Mr. Vampire, I Love You!

Mr. Vampire, I Love You!
39. Tempat Penyekapan


__ADS_3

Bab 39 MVILY


Malam itu, Tuan Luke memutuskan untuk bergerak lebih cepat setelah berhasil mengendus keberadaan kawanan lycan. Arthur mengikutinya bersama Tabib Ly dan anak buah miliknya.


Mereka akan menyelamatkan Ella dan Ratu Samantha yang ditawan oleh anak buah dari Lord Gevil. Kawanan itu kini dipimpin olehnya. Namun, Arthur melarang Alice untuk mengikuti karena kondisi kehamilannya yang sangat ditakuti Arthur jika celaka. Sontak saja Delilah tidak menyianyiakan kesempatan untuk ikut serta dalam rombongan Arthur.


Alice bersama yang lainnya juga bekerja sama di lingkungan desa rahasia. Mereka harus menjaga keadaan rumah dan menghilangkan aroma penyihir dan vampir yang ada di sekitarnya rumah itu agar para lycan tak menaruh curiga jika melewati kawasan tersebut.


Sesampainya di atas bukit, Tuan Luke langsung memasang strategi bersama Arthur. Rupanya setelah melakukan pemantauan, hanya ada dua lycan yang menjaga sang nenek dan Ella.


"Kita harus mengalihkan perhatian mereka," tukas Tuan Luke.


"Biar aku saja yang tangani," ucap Delilah.


"Itu sangat berbahaya," tukas Arthur.


"Tenang saja, Pangeran. Aku akan segera kembali dan mengalihkan perhatian mereka," ucap wanita itu seraya mendekat menghampiri salah satu pengawal Tabib Ly.


Delilah akan bersandiwara membuat keributan di antara dia dan pengawal bernama Yoseph tersebut. Mereka akan berdalih memperebutkan daging seekor kelinci. Delilah dan Yoseph semakin mendekat ke arah para lycan.


"Ada keributan apa itu?" tanya Lycan Ko.


"Apa mereka pemburu liar yang tersesat? Hmmm, kau saja yang atasi mereka!" titah lycan satunya.

__ADS_1


"Ah menyebalkan sekali! Lebih baik aku akan menghabisi mereka saja." Lycan Ko mendekat ke arah Delilah dan Yoseph.


Saat lycan Ko mendekat, Yoseph langsung menjerat kaki lycan itu sampai jatuh terjerembab dengan tali yang ia lempar. Tabib Ly juga meniupkan panah jarum beracun ke tubuh si lycan. Bingo! Langsung tepat sasaran. Delilah juga membekap mulut lycan itu agar tidak berteriak.


"Yo, kau beritahu Tuan Luke dan Pangeran Arthur untuk menghabisi lycan satunya," bisik Tabib Ly.


Delilah lalu mengikat tangan Lycan Ko ke belakang pohon. Lalu dia mengamati wajah lycan itu. Tak disangka kalau sosok itu lah yang sudah membunuh keluarganya. Dia masih ingat betul kejadian penyerangan ke desa nya saat itu.


Wajah Delilah penuh amarah dia tak bisa lagi menahan emosinya. Kedua tangannya sudah mengarah ke arah leher lycan tersebut dan bersiap untuk menyayat leher lycan tersebut dengan belati perak.


Dalam sekali tindakan dia memilih mematahkan leher makhluk itu. Wanita itu lalu menyerang bertubi-tubi jantung lycan tersebut dengan belati perak tadi seraya menangis.


"Delilah, hentikan! Hentikan! Dia sudah mati!" Tabib Ly meraih tangan Delilah dan memeluknya. Wanita itu terdengar terisak. Kesedihan menyeruak saat mengingat pembantaian para lycan saat menghancurkan desanya.


"Aku membencinya!" seru Delilah penuh amarah.


"Kau tenanglah dan jangan pernah terpancing emosi tak jelas di tengah medan perang seperti ini. Kelak akan banyak lycan yang harus kita habisi," ucap Tabib Ly seraya memeluk tubuh Delilah yang berguncang hebat diiringi tangisan.


Sementara itu, Arthur dan Tuan Luke telah berhasil menyerang lycan satunya.


"Arthur, selamatkan nenekmu!" pinta Tuan Luke.


"Baik, Paman." Arthur sebenarnya tampak gugup dan ketakutan kala itu. Entah kenapa dia merasa hatinya tak enak.

__ADS_1


"Arthur?" Ratu Samantha terlihat membuka kelopak mata berkerut itu.


"Nenek! Kau tak apa-apa, kan?" tanyanya.


"Harusnya kau tak ke sini, Arthur," ucap wanita paruh itu yang mulai terlihat lemah.


"Arthur, apa kau merasa ada yang aneh?" Tuan Luke telah berhasil menghabisi lycan satunya dan juga sudah membopong tubuh Ella di bahunya.


"Maksud Paman apa?"


"Entahlah hanya saja kenapa Ella dan nenekmu ditinggalkan di sini dengan dua lycan saja," ucap Tuan Luke seraya mengamati sekeliling.


"Paman, sebaiknya kita bawa nenek ke rumah sakit begitu juga Ella," ucap Arthur.


Sementara itu, Tabib Ly menyentuh tanah dan sesekali menempelkan daun telinga itu ke permukaan tanah. Arthur yakin kalau wanita sedang membaca jejak untuk mencari keberadaan Lord Gevil dan para lycan lainnya.


"Apa yang kau temukan, Ly?" tanya Tuan Luke.


"Tadinya banyak jejak di sini. Tapi, hanya tinggal dua lycan itu yang berjaga. Apa kawanan itu tengah menyerang desa lain?" tanyanya.


Tiba-tiba, suara gumam Ella terdengar lirih, "Se-selamatkan…."


...*****...

__ADS_1


...To be continued ...


__ADS_2