
Bab 40 MVILY
Arthur meminta dua anak buah Tabib Ly untuk membawa Ratu Samantha yang tak sadarkan diri itu. Arthur menoleh pada Ella yang tadinya tak sadarkan diri dan mulai terjaga.
"Se-selamatkan…."
"Ella, ini aku Arthur! Tenanglah kau sudah selamat, El!" tukas Arthur.
"Se-selamatkan–"
Suara Ella yang putus-putus itu makin lama semakin menghilang. Wajahnya juga penuh luka lebam karena dipukuli.
"Aku saja yang menggendong Ella, Paman," ucap Arthur.
"Aku bisa mengatasinya," sahut Tuan Luke.
"Bagaimana dengan lycan satunya?" tanya Arthur saat melihat Tabib Ly dan Delilah.
"Delilah membunuhnya, Pangeran." Tabib Ly menoleh pada Delilah.
Tuan Luke dan Arthur mengamati gurat kesedihan di raut wajah Delilah kala itu.
"Ya sudah kalau begitu. Ayo, kita kembali ke desa untuk mengobati luka mereka," ajak Tuan Luke.
Tabib Ly mengangguk begitu juga dengan Arthur. Para kawanan itu lalu mengikuti langkah Tuan Luke. Namun, tak jauh dari tempat mereka menemukan Ella dan Ratu Samantha diculik, Mr.Beast sedang mengamati. Dia dan anak buahnya sampai ke tempat itu setelah mendengar kabar dari anak buahnya kalau ada kawanan lycan di sana.
__ADS_1
"Anda lihat kan, Pangeran Arthur bukan manusia biasa," ucap salah satu anak buahnya setelah melihat perubahan wujud Arthur menjadi vampir.
"Ya, aku percaya dengan penglihatan ini. Hanya saja aku tak menyangka kalau Pangeran kerajaan New Silk merupakan sesosok vampir," tukasnya menyeringai.
"Jadi bagaimana, Mr. Beast? Kapan kita serang mereka?" tanya lelaki pendek itu penuh semangat.
"Aku akan pikirkan itu. Kau ikuti saja ke mana mereka akan membawa sang ratu pergi," ucapnya.
Sementara itu, Ella kembali terjaga dan mengucapkan sesuatu dari bibir cantiknya.
"Se-selamatkan, selamatkan Alice…." Ella berusaha untuk memberitahukan Arthur tentang kejadian yang sebenarnya terjadi.
Arthur dan Tuan Luke saling bertatapan. Keduanya kini paham kalau mereka telah terperangkap oleh jebakan Lord Gevil. Mereka kemungkinan tahu tentang desa rahasia dan menemukan Alice. Jadi, Alice lah yang mereka inginkan selama ini.
"Sial! Mereka pasti menginginkan Alice!" pekik Arthur seraya meninju kap mobilnya.
Arthur lantas meminta Tabib Ly dan Delila mengurus sang ratu dan juga Ella. Dia dan Tuan Luke akan bergegas menuju ke desa rahasia tempat Alice tengah berada.
...***...
Sementara itu di kediaman tempat Alice berada, seseorang mengetuk pintu rumah tersebut dengan panik. Alice yang masih terjaga membuka pintu tersebut dengan segera.
"Ada apa, Jay?" tanya Alice mempersilakan anak muda itu untuk masuk lalu menutup pintu itu.
"Pihak istana tau mengenai keberadaan Anda. Sebaiknya kita pergi dan sembunyi dulu!" ajaknya.
__ADS_1
"Tapi kita harus bergegas, Nona. Pihak istana sedang menggeledah setiap tempat demi menemukan Anda dan Pangeran Arthur," ucapnya.
"Tapi kita harus menunggu Arthur," ucap Alice.
"Aku tak bisa berbohong ke pada Nona. Apa Nona tak tahu kalau para lycan itu menginginkan tubuh Anda dan anak yang ada di dalam kandungan Anda itu untuk membangkitkan kekuatan Lord Gevil?" tanya Jacy yang tak sadar keceplosan.
"Dari mana kau tahu semua itu Jay?" selidik Alice.
"Nona, dengarkan aku dulu. Aku tahu yang akan mereka lakukan padamu. Jadi, sebaiknya kita pergi!" ajaknya mulai takut.
"Aku akan tunggu Arthur," ucap Alice.
"Bagaimana jika itu benar. Kalian datang ke sini untuk kau mau memanfaatkan kami?" tanya Jay.
"Jay, aku tak tahu apa yang kau bicarakan itu," ucap Alice.
"Apa kau mau anakmu terlahir sebagai makhluk mengerikan itu dan berlaku seperti monster pemakan manusia?" tanya Jay mencoba menakuti.
Alice menggeleng dan terdiam memikirkan mengenai perkataan anak muda di hadapannya itu. Dia benar. Namun juga bingung bagaimana cara ia bisa memusnahkan anak dalam tubuhnya itu.
"Jadi, apa yang sebenarnya hendak kau lakukan, Jay?" tanya Alice.
"Baiklah, kemasi semua barang - barang Nona! Aku juga tak ingin para pihak kerajaan menemukanmu dan mencoba membunuhmu," ucap Jay.
Lalu kemudian, setelah semua dipersiapkan mereka segera meninggalkan rumah pekerja milik sebelumnya itu. Mereka harus segera pergi sebelum para pengawal kerajaan datang bersama para anak buah kerajaan ke wilayah itu.
__ADS_1
...*****...
...To be continued ...