
Bab 23 MVILY
"Hantu? Apa kau sudah gila?! Zaman maju dan canggih seperti ini masih saja ada hantu!" Arthur menghampiri Alice lalu menarik selimut wanita itu untuk menyembunyikan wajahnya.
"Kau sendiri apa coba? Di zaman modern begini masih saja ada vampir," sungut Alice.
"Sial!" Seketika Arthur tertampar oleh perkataan Alice.
Tiba-tiba, terdengar suara goresan di kaca jendela yang membuat ngilu siapa pun yang mendengar. Termasuk Alice dan Arthur. Sontak saja Arthur malah menarik selimut Alice dan menyembunyikan wajahnya tanpa sadar.
"Sebenarnya kau takut apa tidak sih, kenapa bersembunyi di sini?" bentak Alice.
"Jangan berisik! Aku juga sedang memantau dari balik sini. Sebaiknya kau diam dulu!" pinta Arthur.
"Cih! Jangan bilang kau takut hantu, iya kan? Tadi kau bilang hantu tidak ada," tukas Alice menatap Arthur dengan kesal.
"Ah, kau ini. Coba aku lihat dulu," bisik Arthur tak mau dibuat malu atau dipecundangi oleh Alice.
Pria itu bangkit dan menuju ke arah tirai jendela.
"Boooooo!" Alice sengaja mengejutkan Arthur sampai membuat pria itu tersentak dan mundur seketika.
"Hahaha, kau lucu sekali! Masa berani melawan makhluk apa pun tapi takut hantu," ucap Alice seraya memegangi perutnya yang sakit karena ulah Arthur sangat lucu.
"Tak ada manusia yang sempurna tau! Memangnya tak boleh kalau aku takut hantu?" Arthur menatap Alice dengan memicing.
Alice tadinya mau menertawakan Arthur lagi, tetapi ada sosok bayangan lagi di balik tirai jendela dan bergerak mondar-mandir. Alice hanya menunjuk ke arah jendela sambil langsung membaringkan tubuhnya dan bersembunyi di balik selimut.
__ADS_1
Arthur memberanikan diri untuk menarik tirai jendela dan melihat siapa makhluk tersebut. Perlahan tangan kanannya bergerak maju. Ibu jari dan telunjuknya menarik tipis tirai jendela dan menggesernya perlahan. Seketika itu juga, sepasang mata merah itu beradu pandang dengan Arthur.
"Aaaaaaaaaa!"
Arthur berteriak karena terkejut. Begitu juga dengan sosok yang ada di balik jendela. Alice jelas sekali mendengar dua orang pria berteriak. Ia membuka selimutnya dan mendapati Arthur serta sosok Lycan sedang berteriak bersamaan.
Hal itu sangat konyol dan membuat Alice ingin tertawa. Namun, dia takut juga dengan sosok lycan di balik jendela itu. Arthur seketika tersadar kalau bukan hantu yang mengejutkannya tetapi sesosok lycan.
"Sial! Mau apa kau ke sini?" Arthur bahkan membuka jendela dan mengejar lycan yang tiba-tiba itu pergi.
Lycan itu juga tak menyangka kalau dia akan bertemu pangeran dari New Silk.
"Pangeran, mau ke mana?!" Alice bangkit dan mengejar Arthur sampai ke jendela.
"Ah, gawat ini kalau Arthur sampai kenapa-napa." Alice lantai meraih ponselnya dan menghubungi nomor Tuan Luke yang kebetulan sudah dia simpan dua hari yang lalu.
Alice lalu melihat hantu wanita berpakaian perawat yang melayang di luar jendela mengejutkannya kala tirai itu terbuka dengan sendirinya seolah tertiup angin kencang.
Tiba-tiba, Arthur kembali dan mengejutkan Alice. Kedua tangannya sudah bersimbah darah. Alice sontak saja berteriak saking terkejutnya.
"Hei, ini aku! Sial lycan itu menggigitku," ucap Arthur berusaha untuk masuk ke dalam kamar Alice melalui jendela.
"Aaaaaaaaa!" Alice langsung berteriak sekuat tenaganya dan langsung panik memeluk Arthur yang berdiri di hadapannya.
"Kau kenapa, sih?" tanya Arthur.
"Tadi aku lihat hantu sungguhan. Dia pakai baju perawat lalu melayang terbang di sebelah sana.
__ADS_1
"Kau jangan mengada-ada! Yang kita lihat barusan itu lycan tau. Aku berusaha mengejarnya dan bertarung dengannya. Tapi dia menggigit ku. Nih, lihat!" tukas Arthur ikut panik, cemas, dan takut juga.
"A-ada, ada hantu di luar itu. Aku sungguhan melihatnya," ucap Alice yang masih memeluk pria itu.
"Sudah jangan dibahas lagi! Ayo, kembali ka atas ranjangmu."
"Lukamu bagaimana?" tanya Alice.
"Nih, sudah sembuh." Arthur memperlihatkan luka robek di tangannya yang sudah tertutup kembali.
Alice sampai mengucek matanya menatap tak percaya.
"Kok, bisa?" tanya Alice.
"Tentu saja bisa. Aku kan vampir yang bisa menyembuhkan luka ku sendiri dengan cepat," imbuh nya.
"Kenapa mirip dengan regenerasi tubuh seperti Alien?" Alice mengamati tangan Arthur dengan saksama.
"Sial! Aku vampir bukan alien!" sungut Arthur seraya menarik tangannya dari Alice.
Pria itu langsung membawa Alice naik ke atas ranjangnya. Ia lalu meringkuk dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Tubuh gadis itu gemetar ketakutan. Sementara itu, Arthur kembali memanggil suster untuk datang ke ruangan itu karena aliran infus di tangan Alice tersumbat.
Pria itu menghela napas panjang yang berat, lalu perlahan ia menuju jendela dan hendak menutup tirai jendela tersebut. Sesekali ia waspada pada perkataan Alice yang melihat hantu perempuan tadi. Nyalinya ciut juga bila mendengar hantu. Namun, suara sesuatu yang mengejutkan Alice dan Arthur seketika membuat mereka berteriak kembali.
Brak!
"Aaaaaaaaaaaaa!"
__ADS_1
...*****...
...To be continued ...