Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Dalang Menghilang


__ADS_3

Setelah penangkapan Justin beserta anak buahnya, polisi juga sudah mengabarkan kepada Axel bahwa Keisha yang menjadi dalang dibalik penculikan Kayla telah melarikan diri.


Saat ini Komandan Polisi yang menangani kasus ini juga sedang berhadapan langsung dengan Axel, Alex dan Raymond karena ada hal penting lain yang akan disampaikan.


"Bagaimana Pak apakah dalang dibalik penculikan istri saya sudah ditemukan?" Tanya Axel.


"Maaf Tuan, sampai sekarang Keisha belum ditemukan. Anak buah saya sempat mendengar teriakan seorang wanita dan suara seperti orang yang terjebur ke dalam sungai. Kami yakini bahwa wanita tersebut adalah Keisha, karena memang setelah kejadian itu anak buah saya sudah tidak menemukan Keisha dimanapun, dalang menghilang begitu saja," terang Komandan Polisi.


"Apa? Jadi anak saya bunuh diri, apa begitu maksudnya Pak?" Tanya Raymond yang sangat terkejut.


"Tidak bisa dipastikan bahwa anak Anda bunuh diri Tuan. Kemungkinan saja dia tidak sengaja terpeleset karena panik menghindari kejaran polisi. Tetapi Anda tenang saja, saat ini anak buah saya beserta tim SAR sedang mencarinya dengan menelusuri aliran sungai itu. Kita berdoa saja semoga ada keajaiban yang akan mempertemukan keluarga dengannya kembali, karena aliran sungai tersebut cukup deras," terang polisi.


Tubuh Raymond kembali lemas, ia merasa tidak sanggup menerima kenyataan bahwa anak sulungnya yang baru saja terkena musibah dan sekarang harus anak bungsunya yang menghilang. Meskipun ia sangat marah dengan perlakuan Keisha, bahkan meminta Keisha untuk mempertanggungjawabkan perlakuannya itu, akan tetapi bagaimanapun juga ia tidak sanggup jika harus kehilangan Keisha saat ini, karena Keisha juga adalah darah dagingnya sendiri.


"Pak, Anda harus kuat. Saya yakin jika Keisha akan segera ditemukan," ucap Alex yang mencoba untuk menenangkan hati besannya itu.


"Iya Pa, aku yakin pasti Keisha akan cepat ditemukan dalam keadaan selamat. Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya," kata Axel.


Kendati demikian, Axel sama sekali tak peduli jika memang nantinya Keisha akan hilang atau pergi untuk selama-lamanya. Karena ia sudah begitu muak dan dendam terhadap mantan kekasihnya itu.


"Iya Pak, Alex, terimakasih banyak. Tapi apa boleh saya meminta satu hal?" Tanya Raymond.


"Ada apa Pak?" Tanya Alex.


"Meminta apa Pa?" Tanya Axel pula.


"Tolong jangan beritahu kabar ini terlebih dulu kepada istri saya. Saya takut dia tidak sanggup untuk mendengarnya, karena sekarang ini melihat kondisi Kayla yang seperti itu saja sudah membuatnya begitu lemah, apalagi ditambah mendengar kabar bahwa Keisha menghilang, pasti dia begitu sangat terpukul. Saya takut akan berpengaruh kepada kesehatannya," pinta Raymond.


"Ya sudah lebih baik kita jangan membicarakan Keisha saat di rumah saki nanti," ucap Alex.


"Tapi bagaimana jika nanti Mama menanyakan keberadaan Keisha?" Tanya Axel.


"Katakan saja jika Keisha berada di kantor polisi dan sedang diproses. Selebihnya nanti kita pikirkan lagi." Alex yang menjawabnya.

__ADS_1


Sedangkan Raymond hanya mengangguk saja, karena saat ini ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih.


****


Sementara itu Kayla yang sudah tampak lebih tenang karena terus saja diberi semangat dan pengertian oleh ibu serta ibu mertuanya itu.


"Sayang kamu harus ikhlas ya, Mama mohon. Dan 1 lagi, kamu tidak boleh bersikap kasar terhadap suami kamu apalagi kamu menyalahkan Axel. Karena ini bukan keputusan Axel semata, tapi keputusan dari kami semua. Dari Mama, Mommy, Papa dan Daddy kalian. Semua memilih itu demi keselamatan kamu, Sayang," ucap Karina.


"Iya Sayang, apa yang Mama kamu katakan itu benar. Kita semua di sini sama sedihnya dengan kamu, Mommy juga sedih karena kehilangan cucu Mommy yang bahkan belum sempat kami melihatnya. Mommy juga mengerti perasaan kamu, karena kita sesama wanita, apalagi dulu Mommy juga pernah mengalami hal yang sama seperti kamu," sambung Roseline.


"Maksud Mommy?" Tanya Kayla tak mengerti.


"Sebelum Mommy mengandung Axel, Mommy sudah terlebih dahulu mengandung dan saat usianya 3 bulan dalam kandungan, Mommy mengalami keguguran. Awalnya Mommy sangat sulit untuk menerimanya, tapi Mommy sadar bahwa Mommy tidak boleh terus menerus seperti itu, Mommy harus menjalani kehidupan Mommy untuk ke depan. Hingga pada akhirnya karena terus didukung dan diberi semangat oleh Daddy, membuat Mommy bisa menerimanya. Dan setelah beberapa bulan kemudian, Mommy dan Daddy diberi kepercayaan lagi, Mommy mengandung Axel. Sampai sekarang Mommy tidak akan pernah melupakan hal itu, tapi Mommy sudah ikhlas menerimanya. Mommy berharap kamu juga bisa bersikap seperti itu Sayang. Apa kamu tahu di sini bukan hanya kamu yang merasa kehilangan, Axel juga sama dengan kamu, karena itu merupakan anak kalian berdua, bukan anak kamu sendiri," jelas Roseline yang membuat Kayla pun terdiam dan tampak berpikir.


Kayla sangat membenarkan ucapan ibu dan ibu mertuanya itu, sehingga ia pun menjadi merasa sangat bersalah dengan suaminya.


"Terimakasih ya Ma, Mom, sudah memberi nasehat untuk aku dan menenangkan hati aku. Maafkan aku Mom karena aku tidak tahu jika Mommy dulu pernah mengalami hal yang sama. Aku janji akan mencoba untuk ikhlas menerimanya," ucap Kayla. "Lalu dimana Mas Axel?" Tanyanya.


"Oh tadi Axel pergi bersama Papa dan Daddy kamu ke kantor polisi, untuk menindaklanjuti kasus penculikan kamu," jawab Karina.


"Mama belum tahu kabarnya, tapi Mama mendengar tadi ya semuanya sudah berada di sana," jawab Karina.


"Dan Axel tidak akan membiarkan 1 orang pun yang sudah menyakiti kamu lepas. Dia akan memastikan semuanya menanggung apa yang sudah mereka lakukan terhadap kamu dan anak kalian, orang yang sangat dicintainya," kata Rosline.


****


Sepulangnya dari kantor polisi, karena masih ada yang harus diselesaikan, Raymond dan Alex pun memilih untuk tidak kembali ke rumah sakit terlebih dulu, tetapi mereka meminta Axel untuk segera pergi ke sana dan menemani istrinya. Karena pastinya Kayla saat ini sangat membutuhkan Axel di sampingnya.


Hingga tidak berapa lama kemudian, Axel pun telah tiba di rumah sakit dan langsung saja menuju ke ruangan dimana tempat istrinya dirawat.


"Mas, kamu sudah kembali?" Tanya Kayla yang begitu antusias saat melihat suaminya.


"Iya Sayang, maaf ya aku tadi meninggalkan kamu sebentar," ucap Axel.

__ADS_1


"Iya, nggak apa-apa Mas. Aku juga sudah dengar kok dari Mommy dan Mama kalau kamu ke kantor polisi. Lalu bagaimana, apakah Kayla dan Justin akan segera diberi hukuman?" Tanya Kayla yang membuat Axel terdiam sejenak.


"Ya itu pasti, tapi sekarang masih dalam proses," jawab Axel.


"Oh iya Mas," ucap Kayla.


"Axel, lalu bagaimana apa benar jika Justin itu suami Keisha?" Tanya Karina yang masih tak mempercayainya, karena yang ia tahu Justin adalah teman dekat Keisha baru-baru ini.


"Benar Ma, bahkan tadi Papa sudah menanyakan langsung dan dia sudah menjawab serta menjelaskan sedetail mungkin. Dan ternyata benar waktu itu Keisha meninggalkanku memang karena dia memilih pria itu dengan memfitnah Kayla. Waktu itu Keisha sedang hamil anak Justin," jawab Axel, lalu ia pun menjelaskan semuanya secara detail kepada tiga wanita yang berada di hadapannya saat ini.


"Ya ampun benar-benar keterlaluan ya Keisha. Maaf ya Karina, sebenarnya memang dari awal saya tidak pernah menyukai Axel berhubungan dengan Keisha, tapi saya juga tidak ada pilihan lain karena anak saya waktu itu sangat mencintainya. Saya hanya berharap jika Keisha bisa berubah menjadi lebih baik. Tapi kenyataannya, tepat di hari pernikahan dia malah membuat ulah seperti itu. Tapi saya bersyukur karena pada akhirnya dia pergi dan Axel pun menikah dengan Kayla, Kayla benar-benar wanita yang baik, benar-benar menantu idaman saya. Berbeda sekali sifatnya dengan adiknya itu," ungkap Roseline seolah tak memikirkan perasaan Karina sebagai ibunya.


"Tidak apa-apa Mbak, saya mengerti. Bahkan saya sendiri sama sekali tidak habis pikir dengan sifat Keisha. Dari dulu dia memang selalu membuat ulah, sangat bertolak belakang sekali sifatnya dengan Kayla. Saya juga tidak tahu apa salah saya, kenapa saya bisa melahirkan 2 anak tetapi dengan sifat yang sangat jauh berbeda, yang sifatnya begitu keterbalikan," ucap Karina yang tampak kecewa.


"Ya sudah Mbak, semoga saja dengan diberi hukuman nantinya Keisha akan jera, dia tidak akan melakukan kejahatan lagi," ucap Roseline.


****


Karena saat ini Kayla sudah ditemani oleh Axel, Roseline dan Karina pun keluar sebentar dari ruangan Kayla untuk mencari makanan. Karena memang kedua ibu paruh baya itu belum sempat menyentuh makan siang sama sekali karena terburu-buru pergi dari Jakarta menuju ke Surabaya, bahkan saat ini juga sudah sore menjelang malam, sehingga membuat keduanya pun merasa kelaparan.


"Sayang, kamu sudah tidak marah lagi 'kan dengan ku?" Tanya Axel yang saat ini duduk di samping Tasya dan menemani istrinya itu.


"Mas sebenarnya itu yang ingin aku bicarakan dengan kamu," ucap Kayla.


"Kamu mau bicara apa Sayang?" Tanya Axel.


"Aku sama sekali nggak marah sama kamu Mas. Justru aku mau minta maaf karena tadi aku sudah emosi, aku sudah marah-marah dengan kamu dan malah menyalahkan kamu. Padahal kamu sama sekali nggak salah, justru kamu datang untuk menyelamatkan aku. Jika kamu datang terlambat, aku juga tidak tahu bagaimana nasib aku. Aku tahu kamu pasti sudah melakukan yang terbaik, mana mungkin sih kamu sengaja ingin membiarkan kita kehilangan anak kita. Justru aku yang salah karena tidak bisa menjaga kandungan aku dengan baik, maafkan aku ya Mas," ucap Kayla.


Axel menggenggam tangan sang istri dengan lembut, "Sayang aku tahu kok kenapa tadi kamu bisa bersikap seperti itu, aku tahu persis bagaimana, perasaan kamu seperti apa, karena aku juga kehilangan anak kita. Aku mengerti, sambil aku berdoa semoga nantinya kamu akan memaafkan aku seperti sekarang ini. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri, kamu juga tidak salah Sayang. Kmu sudah berusaha menjaga kandungan kamu itu, ya kita tidak tahu aja akan ada orang jahat yang akan mengganggu kamu di sini," ucap Axel.


"Lantas apakah kamu mau memaafkan aku juga Mas karena tadi aku sudah bersikap yang kurang pantas terhadap kamu?" Tanya Kayla.


"Ya tentu saja aku memaafkan kamu, meskipun sebenarnya kamu sama sekali tidak bersalah. Dan aku sangat menyayangi kamu, jadi apapun kesalahan kamu, pasti aku akan memaafkannya," ucap Axel yang yang membuat Kayla menangis karena terharu bahagia, lalu keduanya pun saling berpelukan dengan air mata yang mengalir dari pelupuk mata keduanya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2