
Bab 54 MVILY
"Wah, lihat siapa ini yang sudah berani melawanku," ucap Lord Gevil kala melihat Icy menghadangnya.
"Tuan Monster, aku mohon hentikan keserakahanmu ini. Bukankah kita bisa hidup berdampingan dengan damai?"
"Hahaha, gurauan macam apa lagi ini? Menyingkirlah dari ku anak kecil! Kalau kau tak mau pergi, aku akan patahkan tubuh mu itu seperti aku mematahkan tulang ayahmu Pergi dari hadapanku!" seru Lord Gevil yang langsung menerbangkan Icy dengan hempasannya.
Akan tetapi, gadis kecil itu langsung bertahan dan mengerahkan tenaga untuk menggunakan sihirnya. Dia mendarat dengan kedua kakinya meskipun punggungnya menghantam batang pohon oak besar.
Kenangan menyakitkan Icy akan kematian orang tuanya membuat darahnya terasa mendidih. Dia mengarahkan tangannya dan menyerang Lord Gevil dengan kekuatan yang ia punya.
Sinar, kilatan, dan suara menggelegar datang dari serangan Icy melawan Lord Gevil. Goldice melihat hal itu dan langsung menghampiri. Ia melihat adiknya sudah muntah darah ketika melawan Lord Gevil. Bahkan Lord Gevil telah mengubah dirinya menjadi lycan yang lebih besar. Makhluk itu semakin mengeluarkan aura kekuatan yang terlihat dahsyat dan mungkin saja tak tertandingi.
Sudah diduga oleh Arthur sebelumnya, Icy dan Goldice tetap tak bisa melawan kekuatan dari Lord Gevil. Tubuh Icy kini akhirnya terhempas. Gadis itu berhasil tertangkap oleh Arthur yang menyelamatkannya. Icy yang terluka di bagian dalam, muntah darah kembali dan terbatuk. Arthur memangku gadis itu.
"Bertahanlah, Icy," lirih Arthur.
"Selamatkan kakakku, Pangeran," lirih Icy.
Arthur lalu meletakkan Icy bersandar di pepohonan. Ia mulai tak bisa lagi menahan emosinya. Amarahnya sudah membuncah dan tak bisa lagi diredam. Kekuatan Arthur malah semakin terlihat dan menguat. Dalam pertempuran besar itu kebenaran tentang Arthur akhirnya terungkap. Pangeran vampir itu telah memiliki kekuatan maksimal yang ia punya.
"Wah, rupanya Luke mengirimkan kekuatan Ratu Vampir yang mengalir di darahnya padamu. Benar-benar tak ku sangka," ucap Lord Gevil.
"Kekuatan Paman Luke ada padaku?" tanya Arthur.
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu itu? Itu artinya Luke akan mati, Nak. Hahaha…."
"Tidak akan aku biarkan itu terjadi. Aku akan mengembalikan kekuatan ini padanya setelah menghabisimu!" pekik Arthur.
Lord Gevil mencoba merayu Arthur lagi. Dia bilang kalau awalnya dia seorang makhluk yang baik. Namun, kekuasaan membuatnya gelap mata untuk bisa menguasai seluruh dunia. Dia mulai mau mengakui tentang kebenaran kalau dia dan Arthur akan bisa menguasai dunia.
"Arthur, lihatlah masa depan kita nanti!"
Lord Gevil menyentuh kepala Arthur dengan kedua tangannya. Dia memperlihatkan gambaran masa depan yang dia inginkan kelak. Dia ingin Arthur bergabung dalam masa depannya.
Lord Gevil memperlihatkan gambaran kekuasaannya menguasai dunia. Dia membuat singgasana miliknya kokoh bersama Arthur. Namun, Arthur tidak seperti yang Lord Gevil bayangkan.
Arthur bukan pemuda yang kejam dan suka berkuasa. Arthur merupakan pemuda yang cinta damai dan tak suka melihat penindasan. Bahkan Arthur melihat sesuatu yang mengerikan bermunculan. Para makhluk mutan itu datang dan merupakan prajurit kegelapan yang berhasil dibangkitkan Lord Gevil nantinya. Dia membangkitkan para makhluk itu atas kekuatan Arthur dan Puteri Lycan yang notabene adalah Alice.
Tidak ada keraguan lagi. Arthur jadi tahu kalau Alice memang keturunan pangeran lycan. Namun, Arthur tak peduli dengan jatidiri Alice. Ia lebih khawatir dengan para makhluk mutan itu. Ia tak pernah melihat makhluk makhluk mutan yang bermunculan di penglihatannya itu.
Dia yakin tampilan para makhluk itu lebih menakutkan dan lebih jelas terlihat. Arthur melihat beberapa di antaranya berayun di ranting pohon yang satu ke pohon lainnya. Para makhluk yang Arthur yakini sebagai Mutan menyerang semua orang-orang yang dia sayangi. Para Mutan itu mendekat dengan amat cepat. Arthur tak bisa melindungi para kawanannya.
"Tidak! Bukan ini yang aku inginkan!" Arthur mendorong Lord Gevil dengan kekuatan tenaga dalamnya sampai pria itu terdorong.
Lord Gevil terus berusaha mempengaruhi Arthur untuk menguasai dunia.
"Apa yang kau harapkan dari mereka? Lihatlah para orang-orang bodoh itu yang hanya bisa menatap dan iri pada kekuatan kita, Arthur! Kau bisa mendapatkan Alice kembali asal mau menguasai dunia bersamaku, bagaimana?" tawa Lord Gevil terdengar menggelegar.
"Aku bukan sepertimu!" seru Arthur.
__ADS_1
"Kau memang bodoh, Arthur!"
"Aku tidak bodoh, aku punya cinta yang kau tak pernah miliki. Aku yakin cintaku dan Alice akan kuat dan membawanya kembali padaku," ucap Arthur penuh keyakinan.
Lord Gevil jadi punya rencana untuk menggunakan wanita yang dicintai Arthur dari tatapan mata pemuda itu. Ia akan berencana membunuh Alice di hadapan Arthur agar tak lagi menjadi beban bagi pemuda itu untuk memutuskan.
"Baiklah kalau dia menjadi bebanmu maka aku akan hilangkan beban itu," ucap Lord Gevil lalu mendekati Alice.
"Aku akan membunuhmu lebih dulu!" pekik Arthur.
Goldice memanggil Arthur. Dia memberikan kalung permata pemberi kekuatan dari kerajaannya.
"Gunakan kekuatan permata ini," lirih Goldice.
"Bagaimana denganmu nanti?" tanya Arthur.
"Aku dan adikku akan baik-baik saja. Alice berada di dalam gua bersama nenekmu dan Ella. Kini, lawanlah monster itu!" ucap Goldice yang kini memeluk adiknya yang sudah tak bernyawa.
Mengharapkan Tabib Ly untuk hadir dengan segera menolong Icy rasanya tak mungkin. Tabib Ly juga sibuk bertarung melawan kakaknya sendiri di ujung bukit. Goldice sudah tampak ikhlas dan pasrah kehilangan adiknya.
"Aku akan balaskan dendam Icy," ucap Arthur.
Pria muda itu bangkit dan menuju Lord Gevil. Terjadi pertarungan seru antara Arthur dan pemimpin lycan itu. Keduanya saling melontarkan kekuatan sihir mereka dan juga kekuatan tenaga dalam dari seorang pangeran vampir yang ditambah dengan kekuatan Kerajaan Ice. Suara berdebam dan menggelegar membuat permukaan tanah bergetar.
...*****...
__ADS_1
...To be continued…...