
Bab 18 MVILY
"Mereka rombongan apa dan siapa?" bisik Alice.
"Entahlah, sepertiya mencurigakan," sahut Arthur dengan berbisik juga.
Keduanya melihat sebuah transaksi illegal.
"Aku sebenarnya sedang mencari pencuri yang mulai masuk ke wilayah kerajaanku. Apa jangan-jangan ini, ya?" pikir Arthur.
"Ayo, kita amati dulu! Makanya, jangan berisik. Eh, bukankah itu Paman Liam? Dia pengawal senior, kan?" tanya Alice. Dia sampai tak sadar dari tadi sedang menindih kaki Arthur dengan kakinya.
"Bisa kau pindah dulu! Kakiku ini sakit," ucap Arthur.
"Astaga, maafkan aku." Alice segera mengangkat kakinya dan bergeser beberapa inch dari sisi sang pangeran.
"Aku tak apa-apa, sudah jangan khawatir," sahut Arthur.
'Cih, percaya diri sekali dia ini,' batin Alice.
Sosok laki-laki bertubuh pendek yang muncul dari arah tengah rombongan menyapa Tuan Liam. Rupanya di tepi hutan itu, Arthur baru tahu kalau ada gerombolan perampok bernama The Wolf yang dipimpin Mr. Beast.
Para perampok yang dipimpin pria pendek tadi, kerap menghadang pasokan makanan dan senjata bagi kerajaan. Bahkan pengawal kepercayaan kerajaan yang bernama Tuan Liam, membantu para perampok tersebut.
"Ini uangnya sesuai perjanjian," ucap Mr. Beast.
"Oke, silakan ambil yang kalian cari. Mobil box itu sudah kupinggirkan di sebelah barat sana," sahut Liam.
Pria itu membawa dua anak buah lainnya yang mau bekerja sama dengannya untuk menyediakan pasokan makanan dan senjata untuk pasukan di kerajaan Arthur.
Arthur dan Alice masih mengamati gerak gerik para perampok dan rombongan Tuan Liam tersebut. Mereka lantas berpisah. Namun, Beast masih di tempat itu bersama satu orang pengawal. Sementara yang lainnya diminta untuk menuju mobil box yang disiapkan Tuan Liam.
Tiba-tiba, sosok lycan muncul menemui Beast. Lycan Wild tersenyum menyeringai.
"Halo, Mr. Beast? Apa kau mencoba lari dariku lagi?"
__ADS_1
"Tidak, tidak. Aku pasti akan membawakanmu anak kecil. Tapi, sekarang hanya ada dia. Anggap saja sebagai menu pembuka," ucap Beast.
"Tuan Beast, apa maksud Anda?" si pengawal tampak ketakutan.
Beast tak menjawab, dia hanya bergegas pergi menjauh. Si pengawalnya itu mencoba mengejar Mr. Beast, tetapi Lycan Wild dengan cepat menangkapnya. Makhluk itu mematahkan tulang leher si pengawal lalu menyantap pria yang tewas mengenaskan itu.
Arthur langsung membekap mulut Alice agar tidak berteriak. Alice bahkan tak berani melihat kengerian itu. Arthur yang marah hendak bangkit menantang Lycan Wild, tetapi Alice menahannya.
"Kau akan mati konyol jika menghadapi makhluk itu," bisik Alice.
"Tapi dia sudah meresahkan wilayahku," sahut Arthur.
Lycan Wild menyadari kalau ada yang sedang mengamatinya. Namun, makhluk itu malah pergi dengan membawa mangsanya. Dia berlari dengan cepat stelah mengendus kedatangan Tuan Luke.
"Sebenarnya mahluk apa itu, apa dia manusia serigala?" bisik Alice.
"Aku rasa dia yang disebut Lycan oleh Paman Luke," sahut Arthur.
"Kau benar." Luke muncul mengejutkan.
"Astaga, apa yang aku lakukan ini?" sentak Alice seraya mendorong dada Arthur menjauh darinya.
"Kau ini–"
"Maaf ya, Pangeran, aku tak sengaja, maafkan aku ya," pinta Alice.
Perempuan itu lantas bangkit berdiri seraya menepuk debu tanah yang menempel pada pakaiannya.
"Aku harus segera memberitahukan ini pada Paman Bernard. Kau lihat kan Tuan Luke, Paman Liam baru saja berkhianat sama seperti—"
"Seperti siapa? Apa kau ingin menghina ayahku? Kutegaskan sekali lagi ya, dia bukan pengkhinat!" Alice sampai melotot mengancam Arthur.
"Kita akan buktikan. Yang terpenting kau lihat lycan tadi kan, Paman?" Arthur menoleh lada Luke.
"Ya, kini aku yakin kalau memang ada lycan yang berkeliaran di wilayah West Bloom dan juga New Silk," ucap Luke.
__ADS_1
"Ayo cepat pulang! Tak sabar rasanya aku ingin menghukum pengkhianat itu," ucap Arthur.
"Sebaiknya kau jangan gegabah dulu," ucap Luke.
Kedua pria di hadapan Alice lalu saling berdebat. Alice hanya bisa mengamati sang pangeran dari belakang.
'Mungkinkah memang dia yang menghukum ayahku karena sekarang saja dia terlihat menyeramkan begini?' Batin Alice.
...***...
Sesampainya di istana kerajaan New Silk, Arthur langsung mencari Tuan Liam. Ia mencengkeram kerah pria tersebut dan menatap penuh ancaman. Arthur bahkan memukul wajah sang pengawal penuh amarah.
Tuan Liam ingin mengatakan pada Arthur kalau dia tidak bekerja sendiri. Bahkan dia memberi peringatan pada Arthur agar lebih berhati-hati pada anggota kerajaan yang ternyata bermuka dua dan berhati busuk.
"Kau pasti bohong!" seru Arthur.
"Aku tidak bohong, Pangeran, berhati-hati lah pada orang terdekatmu," sahut Liam seraya menyeka darah segar yang membasahi sudut bibirnya.
"Lalu, katakan siapa orang yang kau maksud agar aku berhati-hati ke padanya?" Arthur mencengkeram kerah seragam kerajaan Liam lagi.
Saat hendak mengatakan nama tersebut, Tuan Bernard datang dan memisahkan keduanya. Pria itu dengan segera memerintahkan pengawal untuk membawa Tuan Liam ke dalam penjara bawah tanah.
Alice bergegas membawa secangkir teh herbal untuk menenangkan Arthur di kamarnya atas perintah Ratu Samantha.
"Apa kau tau, Al, sepertinya ada yang aneh dengan Tuan Bernard," ucap Arthur.
Alice juga jadi curiga tentang tadi. Dia juga merasa kalau ada yang mencurigakan dengan Tuan Bernard.
"Tanyakan lagi pada Paman Liam siapa orang itu! Mungkin saja dialah pengkhianat kerajaan yang sebenarnya, " ucap Alice.
"Kau benar juga," sahut Arthur.
Meskipun Tuan Bernard merupakan ayahnya Mark, tetapi jika memang dia pengkhianat kerajaan yang selama ini meresahkan, dia bisa membersihkan nama baik ayahnya.
...*****...
__ADS_1
...To be continued ...