Mr. Vampire, I Love You!

Mr. Vampire, I Love You!
57. Pernikahan


__ADS_3

Dua minggu berlalu...


Ratu Samantha memberikan tahta seorang raja pada Arthur. Setelah penobatan tersebut, Arthur dan Alice akhirnya menikah.


Pesta pernikahan keduanya pun dimulai. Alice tampak cantik dengan memakai gaun pengantin warna broken white. Begitu juga dengan sang mempelai pria yang sangat tampan. Pria yang memakai setelan jas warna putih dengan sebuah mawar yang disematkan di saku sebelah kanan tampak tersenyum bahagia.


Alice dan Arthur menggelar pernikahan di luar ruangan atau outdoor. Mereka mengusung tema pernikahan Rustic Wedding. Sesuai dengan namanya rustic, atau pedesaan. Rustic wedding lebih mengedepankan sisi sederhana, menyatu dengan alam tetapi tidak menghilangkan sisi elegan dan kemewahan di dalamnya.


Konsep rustic wedding milik Alice dan Arthur didominasi dengan unsur kayu, warna coklat keemasan. Goldice dan Tabib Ly ikut membantu. Mereka bahkan memberi sentuhan unsur alam seperti tumbuhan alang-alang, aneka macam bunga, bahkan akar-akar pohon sintetis.


Untuk menambah kesan hangat dan gemerlap, mereka menambahkan hiasan lampu-lampu kecil serta menggantung lentera di beberapa sudut venue. Kursi untuk para tamu juga menjadi detail yang diperhatikan. Kursi kayu disejajarkan dengan rapi. Tidak perlu banyak sentuhan, mereka menyematkan renda-renda atau simpul pita di belakang kursi. Alice tiba didampingi Tuan Luke yang menggantikan ayahnya saat melangkah menuju altar di hari pesta pernikahan itu.


"Harusnya aku yang menikah dengan Raja Arthur dan menjadi ratu di sini," gumam Delilah yang duduk di samping Joshua, menatap Alice penuh iri dan dengki.


"Heh, kau harusnya sadar diri! Kalau kau mau menikah, ayo menikahlah denganku!" ajak Joshua.


"Apa?! Kau dungu, ya?" Delilah mencibir.


"Aku hanya menawarkan sekali, kau mau tidak?" tanya Joshua.


"Hmmm, baiklah aku mau. Daripada aku jadi perawan tua seperti Tabib Ly, aku terpaksa lah menikah denganmu," ketus Delilah.


Joshua lantas menggenggam tangan Delilah dengan erat.


Pernikahan Arthur dan Alice akhirnya berlangsung. Para tamu undangan terlihat ikut berbahagia dan bergantian mengucapkan ucapan selamat pada kedua pasangan baru itu.

__ADS_1


"Hai, Alice Sayang! Selamat ya atas pernikahan kalian, aku yakin sekali kalau cinta kalian begitu kuat," ucap Goldice memeluk Alice yang kini sudah menjadi sahabatnya.


"Terima kasih ya, Goldice. Aku sangat bahagia sekali. Aku harap kau akan segera menemukan jodoh untukmu," ucap Alice.


"Hmmmm, semoga saja. Tapi, aku rasa sebentar lagi akan ada pesta pernikahan yang berlangsung, tapi bukan untukku," ucap Goldice.


"Maksudmu siapa yang akan menikah?" tanya Arthur menimpali.


"Lihat saja pasangan dimabuk kepayang itu!" Goldice menunjuk ke arah Tuan Luke dan Tabib Ly yang tampak semakin dekat.


Tentu saja, keduanya memang mulai saling menyukai dan memutuskan menjalin hubungan. Arthur dan Alice lantas tertawa dan mengaminkan jika Tuan Luke dan Tabib Ly akan menikah.


"Selamat ya untuk kalian. Nenek bahagia sekali," ucap Ratu Samantha yang mendekat lalu mengulurkan tangan pada Alice untuk memeluknya.


Apalagi Arthur yang tak bisa lagi membendung keharuan ketika memeluk wanita yang sudah merawatnya sejak kecil itu dengan erat.


Musik dansa mulai terdengar dilantunkan. Para tamu bergegas menuju lantai dansa di area tengah pesta kebun di pernikahan Arthur dan Alice kala itu.


"Sayang, ayo kita menari!" ajak Tabib Ly yang langsung menarik lengan Tuan Luke.


"Ya ampun, jangan panggil aku sayang di depan umum begini. Aku malu tau!" sahut Tuan Luke.


"Kenapa malu? Aku tak peduli! Ayo, ikuti saja irama musik ini! Lihat saja dirimu sekarang ini, kau sangat tampan." Tabib Ly tampak berbinar penuh kebahagiaan.


Arthur dan Alice yang melihatnya langsung tertawa melihat kelakuan keduanya. Mereka juga ingin berdansa dan menyusul keduanya.

__ADS_1


"Selamat malam para hadirin, sekarang aku akan mempersembahkan sebuah lagu romantis untuk menemani kalian berdansa," ucap Joshua yang penuh semangat saat naik ke atas panggung itu padahal alunan musik sedang berlangsung dari para pemain musik kerajaan.


Para tamu yang membawa pasangan maupun yang bertemu pasangan baru di sana pun berebut ke area tengah lantai dansa. Mereka tersenyum dan tertawa seraya menggerakkan tubuh sesuai irama.


"Aku akan persembahkan lagu cinta untuk Delilah Tersayang!" Joshua menunjuk ke arah Delilah.


"Ah, kau ini!" Delilah bersungut-sungut. Dia bahkan menunduk tampak malu.


Semua tamu undangan tertawa dibuatnya. Mereka juga bertepuk tangan dengan bangganya menyemangati Joshua. Suara pria itu terdengar sumbang, tetapi para tamu berusaha menikmati dan memberi semangat pada pria itu.


Sementara itu, Arthur semakin menunjukkan tawa bahagianya saat berdansa bersama Alice. Dia menatap wajah cantik istrinya dengan lekat.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Alice.


"Aku mencintaimu, Al." Arthur mencium bibir istrinya penuh kelembutan.


"Aku juga mencintaimu, Tuan Vampir!" ucap Alice menyambut kecupan di bibirnya penuh kemesraan.


Suasana pesta pernikahan Arthur dan Alice berlangsung sangat meriah malam itu. Keduanya saling tertawa dan menatap satu sama lain. Akhirnya mereka dapat merasakan kebahagiaan seperti itu lagi tanpa ada pengganggu. Wanita yang sedang menjadi ratu sejagat di malam pernikahannya itu memeluk Arthur dengan erat kala itu. Sebentar lagi keluarga bahagia mereka juga akan bertambah dengan kehadiran seorang bayi yang disinyalir akan tumbuh dengan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan yang dialiri darah pangeran vampir dan pangeran lycan.


...******...


...TAMAT...


...Happy ending buat Alice dan Arthur....

__ADS_1


__ADS_2