
Bab 48 MVILY
Sepenggal kisah yang ditanamkan dalam pikiran Alice melalui sihir milik Tabib May.
Alice telah diceritakan tentang kisah hidup palsunya. Alice hanya tahu kalau dia hidup di hutan sejak ia lahir. Ayahnya adalah seorang lycan dan ibunya seorang manusia yang juga memiliki darah penyihir.
Ayah dan ibunya telah tiada. Mereka telah tiada saat Alice berusia dua puluh tahun. Namun, saat itu terjadi perburuan makhluk. Alice berlari sekencang mungkin sampai bertemu dengan Gevil di sebuah gua tempat persembunyiannya.
"Siapa kau? Dan apakah kau ini? Apakah kau manusia?" Alice bertanya pada pria itu penuh selidik.
"Halo, namaku Gevil. Siapa namamu? Apa kau tersesat?" tanyanya.
"Namaku Alice. Aku sedang diburu," sahut Alice menjawab pertanyaan itu dengan panik.
"Pasti para manusia pemburu makhluk yang sedang memburumu. Semua manusia itu jahat!" seru Gevil.
"Katakan pada ku, jenis apakah kau?" Pertanyaan itu membuat Alice tertegun.
"Apa kau keberatan mengungkap identitasmu? Aku yakin kau bukan manusia, kan?" tanya Gevil.
Alice akhirnya mengangguk menyetujuinya. Dia menceritakan dari mana dia berasal.
"Karena tidak mungkin ada manusia yang bisa bertahan hidup sendirian di hutan seperti itu. Jadi, kau dari golongan apa?" tanya Gevil.
"Aku keturunan lycan dan penyihir," sahut Alice.
"Hmmm, sangat unik. Manusia jadi-jadian yang sangat unik." Gevil tersenyum. Pria itu memutari Alice.
"Apa kau membenci manusia?" tanya Alice.
"Ya, tentu saja."
__ADS_1
"Manusia-manusia itu menyenangkan tau. Mereka bisa menanyakan banyak hal. Mereka saling menduga dan bergosip satu sama lain. Rasa penasaran yang membuncah itu akan selalu memenuhi hati mereka," kata Alice.
"Manusia itu rendah. Mereka suka berperang dan selalu ingin menjadi yang teratas nomor satu," sungut Gevil.
"Tapi aku keturunan manusia. Mengapa kau mau menolongku?" tanya Alice keheranan ketika telah memastikan selamat dari pemburu makhluk.
"Karena kau cantik. Aku menyukaimu," sahut Gevil secara spontan.
Pria itu lantas membawa Alice masuk lebih dalam ke dalam hutan.
"Asal kau tahu, ya, aku tak tahan melihat bagaimana perlakuan para manusia bengis itu pada makhluk seperti kita. Bagaimana bisa para penduduk berbuat seperti itu kepada seorang gadis yang tidak bersalah sepertimu. Mereka pasti hanya penasaran dan memandang fisik mu maupun makhluk lainnya yang berbeda," ucap Gevil sambil terus berjalan menggandeng tangan Alice masuk ke dalam kegelapan hutan.
"Lalu, kau mau membawa aku ke mana?" Alice menghentikan langkah dan menarik tangannya dari Gevil.
"Pertanyaan yang bagus. Mau kemana kita? Aku akan membawamu menemui keluarga ku yang akan menjadi keluargamu. Aku hanya berpikir harus menyelamatkanmu." Gevil lantas terkekeh dan menghentikan langkahnya.
"Ckckck, kau benar-benar pemuda yang nekat! Kita baru kali pertama bertemu masa kau sudah menganggapku bagian keluargamu?" tanya Alice.
Alice benar-benar tersihir. Dia melihat sosok Gevil sangat tampan. Entah kenapa, dia sangat menurut dan merasakan jatuh cinta pada sosok itu.
"Gevil! Kau dari mana?" tanya Lycan Joe.
Para kawanan lycan lainnya menyambut kedatangan Gevil yang tampak muda dan tampan di mata Alice. Perempuan itu masih terkesima kala dia secara sadar telah melewati sebuah gapura penuh bunga yang seolah seperti portal yang tak bisa ditembus oleh manusia biasa dengan mudah. Namun, dia menembusnya.
Perhatian wanita berparas ayu dengan garis hidung yang tinggi itu hanya tertuju pada Gevil. Wajahnya sangat rupawan dan wangi dari tubuh Gevil itu sungguh memikat perhatiannya.
"Aku baru saja menyelamatkan gadis ini. Dia akan menjadi pengantinku," tukasnya.
Sontak saja Alice langsung terhenyak. Namun, dia menyukainya. Setelah mereka masuk, lycan Joe segera mengangkat tangan kanannya, menutup tabir supaya tempat itu benar-benar tidak dapat ditembus.
Lycan Joe sontak saja terkejut kala mendapati aroma tubuh Alice yang berbeda. Dia sempat mundur menghindari gadis itu.
__ADS_1
"Dia penyihir lycan!" seru Joe.
Alice menggeleng.
"Aku makhluk setengah setengah. Setengah manusia, setengah lycan, setengah penyihir, hehehe setidaknya sebagian diriku." Alice terkekeh.
"Dunia apa ini? Apa ini dunia rahasia kalian?" tanya Alice merasa penasaran dan bercampur rasa takut.
"Sudah aku bilang kalau aku akan membawamu ke tempat keluargaku dan menjadikanmu bagian dari keluargaku," sahut Gevil.
Pria itu lantas menoleh pada Joe.
"Siapkan pesta pernikahan kami!" titah Gevil.
"Tentu saja. Itu sangat mudah. Seperti menjentikkan jari bagiku. Aku akan menyiapkannya untuk Anda, pangeran!" sahut Joe penuh semangat.
Gevil lantas memerintahkan beberapa lycan wanita untuk mempersiapkan Alice sebagai pengantinnya. Dan Alice merasa sejak saat itu ia menjadi istri Lord Gevil dan yakin kalau ia mengandung putranya Lord Gevil. Padahal semua gambaran itu hanya doktrin mimpi semata yang ditanamkan Tabib May.
...***...
Arthur masih menemani Alice. Wanita itu tengah meraung-raung kesakitan.
"Aku rasa, dua sedang dilacak," lirik Tabib Ly.
"Mungkinkah Lord Gevil yang melacaknya? Lalu, bagaimana kita bisa menyembunyikan Alice?" tanya Arthur.
"Kita akan melakukan upacara penyucian," tukas Tabib Ly.
...*****...
...To be continued ...
__ADS_1