
Bab 47 MVILY
Seorang warga bernama Joshua datang menyapa Delilah yang tengah berdiri di depan tenda Arthur.
"Apa Tuan Luke dan Pangeran Arthur ada?" tanyanya.
Delilah tampak tersenyum malu menyambut Joshua. Hampir saja ketahuan kalau dia sedang mengintip Arthur.
"Mau apa kau ke mari?" tanya Delilah.
"Hai, Delilah! Apa Pangeran Arthur dan Tuan Luke ada?" tanyanya lagi.
"Iya aku tahu kalau kau mencari Pangeran Arthur. Dia ada di dalam, sih."
"Bisa aku menemuinya?" tanya Joshua lagi.
"Tentu saja, tapi kau mau apa sebenarnya?" Delilah tampak penasaran.
"Ini tentang persediaan makanan kita," tukasnya.
Delilah akhirnya mempersilakan Joshua untuk masuk ke dalam. Ini kesempatan dia juga untuk bertemu Arthur.
"Pangeran Arthur, Joshua datang mencarimu," ucap Delilah.
Arthur yang sedang bersama Tuan Luke sedang membicarakan rencana ke depan selanjutnya. Rupanya dia mendapat kabar kalau Mark dan Tuan Beast telah menguasai istana dan rakyatnya. Bahkan kabar tentang Ratu Samantha yang telah tewas karena serangan lycan juga dilahap mentah-mentah oleh rakyat. Ditambah lagi perihal Arthur yang seorang vampir pun sudah disebar. Namun, kabar menyedihkan juga terdengar kala banyak rakyat yang mulai menderita, sengsara, dan kelaparan akibat ulah Mark dan Tuan Beast.
Arthur menoleh pada pemuda berambut keriting, bertubuh 160 cm, dan terlihat kurus itu.
__ADS_1
"Ada apa, Joshua? Apa Icy dah Goldice sudah kembali?" tanya Arthur.
"Pangeran Arthur, persedian makanan hampir habis. Bisakah aku mencarinya sampai ke istana? Aku akan membawa beberapa orang yang masih selamat dan bisa aku ajak kerja sama, bagaimana?" tanya Joshua.
"Apa kau yakin?" Arthur menatap tegas pemuda itu.
"Aku mendengar kabar masih ada sekumpulan orang yang bersembunyi di gereja yang ada di pinggiran kota. Mereka termasuk yang tidak percaya akan ucapan Mark. Aku akan coba memeriksanya, lalu mengumpulkan makanan dari kota," ucap Joshua.
"Ide yang bagus. Joshua belum dikenali sebagai pembelot. Sepertinya dia akan mudah masuk ke wilayah kerajaan," sahut Tuan Luke.
"Baiklah aku setuju, kalau begitu kau berhati-hatilah. Ummmm, aku rasa Delilah sebaiknya kut menemanimu," ucap Arthur.
"Apa? Aku ikut bersamanya? Tapi, tugasku kan menjaga kau … eh maksudku menjaga Yang Mulia Ratu dan Ella," protes Delilah.
"Goldice akan kembali bersama Alice dan Icy. Mereka akan menjaga nenekku dan juga Ella selama kau dan Joshua pergi," tukas Arthur.
Pemuda itu melayangkan senyum manis pada Delilah kemudian. Joshua tampak menyukai Delilah. Maka dari itu, dia senang sekali ketika Arthur menegaskan Delilah pergi bersamanya.
Akhirnya, Joshua dan Delilah pergi keluar dari desa rahasia yang baru, yang dijadikan tempat persembunyiannya Arthur dan sekutunya. Mereka menuju ke wilayah dalam kerajaan New Silk. Mereka akan melakukan barter makanan dengan daging ayam hutan dan kelinci hasil buruan mereka di hutan. Joshua juga akan mencari keberadaan manusia baik yang masih selamat dari para lycan.
...***...
Goldice dan Icy sampai di tempat persembunyian Arthur dan kawanannya. Mereka membawa Alice secara paksa karena tak mau menurut. Mereka berhasil kabur dari Lord Gevil dan Tabib May. Meskipun begitu beberapa lycan mati termasuk Wild karena racun yang mereka berikan saat pesta berlangsung.
Arthur langsung menyambut wanitanya penuh dengan bahagia. Begitu juga dengan Ratu Samanta yang mendorong kursi roda milik Ella. Namun, ketika pemuda itu hendak memeluknya, Alice langsung menghindar.
"Siapa kau?" tanya Alice.
__ADS_1
"Alice, aku Arthur. Aku calon suami mu, ayah dari anak yang kau kandung itu." Arthur menunjuk perut Alice yang mulai buncit. Usia kandungannya sudah sekitar lima bulan.
"Hah? Kau gila, ya? Ini anaknya Lord Gevil, satu-satunya pria yang aku cintai," sahut Alice dengan yakin.
Arthur dan neneknya saling bertatapan dengan heran. Begitu juga dengan Tuan Luke. Tabib Ly maju mendekati Alice. Dia melihat cahaya di mata Alice yang berbeda.
"Aku rasa, dia terkena sihir," ucapnya.
"Apa? Sihir kataku? Jangan bodoh, ya! Aku sepenuhnya sadar!" Alice tetap bersikeras.
"Apa kau bisa membuatnya kembali mengingatkan? Mengembalikan semua ingatannya?" tanya Arthur.
"Akan aku coba," ucap Tabib Ly seraya mengangguk.
"Lepaskan aku dari sini!" pekik Alice.
"Aku tidak akan melepaskan mu sampai kapan pun," sahut Arthur dengan tegas.
Ella mengulurkan tangannya pada Alice. Perubahan lebih baik terjadi pada gadis itu. Ella bisa mengeluarkan suara akhirnya. Dia memanggil nama Alice meskipun dengan nada terbata-bata.
"Tentu saja kau mengenalnya. Kalian teman sedari kecil, kan?" Ratu Samantha angkat bicara seraya melayangkan senyumnya.
"Aku benar-benar tak mengenali kalian." Alice berusaha dengan keras sampai memijit kepalanya.
Bagi Alice, orang yang dicintainya adalah Lord Gevil. Baginya juga keluarga dan teman-teman dekatnya adalah para lycan. Tiba-tiba, Alice berteriak kesakitan, lalu tak sadarkan diri kemudian.
...*****...
__ADS_1
...To be continued ...