
Di hari berikutnya seperti yang dikatakan oleh Gilang , bahwa dia tidak akan datang ke kantor Julian mulai dari hari ini sampai beberapa hari ke depan.
Mobil yang dikemudikan oleh Gilang berhenti di depan sebuah gedung lembaga pemasyarakatan atau lapas. Kemudian pria itu melangkah masuk dan lebih dulu menyerahkan sebuah surat ke penjaga.
"Baiklah, Pak. Silahkan Anda tunggu di sini!" ucap penjaga penjara itu dan berlalu pergi meninggalkan Gilang.
Tidak perlu menunggu lama, penjaga itu datang bersama seorang pria yang berpenampilan kusam. Namun walaupun penampilan pria itu kusam, tapi tidak bisa menutupi ketampanan pria itu.
"Hai, Rey. Selamat kamu sudah bebas!" Gilang merentangkan tangannya dan merangkul pria itu.
Ya, dia adalah Reynaldi, yang dihukum penjara karena kasus penjebakan atas Julian. Tapi bagaimana dia bisa bebas? karena Gilang berinisiatif untuk membebaskan pria itu dari hukuman penjara melalui surat kuasa yang ditandatangani oleh Julian sendiri, tapi tanpa sepengetahuan pria itu.
Flashback on
Ya, Gilang kemarin tidak pergi untuk menemui Ayara seperti yang dia katakan pada Julian, tapi pergi ke penjara, karena penasaran dan merasa yakin kalau Reynaldi tidak seburuk yang Julian kira.
Benar saja, Reynaldi akhirnya menceritakan semuanya, alasannya melakukan itu semua hanya karena desakan Tessa yang selalu membawa-bawa hutang budinya pada keluarga wanita itu.
"Jadi, begitu ya?" Gilang mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.
"Iya, Lang. Aku tahu kalau aku memang salah, tapi aku tidak punya cara untuk menolak. Maafkan aku!" ucap Reynaldi dengan raut wajah penuh penyesalan.
"Emm, ok aku cukup mengerti dan tidak bisa menyalahkanmu. Sekarang aku mau tanya, saat kejadian itu apa kamu mengikuti Julian ke apartemennya?"
Reynaldi menggelengkan kepalanya.
"Awalnya tidak, karena aku sudah membawa dia ke kamar hotel. Aku merasa tugasku sudah beres, jadi aku pergi. Tapi, aku masih tetap stay di hotel itu. Tapi, ternyata Julian masih kuat untuk bertahan dan kabur dari kamar. Aku mengetahuinya setelah Tessa berkali-kali menghubungiku, lalu memaki-makiku. Karena merasa khawatir akan keadaan Julian, baru aku menyusul dia ke apartmentnya," tutur Reynaldi.
__ADS_1
"Berapa lama kamu sampai di apartemen Julian? kenapa bisa sampai dia selesai menggagahi wanita itu, baru kamu tiba di sana? padahal jarak hotel itu ke apartment hanya memakan waktu 20 menit?" sudut alis Gilang sedikit naik ke atas, curiga.
Reynaldi memejamkan matanya sekilas dan mengembuskan napasnya dengan berat.
"Itulah yang aku sesalkan. Saat itu ban mobil saya tiba-tiba bocor dan aku kesulitan untuk mendapatkan taksi offline maupun online. Taksi online yang aku pesan sampai setelah 10 menit," tutur Reynaldi.
"Oh begitu? sekarang aku mau tanya kamu ... Mudah-mudahan kamu Kali ini jujur. Ketika kamu tiba di sana, apa kamu sempat melihat wajah wanita itu?"
Gilang menganggukkan kepalanya mengiyakan.
Mata Gilang sontak berbinar merasa punya sedikit harapan untuk bisa menemukan wanita yang dia maksud.
"Serius? kamu tidak bohong kan?" ulang Gilang memastikan.
"Aku sangat serius. Aku memang sempat melihat wajah gadis itu. Saat itu dia terlihat ketakutan dan sepertinya dia juga habis menangis. Jalannya juga terlihat terseok-seok, tapi dengan sangat menyesal aku mau kasih tahu, aku tidak tahu nama gadis itu. Tapi aku tahu dia bekerja di mana." tutur Reynaldi panjang lebar.
"Kamu tidak tahu namanya ya? kalau tidak tahu sedikit beresiko juga sih, kalau kita langsung ke sana bertanya. Takutnya ada yang berbohong mengatakan kalau wanita itu adalah dirinya agar bisa menikah dengan Julian,"
"Tapi kamu betul masih ingat wajah gadis itu?" Reynaldi menganggukkan kepala mengiyakan.
"Hmm," Gilang diam untuk beberapa saat, seperti sedang berpikir.
"Begini saja, aku akan membebaskanmu dari penjara ini, tapi kamu membantuku untuk mencari ke tempa wanita itu bekerja dulu dan bantu aku mengenali wajah wanita itu!" ucap Gilang setelah berdiam untuk beberapa saat.
Mata Reynaldi sontak berembun, terharu mendengar kalau pria yang pernah jadi sahabatnya itu akan mengeluarkannya dari penjara. Namun, rasa haru nya hanya bertahan untuk beberapa saat karena Gilang bukanlah Julian. Hanya kalau Julian menarik kembali laporannya lah, dia bisa bebas.
"Lang, itu sangat mustahil. Aku tahu kalau kamu punya banyak uang, untuk memberikan jaminan. Tapi, masalahnya aku ini tahanan atas laporan Julian. Polisi pasti akan meminta surat persetujuan dari Julian dulu baru aku bisa bebas. Dan itu benar-benar mustahil akan dia berikan," ujar Reynaldi dengan lemas.
__ADS_1
"Kamu tenang saja. Aku sudah memikirkan caranya dan Mudah-mudahan berhasil," ucap Gilang dengan sangat yakin. " Tapi kamu harus janji dulu, akan tetap membantuku," imbuh Gilang lagi.
"Aku janji! karena sebelum ini pun aku sudah berniat kalau aku keluar dari penjara aku akan menemui Julian dan mengungkapkan siapa Tessa sebenarnya," ujar Reynaldi dengan mata yang berapi-api.
"Baiklah, aku pegang kata-katamu!" Gilang berucap dengan tegas.
"Sebenarnya, ada rasa enggan bagiku untuk mencari wanita itu karena aku sepertinya melihat kalau Julian menyukai pengasuh anak angkatnya, tapi kata Julian Tante Sarah sangat menginginkan Tessa jadi menantunya. Jadi aku pikir dari pada Julian dipaksa menikah dengan wanita bernama Tessa itu, lebih baik aku mencari tahu keberadaan wanita yang selama ini dicari oleh Julian," sambung Gilang lagi.
"Ya, benar yang kamu katakan, karena Tessa adalah wanita yang sangat licik," Reynaldi menimpali ucapan Gilang.
"Sebenarnya bisa saja aku langsung menemui Tante Sarah maupun Julian untuk memberitahukan kalau Tessa adalah dalang dari kejadian yang menimpa Julian, tapi bisa dipastikan kalau Tante Sarah tidak akan percaya, kalau tanpa bukti. Jadi, sebaiknya kita cari wanita itu dulu, baru mencari bukti kejahatan Tessa,"
Reynaldi menganggukkan kepalanya, mengiyakan ucapan Gilang.
"Ok, baiklah! sekarang aku pamit pergi dulu. Doakan aku berhasil mendapatkan tanda tangan Julian," pungkas Gilang, mengahiri percakapan dan kemudian pergi setelah Reynaldi menganggukkan kepalanya.
Setelah dari penjara Gilang akhirnya kembali ke kantor dan melihat Julian sudah tidak ada. Kemudian pria itu memanfaatkan kesempatan untuk membuat surat, yang mana Julian sudah menarik laporan atas nama Reynaldi dan meminta agar Reynaldi dibebaskan.
Agar Julian mau menandatangani surat itu, Gilang tidak lupa membuat surat perjanjian kerja sama mereka berdua dengan alasan untuk ditunjukkan pada papanya.
Flashback End.
"Terima kasih Gilang, kamu sudah mau membebaskanku," ucap Reynaldi setelah rangkulan mereka terlepas.
"Tidak masalah sama sekali. Sekarang sebaiknya kita pergi dari sini dan kita mulai melakukan pencarian kita . Mudah-mudahan wanita itu masih bekerja di sana, Ayo!" Gilang melangkahkan kakinya, dan disusul oleh Reynaldi.
"Oh ya, untuk sementar, kamu bisa tinggal di apartemenku ya!" ucap Gilang lagi, sembari tetap berjalan.
__ADS_1
Tbc
Hayo, siapa yang kemarin sempat curiga kalau Gilang ada rencana licik ketika minta tanda tangan? 😁