Menjadi Mempelai Pengganti

Menjadi Mempelai Pengganti
Memberikan Yang Terbaik


__ADS_3

Bi Lasmi tampak tercengang melihat kamar yang begitu indah dengan ukuran yang cukup luas, tidak seperti kamar pembantu pada umumnya.


"Nyonya, apakah ini kamar saya?" Tanya bi Lasmi ingin memastikan.


"Iya, tentu saja ini kamar Bibi. Memangnya kenapa Bi? Ada yang salah atau kamarnya tidak nyaman ya?" Tanya Kayla.


"Bukan Nyonya, bukan itu maksud Bibi. Tapi kamar ini terlalu mewah untuk membantu seperti saya, apa tidak ada kamar di belakang saja untuk saya," kata bi Sumi yang merasa tidak pantas.


Bagaimana tidak, kamar itu sebelumnya saja dipakai oleh Tasya, tentu saja kamarnya begitu mewah bahkan memiliki kamar mandi di dalamnya.


"Bi, di sini tidak kamar belakang. Ini 'kan apartemen. Bibi tahu sendiri 'kan? Di dalam rumah ini hanya ada 2 kamar, yang 1 kamar aku dan Mas Axel di lantai atas dan ini di bawah kamar untuk Bibi. Jadi Bibi tidur di sini ya. Memangnya kenapa Bi dengan kamar ini? Kamar ini pantas kok buat Bibi," kata Kayla


"Justru kamar ini tidak pantas untuk saya Nyonya. Saya hanya seorang pembantu, tapi malah di beri kamar semewah ini. Atau Saya tidur di lantai saja ya Nyonya, saya tidak usah tidur di atas kasur," ucap bi Lasmi yang merasa sangat segan dengan tuan rumahnya itu.


Hingga di saat itu, Axel yang mendengar percakapan itu pun menghampiri mereka.


"Bi, kenapa harus tidur di lantai? 'Kan ada tempat tidur. Tidak masalah kok Bi untuk Bi Lasmi menempati kamar ini, jangan bawa-bawa pembantu terus lah. Bibi lupa ya tadi apa yang dikatakan oleh istri saya, mau Bibi itu ART, mau apapun status Bibi, tetap saja Bibi itu manusia sama dengan kami, tidak mengurangi derajat Bibi sedikitpun. Jadi sudah sepantasnya kami memberikan yang terbaik untuk Bibi dan sudah sepantasnya juga Bibi tidur sini. jadi Jangan membantah lagi ya," kata Axel yang ikut angkat bicara.


"Baik Nyonya, Tuan. Terimakasih banyak, saya benar-benar bersyukur dan merasa beruntung sekali memiliki tuan rumah seperti Nyonya dan Tuan. Saya doakan semoga kalian berdua selalu bahagia serta anak di dalam kandungan Nyonya Kayla akan terus sehat dan nantinya akan melahirkan dengan selamat," ucap Bi Lasmi.


"Amin," ucap Axel dan Kayla secara bersamaan. Keduanya sangat senang karena mendapatkan doa yang baik dari orang tua, meskipun bi Lasmi bukanlah siapa-siapa mereka.


"Ya sudah Bibi lebih baik bersih-bersih diri dulu lalu istirahat saja. Jadi mulai kerjanya besok pagi saja ya. Untuk makan malam hari ini juga sudah aku masak, jadi nanti Bibi ikut kita makan malam ya," kata Kayla.


"Tidak usah Nyonya, tadi sebelum ke sini saya sudah makan dan masih kenyang," ungkap bi Lasmi.


"Oh … begitu. Ya sudah kalau begitu Bibi istirahat saja!" Titah Kayla.


"Tapi Nyonya, lebih baik saya langsung bekerja saja ya," kata bi Lasmi.

__ADS_1


"Bi, saat ini tidak ada yang mau dikerjakan. Bibi lihat dong apartemen ini sudah kinclong karena istri saya yang tidak mau diam. Jadi Bibi mulai kerjanya Besok saja, sekarang Bibi istirahat ya. Pasti Bibi capek 'kan setelah menempuh perjalanan jauh menuju ke sini? Atau Bibi telepon anak Bibi saja, beri kabar jika saat ini Bibi sudah berada di tempat kerja Bibi yang baru," kata Axel.


"Baik Tuan, Nyonya," jawab bi Lasmi yang lagi-lagi hanya bisa menurut saja.


Lalu Axel dan Kayla pun melangkahkan kaki ke lantai atas menuju ke kamar mereka.


****


"Keisha? Kenapa kamu bisa ada di sini? Dari mana kamu tahu bahwa ini tempat tinggalku sekarang?" Tanya Devano yang sangat terkejut melihat adik dari mantan kekasihnya saat ini ada di hadapannya.


"Kakak nggak perlu tahu lah aku tahu dari mana. Lagipula siapa sih yang nggak kenal dengan Kakak sekarang, seorang pengusaha muda yang baru merintis perusahaannya tetapi sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat," kata Keisha.


"Tidak usah berbasa-basi, katakan saja apa maumu datang ke sini?" Tanya Devano yang tak ingin membuang-buang waktunya, mengingat bahwa Keisha lah yang menyebabkan Kayla menikah dengan Axel.


"Boleh aku masuk?" Tanya Keisha.


"Lebih baik kita bicara di luar saja, karena aku hanya tinggal di rumah ini sendirian," kata Devano.


"Kak, aku juga nggak mau berbasa-basi kok. Aku datang ke sini hanya mau tanya, apa Kakak masih mencintai Kak Kayla?" Tanya Keisha yang membuat Devano cukup terkejut mendengarnya.


"Memangnya kenapa kalau aku masih mencintai Kayla atau tidak?" Devano membalikkan pertanyaan itu.


"Kalau Kakak memang masih mencintai Kak Kayla, kamu harus memperjuangkan cinta itu lah Kak. Kakak tega melihat Kayla setiap hari, terus menerus disiksa oleh suaminya," ujar Keisha.


"Maksud kamu apa?" Tanya Devano tak mengerti.


"Kak, kamu tahu 'kan kalau mereka itu menikah karena terpaksa. Kak Kayla hanya menjadi mempelai pengganti aku aja, itu artinya Kak Dev tahu dong kalau mereka sama sekali tidak pernah saling mencintai. Axel menikahi Kak Kayla hanya untuk membalaskan dendamnya terhadapku. Jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Axel itu masih sangat mencintaiku Kak," terang Keisha antara jujur dan bercampur dusta seperti biasanya.


"Tapi yang aku lihat sekarang mereka berdua sudah saling mencintai. Memang waktu itu Kayla pernah cerita bagaimana hubungan rumah tangganya dengan Axel yang sangat menyiksa dirinya, tapi sekarang aku bisa melihat kalau Axel sudah berubah, dia sudah mencintai Kayla," kata Devano dengan yakin.

__ADS_1


"Tidak Kak, itu hanya sandiwara saja di depan kita semua. Kemarin aku tidak sengaja melihat Axel mendorong tubuh Kak Kayla dengan kasar saat di rumah Mama. Dan Axel mengatakan bahwa sampai kapanpun dia tidak akan pernah mencintai Kayla, karena dia hanya mencintaiku Kak. Axel hanya mau membalas dendam karena menurutnya pernikahannya denganku batal karena Kak Kayla. Ya 'kan memang Kak Kayla yang meminta aku untuk pergi meninggalkan Axel waktu itu," ujar Keisha.


"Tutup mulutmu, jngan bicara sembarangan. Aku tidak percaya dengan itu semua, itu pasti hanya akal-akalanmu saja 'kan yang memfitnah Kayla. Bagaimana mungkin Kayla mengatakan dia mencintai Axel, karena aku tahu betul bagaimana rasa cinta Kayla untukku. Bahkan dia rela menungguku yang bekerja di luar negeri waktu itu," kata Devano yang memang tak pernah percaya akan hal itu, tentunya ia lebih percaya dengan ucapan Kayla yang memang selalu bersikap jujur padanya.


"Whatever lah Kak. Sekarang bukan saatnya untuk Kakak percaya atau tidak soal ini, sekarang yang terpenting aku mau kamu harus memperjuangkan cinta kamu untuk Kak Kayla Kak. Kasihan Kak Kayla, dia itu sedang hamil tapi malah diperlakukan buruk oleh suaminya," kata Keisha yang terus saja berusaha mempengaruhi Devano, sehingga di saat itu pun Devano mengepal erat kedua tangannya menahan emosi. Ia merasa sangat marah jika memang Axel memperlakukan wanita yang masih sangat dicintainya itu dengan tidak baik.


Sedangkan Keisha tampak tersenyum puas melihat tatapan Devano yang begitu tajam dan terlihat sangat murka, karena menurutnya rencananya untuk mempengaruhi Devano telah berhasil.


****


Justin yang saat itu baru saja pulang dari kantor, langsung disambut oleh sang Bibi yang mengajaknya bicara.


"Tuan, tadi Nyonya Keisha datang ke sini mencari Tuan. Bahkan Nyonya Keisha sudah sempat naik untuk masuk ke dalam kamar Tuan Justin. Katanya mau beristirahat, tapi baru sebentar Nyonya ke atas sudah turun ke bawah lagi dengan alasan ibunya menelpon, jadi Nyonya Keisha segera pergi dari sini," terang bi Sumi.


"Apa? Jadi Keisha ke sini dan ke kamarku?" Tanya Justin untuk memastikannya lagi, ia juga terlihat terkejut mendengar akan hal.


"Iya Tuan, Nyonya Keisha izin mau ke kamar Tuan untuk beristirahat sambil menunggu kepulangan Tuan. Tapi katanya Nyonya Keisha tidak sempat masuk, ia hanya duduk di ruang depan kamar Tuan saja sudah mendapat telepon dari ibunya." Bi Sumi menjelaskannya lagi.


"Bibi yakin Keisha sama sekali tidak masuk ke kamarku?" Tanya Justin yang terlihat begitu khawatir.


"Saya tidak tahu Tuan, tapi memang Nyonya Kayla hanya sebentar ke atas dan turun lagi. Itu yang saya tahu dan saya minta maaf Tuan, saya mengizinkan Nyonya Keisha untuk ke kamar Tuan karena yang saya tahu Nyonya Keisha itu istri Tuan," ucap bi Sumi.


"Ya sudah Bi tidak apa-apa," kata Justin.


"Nyonya Keisha juga menitip salam untuk Tuan dan mengatakan akan menghubungi Tuan sendiri," kata bi Sumi.


"Iya Bi terimakasih," ucap Justin, lalu ia pun segera saja bergegas menuju ke kamarnya. "Keisha datang ke sini? Tapi kenapa dia sama sekali tidak mengabariku terlebih dahulu," gumamnya.


Hingga saat ini ia telah tiba di depan kamarnya dan baru menyadari jika ia lupa mengunci pintu kamarnya tersebut.

__ADS_1


"Apa benar Keisha belum sempat masuk ke kamar? Bagaimana jika Keisha sudah masuk lalu melihat semuanya," gumam Justin di dalam kepanikannya.


Bersambung …


__ADS_2