Mr. Vampire, I Love You!

Mr. Vampire, I Love You!
26. Curiga


__ADS_3

Bab 26 MVILY


"Jawab, Al! Aku benar kan, kau pernah ingin menghabisi nyawa pangeran?" Mark mengguncang bahu Alice.


"Tapi, tapi saat itu aku mungkin marah karena mengingat kematian keluargaku," sahut Alice.


"Al, kau harus tahu sesuatu. Arthur yang memerintah seseorang untuk menghabisi para pengkhianat yang membuat orangtua dan adiknyanya tewas. Kalau sekarang dia baik padamu, mungkin juga dia ingin menjebakmu. Kita pergi dari sini saja! Lupakan soal New Silk! Kita buat keluarga kecil yang bahagia, bagaimana?" tanya Mark.


"Tapi, tapi aku sedang mengandung anaknya Arthur, Mark!" sahut Alice.


Mark lantas tertawa.


"Memangnya semudah itu mereka percaya kalau itu anakmu? Aku akan mengakuinya sebagai anakku," sahut Mark.


"Apa? Kapan kita pernah melakukannya?" tanya Alice.


"Saat kita mabuk dulu di pesta ulang tahun Ella. Satu minggu sebelum kau bekerja di kerajaan," sahut Mark.


"Gila! Itu kejadian sudah lama dan aku merasa tidak pernah berhubungan denganmu. Mark, kau kenapa, sih?" tanya Alice mulai tersulut emosi.


"Karena aku mencintaimu, Al! Sejak kecil aku sudah menyukai. Kau harus tahu dan paham kenapa aku selalu ada untukmu karena aku ingin memilikimu. Aku janji akan membahagiakan mu, Al." Mark meraih tangan Alice dan menggenggamnya erat.


"Tapi, Mark … kita hanya sahabat. Bukankah kau menjagaku seperti adik? Kenapa sekarang bilang cinta?" Alice berusaha melepaskan genggaman tangan Mark.


"Jadi, kau akan menikah dengannya?" Mark menghela napas berat.

__ADS_1


"Maafkan aku, Mark. Kita akan tetap selalu bersahabat." Alice tersenyum.


"Semua tak akan sama lagi, Al."


Mark yang sudah jatuh cinta pada Alice sejak kecil sangat merasa cemburu dan meninggalkan Alice begitu saja.


Namun, jauh di dalam hatinya terbersit rasa kalau ia ingin berusaha menggagalkan pernikahan Alice dan Arthur. Mark tak patah arang, mungkin saja dia akan mengakui kalau anak yang dikandung Alice adalah anaknya.


...***...


Tuan Luke datang mengunjungi Alice di rumah sakit. Dia juga ingin membantu Alice berjaga. Apalagi sesosok lycan muncul untuk mengganggu Alice. Untuk itulah, Luke akan menyelidiki kenapa lycan itu ingin menemukan Alice.


"Hai, Al. Arthur sudah menceritakan semuanya. Aku akan berjaga di sini. Aku takut lycan itu memang mengincarmu," ucap Tuan Luke.


"Terima kasih, Tuan Luke. Ummmm, apa karena anak ini anaknya Arthur, dia memiliki darah vampir dan lycan itu mengincarnya, begitu?" tanya Alice.


"Ummm, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Alice sempat menoleh ke arah Arthur yang sedang memainkan ponselnya.


"Kau mau tanya pada siapa? Aku atau Paman Luke?" hardik Arthur.


"Tuan Luke. Kenapa dia mengubahmu menjadi vampir? Lalu, bagaimana dengan manusia yang kalian gigit nantinya? Apa semuanya jadi vampir?" tanya Alice.


"Aku mengubahnya karena ingin menyelamatkannya. Jika ada manusia yang kami hisap darahnya, itu artinya mereka sudah mati," jelasnya.


"Jadi, kalian sengaja membunuh manusia?" Alice bergidik.

__ADS_1


"Kami pemilih! Kami hanya menghabisi para penjahat saja. Sudah kau istirahat saja!" titah Arthur.


"Aku ke atap dulu. Aku melihat ada sesuatu yang melintas ke arah taman kota sana," ucap Tuan Luke.


"Hati-hati, Paman," sahut Arthur.


Tuan Luke menjawab dengan anggukan. Kini, Arthur melangkah menuju Alice.


"Mark, mengunjungi mu tadi, kan? Apa yang dia bicarakan denganmu?" tanya Arthur penuh selidik.


Alice baru sadar kalau sekardus jus buah pemberian Mark telah berganti merek. Alice jadi berpikir kalau Arthur sudah membuangnya atau membagikan jus pemberian Mark pada pasien lain.


"Dia hanya menanyakan kabarku, kok," sahut Alice.


Wanita cantik itu meraih jus rasa strawberry di atas nakas samping ranjangnya. Dia menyeruputnya seraya menonton acara televisi tentang realita show para pencari pasangan kencan.


"Ada hubungan apa kau dan Mark? Apa dia menyukaimu?" Arthur menelisik ke arah Alice.


"Uhuk uhuk!"


Alice yang terkejut sampai terbatuk-batuk karena tersedak. Pria yang duduk di sofa itu menatapnya penuh curiga.


'Apa Arthur mendengar pembicaraanku dan Mark tadi, ya? Apa dia menguping? Duh, dia pasti marah besar ini,'


Alice menggigit ujung sedotan dari kotak jus buah itu.

__ADS_1


...*****...


...To be continued ...


__ADS_2