Mr. Vampire, I Love You!

Mr. Vampire, I Love You!
41. Kehilangan Alice


__ADS_3

Bab 41 MVILY


Di sebuah kastil yang dibuat oleh kawanan lycan untuk Lord Gevil, para koloni itu sibuk berpesta dan menyantap makanan apapun yang mereka temukan saat menuju kastil tersebut.


Sebuah desa juga telah dihancurkan demi memuaskan nafsu jahat mereka. Bahkan mereka merebut semua yang warga miliki. Lord Gevil sedang memandangi hamparan rumput hijau dari beranda lantai atas kastil miliknya.


Pemimpin lycan itu sedang berencana menguasai Kerajaan New Silk. Namun, dia masih belum juga menggapai keinginannya itu. Tuan Beast juga belum menguasai West Bloom. Lycan Wild mengetuk pintu dan masuk ke ruangan tempat ayahnya berada.


"Jay berhasil membawa wanita yang mengandung anaknya Pangeran Vampir itu," tukasnya.


"Hahaha, bagus bagus. Berikan dia hadiah yang banyak," ucapnya.


Lord Gevil lantas mengikuti Wild menuju ke kamar dimana Alice telah terbaring di atas alas tidur berbentuk batu dengan bantalan kulit harimau. Alice terlelap bagai tersihir seperti putri tidur.


"Yang Mulia, bagaimana dengan sisa manusia yanv Jay bawa?" tanya Lycan Tom.


"Biarkan mereka bertahan hidup penuh kesengsaraan. Kita beri harapan dulu untuk bangkit, lalu ketika mereka merasa akan berhasil kabur, kita habiskan mereka. Hahaha, betapa menyenangkannya mempermainkan para manusia," tukas Lord Gevil penuh tawa dan wajah menyeringai memperlihatkan keganasan yang tersirat.


"Tapi, Yang Mulia, Ratu Samantha dan asistennya berhasil diselamatkan," ucap Tom.


"Bukankah hidup mereka tak akan lama? Wild, kau pastikan mereka meminum racunnya, kan?" tanyanya seraya menoleh pada putranya.


"Tentu saja sudah, Ayah. Bahkan aku merelakan gadis itu yang tadinya akan menjadi pengantinku. Malah kau bilang aku harus memberinya racun juga," tukas Wild seraya melenguh kesal.


"Kau bisa mencari manusia lain lagi nantinya," sahutnya.

__ADS_1


"Apa wanita ini boleh jadi pengantinku jika dia sudah melahirkan bayi vampir itu?" Wild tampak menyukai paras cantik milik Alice.


"Dia milikku, Wild. Dia akan menjadi ibu tiri mu," ucap Lord Gevil seraya tertawa menggelegar.


"Kau selalu saja serakah," gumam Wild.


"Kau bilang apa, Wild?" Sang ayah tampak menyeringai.


"Tidak, bukan apa-apa, Ayah. Kalau begitu aku akan mencari manusia lain yang lebih kuat," tukas Wild segera angkat kaki dari hadapan ayahnya.


"Hmmm … dia memang sangat cantik," ucap Lord Gevil seraya mengusap pipi Alice.


"Apa Yang Mulia mau aku memanggil Tabib May ke sini?" tanya Tom.


"Ide bagus. Bawa dia ke sini. Aku ingin memintanya membuat ramuan sihir agar wanita ini percaya kalau aku suaminya," ucapnya.


Tak lama kemudian, seorang wanita yang mirip dengan Tabib Lily datang menemui Lord Gevil. Dia memang kakak dari Tabib Lily yang memilih membelot dan membantu Lord Gevil tanpa sepengetahuan Tabib Lily. Sang adik hanya tau kalau kakaknya telah tiada.


"Jadi, inilah calon pengantin pangeran vampir itu?" tanyanya seraya melirik Alice yang terbaring.


"Dia bukan lagi calon pengantin vampir itu. Aku akan membuatnya menjadi permaisuri ku. Kau harus membuat ramuan sihir agar dia menyukai aku. Tapi untuk sementara ini biarkan dia tidur nyenyak dan bermimpi indah tentangku. Kau harus membuat semua ingatannya memudar dan perlahan-lahan terganti oleh ingatan tentangku bukan tentang pangeran vampir itu." Lord Gevil tersenyum menyeringai seraya menghampiri Alice lalu mengusap pipi mulus nan halus wanita cantik itu lagi dan mengusap lembut rambut pirang Alice.


"Baiklah Yang Mulia Lord Gevil, semua perintah Anda adalah kewajiban yang harus aku laksanakan," ucap Tabib May lalu pergi.


Lord Gevil tersenyum sangat puas.

__ADS_1


...***...


Sementara itu, Arthur dan Tuan Luke terhenyak kala mengetahui kondisi desa rahasia milik Tabib Lily yang hancur mengenaskan. Arthur berteriak penuh kesedihan kala kehilang Alice, wanita yang ia cintai itu.


Ditambah dengan kondisi Ella dan Ratu Samantha yang mulai memburuk. Tabib Lily meminta Delilah untuk membantunya membuat ramuan penyembuh karena membawa mereka ke rumah sakit sama saja dengan membunuhnya.


Racun itu tak bisa dinetralisir dengan obat-obatan biasa. Harus dinetralisir dengan ramuan herbal dan kekuatan sihir yang Tabib Lily tahu. Mereka terpaksa mengungsi ke perbatasan desa tempat kenalan Tuan Luke dan Tabib Lily.


Mereka lantas membuat tenda seadanya. Yang terpenting saat itu hanyalah tempat untuk berteduh.


"Bagaimana kondisi keduanya?" tanya Tuan Luke.


"Sudah lebih membaik. Kita hanya bisa menunggu karena mereka lah yang memutuskan sendiri entah mau bertahan apa mau menyerah," ucap Tabib Lily.


"Semoga mereka ingin bertahan," tukas Tuan Luke.


"Luke, aku merasa racun ini bercampur dengan kekuatan penyihir, sama sepertiku," ucap Tabib Lily.


"Itu artinya, ada seorang tabib yang memiliki kekuatan yang sama sepertimu."


Tuan Luke lantas melihat Arthur yang gusar dan ingin bergegas mencari Alice. Namun, Luke lantas menahannya.


"Lepaskan aku, Paman!" pekik Arthur.


"Jangan bodoh, Arthur! Kau mau cari Alice ke mana sekarang?!" Tuan Luke balas berseru.

__ADS_1


...*****...


...To be continued...


__ADS_2