masuk saja sekarang," ajaknya lalu bersama sang istri segera masuk ke dalam hotel tersebut dan langsung menuju ke sebuah kamar yang telah dipesan oleh Axel.


"Kamu buka deh pintunya!" Titah Axel saat ia sudah menekan password kamar tersebut, yang lebih mirip dengan sebuah apartemen.


"Kenapa harus aku?" Tanya Kayla.


"Ya aku mau kamu saja yang membukanya," jawab Axel.


Kayla mengernyitkan dahinya, meskipun ia bingung tetapi ia pun menuruti saja perintah suaminya itu dan di saat pintu terbuka Kayla sangat terkejut melihat bunga-bunga mawar yang bertebaran di atas lantai menyambut mereka, dengan lilin-lilin Indah seolah membentuk jalan.


"Ini apa Mas?" Tanya Kayla.


"Kita masuk saja ya, ikuti jalan itu!" Titah Axel, lalu menuntun istrinya itu menuju ke sebuah kamar.


Lagi-lagi Axel meminta Kayla juga membuka pintu kamar tersebut dan membuat Kayla lebih terkejut lagi, ia melihat sebuah kamar yang dihias dengan begitu indah sehingga membuatnya merasa takjub.

__ADS_1


"Surprise! Ini kejutan kedua untuk kamu, setelah tadi malam aku memberikan kejutan yang pertama," ucap Axel.


Bersambung …


__ADS_2