Mr. Vampire, I Love You!

Mr. Vampire, I Love You!
53. Lord Gevil Menyerang


__ADS_3

Bab 53 MVILY


Tabib Ly kini mendekat. Jika memang keberadaan Tabib May ada di sana, harusnya dia bisa terhubung dengan ilmu sihir rahasia keluarganya. Tabib Ly mendekat menyentuh dahi Lycan Don itu dengan jari telunjuknya. Dengan kekuatan yang ia miliki, dia mencari segala ingatan yang terekam di memori makhluk tersebut.


"Hentikan! Ini sakit bodoh! Mau tak akan bisa membaca pikiranku!" Lycan Don berusaha untuk mengelak dan menutup memori ingatannya dari sang tabib.


Gambaran muncul tentang keberadaan kawanan lycan milik Lord Gevil yang ada di sebuah bukit.


"Sebaiknya kita bersiap. Lord Gevil tampaknya sudah tau kalau anak buahnya ini sudah sampai dan ada di wilayah ini," ucap Tabib Ly.


"Kita sebaiknya segera bergegas untuk memusnahkan dia!" Arthur memberi perintah pada para warga untuk membakar Lycan Don.


"Walaupun kau berusaha memusnahkan aku, cepat atau lambat Lord Gevil akan segera ke sini," ucap Don dengan tawa yang menyeringai.


Lycan itu terus meracau menakuti para rakyat yang ada di desa rahasia itu. Sampai Arthur benar-benar sudah sangat kesal dan akhirnya menebas kepala Lycan Don.


"Paman Don!" pekik Alice.


Goldice dan Ice menahannya agar tidak mendekat. Darah segar menyembur dari leher makhluk itu. Kepala yang terpenggal itu menggelinding tepat ke arah kaki Ratu Samanta yang berteriak dan langsung menghindar.


"Kalian semua jahat!" pekik Alice mengutuk semuanya sampai Goldice memukulnya.


Alice tak sadarkan diri kemudian.


"Apa yang kau lakukan pada Alice ku?" Arthur meradang.


"Dia terlalu berisik. Biar dia tenang dulu. Sebaiknya Tabib Ly segera buat ramuan yang tadi sempat kita bicarakan," ucap Goldice.


"Tapi, itu terlalu berbahaya," sahut sang tabib.

__ADS_1


"Dia punya darah lycan, dia pasti kuat," ucap Goldice.


"Baiklah, tunggu apa lagi, ayo kita mulai membuat pedang perak dan menghadapi kedatangan Lord Gevil!" seru Icy mengajak para warga untuk membuat senjata.


Arthur lantas membopong tubuh Alice ke sebuah kamar. Tabib Ly, Ratu Samantha dan Goldice mengikuti. Di ruangan tenda itu juga sudah ada Ella yang menunggu. Dia sudah mendengar semuanya tadi.


Tuan Luke bersama Icy dan yang lainnya pergi mempersiapkan pertahanan diri.


...***...


Keesokan harinya.


"Dia datang!" seru Joshua.


"Sial! Apa kita siap menghadapi Lord Gevil?" Arthur mulai panik.


Semua menatap bergantian dan juga dengan posisi siaga. Tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan terjadi. Panas bola api menerjang, langsung membakar beberapa tenda yang digunakan para warga di pengungsian tersebut. Serangan itu langsung membuat kepanikan dan keributan yang tercipta di dalam desa tersembunyi. Pagar gaib yang digunakan untuk membuat tempat persembunyian itu aman langsung luluh lantak tak dapat digunakan lagi.


Lord Gevil datang bersama Tabib May dan beberapa kawanan lycan yang lain. Dia menyerang tanpa henti. Terdengar suara tertawanya yang menggema dan makin menyeramkan dengan tatapan haus akan darah Arthur. Dia memburu sang vampir.


Beberapa wanita dan anak-anak termasuk Alice diungsikan oleh Goldice dan Icy. Delilah juga membantu bersama Ratu Samantha dan Ella. Sementara itu, Tuan Luke dan Arthur serta para pria langsung terjun berperang melawan para lycan yang menyerang. Mereka mempertahankan diri dari serangan lycan. Lord Gevil tertawa menyeringai kala berhasil berhadapan dengan Arthur. Dia menyerang pemuda itu dengan cara membabi buta. Arthur sampai terhempas.


"Gevil, hentikan! Aku lah lawanmu!" seru Tuan Luke sambil terus menghadang para lycan yang menyerang dengan seluruh sisa kekuatannya.


Arthur tak kalah gentar. Dia bangkit dan meraih pedang perak buatannya. Ia menerjang para lycan yang menghadang. Dia menebas leher para lycan atau menusuk dengan pedang di tangannya.


Dengan penuh amarah dia langsung menebas dan menghabisi.


"Aku akan membunuhmu, lalu aku akan membunuh nenek tercinta mu itu. Aku juga akan mengambil Alice darimu!" seru Lord Gevil.

__ADS_1


"Dasar Setan Tua! Kau lebih parah dari iblis!" Arthur mencoba melawan tetapi dia tersudut. Lord Gevil kini mendapatkannya dan semakin mengencangkan cengkraman di leher Arthur sampai


membuatnya kesulitan untuk bernapas.


"Gevil! Hentikan! Lepaskan Arthur! Lawan mu adalah aku!" seru Tuan Luke.


Suara gemuruh petir yang menggelegar terdengar diiringi dengan gerimis yang datang. Tiba-tiba, Ratu Samantha muncul dan menolong Arthur. Dia menggigit tangan Lord Gevil dan menjadikan dirinya sebagai tameng. Namun, lycan itu menghempasnya. Wanita itu tak sadarkan diri kemudian.


"Nenek!" Arthur berseru dengan lantang dia berteriak sekuat tenaga.


Arthur ingin menghampiri sang nenek kemudian. Namun, pemuda itu terhalang oleh gigitan Lord Gevil. Arthur mendorong lycan itu dengan kekuatannya. Tuan Luke yang mencoba menyelamatkan Arthur malah terkena tebasan pedang Lord Gevil. Untungnya sang nenek sudah bersama Tabib Ly saat itu. Wanita itu mencoba untuk mengobati Ratu Samantha. Tabib May muncul dan berhadapan dengan adiknya.


"Aku tak sangka kau memilih untuk menjadi jahat, Kak," ucap Tabib Ly.


"Aku tak peduli, adikku. Aku hanya ingin mengabdi pada Lord Gevil," ucapnya.


Kini, kakak beradik itu mulai berhadapan dan adu kekuatan.


Sementara itu, Arthur menghampiri Tuan Luke.


"Paman Luke, kau tak apa-apa, kan?" Arthur mendekati Tuan Luke yang terluka.


"Jangan pikirkan aku! Sekarang kau selamatkan Alice! Aku yakin dia akan memburu Alice!" serunya.


Benar saja, Arthur yang lengah baru sadar kalau Lord Gevil kini sedang menuju ke tempat Goldice menyembunyikan Alice.


...*****...


...To be continued ...

__ADS_1


__ADS_2