
Bab 31 MVILY
"Wah, wah, wah, siapa ini rupanya? Baru saja tadi Mark memberitahukan jati dirimu yang ternyata seorang vampir," ucap Doug.
"Sama seperti Paman, bukan? Kau pergi dari Ella dan istrimu karena kau seorang vampir, kan? Paling tidak aku masih lebih hebat darimu karena tidak pernah meninggalkan keluargaku. Aku berjuang untuk bertahan. Yang aku masih tak mengerti, kenapa kau memburu makhluk lain padahal jelas-jelas kau juga makhluk!" seru Arthur.
"Aku hanya benci pada para makhluk itu. Dan mencoba untuk menjadi satu-satunya makhluk terkuat dan memimpin manusia," ucapnya.
"Dasar bedebah!" Arthur menyerang Tuan Doug tanpa aba-abal lagi.
Pertarungan pun langsung dimulai. Pertarungan itu berlangsung sengit.
Tuan Luke membantu Arthur dalam melawan satu vampir yang bisa dibilang cukup mumpuni dan merupakan ketua pemburu makhluk. Pria vampir itu membalas dengan pukulan yang membuat Arthur terlempar membentur pohon besar. Hal itu membuat tubuhnya sakit dan tak dapat bergerak, tenaganya terasa habis terkuras. Arthur mencoba bangkit.
Douglas lantas menyerang Tuan Luke secara bertubi-tubi sampai membuat pria itu tersudut. Belati perak di tangan pria itu sampai terlempar jauh.
"Aku pernah melihatmu. Kau ada di dalam foto bersama Miranda," ucap Doug.
"Kenapa kau membunuhnya?!" pekik Tuan Luke.
"Aku membencinya karena membuatku seperti ini. Tapi, aku berpikir untuk memanfaatkannya dan dia terlalu bodoh. Dia juga tak ingin kau temukan padahal dia begitu mencintaimu. Hahaha kalian sungguh ironis," ucap Doug.
Arthur lalu meraih belati perak yang terlempar tadi. Tuan Luke tampak berusaha untuk beranjak meski tubuhnya terasa sakit sekali dan sulit bergerak setelah melawan Doug. Sekuat tenaga ia ingin bangkit, tetapi terlihat tetap tak bisa.
Doug meraih senapan berpeluru perak dari saku kanannya. Dia mengarahkan ke wajah Tuan Luke dan bersiap menyarangkan peluru itu di sana.
"Hiaaaattt!"
__ADS_1
Arthur datang dan mengarahkan belati perak itu dan berhasil menusuk punggung si pria vampir tersebut.
"Aaaarrrgghhh, kurang ajar kau anak kecil!" teriak si vampir itu bersiap menerkam ke arah Arthur kini.
"Aku bukan anak kecil, Paman Doug. Kau memang meninggalkan istana sepuluh tahun lalu kala aku masih muda tetapi sekarang kau tak pantas panggil aku anal kecil!" sahut Arthur.
Dengan sigap pemuda itu menusuk tubuh vampir itu kali ini tepat di jantung. Ia teringat dengan film yang pernah ia tonton untuk menusuk jantung sang vampir. Darah mengalir tubuh si vampir yang menyembur tiada henti kala itu. Ternyata apa yang dikatakan Tuan Luke memang benar. Si vampir itu kini mati saat jantungnya ditusuk. Arthur menarik jantung itu keluar dari rongga tubuh Tuan Doug secara paksa.
"Kenapa kau membunuhnya?" lirih Tuan Luke.
"Haruskah aku membiarkannya hidup, Paman?" tanya Arthur.
Tuan Luke hanya diam.
"Bagi Bu Rose dan Ella, dia sudah dianggap mati. Jadi biarkan saja dia mati," ucap Arthur.
Dari kejauhan terdengar suara beberapa orang sedang menuju ke arah dalam hutan. Arthur yakin itu adalah rombongan pemburu makhluk dan anak buahnya Tuan Doug. Arthur memutuskan untuk memapah Tuan Luke dan bersembunyi di atas pohon besar. Ia memanjat dengan bersusah payah.
"Kenapa dia punya taring? Dan ke mana jantungnya?" tanya orang satunya.
Arthur sangat terperanjat kala dia melihat seseorang yang pernah dia liat sebelumnya tengah membawa senjata tajam.
"Bukankah dia Mr. Beast, ketua gangster The Wolf? Jadi, dia juga merupakan tim pemburu makhluk," gumam Arthur
Pria besar tadi mengamati jasad Doug dengan saksama.
"Jadi, selama ini dia membodohi kita. Pantas saja dia paham dengan sifat vampir bahkan makhluk lainnya juga," ucapnya.
__ADS_1
"Bakar dia! Aku tak ingin yang lain tau kalau dia merupakan vampir. Tapi siapa yang sudah mengambil jantungnya?" gumam Mr.Beast.
"Lalu, bagaimana dengan tim kita sekarang?" tanya si besar.
"Aku yang akan jadi pemimpin para si pemburu makhluk," ucap Mr. Beast.
... ***...
Di sebuah villa tempat Mark mengasingkan Alice.
Mark pulang dan mengira Alice akan kabur. Padahal Alice ingin mengetahui rencana Mark lebih dalam sehingga dia terpaksa bertahan. Dia akan menuju ke Tuan Luke untuk mencari pertolongan.
Mark meraih sebotol wine dan gelas. Dia meminta Alice untuk duduk. Lalu, dia menceritakan rencananya dengan bangga pada Alice.
"Siapkan hatimu karena dalam waktu dekat, Arthur akan mati di hadapan rakyatnya dalam keadaan terbakar hidup-hidup. Hahahaha." Mark menyeruput wine lalu kembali tertawa dengan puas.
"Kau jahat, Mark!" pekik Alice.
"Tidak, Al. Aku sangat baik. Dan aku sangat mencintaimu. Kau harusnya berterima kasih padaku karena telah melindungimu dari monster seperti Arthur," ucap Mark.
Ponselnya berdering dari dalam saku. Seseorang menghubunginya kala itu. Mark segera bergegas keluar karena Mark lupa mengunci Alice kembali mengikutinya.
Saat itulah Alice tahu kalau Mark bertemu dengan Tuan Beast. Pria itu merupakan gangster dari West Bloom. Alice kini mengerti kalau si pengkhianat kerajaan adalah Mark. Dia memberikan informasi terkini tentang New Silk pada musuh kerajaan.
Alice tak bisa tinggal dia lagi. Perempuan yang tengah hamil muda itu bertekad untuk kabur. Dia juga akan menghubungi Ella agar membantunya masuk ke dalam istana dan berusaha mengatakan semua yang ia tahu pada Arthur. Namun, dia keburu ketahuan oleh Mark.
"Kau mau ke mana, Al?" Mark tersenyum menyeringai.
__ADS_1
...*****...
...To be continued ...