
Segera saja pria tersebut masuk ke dalam kamar dan membantu Kayla karena merasa sangat khawatir. Siapa lagi kalau bukan Axel, suaminya itu.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" Tanya Axel sembari membantu sang istri untuk duduk.
Sedangkan Karina masih tampak kebingungan saat ini, berbeda halnya dengan Keisha yang merasa ketakutan dan berusaha untuk memutar otaknya mencari Alasan agar Axel tidak marah padanya.
"Mas, kok kamu di sini? Tadi 'kan aku meminta kamu untuk tunggu di bawah saja," kata Kayla.
"Aku khawatir karena kamu tidak juga kembali ke bawah, aku takut kamu kenapa-napa. Aku pikir kamu ada di kamar kamu, ternyata kamu ada di sini dan malah diperlakukan kasar seperti ini. Untung saja aku cepat datang, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan dilakukan wanita ini lagi terhadap kamu," kata Axel, lalu ia pun berdiri dan menghampiri adik iparnya itu.
"Keisha apa yang kamu lakukan? Kamu benar-benar keterlaluan ya. Apa sih salah Kayla terhadap kamu, kenapa kamu bersikap kasar seperti itu terhadap istriku!" Bentak Axel yang terlihat begitu emosi.
"Ma-maaf Sayang," ucap Keisha gugup.
"Stop memanggilku dengan sebutan sayang. Di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi kecuali adik dan kakak ipar," kata Axel yang membuat Keisha tak mempercayainya.
"Oke! Aku minta maaf Axel. Tadi aku hanya reflek saja, aku tidak sengaja. Habisnya aku kesal karena Kak Kayla nggak terima sewaktu aku mengatakan ingin merebut kamu dari dia," terang Keisha.
"Oh ya? Kamu sudah gila ya. Ya wajar saja lah Kayla tidak terima, aku ini suami Kayla. Masa iya kamu terang-terangan mengatakan akan merebut suaminya. Sakit jiwa ya kamu," tuding Axel.
Keisha membelalakkan matanya, ia tak menyangka akan mendapatkan perkataan kasar dari Axel yang dulunya tidak pernah dia ucapkan kepadanya. Kali ini Keisha juga dapat melihat jika Axel benar-benar marah karena membela istrinya itu.
"Iya, aku memang sudah gila, aku memang sakit jiwa dan ini semua gara-gara kamu Axel," kata Keisha.
"Kenapa kamu jadi menyalahkanku, Keisha? Hei kamu lupa ya siapa yang sudah meninggalkanku waktu itu," kata Axel mengingatkan.
"Sudah Mas, cukup! Kamu tidak perlu marah-marah seperti itu terhadap Keisha," pinta Kayla.
"Tapi Sayang, adik kamu ini benar-benar sudah keterlaluan. Dia-" ucapan Axel tiba-tiba terhenti karan Kayla kembali merasakan perutnya begitu sakit.
"Sayang, perut kamu sakit lagi ya?" Tanya Karina yang begitu khawatir.
"Sayang, perut kamu kenapa?" Tanya Axel pula dan kalah khawatirnya.
__ADS_1
"Perut aku sakit Mas, Ma," jawab Kayla yang sangat terlihat menahan kesakitan disertai air keringatnya yang bercucuran di kening.
"Kita ke rumah sakit sekarang," kata Axel yang langsung saja membopong tubuh istrinya itu dan menuju ke mobil diikuti oleh Karina.
Setelah itu, mereka pun membawa Kayla menuju ke rumah sakit. Sedangkan Keisha tetap berada di rumah, ia merasa sangat kesal karena merasa perhatian Axel dan ibunya itu saat ini sepenuhnya hanya untuk Kayla dan tidak ada yang peduli dengannya lagi.
"Benar-benar keterlaluan, gara-gara Kayla semuanya sudah tidak ada yang peduli lagi terhadapku. Kamu lihat saja Kayla, aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia bersama pria yang seharusnya jadi milik aku. Untuk saat ini hanya Justin yang bisa menemaniku, ya hanya Justin. Lebih baik sekarang aku temui Justin aja, lagipula hari ini 'kan aku memang belum bertemu dengannya. Tapi bagaimana kalau Justin sedang sibuk di kantor? Atau aku temui Mama Belinda aja di rumahnya, paling nggak bisa mengobati rasa kesal aku lah daripada berada di rumah ini," gumam Keisha dan segera saja pergi.
****
Sementara itu, saat ini Karina, Axel dan Kayla sudah berada di rumah sakit. Kayla juga sudah selesai ditangani oleh dokter dan ditemani oleh suami dan ibunya yang saat ini berada di dalam ruang pemeriksaan.
"Dokter, istri saya baik-baik saja 'kan?" Tanya Axel ingin memastikannya.
"Alhamdulillah istri Tuan baik-baik saja. Tetapi kondisi kandungannya ini sangat lemah. Untuk itu saya harap Nyonya Kayla harus benar-benar menjaga kandungannya, tentu saja dengan bantuan Tuan Axel juga. Karena jika tidak, bisa membahayakan kandungannya. Dan jangan melakukan aktivitas berat dulu, ya paling tidak sampai kandungan Anda berusia 6 atau 7 bulan, karena sudah lebih kuat," terang dokter.
"Iya Dokter, terimakasih ya," ucap Kayla.
"Dokter tenang saja, saya pastikan saya akan menjaga istri dan kandungannya dengan baik. Hal-hal seperti ini juga tidak akan terjadi lagi," ucap Axel dengan yakin.
"Iya Dokter Saya mengerti," jawab Axel.
"Lalu, apakah anak saya sudah boleh langsung dibawa pulang dokter?" Tanya Karina.
"Ya tentu saja boleh. Nyonya Kayla tidak perlu dirawat, hanya perlu meminum vitamin dan beristirahat saja nantinya keadaan Nyonya Kayla akan baik-baik saja. Yang terpenting harus banyak istirahat di rumah," jawab dokter.
"Syukurlah. Baik Dokter, terimakasih banyak," Ucap Karina.
"Terimakasih Dokter," ucap Axel dan Kayla pula.
"Iya sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan, Nyonya," ucap dokter dan segera saja meninggalkan ruang pemeriksaan. Sementara di dalam ruangan tersebut masih ada suster yang mengemasi peralatan yang baru saja digunakan oleh dokter.
"Syukurlah Sayang kamu tidak kenapa-napa. Maafkan Mama ya Axel, Kayla, karena Mama tidak bisa menjaga Kayla dari serangan Keisha. Sehingga membuat Kayla menjadi seperti ini," ucap Karina yang merasa sangat bersalah. Akan tetapi ia tadi hanya diam saja karena tidak tahu harus mengatakan apa, sehingga hanya maaflah yang bisa ia ucapkan saat ini.
__ADS_1
"Ma, Mama tidak salah kok. Memang Keisha-nya saja yang sangat keterlaluan," kata Axel.
"Sudah Mas, Ma, aku tidak apa-apa kok. Aku saja yang kurang hati-hati," kata Kayla yang tak mau terus menyalahkan adiknya itu.
Lagipula bukan hal itu saja yang sebenarnya sudah menyebabkan perutnya tiba-tiba sakit, tentunya dengan apa yang tadi telah ia dengar juga. Tetapi Kayla pun belum menanyakan hal tersebut kepada suaminya secara langsung.
****
Ting … tung …
Mendengar suara bel, segera saja Asisten Rumah Tangga yang bekerja di kediaman Orlando itu pun membukakan pintu untuk tamunya. Karena ART tersebut sudah kenal dengan Keisha, ia pun langsung mempersilahkan Keisha untuk masuk.
"Kok sepi Bi? Semua orang ada dimana?" Tanya Keisha sembari melihat sekelilingnya.
"Oh iya Nyonya, jadi Tuan Justin dan Tuan Orlando sedang berada di kantor. Kalau Nyonya Belinda baru saja keluar, katanya ada urusan mendadak. Memangnya Nyonya tidak mengabari mereka dulu kalau Nyonya Keisha mau datang?" Tanya bi Sumi.
"Tidak Bi. Tapi nggak apa-apa kok, biar aku menunggu Justin pulang aja. Oh ya Bi, aku boleh nggak ke kamarnya Justin?" Tanya Keisha. "Ya aku ingin beristirahat aja Bi sambil menunggu Justin atau Mama pulang."
Hari ini adalah kedua kalinya ia datang ke rumah orang tuanya Justin. Dan saat pertama kali datang, Keisha sama sekali belum menginjakkan kakinya itu ke kamar suaminya sendiri.
"Tentu saja boleh Nyonya, itu 'kan kamar suami Nyonya. Itu artinya kamar Nyonya juga," kata bi Sumi yang memang sudah mengetahui bahwa Keisha adalah suami dari Tuan mudanya itu.
Sehingga menurut bi Sumi tentu saja tidak masalah bagi Justin jika Keisha masuk ke dalam kamarnya.
"Terimakasih ya Bi," ucap Keisha.
"Iya, sama-sama Nyonya," jawab bi Sumi.
Lalu segera saja Keisha melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar Justin yang telah ditunjuk oleh bi Sumi tadi, yaitu terletak di lantai 3 dan hanya ada satu kamar saja di sana. Justin memang menggunakan lantai 3 itu untuk ruangannya sendiri, karena semuanya juga didesain dengan keinginannnya sendiri. Layaknya apartemen di sana tersedia ruang televisi yang dilengkapi dengan kursi dan meja, kulkas, dispenser, hanya tidak ada tempat memasaknya saja. Yang membuat Kayla pun kagum melihatnya. Setelah itu, Keisha membuka pintu kamar yang tidak dikunci oleh Justin dan langsung masuk ke dalamnya.
"Ternyata meskipun Justin itu seorang laki-laki, kamarnya rapi dan bersih juga ya. Pantas saja meskipun dia pengangguran, tapi dia selalu mengutamakan kerapian dan kebersihan waktu itu," ucap Keisha yang mendadak mengingat kehidupannya bersama Justin saat itu.
Lalu Keisha pun mengelilingi kamar tersebut dan tidak sengaja ia malah melihat sesuatu yang sangat dikenalinya itu di balik pintu, Keisha sangat terkejut tak menyangka jika Justin akan melakukan hal itu.
__ADS_1
Bersambung …