
Untungnya di saat itu Axel tidak terlambat, sehingga Kayla pun terjatuh di pelukan suaminya dan di saat itu Kayla tersenyum melihat wajah suaminya itu, lalu ia yang sudah sangat lemah itu pun pingsan begitu saja.
"Sayang, bangun sayang," ucap Axel yang sangat panik melihat istrinya itu sudah tidak sadarkan diri.
Tanpa menunda lagi, Axel pun langsung saja membopong tubuh Kayla dan setengah berlari membawa istrinya itu menuju ke mobil dan akan membawanya ke rumah sakit terdekat. Untungnya di saat itu sang supir juga baik-baik saja, hanya terdapat luka kecil pada wajahnya. Sehingga ia pun langsung menyetir mobil, meninggalkan rumah tua tersebut bersama Axel dan dan Kayla.
Sedangkan anak buah Axel yang lainnya masih sibuk membereskan anak buah Justin.
****
"Lepaskan aku Justin! Kenapa kau malah mengikat tanganku seperti ini, kenapa kau malah menjadikan aku sandera dan malah sandera yang sebenarnya kau lepaskan. Kenapa kau menolongnya?"
Terdengar suara Keisha yang terus saja memarahi Justin. Karena Justin lah yang tadi telah menggagalkan semua rencananya. Justin yang merasa sikap Keisha itu sudah keterlaluan dan ia juga merasa kasihan melihat Kayla yang merupakan orang baik, sehingga ia pun memutuskan untuk menolong Kayla.
"Kau dengar ya Keisha, meskipun aku bukan orang baik. Tapi aku juga tidak sejahat kau, aku masih mempunyai hati, aku tidak akan membiarkan kau terus saja membuat kejahatan seperti itu. Apa kau sama sekali tidak mempunyai perasaan, bahkan binatang saja saling menyayangi. Tapi kau sama sekali tidak peduli dengan kakakmu sendiri, kau terlalu mementingkan ambisimu sampai kau menyakiti saudaramu sendiri," kata Justin yang sudah tidak tahan lagi menghadapi sikap Keisha.
"Diam! Kau sama sekali tidak hak untuk ikut campur urusanku. Aku melakukan ini semua karena aku memperjuangkan cintaku untuk Axel," ungkap Keisha yang membuat Justin pun merasa geram mendengarnya.
"Jadi benar kau melakukan ini semua karena ingin mendapatkan kembali hati mantan pacarmu itu? Jadi kau anggap aku ini siapa Keisha, aku ini suamimu tapi kau malah mengabaikanku begitu saja setelah apa yang sudah kita lalui bersama. Kau sengaja memanfaatkanku hanya untuk kepentinganmu," kata Justin yang kini pun mencengkram erat dagu Keisha, seperti apa yang tadi Keisha lakukan terhadap Kayla.
Akan tetapi sama sekali tak membuat Keisha bergidik, ia malah semakin menatap tajam Justin seolah menentangnya. Sehingga di saat itu pun Justin langsung saja melepaskan cengkramannya itu dengan kasar.
__ADS_1
"Jika bukan karena aku mencintaimu, pasti saat ini juga aku sudah menghabisimu Keisha," kata Justin yang kini memilih menjauh.
Ia takut jika akan menyakiti Keisha seperti tujuan awalnya untuk membalas dendam, rasa cintanya terhadap Keisha terlalu besar sehingga ia pun tak tega untuk menyakitinya.
"Ternyata kau sangat mencintaiku Justin, bahkan kau yang katanya ingin membalas dendam padaku, tapi nyatanya kau sama sekali tidak tega untuk menyakitiku. Baguslah jika memang seperti itu," batin Keisha tersenyum smirk.
****
Di saat Kayla sedang ditangani oleh dokter, Axel pun menghubungi kedua orang tua Kayla karena memang di saat itu ia baru sempat memegang ponselnya dan ada panggilan tak terjawab beberapa kali dari ayah mertuanya itu. Bahkan saat ia mengaktifkan ponsel Kayla pun juga terdapat beberapa panggilan masuk yang sama, sehingga ia pun langsung saja menghubungi balik dan memberi kabar tentang kondisi Kayla saat ini. Axel juga menghubungi kedua orang tuanya untuk memberitahu kabar menantu mereka.
Bukan hanya Kayla saja yang ditangani, tetapi sang supir juga sedang diobati oleh dokter karena terdapat luka kecil dengan jumlah yang banyak di wajah dan juga tubuhnya. Meskipun Axel juga mengalami hal yang sama, tetapi ia memilih untuk tidak diobati. Karena ia masih tetap menunggu kabar istrinya itu, ia tidak tenang bahkan ia juga tidak merasakan sakit karena benar-benar merasa sangat khawatir dengan kondisi istri dan juga calon anaknya itu.
Hingga tidak berapa lama kemudian, dokter pun keluar dari ruang IGD dan menghampiri Axel untuk memberitahu kondisi Kayla saat ini.
Duar …
Bagai disambar petir, tubuh Axel bergetar hebat hingga terasa lemas begitu saja. Selama hidup, baru kali ini ia mendapatkan kabar yang begitu menyakitkan di dalam hidupnya, yang membuatnya pun lemah tak berdaya. Ia benar-benar merasakan cintanya untuk Kayla begitu besar, sehingga ikut merasakan sakit yang dirasakan oleh istrinya saat ini.
****
Beberapa jam kemudian, kedua orang tua Kayla dan Axel telah tiba di Surabaya dan langsung saja menuju ke rumah sakit tempat dimana Kayla ditangani. Axel pun langsung memberitahu bagaimana kabar Kayla saat ini dan tentang apa yang tadi disarankan oleh dokter.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang lagi, mereka semua pun langsung saja memutuskan untuk segera melakukan yang terbaik untuk Kayla. Meskipun semuanya begitu sangat terpukul, tetapi ini semua demi keselamatan Kayla. Sehingga mereka harus rela kehilangan anak yang bahkan belum sempat hadir ke dunia.
Setelah mendapat persetujuan dari keluarga, kini Kayla pun langsung saja dibawa ke ruang operasi untuk segera ditangani, sedangkan keluarga tampak menunggu di luar ruangan dengan perasaan yang begitu cemas.
Axel begitu sangat terpuruk dengan duduk di sudut sendirian. Meskipun di saat ini semuanya ikut merasakan sedih, terutama Karina sebagai ibunya Kayla, tetapi bagaimanapun juga Axel lah yang di sini paling terpuruk. Karena ia harus kehilangan anaknya dan harus menerima kenyataan tentang kondisi istrinya yang saat ini bisa dibilang mengkhawatirkan.
Di saat Karina dan Roseline sedang bersama dan saling menguatkan, di saat itu pula Raymond dan Alex mendekati Axel untuk menguatkannya.
"Axel, kamu harus kuat. Mungkin pilihan ini memang berat, tapi ini adalah keputusan yang terbaik untuk kayla. Kamu harus ikhlas Nak, kamu harus yakin jika dibalik ini semua ada hikmahnya," kata Alex sembari menepuk pelan pundak anaknya itu.
"Apa yang Daddy kamu katakan itu benar Axel, kamu harus kuat. Karena jika kamu tidak kuat, siapa yang akan menguatkan Kayla nanti di saat dia sudah sadar. Sekarang kita doakan saja semoga operasi berjalan lancar dan Kayla cepat pulih," sambung Raymond.
"Ya benar, saat ini yang Kayla butuhkan adalah doa dan dukungan dari kita. Tapi Daddy mau bertanya, siapa yang sudah melakukan ini semua, siapa yang sudah menyebabkan Kayla menjadi seperti ini? Kenapa dia tega sekali menyakiti Kayla?" Tanya Alex.
Hingga di saat itu pun Raymond juga tidak sabar untuk ikut bertanya dan mendengar jawabannya, "Iya, kenapa ada orang yang sampai tega menculik Kayla dan menyakitinya di kota Surabaya. Memangnya kalian berdua punya musuh di sini?"
Di saat itu Axel pun tampak mengepal erat kedua tangannya dan menatap tajam jika mengingat siapa dalang di balik ini semua.
"Apa kalian semua mau tahu siapa dalang dibalik ini semua? Siapa yang menyebabkan Kayla celaka dan aku harus kehilangan anakku?" Tanya Axel yang terlihat sangat emosi.
"Siapa Axel?" Tanya Karina yang juga sangat ingin tahu dan sedari tadi ingin bertanya, hanya saja waktunya yang kurang tepat.
__ADS_1
"Keisha," jawab Axel singkat tetapi membuat semuanya sangat terkejut dan menatap ke arah Axel.
Bersambung …