
Setelah mendengar kabar dari Kayla bahwa saat ini Keisha berada di rumah sakit, Roseline pun segera ke sana untuk memastikan keadaan Keisha dan juga Kayla. Bagaimanapun juga Roseline ikut merasa bersalah jika terjadi sesuatu dengan keduanya, karena ialah yang tadi memulainya sehingga membuat Keisha pun berbuat nekat terhadap Kakaknya sendiri.
Akan tetapi saat di dalam perjalanan, tiba-tiba saja mobil yang ditumpangi oleh Roseline itu pun menjadi tidak seimbang, sehingga supir memberhentikan mobilnya terlebih dahulu di tepi jalan.
"Ada apa Pak?" Roseline bertanya kepada sang supir.
"Maaf Nyonya, sepertinya ban mobil kita kempes. Saya periksa sebentar," ucap supir.
"Iya Pak, silahkan!" Ucap Roseline.
Langsung saja supir keluar dari mobil dan memeriksa keadaan mobil tersebut. Benar saja terlihat ban mobil belakang sebelah kiri sudah pecah, hingga supir pun mengganti bannya terlebih dulu. Sedangkan Roseline menuju ke salah satu warung terdekat untuk membeli minuman.
Sambil menunggu supir mengganti ban mobilnya, di saat itu pula Rosline mencoba untuk menghubungi Axel, anaknya, lewat telepon WhatsApp.
"Halo Mom ada apa?" Tanya Axel dari seberang telepon.
"Halo Axel, kamu masih di kantor?" Tanya Roseline.
"Iya Mom masih, memang kenapa? Mommy sedang ada dimana, kok berisik?" Tanya Axel pula.
"Mommy sedang berada di jalan pulang, tapi tiba-tiba ban mobil Mommy pecah dan sekarang supir Mami sedang mengganti bannya," terang Roseline. "Oh ya kamu sudah mau pulang ke apartemen?"
"Belum, memangnya ada apa Mom?" Tanya Axel.
"Oh … tidak ada apa-apa, tapi kalau kamu sudah pulang sampaikan salam Mommy untuk Kayla, menantu kesayangan Mommy ya," ucap Roseline.
"Oke Mom, nanti aku sampaikan. Mommy hati-hati ya, aku mau melanjutkan pekerjaan lagi," ucap Axel.
"Ya sudah, tapi kamu jangan terlalu pulang larut malam ya, kasihan istri kamu sendiri di apartemen," ucap Roseline.
"Iya Mom," jawab Axel.
"Ya sudah Mommy tutup ya teleponnya. Bye … ." Roseline mengakhiri telepon tersebut. "Syukurlah, ternyata Axel tidak tahu jika saat ini wanita itu berada di rumah sakit. Jika sudah tahu, pasti Axel akan segera ke sana untuk menemuinya," batinnya.
__ADS_1
****
Setelah berakhirnya panggilan telepon dari sang ibu, Axel pun meletakkan ponselnya kembali ke dalam laci meja kerjanya serta memasang mode silent pada ponselnya itu, agar tidak ada yang mengganggunya untuk tetap fokus bekerja. Sehingga di saat itu pun ada sebuah pesan masuk yang sama sekali tidak ia ketahui, karena di saat itu juga Axel tampak fokus membahas masalah pekerjaan bersama asistennya, David.
Waktu telah menunjukkan pukul 20.00. Kini Axel pun memutuskan untuk pulang ke apartemen karena pekerjaan untuk hari ini bisa ia tinggalkan dan besok baru akan kembali untuk melanjutkannya.
Sedangkan Kayla juga saat ini sudah berada di apartemen setelah tadi Roseline datang ke rumah sakit dan mengajaknya pulang, tentunya tanpa sepengetahuan Keisha jika ibu dari mantan kekasihnya itu datang ke sana untuk memastikan kondisinya.
Saat di dalam perjalanan pulang ke rumah, Axel yang sedari tadi belum sempat melihat ponselnya itu pun, mengeluarkan ponselnya itu dari dalam saku kemeja dan sangat terkejut membaca sebuah pesan masuk dari Keisha, membuatnya secara mendadak memberhentikan mobil di tengah jalan. Untung saja di saat itu tidak ada kendaraan lain yang lewat. Lalu Axel pun beberapa kali mencoba menghubungi Keisha, tetapi tidak ada jawabannya.
Axel terlihat begitu khawatir terhadap Keisha dan sangat marah terhadap orang yang membuat kekasihnya itu celaka. Segera saja ia menyimpan ponselnya kembali dan memutar arah mobilnya, tidak jadi menuju pulang ke apartemen.
Karena melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak berapa lama kemudian ia telah tiba di rumah sakit dimana Keisha berada. Keisha sendiri yang tadi mengabarkan jika saat ini sedang berada di rumah sakit dan semua itu karena ulah Kayla. Segera saja Axel berlari menuju ke ruang IGD, karena terakhir kali Keisha mengabarkan jika ia berada di sana. Akan tetapi setibanya di ruangan tersebut, Axel sama sekali tidak menemui keberadaan Keisha maupun keluarganya.
"Maaf Suster, saya mau bertanya," ucap Axel kepada seorang suster yang baru saja keluar dari ruang IGD.
"Iya, silahkan Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya suster.
"Apakah di dalam ruang IGD ada pasien yang bernama Keisha atau mungkin dia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap?" Tanya Axel.
"Jadi seperti itu, syukurlah. Terima kasih ya Suster," ucap Axel.
"Iya sama-sama Tuan," Jawab suster dan berlalu.
Meskipun tidak dapat menemui keberadaan Keisha, tetapi Axel menjadi sedikit lega karena mendengar kabar bahwa saat ini Keisha dalam keadaan baik-baik saja, bahkan sudah pulang ke rumah.
Akan tetapi tiba-tiba saja pandangannya berubah menjadi tajam saat mengingat sosok sang istri yang menyebabkan wanita yang dicintainya itu celaka. Sehingga tak membuang waktu lama lagi, Axel bergegas meninggalkan rumah sakit dan melajukan mobil pulang ke apartemen. Ia sudah tak sabar lagi ingin menemui Keisha dan menanyakan tentang kebenarannya.
****
"Heh sini kau!"
Axel yang baru saja tiba di apartemen dan melihat Kayla sedang menyiapkan makan malam, menarik tangannya serta mencengkeramnya erat sehingga membuat Kayla sontak terkejut.
__ADS_1
"Akh," rintih Kayla. "Kamu ini kenapa sih, kenapa pulang-pulang malah marah-marah seperti itu. Aku salah apa?" Tanyanya tak mengerti.
"Jangan berpura-pura tidak mengerti. Apa yang baru saja kau lakukan terhadap wanita yang kucintai? Kau sudah mencelakainya 'kan, kenapa Kayla?" Tanya Axel menatapnya tajam.
Seketika membuat Kayla tersenyum kecut, "Oh, jadi gara-gara itu kamu pulang langsung marah-marah tanpa mendengar dulu penjelasan dariku." Kayla membalas menatap tak kalah tajamnya.
"Apalagi yang mau kau jelaskan Kayla! Semua sudah jelas bahwa kau yang telah mencelakai Keisha. Padahal Keisha datang ke sini baik-baik dan hanya ingin mencariku," kata Axel.
"Dengarkan aku dulu Axel, aku tidak melakukan apapun terhadap Keisha. Justru Keisha yang datang ke sini mau mencelakaiku. Aku melakukan itu karena tidak sengaja Axel, aku hanya ingin melindungi anakku. Keisha menekan perutku sehingga membuat aku kesakitan, tetapi kenapa aku yang disalahkan?" Terang Kayla.
"Jangan membohongiku, karena aku sama sekali tidak percaya dengan ucapanmu itu. Kau selalu saja iri terhadap Keisha, kau selalu saja tidak terima saat Keisha kembali lagi. Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kau sengaja ingin mencelakai Keisha agar dia benar-benar pergi dari hidupku selamanya, iya?" Tuding Axel sembari membentak Kayla, hingga tanpa disadari air mata Kayla pun menetes begitu saja meskipun ia sudah mencoba untuk menahannya.
Rasanya begitu sakit tidak dipercayai oleh suami sendiri, bahkan suaminya malah menuduhnya melakukan hal yang sama sekali tidak ia lakukan dan terang-terangan membela wanita lain. Karena tak mau lagi terus merasa sakit hati dengan segala tuduhan dari Axel, Kayla pun memilih untuk meninggalkannya.
"Kayla! Aku belum siap berbicara denganmu," Teriak Axel tetapi sama sekali tak digubris oleh istrinya.
Sehingga Axel pun mengejar Kayla dan menghadang jalannya saat hendak masuk ke dalam kamar.
"Minggir!" pinta Kayla secara lembut.
"Aku tidak mau, aku belum selesai berbicara denganmu," tolak Axel
"Aku bilang minggir!" Teriak Kayla, sehingga membuat Axel merasa terkejut dan membuatnya semakin murka.
"Berani sekali kau membentakku seperti itu," kata Axel yang kini mendorong tubuh Kayla ke dinding lalu mencekram dagunya dengan erat.
Kayla menatap Axel dengan tajam, di saat itu Axel dapat melihat terdapat buliran bening yang keluar dari sudut mata sang istri, bercampur dengan rasa sedih dan sakit hati yang saat ini yang dirasakan oleh wanita yang masih sah menjadi istrinya itu, mendadak membuat Axel merasa iba dan melepaskan cengkramannya itu secara kasar serta menundukkan wajahnya.
"Kenapa kamu berhenti melakukannya? Apakah kamu sudah puas menyakitiku? Aku kira kamu benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik. Tetapi aku tidak menyangka, setelah apa yang terjadi dengan Keisha malah membuatmu kembali berbuat kasar padaku. Ternyata kehamilanku juga sama sekali tidak ada artinya untukmu. Oke, kalau kamu memang lebih membela wanita itu dan selalu menyalahkanku, aku berjanji tidak akan pernah lagi mau mencampuri urusanmu dengan Keisha. Terserah apapun yang ingin kamu lakukan bersamanya, kalian mau menjalin hubungan di belakang ataupun di depanku itu terserah kalian. Aku benar-benar sudah capek," ucap Kayla dengan tatapan sendu, lalu ia pun segera saja pergi meninggalkan Axel dan masuk ke dalam kamarnya.
Saat di dalam kamar Kayla masih menangis sejadi-jadinya dibalik pintu, meratapi nasib yang terjadi pada dirinya. Hingga di saat itu tiba-tiba saja …
"Akh …!"
__ADS_1
Bersambung …