
Bab 30 MVILY
Sore itu, hari mulai gelap saat Arthur dan Tuan Luke berhasil melewati hutan belantara dari kaki bukit. Jebakan yang Arthur buat belum membuahkan hasil. Mereka tiba-tiba melihat seseorang yang mirip dengan Mark melintas menggunakan mobilnya.
"Paman, ayo kita ikuti Mark! Aku yakin sekali dia menuju ke suatu tempat. Kuta harus mengikuti dia," ucap Arthur.
Tuan Luke terlihat menganggukkan kepalanya. Keduanya lalu mengikuti si Mark dengan kekuatan berlari yang lebih cepat melewati tepi hutan kembali karena saking penasarannya.
Tuan Luke lantas meminta Arthur untuk bersembunyi sampai akhirnya mereka melihat sosok Mark bertemu dengan beberapa orang yang diduga tim pemburu makhluk.
Mereka mendapati seorang pria berambut panjang yang dikuncir, sedang menghisap cerutunya. Sosok pria itu tampak Arthur kenal dan ia yakin sekali. Dia bekas pengawal kerajaan. Dia juga ayahnya Ella yang telah lama menghilang dan diduga sudah meninggal.
"Bukankah itu Tuan Douglas, ayahnya Ella? Ternyata dia masih hidup rupanya," gumam Arthur.
Tuan Luke meminta Arthur untuk kembali tenang dan bersembunyi. Dia melihat ada sesuatu pada pria itu. Ya, pria itu memiliki senjata berpeluru perak yang dapat menghabisi nyawa mereka jika peluru itu menembus jantung mereka.
"Ah sial, dia punya senjata perak rupanya," ucap Tuan Luke.
"Aku tak menyangka kalau Tuan Doug merupakan tim pemburu makhluk," ucap Arthur.
"Tapi, dia bukan manusia biasa, Arthur," lirih Tuan Luke.
"Lalu? Apa dia juga makhluk?"
__ADS_1
"Dia vampir, aku bisa merasakan kekuatan itu," ucapnya.
"Hah? Dia vampir? Kenapa dia malah menjadi tim pemburu makhluk?" tanya Arthur.
"Untuk menutupi jati dirinya dan membiarkan dia berkuasa sendirian," jawabnya.
Sosok pria bernama Douglas itu tampak mengangguk mendengarkan penjelasan Mark. Dia juga sempat terperanjat kala mengetahui Arthur merupakan seorang vampir. Setelah menyusun rencana, Mark bergegas pergi.
Tuan Doug lantas meminta anak buahnya untuk bersiap. Arthur tak sengaja menginjak ranting dan membuat indera pendengaran pria itu menajam. Terdengar suara semilir angin kencang yang menyamarkan suara yang baru saja dibuat Arthur tadi.
"Siapa di sana?" seru Doug mendekat.
Dia mengarahkan senapan ke arah semak-semak dekat tepi hutan. Ketika hendak menarik pelatuknya, ada seorang wanita muncul mengejutkan.
"Wah, apa yang kalian lakukan di sini? Apa kau sengaja ya datang ke mari untuk menyerahkan nyawa kepadaku?" tanya pria itu sambil tersenyum menyeringai dan makin memperlihatkan taringnya yang tajam.
"Oh, tentu tidak. Apa kau mau aku menyerahkan nyawa padamu begitu saja? Justru aku yang ingin kau menyerahkan nyawamu pada ku," sahut wanita itu.
Pria yang sudah berwujud vampir itu sangat terkejut, ia lalu melompat menerkam si wanita secara tiba-tiba dan menyeretnya masuk ke dalam hutan.
"Dasar penyihir hina!" tukasnya.
"Kaulah yang hina! Kau menjadi pemimpin pemburu makhluk untuk menghabisi ras mu sendiri. Kau terlalu berambisi untuk berkuasa," ucap wanita yang merupakan keturunan penyihir itu.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara, Nenek Sihir! Kau mau aku membantai mu di hadapan para anak buahku, lalu mereka akan mencari tahu tentang semua keluarga dan keturunanmu, begitu? Hmmmm, kelihatannya darahmu lezat untuk ku hisap," ucap sang vampir.
"Tak tau diuntung! Kau diselamatkan Miranda lalu kau balas dia dengan membunuhnya! Dasar brengsek kau!" tukas si penyihir.
"Aku benci ras vampir meskipun aku telah menjadi vampir. Aku sangat membencinya! Harusnya dia menghabisi aku, bukan menjadikan aku seperti monster ini!" keluh Douglas.
Pria itu lantas menarik belati perak miliknya dari belakang punggung. Ia lantas mengarahkan pada si penyihir wanita. Sempat terjadi pergulatan dan pada akhirnya, Douglas berhasil membuat si penyihir mati.
"Kini, aku hanya tinggal memburu cucu mu yang aku yakin adalah keturunan terakhirmu. Aku tak akan melindungi keluarga mu lagi," ucap Douglas.
Pria itu lantas membakar si penyihir. Arthur sempat melihat bulir bening di sudut mata Tuan Luke.
"Ada apa, Paman? Apa kau mengenal penyihir itu?" tanya Arthur.
"Dia menyebut Miranda, sosok vampir wanita yang mengubahku seperti ini. Aku mencarinya setelah dia meninggalkan aku. Namun, aku tak menyangka kalau dia telah mati," ucap Tuan Luke.
"Lalu, Paman–"
"Apa kalian sudah selesai mencari tahu tentang aku?" Douglas muncul begitu saja mengejutkan Arthur dan Luke.
"Paman Doug!" seru Arthur.
...*****...
__ADS_1
...To be continued ...