
Flashback on …
"Kei, aku menyukai kamu dan ini aku punya sesuatu untuk kamu," ucap seorang pria culun yang menyatakan cintanya kepada wanita cantik, idola di Sekolah Menengah Atas.
Pria tersebut hanyalah pria biasa yang culun, bahkan menggunakan kacamata. Sehingga membuat Keisha pun langsung saja menolaknya mentah-mentah tanpa memikirkan perasaan pria yang tulus menyukainya itu.
"Hah kau menyukaiku? Ya tapi Wajar saja sih, mana ada sih pria yang tidak menyukai wanita secantik aku. Tapi apa tidak salah kamu mengungkapkannya, kau tidak punya kaca di rumah atau bagaimana sih. Kamu tahu 'kan kalau aku ini cantik, kaya, idola di sekolah dan kamu hanyalah pria culun yang tidak jelas asal usulnya, berani menyatakan cinta untukku," hina Keisha.
"Ha … ha … ha … ."
Hingga terdengarlah suara riuh tawa ejekan untuk pria tersebut.
"Memangnya kenapa kalau aku culun? Memangnya salah kalau aku mencintai seorang wanita. Kamu juga manusia biasa 'kan, jadi menurut aku tidak ada yang salahnya jika aku menyukai kamu dan aku hanya ingin memberikan kamu lukisan ini. Karena ini adalah lukisan terbaik yang aku punya, aku sengaja melukis wajah kamu di sini untuk melambangkan cintaku," kata pria tersebut yang terlihat begitu serius.
Lalu Keisha pun merampas lukisan tersebut dari tangannya, "Ini? Hanya ini yang mampu kau berikan untukku? Kau menyatakan cinta untukku dengan cara seperti ini? Ini sudah jelas salah pria culun, kau itu salah sasaran. Seharusnya kalau kau mau menyatakan cinta dengan cara seperti ini, minimal carilah yang sederajat denganmu. Tampangmu sama sekali bukan seleraku, terus kamu hanya memberikan selembar kertas ini saja. Paling tidak walaupun wajahmu itu tidak memungkinkan, ya beri aku berlian kek, tas branded kek, ini hanya sampah yang sama sekali tidak ada artinya. Kau dengar ya pria culun, sampai kapanpun aku tidak akan mungkin pernah menyukaimu meskipun stok pria di dunia ini sudah habis." Keisha terus saja menghina pria tersebut habis-habisan.
"Ha … ha … ha … malu-maluin saja sih. Culun … culun … seharusnya kau itu berkaca dulu lah, masa iya suka sama idola sekolah."
Hinaan dari teman-temannya itu pun terdengar, sehingga membuat pria tersebut merasa malu, ia juga mengepal erat kedua tangannya menahan emosi serta menatap tajam ke arah orang-orang yang telah menghinanya secara bergantian.
Tak hanya itu saja, selain menghina pria tersebut, Keisha juga merobek lukisan tersebut menjadi 2 bagian dan mencampakkannya hingga melayang dan jatuh tepat ke wajah pria tersebut.
Pria itu pun segera memunguti robekan lukisan itu dan membawanya pergi. Semenjak saat itu, ia tidak berani lagi untuk mendekati Keisha hingga pada saatnya pria tersebut lulus sekolah, karena ia merupakan kakak kelas Keisha.
Flashback off.
"Kenapa lukisan ini bisa ada di belakang pintu kamar Justin? atau jangan-jangan pria culun itu Justin? Tapi kenapa berbeda sekali, kenapa Justin yang sekarang sangat tampan. Lagipula dia kaya raya, kenapa waktu sekolah dia seperti pria miskin," gumam Keisha tak mempercayainya.
Lalu ia pun juga melihat coretan pena yang tertulis di di bawah lukisan tersebut.
~Aku tidak akan pernah melupakan hinaan yang telah kamu berikan Keisha. Aku yakin suatu saat nanti aku pasti akan mendapatkanmu dan disaat itu aku tidak akan pernah melepaskanmu, untuk membalaskan dendamku ini~
Membaca tulisan itu membuat Keisha pun membelalakkan matanya serta merasa syok.
__ADS_1
Keisha juga melihat pada lukisan yang jelas-jelas wajahnya itu diberi beberapa tinta merah seperti darah dan dicoret-coret pada wajahnya, sehingga membuat Keisha pun merasa ngeri dan ketakutan.
"Apa ini? Jadi aku sudah menikah dengan pria culun yang waktu itu aku hina, bahkan aku juga mencintainya dan menyerahkan tubuhku waktu itu sampai aku hamil anaknya. Aku juga rela meninggalkan Axel dan membuat keluargaku malu demi dia, hingga akhirnya aku menikah dengan pria yang jelas-jelas dulu tidak aku inginkan sama sekali. Ini benar-benar gila Keisha, ternyata kamu sudah termakan hinaanmu itu sendiri. Pantas saja Justin terlihat begitu ngotot tidak mau melepaskan aku. Tapi yang aku lihat Justin benar-benar mencintaiku, apa mungkin dia menikahiku hanya karena mau balas dendam. Tidak ini tidak boleh terjadi, aku harus berpura-pura tidak tahu, aku harus tetap berpura-pura baik terhadap Justin, aku tidak boleh membuat Justin melanjutkan balas dendamnya. Aku harus tetap membuat Justin tetap mencintaiku seperti dulu," gumam Keisha di dalam kepanikannya.
Lalu ia pun segera saja keluar dari kamar Justin dan setengah berlari menuruni tangga hingga ia tiba di lantai dasar.
"Loh Nyonya Keisha, Nyonya Keisha tidak jadi ke kamar Tuan Justin?" Tanya bi Sumi yang melihat Keisha tampak terburu-buru turun ke bawah.
"Oh nggak Bi, tadi tiba-tiba saja ada telepon dari Mama. Mama suruh aku pulang karena ada keperluan mendadak, bahkan aku belum sempat untuk masuk ke kamarnya Justin, baru duduk di ruang depannya saja Bi," jawab Keisha beralasan. Tak mau jika bi Sumi akan memberitahu kepada Justin bahwa ia sudah masuk ke kamarnya.
"Oh iya Nyonya, memang ruangan Tuan Justin itu saja sudah terlihat nyaman. Maka itu tidak boleh sembarangan orang masuk, karena nyonya istrinya Tuan Justin untuk itu saya mengizinkannya," kata Bi Sumi.
Oh iya Bi Terima kasih ya Bi, nanti tolong sampaikan saja salam aku untuk Mama, Papa dan Justin. Aku juga akan menghubungi Justin sendiri nanti kalau aku tadi dari sini," kata Keisha.
"Baik Nyonya. Nyonya hati-hati ya," ucap Bi Sumi.
"Iya Bi, saya permisi dulu ya," pamit Keisha dan segera saja pergi meninggalkan kediaman Orlando.
****
Sesuai dengan janjinya, kini Axel pun telah mencari Asisten Rumah Tangga untuk membantu semua pekerjaan Kayla di apartemen, berikut menjaga istrinya juga. Sehingga Axel akan merasa lebih tenang saat berada di perusahaan. Axel juga sengaja mempekerjakan orang tua agar tidak ada salah paham antara rumah tangga mereka nantinya.
Saat ini, Axel terlihat benar-benar sudah berubah. Kayla dapat merasakan jika suaminya itu mulai mencintainya, meskipun belum pernah mengungkapkannya secara langsung. Kayla dapat melihatnya dari perlakuan Axel yang begitu perhatian terhadapnya dan selalu memperlakukannya dengan baik sesuai dengan janjinya waktu itu.
Ting … tung …
Suara bel apartemen pun terdengar. Di saat itu Kayla dan Axel sedang bersama menonton televisi dengan posisi Kayla yang duduk bersandar di sofa, sedangkan Axel berbaring manja di atas pangkuan sang istri.
"Itu pasti ART yang aku minta untuk datang sore ini," tebak Axel.
"Memang kamu sudah datang ke agen Asisten Rumah Tangga Mas?" Tanya Kayla.
"Nggak sih, ceritanya panjang. Nanti deh aku cerita ya. Aku mau buka pintunya dulu, kasihan kalau tamunya terlalu lama menunggu," kata Axel, lalu ia pun beranjak dan membukakan pintu tersebut.
__ADS_1
Benar saja ternyata yang datang adalah seorang ibu paruh baya yang berusia kira-kira 45 tahun dengan membawa baju seadanya di dalam tas yang ditentengnya itu.
"Selamat sore Tuan Axel," ucap ibu tersebut, yang biasa disapa dengan Bi Lasmi.
"Oh iya Bi, sore juga. Silahkan masuk!" Titah Axel, memang keduanya sudah saling mengenal sebelumnya.
Kini Bi Lasmi pun masuk ke dalam dan langsung saja menemui wanita muda yang akan menjadi nyonya-nya itu.
"Sayang, kenalkan ini Bi Lasmi yang akan membantu kamu di apartemen," ucap Axel memperkenalkan ART-nya itu.
"Nyonya, perkenalkan saya Bi Lasmi," ucap bi Lasmi menjulurkan tangannya.
Lalu Kayla pun menyambut juluran tangan itu, serta mencium punggung telapak tangannya, "Aku Kayla Bi."
"Nyonya, Nyonya tidak perlu seperti ini. Saya hanya pembantu Nyonya," kata Bi Lasmi yang merasa segan karena Kayla memperlakukannya dengan sangat sopan.
"Mau Bibi pembantu atau siapapun, itu sama sekali tidak mengurangi derajat Bibi. Tetap saja Bibi adalah orang tua dan aku sebagai yang muda harus menghormati Bibi," kata Kayla.
Membuat hati Bi Lasmi begitu senang mendengarnya. Terlebih lagi ia adalah seorang janda yang tidak memiliki anak dan ditinggal mati oleh suaminya. Selama bekerja, ia juga belum pernah menemukan majikan muda seperti Kayla yang menghormatinya meskipun dirinya adalah seorang ART.
Begitu juga dengan Axel, ia tersenyum karena merasa begitu senang dan bahagia memiliki istri yang begitu baik dan sopan seperti Kayla.
"Alhamdulillah, saya sangat senang memiliki Bos yang sangat baik seperti Nyonya Kayla dan Tuan Axel. Saya juga merasa sangat terharu diperlakukan seperti itu, karena saya tidak memiliki anak Nyonya, Tuan. Terimakasih banyak," ucap bi Lasmi yang tanpa sadar mengeluarkan bulir bening dari sudut matanya. Sehingga membuat Kayla pun ikut merasakan apa yang dirasakan oleh bi Lasmi.
"Iya Bi sama-sama," jawab Axel.
"Sama-sama Bi. Bibi jangan sedih dong, sekarang aku antar Bi Lasmi ke kamar ya," kata Kayla.
"Iya Nyonya, terimakasih banyak," ucap bi Lasmi lagi.
Lalu Kayla pun segera saja mengantar ART-nya itu menuju ke kamar yang kemarin dipakai olehnya sewaktu pisah ranjang dengan sang suami. Karena memang apartemen Axel hanya memiliki 2 kamar dengan ukurannya yang minimalis tetapi tetap elegan serta ruangan yang lengkap.
Bersambung …
__ADS_1